Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, January 20, 2025

39129. BENDA HARAM DAN PEBUATAN HARAM

 


PERBEDAAN BENDA HARAM DAN PERBUATAN HARAM  

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

  

Al-Quran mengharamkan 2 hal, yaitu:

1.      Benda haram

2.      Perbuatan haram

  

BENDA YANG DIHARAMKAN AL-QURAN

  

 Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 172-173.

   

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
   

  Hai orang-orang beriman, makanlah di antara rezeki baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.

      Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya) sedangkan ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

   

Ada 4 benda haram, yaitu:

 

 1)    Bangkai.

 2)    Darah.

 

3)    Babi.

 4)    Hewan disembelih selain atas nama Allah.

    

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 145.

   

قُل لَّآ أَجِدُ فِى مَآ أُوحِىَ إِلَىَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُۥٓ إِلَّآ أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُۥ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
   

Katakan: "Tidak aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

  

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 3.

   

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا۟ بِٱلْأَزْلَٰمِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ ٱلْيَوْمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
       

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

   

Dalam QS (5:3) ada 10 benda haram, yaitu:

 

 1)    Bangkai.

2)    Darah.

 

3)    Babi.

4)    Hewan disembelih atas nama selain Allah.

 

5)    Hewan tercekik.

6)    Hewan terpukul.

 

7)    Hewan terjatuh.

8)    Hewan ditanduk.

 

9)    Hewan diterkam.

10) Hewan disembelih untuk berhala.

  

Dalam QS (2:173-174) disebutkan 4 benda haram, yaitu:

 

 1)    Bangkai.

2)    Darah.

 

3)    Babi.

 4)    Hewan disembelih selain atas nama Allah.

   

Hal itu tidak bertentangan.

Karena 10 benda haram itu.

Berupa perincian 4 benda haram.

 

 

Termasuk benda bangkai, yaitu:

 

 1)    Hewan tercekik.

 2)    Hewan terpukul.

 

3)    Hewan terjatuh.

 4)    Hewan ditanduk.

 5)    Hewan diterkam.

  

Termasuk kelompok hewan disembelih selain atas nama Allah.

  1)   Untuk berhala.

  

Kesimpulannya:

Secara global benda  haram:

 

 1.    Bangkai.

  

1)    Hewan tercekik.

2)    Hewan terpukul.

 3)    Hewan terjatuh.

 

4)    Hewan ditanduk.

 5)    Hewan diterkam.

 

 2.    Darah.

 3.    Babi.

 

  4.    Hewan disembelih selain atas nama Allah.

 1)    Hewan disembelih untuk berhala.

  

PERBUATAN YANG DIHARAMKAN AL-QURAN

 

  Dalam Surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 3 di atas.

 

1.      Mengundi nasib dengan anak panah.

 

Mengundi nasib dengan anak panah hukumnya HARAM.

 

Tapi busur panah dan anak panah hukumnya BOLEH (MUBAH).

 

Bendanya BOLEH (MUBAH).

Tapi perbuatannya haram.

 

  Dalam Surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 33.

 

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ


Katakan: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan  keji, baik yang tampak atau  tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Bahwa perbuatan haram, yaitu:

 

1.      Perbuatan keji yang tampak.

2.      Perbuatan keji tersembunyi.

 

3.      Perbuatan dosa.

4.      Melanggar hak manusia tanpa alasan benar.

 

5.      Menyekutukan Allah.

6.      Mengadakan sesuatu terhadap Allah apa yang tak diketahui.

 

 

HUKUMNYA WAYANG

 

Bendanya wayang tak haram.

Karena wayang tak terbuat dari benda haram.

 

Sehingga wayangnya tak perlu dimusnahkan.

 

Al-Quran tak mengharamkan gambar dan patung.

 

Nabi Sulaiman punya banyak patung.

 

  Dalam surah Saba (surah ke-34) ayat 13.

 

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ ۚ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ


Para jin membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung tinggi dan patung-patung dan piring-piring  (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-Ku yang berterima kasih.

 

 

Nabi Sulaiman punya istana.

Dengan  dengan hiasan banyak patung.

 

Benda patungnya hukumnya mubah (boleh).

 

Tapi yang haram.

Jika patung itu disembah.

 

Yang haram bukan bendanya.

Tapi perbuatannya.

 

  Dalam surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 52-54.

 

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ

 

(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"

 

قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ

 

Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".

 

قَالَ لَقَدْ كُنْتُمْ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

 

Ibrahim berkata: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan nyata".

 

Benda patungnya hukumnya mubah (boleh).

Tapi menyembah patung hukumnya haram.

 

Kesimpulan.

 1.      Benda wayang, gamelan, dan pengeras suara adalah alat manusia.

Maka hukumnya mubah (boleh).

 

2.      Jika wayang, gamelan pengeras suara, dan alat lainnya.

Dipakai untuk syirik.

Maka hukumnya haram.

 

3.      Semua alat manusia bersifat netral dan boleh.

 

Tapi perbuatan syirik.

Hukumnya haram.

 

 

 Sumber

1)        Zakir Naik.

2)        Agus Mustofa

 

39128. ADA NABI MUHAMMAD MUSYRIK TAK DIAZAB ALLAH

 




ADA NABI MUHAMMAD MUSYRIK TAK DIAZAB ALLAH  

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Allah Maha Pengampun.

Yaitu salah satu sifat Allah dalam Asmaul Husna.

Atau “nama nama Allah yang baik”.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 53.


۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Katakan (Muhammad): "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 31


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Katakan (Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 89.


إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kecuali orang-orang yang bertobat, sesudah (kafir) itu dan berbuat perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 129.

 

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Allah menunda hukuman bagi orang kafir.

 

Al-Quran surah Fatir (surah ke-39) ayat 45.


وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا

 

Dan jika sekiranya Allah menyiksa manusia sebab usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk melatapun tapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu  tertentu; maka jika datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Jika Allah menghukum seketika.

 

Manusia yang berdosa.

Maka habis semua.

Tapi Allah Maha Pengampun

Maka Allah menunda hukuman.

 

Manusia diberi waktu untuk bertobat.

Dan mohon ampun pada Allah.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-39) ayat 32-33.

 

إِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

 

32. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dia yang benar dari sisi Engkau, maka hujani kami dengan batu dari langit, atau datangkan kepada kami azab pedih".

 

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

 

33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidak (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Kaum musyrik dengan angkuh menantang Allah.

 

Agar segera diberi azab oleh Allah.

Tapi Allah tak menghukum orang kafir.

 

Dengan seketika.

Sebab:

 

1)        Nabi Muhammad bersama mereka.

2)        Mereka mau mohon ampun pada Allah.

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 15.


مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Allah tak mengazab suatu kaum

 

Sebelum datang rasul yang:

1)     Menyuruh beriman pada Allah.

2)     Membawa berita gembira.

3)     Risiko siksaan pedih bagi yang durhaka.

 

Al-Quran surah lbraim (surah ke-14) ayat 42.

 

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

 

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Allah tak lupa perbuatan orang zalim.

 

Allah menunda hukuman bagi mereka.

Allah Maha Pengampun.

 

Masih memberi kesempatan orang berdosa.

Untuk bertobat.

 

 

 

(Sumber Al-Quran)

 

 

 

 

39127. BARCA VS GETAFE (1-1)

Sunday, January 19, 2025