Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 19, 2025

39107. ALLAH PENGAMPUN ORANG BERDOSA TAK CEPAT DISIKSA

 


ALLAH PENGAMPUN ORANG BERDOSA TAK CEPAT DISIKSA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Allah Maha Pengampun.

Yaitu salah satu sifat Allah dalam Asmaul Husna.

Atau “nama nama Allah yang baik”.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 53.


۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Katakan (Muhammad): "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 31


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Katakan (Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 89.


إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kecuali orang-orang yang bertobat, sesudah (kafir) itu dan berbuat perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 129.

 

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Allah menunda hukuman bagi orang kafir.

 

Al-Quran surah Fatir (surah ke-39) ayat 45.


وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا

 

Dan jika sekiranya Allah menyiksa manusia sebab usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk melatapun tapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu  tertentu; maka jika datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Jika Allah menghukum seketika.

 

Manusia yang berdosa.

Maka habis semua.

Tapi Allah Maha Pengampun

Maka Allah menunda hukuman.

 

Manusia diberi waktu untuk bertobat.

Dan mohon ampun pada Allah.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-39) ayat 32-33.

 

إِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

 

32. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dia yang benar dari sisi Engkau, maka hujani kami dengan batu dari langit, atau datangkan kepada kami azab pedih".

 

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

 

33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidak (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Kaum musyrik dengan angkuh menantang Allah.

 

Agar segera diberi azab oleh Allah.

Tapi Allah tak menghukum orang kafir.

 

Dengan seketika.

Sebab:

 

1)        Nabi Muhammad bersama mereka.

2)        Mereka mau mohon ampun pada Allah.

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 15.


مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Allah tak mengazab suatu kaum

 

Sebelum datang rasul yang:

1)     Menyuruh beriman pada Allah.

2)     Membawa berita gembira.

3)     Risiko siksaan pedih bagi yang durhaka.

 

Al-Quran surah lbraim (surah ke-14) ayat 42.

 

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

 

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Allah tak lupa perbuatan orang zalim.

 

Allah menunda hukuman bagi mereka.

Allah Maha Pengampun.

 

Masih memberi kesempatan orang berdosa.

Untuk bertobat.

 

 

 

(Sumber Al-Quran)

 

 

 

 

39106. BERAPAPUN PANJANG UMUR MANUSIA PASTI MATI

 


BERAPAPUN PANJANG UMUR MANUSIA PASTI MATI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Wajib bersyukur atas nikmat Allah.

 

Semua rakyat Indonesia wajib bersyukur dengan nikmat kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Yang merdeka atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Pada 17 Agustus 1945.

 

Kata “syukur” dalam bahasa agama.

Artinya “memakai nikmat yang dilimpahkan Allah sesuai tujuan anugerah”.

 

Al-Quran menyatakan manusia ditugaskan sebagai khalifah membangun peradaban di bumi.

 

Meskipun para malaikat mendambakan tugas itu.

Tetapi tidak mendapat tugas itu.

 

Para malaikat hanya mampu melakukan apa yang diperintah oleh Allah.

 

Tapi, malaikat tidak punya daya inisiatif.

Seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah untuk diolah manusia.

 

Demi kenyamanan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

 

Manusia bebas berbuat apa saja.

Tapi harus tanggung jawab.

 

Pada dasarnya kegiatan apa pun boleh dilakukan manusia.

 

Tetapi ada peringatan.

Berapa pun panjangnya umurmu, kematian pasti datang.

 

Kamu boleh bertindak semaumu, tapi tanggung jawab pasti dilakukan.

 

Apakah peringatan ini menakuti manusia?

 

Jawabnya,

”Tidak, karena dia adalah kebenaran”.

 

Apakah itu menghambat pembangunan?

Jawabnya,

”Justru sebaliknya, hal itu akan menambah semangat dalam pembangunan”.

 

Sekelompok pemuda duduk menganggur tertawa terbahak-bahak.

 

Rasulullah bersabda,

”Perbanyaklah kalian mengingat mati, niscaya kalian sedikit tertawa dan banyak menangis”.

 

Para ulama berpendapat gelisah dan sengsara yang dirasakan manusia adalah siksaan Allah di dunia.

 

Karena melanggar “sunatullah” (hukum Allah yang berlaku di alam semesta).

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 268.

 

                الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

     Setan menjanjikan (menakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

Manusia diperintahkan meneladani sifat Allah yang mulia.

 

Sesuai posisi manusia sebagai makhluk Allah.

 

Misalnya.

 Allah Maha Kaya, Maha Kuasa,  dan sifat mulia lainnya.

 

Jika orang puas hasil yang didapat, padahal kemampuannya lebih.

 

Dia masih bisa menambah manfaat hasilnya untuk dirinya dan makhluk lain.

 

Pada hakikatnya orang itu kurang menghayati ajaran agama.

 

Dalam literatur agama dikenal “qana'ah”.

Qana'ah bukan sekadar “merasa puas dengan apa yang dimiliki”.

 

Kepuasan yang dimaksud adalah hasil akhir maksimal yang didahului oleh:

 

1)        Ingin meraih sesuatu.

2)        Usaha maksimal.

 

3)        Berhasil dalam usaha.

4)        Rela menyerahkan yang telah diraihnya kepada yang lebih butuh.

5)        Dan merasa puas dengan apa yang telah dimiliki sebelumnya.

 

Jika ada orang potensinya terabaikan atau pekerjaannya sia-sia,

 

Maka dia kurang bersyukur terhadap nikmat dari Allah.

Karena dia tidak memanfaatkan secara maksimal.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 14.

 

                      وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

     

Dan Dia Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat makan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan agar kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur”.

 

Pada umumnya potensi dan kemampuan umat Islam belum dimanfaatkan optimal.

 

Sehingga muncul keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan.

 

Kondisi itu bisa dikatakan umat Islam kurang bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah.

 

Daftar Pustaka

1.        Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.        Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.        Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.        Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.        Tafsirq.com online

39105. BOLEH BERBUAT APAPUN TAPI TANGGUNG JAWAB

 


MANUSIA BOLEH BERBUAT APAPUN TAPI TANGGUNG JAWAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Wajib bersyukur atas nikmat Allah.

 

Semua rakyat Indonesia wajib bersyukur dengan nikmat kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Yang merdeka atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Pada 17 Agustus 1945.

 

Kata “syukur” dalam bahasa agama.

Artinya “memakai nikmat yang dilimpahkan Allah sesuai tujuan anugerah”.

 

Al-Quran menyatakan manusia ditugaskan sebagai khalifah membangun peradaban di bumi.

 

Meskipun para malaikat mendambakan tugas itu.

Tetapi tidak mendapat tugas itu.

 

Para malaikat hanya mampu melakukan apa yang diperintah oleh Allah.

 

Tapi, malaikat tidak punya daya inisiatif.

Seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah untuk diolah manusia.

 

Demi kenyamanan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

 

Manusia bebas berbuat apa saja.

Tapi harus tanggung jawab.

 

Pada dasarnya kegiatan apa pun boleh dilakukan manusia.

 

Tetapi ada peringatan.

Berapa pun panjangnya umurmu, kematian pasti datang.

 

Kamu boleh bertindak semaumu, tapi tanggung jawab pasti dilakukan.

 

Apakah peringatan ini menakuti manusia?

 

Jawabnya,

”Tidak, karena dia adalah kebenaran”.

 

Apakah itu menghambat pembangunan?

Jawabnya,

”Justru sebaliknya, hal itu akan menambah semangat dalam pembangunan”.

 

Sekelompok pemuda duduk menganggur tertawa terbahak-bahak.

 

Rasulullah bersabda,

”Perbanyaklah kalian mengingat mati, niscaya kalian sedikit tertawa dan banyak menangis”.

 

Para ulama berpendapat gelisah dan sengsara yang dirasakan manusia adalah siksaan Allah di dunia.

 

Karena melanggar “sunatullah” (hukum Allah yang berlaku di alam semesta).

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 268.

 

                الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

     Setan menjanjikan (menakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

Manusia diperintahkan meneladani sifat Allah yang mulia.

 

Sesuai posisi manusia sebagai makhluk Allah.

 

Misalnya.

 Allah Maha Kaya, Maha Kuasa,  dan sifat mulia lainnya.

 

Jika orang puas hasil yang didapat, padahal kemampuannya lebih.

 

Dia masih bisa menambah manfaat hasilnya untuk dirinya dan makhluk lain.

 

Pada hakikatnya orang itu kurang menghayati ajaran agama.

 

Dalam literatur agama dikenal “qana'ah”.

Qana'ah bukan sekadar “merasa puas dengan apa yang dimiliki”.

 

Kepuasan yang dimaksud adalah hasil akhir maksimal yang didahului oleh:

 

1)        Ingin meraih sesuatu.

2)        Usaha maksimal.

 

3)        Berhasil dalam usaha.

4)        Rela menyerahkan yang telah diraihnya kepada yang lebih butuh.

5)        Dan merasa puas dengan apa yang telah dimiliki sebelumnya.

 

Jika ada orang potensinya terabaikan atau pekerjaannya sia-sia,

 

Maka dia kurang bersyukur terhadap nikmat dari Allah.

Karena dia tidak memanfaatkan secara maksimal.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 14.

 

                      وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

     

Dan Dia Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat makan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan agar kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur”.

 

Pada umumnya potensi dan kemampuan umat Islam belum dimanfaatkan optimal.

 

Sehingga muncul keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan.

 

Kondisi itu bisa dikatakan umat Islam kurang bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah.

 

Daftar Pustaka

1.        Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.        Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.        Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.        Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.        Tafsirq.com online