Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, November 11, 2024

37774. NABI MUHAMMAD SALAT DI PUNGGUNG UNTA

 





NABI MUHAMMAD SALAT SUNAH DI PUNGGUNG UNTA    

Oleh: Drs H M Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 110-115.

 


وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

 

110. Dan dirikan salat dan tunaikan zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.


وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

 

111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakan (Muhammad): "Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar".

 

Keterangan ayat 111.

 

1)        Orang Yahudi berkata bahwa mereka saja yang akan masuk surga.

 

2)        Orang Nasrani berkata bahwa mereka saja yang akan masuk surga.

 

 

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

 

112. (Tidak demikian) bahkan barang siapa menyerahkan diri kepada Allah, sedangkan ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 

وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَىٰ عَلَىٰ شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَىٰ لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

 

113. Dan orang Yahudi berkata: "Orang Nasrani tidak punya pegangan", dan orang Nasrani berkata: "Orang Yahudi tidak punya pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak tahu, mengatakan seperti ucapan mereka. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.

 

Asbabun nuzul (sebab turun) ayat 113.

Ibnu Abbas jelaskan.

 

Kaum Nasrani Najran.

Berdebat dengan kaum Yahudi.

Di depan Rasulullah.

 

Seorang Nasrani, Rafi bin Hauraimalah berkata,

 

“Kamu berada di jalan yang salah.

Sebab menolak Nabi lsa dan kitab lnjil”.

 

Orang Yahudi membantah,

 

“Kamu juga salah.

Sebab menolak Nabi Musa dan kitab Taurat”.

 

Lalu turun ayat 113 ini.

 

 

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

114. Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalangi menyebut nama Allah dalam masji-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka tidak patut masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia dapat kehinaan dan di akhirat dapat siksa yang berat.

 

Asbabun nuzul (sebab turun) ayat 114.

Ibnu Zaid jelaskan.

 

Ayat 114 ini turun.

Sebagai peringatan bagi kaum Quraisy.

 

Yang melarang Rasulullah salat di dekat Kakbah di Masjidil Haram .

Saat perjanjian Hudaibiyah.

 

 

 

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

115. Dan kepunyaan Allah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situ wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

 

Asbabun nuzul (sebab turun) ayat 115.

Ibnu Umar jelaskan.

 

Saat pejalanan dari Mekah ke Madinah.

Rasulullah salat sunah di atas untanya.

 

Kemana pun arah unta itu.

Meskipun tak menghadap kiblat.

 

Lalu turun ayat 115 ini.

 

(Sumber Tafsir AlQuran Perkata DR M Hatta)



 

 

 

37773. BERIMAN PADA YANG GAIB DI QURAN

 





BERIMAN PADA YANG GAIB DI ALQURAN     

Oleh: Drs H M Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 1-5.


الم

 

1. Alif laam miim.

 

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

 

2. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang yang bertakwa.

 

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

 

3. (Yaitu) orang yang beriman kepada yang GAIB, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

 

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

 

4. Dan orang yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan padamu (Muhammad)  dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

 

أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 

5. Mereka tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka orang beruntung.

 

 

 

Ayat di atas bisa dipahami.

1.Tak ada keraguan dalam Al-Quran.

2.Al-Quran petunjuk bagi orang bertakwa.

 

3.Tanda orang bertakwa

Yaitu:

 

1)        Beriman pada yang GAIB.

2)        Mengerjakan salat.

 

3)        Berbagi rezeki pada yang membutuhkan.

4)        Beriman pada Al-Quran.

 

5)        Beriman pada kitab Allah sebelum Al-Quran.

6)        Yakin adanya hidup akhirat.

 

7)        Mendapat petunjuk dari Allah.

8)        Mereka orang beruntung.

 

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 44.

 

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَٰمَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

 

Yang demikian adalah sebagian dari berita GAIB yang Kami wahyukan pada kamu (Muhammad); padahal kamu TAK HADIR beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

 

Berita GAIB.

Artinya:

 

1)        Nabi Muhammad tak hadir saat undian pakai panah.

Untuk menentukan orang yang merawat Maryam.

 

2)        Nabi Muhammad tak hadir saat terjadi sengketa.

 

3)        Peristiwa nyata dan benar-benar terjadi.

 

4)        Bukan peristiwa fiktif.

5)        Bukan khayalan.

 

6)        Tapi Nabi Muhammad TAK HADIR.

Sebab Nabi belum lahir.

Maka disebut GAIB.

 

7)        Orang yang absen atau tak hadir.

Pada peristiwa tertentu.

 

Maka peristiwa itu.

Disebut GAIB baginya.

 

 

Al-Quran surah Hud (surah ke-3) ayat 49.

 

تِلْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَٰذَا ۖ فَٱصْبِرْ ۖ إِنَّ ٱلْعَٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

 

Itu di antara berita penting tentang yang GAIB yang Kami wahyukan padamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang bertakwa.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Berita GAIB.

 

1)        Nabi Muhammad diberi wahyu dari Allah.

 

2)        Tentang peristiwa Nabi Nuh yang benar terjadi pada masa lalu.

 

3)        Nabi Muhammad TAK TAHU sebelumnya.

4)        Umat Nabi Muhammad juga tak tahu.

 

Al-Quran surah Hujurat (surah ke-49) ayat 18.

 

إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang GAIB di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 179.


مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

 

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang GAIB, tapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala besar.

 

Kesimpulan.

Arti GAIB bersifat RELATIF.

1)        Bagi yang hadir disebut tak gaib.

2)        Bagi yang tak hadir disebut gaib.

 

Berita gaib karena:

1)        Tak hadir.

2)        Tak tahu.

 

3)        Tak punya ilmu.

4)        Tak terlihat sebab terlalu besar.

 

5)        Tak terlihat sebab terlalu kecil.

6)        Tak terdengar oleh telinga manusia.

 

7)        Tak terjangkau indra manusia.

8)        Belum terjangkau oleh ilmu manusia.

 

9)        Peristiwa zaman dulu disebut gaib.

10)  Peristiwa akan datang disebut gaib.

 

Ada 5 hal gaib.

1)        Terhalang suatu dinding.

2)        Terhalang ruang.

 

3)        Terhalang waktu.

4)        Tak punya ilmu.

 

Akidah lslam

Yaitu beriman pada yang gaib.

 

Bersifat ilmiah.

Mendorong majunya ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

(Sumber Agus Mustofa)