Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, April 26, 2025

40440. ORANG BEDA MAZHAB TAK DIANGGAP KAFIR

 




ORANG BEDA MAZHAB JANGAN DIANGGAP KAFIR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Zakir Naik menjelaskan.

Dalam tiap gerakan salat.

Mulai takbir hingga salam.

 

Harus disandarkan hadis  sahih.

 

Meskipun bertentangan dengan pendapat Imam mazhab yang kita ikuti.

 

Atau ternyata lebih sesuai dengan pendapat Imam mazhab yang lain.

 

Begitu pula dengan hal lain.

 

Pendapat 4 Imam mazhab harus dikembalikan ke hadis sahih.

 

Dan tidak boleh fatanik buta terhadapnya.

 

Mazhab terkenal ada 4 ulama besar, yaitu:

 

1)        Imam Hanafi.

2)        Imam Malik.

 

3)         Imam Syafii.

4)        Imam Hambali.

 

Semua imam mazhab adalah ulama hebat.

 

Pendapat  4 mazhab hampir 95 persen sama.

 

Semua mengajak kembali pada Al-Quran dan hadis.

 

Bahkan para imam besar sepakat.

 

Jika pendapat mereka tidak sesuai dengan Al-Quran dan hadis.

 

Maka buang ke tembok.

Dan ikuti Al-Quran dan hadis.

 

Jika umat berbeda pendapat.

Maka harus kembali kepada Al- Quran dan hadis.

 

Jika ada perbedaan pendapat yang tidak dapat disatukan.

 

1)                Maka jangan saling mencela.

2)                Jangan saling menyalahkan.

 

3)                Dan jangan menganggap yang lain kafir.

4)                Umat Islam harus bersatu.

 

Dan tiba saatnya kemenangan akan diraih umat Islam.

 

Dr. Zakir Naik menegaskan.

“Kita boleh mengikuti imam mazhab yang mana saja.

 

Tapi ikuti keseluruhannya.

 

Termasuk seruan para 4 Imam Mazhab.

 

Yaitu kembali kepada Al-Quran dan hadis sahih.

 

“Saya pengikut sejati Imam Syafii.

Saya ikuti ucapan Imam Syafii.

 

 Jika ada yang tak sesuai hadis sahih.

Maka saya buang pendapat Imam Syafii ke tembok.

 

Kenapa bisa begitu?

Karena Imam Syafii sendiri yang menyuruh begitu.

 

Karena saya pengikutnya.

Maka saya turuti.”

 

“Saya juga pengikut sejati Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad bin Hambal.

 

Mereka semua mengatakan untuk kembali kepada Al-Quran dan hadis sahih.”

 

Imam Syafi’i berkata,

 

“Jika ada hadis sahih, maka lemparlah pendapatku ke dinding.

 

Imam Abu Hanifah dan Imam Syafii berkata,

 

“Jika ada hadis sahih, maka itu pendapatku”.

 

Imam Ahmad berkata,

“Barang siapa menolak hadis Rasulullah, maka dia berada dalam jurang kebinasaan”.

 

Imam Abu Hanifah dan muridnya Abu Yusuf berkata,

 

“Tidak boleh bagi seorang pun mengambil perkataan kami.

 

Sampai dia tahu dari mana kami mengambil perkataan itu.”

 

Artinya sampai diketahui dalil yang jelas dari Al-Quran dan hadis.

 

Imam Malik berkata,

 

“Sesungguhnya aku hanya manusia.

Yang bisa benar juga bisa salah.

 

Periksa tiap ucapanku.

 

Jika cocok dengan Al-Quran dan hadis Nabi, maka ambillah.

 

Tapi jika tidak cocok dengan Al- Quran dan hadis, maka tinggalkan”.

 

Sekte Dalam Islam.

 

Umat muslim di Srilangka, India, dan belahan bumi lainnya.

 

Mereka beriman kepada:

 

1)        Allah SWT yang sama.

2)        Al-Quran yang sama.

3)        Hadis yang sama.

 

Tetapi mengapa ada banyak golongan dan sekte?

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 103.

 

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

 

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

 

Tali (agama) Allah adalah Al-Quran.

 

Jadi Allah berfirman untuk tetap berpegang teguh kepada Al-Quran dan hadis sahih.

 

Dan jangan tercerai berai.

 

Dalam Islam seharusnya tidak ada perpecahan.

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 159.

 

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

 

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

 

 

Kelak Allah yang akan minta tanggung jawab mereka di hari kiamat.

 

Jadi, terpecah-pecah dan membuat golongan.

 

Atau kelompok sendiri dalam Islam.

Maka hukumnya haram! 

 

Itu alasan mengapa banyak muslim dengan nama berbeda-beda.

 

Tapi nama sesungguhnya yang boleh dipakai hanya Muslim.

 

Dan semua Muslim wajib ikut Al-Quran dan hadis sahih.

 

Ulama mana pun.

 

Jika mengatakan sesuatu.

 

Yang sesuai dengan Al-Quran dan hadis sahih.

Maka ikuti.

 

Jika tidak, maka buanglah jauh-jauh.

 

Membuat organisasi dalam bidang pendidikan, agama, membantu orang miskin.

 

Maka itu tidak apa-apa.

 

Melakukannya secara berjamaah.

Membuat organisasi.

Maka tidak apa-apa.

 

Tetapi dalam hal agama.

Kita tidak bolehkan tercerai-berai!

 

 Tidak boleh ada sekte!

 

Dalam Al-Quran dinyatakan bahwa kita tidak boleh terpecah-belah.

 

Allah berfirman agar jangan membuat golongan-golongan.

 

Tapi kita sebagai muslim terpecah-pecah.

 

Rasulullah telah bernubuat tentang hal ini.

 

Rasulullah juga bersabda bahwa hanya satu golongan yang akan masuk surga.

 

 

Para sahabat bertanya,

 

“Siapakah yang akan masuk ke dalam surga?”

 

Rasulullah bersabda,

“Mereka yang ikut Al-Quran dan sunahku”.


Sayang sekali.

 

Pada saat ini banyak golongan umat Islam.

 

Yaitu Syiah, Sunni, Hanafi, Syafii, Hambali, dan lainnya.

 

 Tidak ada Syiah dalam Al-Quran.

 

Termasuk golongan mana Rasulullah?

 

Rasulullah adalah seorang Muslim.

 

“Saksikan bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).

QS Ali-Imran [3]: 64

 

Zakir Naik berkata,

 

“Artinya apa pun yang aku katakan dalam Islam.

 

Nilainya adalah nol.

 

Yang harus kalian ikuti adalah Al-Quran dan hadis sahih.

 

Semua jawabanku berdasar Al-Quran dan hadis sahih.

 

Yaitu surah sekian dan ayat sekian”.

 

Kita mencintai semua ulama besar.

 

Mereka tidak pernah membuat golongan atau grup sendiri.

 

Mereka berusaha agar orang memahami Islam dengan lebih baik.

 

Tetapi sayangnya.

Para pengikut mereka.

 

Mulai membuat golongan sendiri-sendiri.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 59.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

 

Hai orang-orang beriman, taati Allah dan taati Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 

 

Ulil amri adalah orang yang berpengetahuan agama atau para ulama.

 

Jika ada ulama berbeda pendapat.

 

Maka kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

Periksa apa yang difirmankan dalam Al-Quran dan dalam hadis sahih.

Lalu, kalian bertanya padaku, “Golongan manakah aku?”

 

Aku adalah seorang Muslim.

 

Dari awal aku Muslim.

 

Dan pada akhirnya aku tetap seorang Muslim.

 

Aku mengikuti Al-Quran dan dalam hadis sahih.

 

Siapa pun yang perkataannya sesuai dengan Al-Quran dan dalam hadis sahih.

 

Maka aku ikuti.

 

Jika menyimpang karena beda budaya.

Karena beda negara.

 

Karena Indonesia, China, India dan Srilangka.

 

Masing-masing punya budaya berbeda.

 

Pakistan juga punya budaya  berbeda.

Jangan ikuti budaya.

 

Tapi ikuti Al-Quran dan hadis sahih.

 

(Sumber Zakir Naik)

Jika budaya bertentangan dengan Al-Quran dan hadis sahih.

 

Maka itu bukan bagian dari din (agama) ini.

 

Tetapi jika budaya sesuai ajaran Al-Quran dan hadis sahih.

 

Maka itu bagian dari agama kita.

 

 

(Sumber Zakir Naik)

40438. DOA IBLIS ADA YANG DIKABULKAN ALLAH

 




DOA IBLIS ADA YANG  DIKABULKAN ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

  

 

Dalam Al-Quran.

Ada perintah salat atau doa.

 

Disertai ketabahan.

Sebagai sarana meraih kebutuhan.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 45.

 

 

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

 

 

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

  

Berdoa saja tanpa ketabahan dalam berusaha.

Tak jadi jaminan terpenuhinya harapan doa.

 

 Tetapi ada juga janji Allah yang menyatakan,

 

”Aku perkenankan doa yang bermohon.

Jika dia mohon kepada-Ku”.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 186.

 

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    

 Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

 

  Kalimat “Apabila dia bermohon”.

Yaitu syarat dan isyarat.

 

 

Bahwa ada orang yang mengangkat tangan dan menengadah ke langit.

 

Tetapi dia tidak berdoa mohon kepada Allah.

 

 Padahal doa orang mukmin yang tulus.

Pasti dikabulkan oleh Allah.

  

Doa orang kafir.

Bahkan Iblis sekalipun.

Doanya bisa dikabulkan oleh Allah.

  

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 36-37.

 

 

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ

  

Berkata iblis: ”Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”.

Allah berfirman: ”(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh”.

  

 Alexis Carrel, ahli bedah Prancis.

Meraih 2 kali hadiah Nobel menegaskan.

 

Manfaat doa bisa dibuktikan secara ilmiah.

 

Sama kuatnya dengan pembuktian di bidang fisika.

  

Oliver Lodge secara halus menyindir mereka yang tidak melihat manfaat doa.

  

“Kekeliruan mereka, karena menduga doa berada di luar fenomena alam.

 

Padahal doa harus diperhitungkan seperti memperhitungkan faktor lain yang bisa melahirkan suatu peristiwa.”

   

Di Indonesia upacara resmi dan acara keagamaan sering dilengkapi berdoa.

 

 Hanya saja sebagian dari permohonan kita itu mungkin tidak memenuhi syarat doa.

  

Karena bagaikan berpidato di hadapan Allah.

 

 

Padahal kita diperintahkan agar “bermohon dengan perasaan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut”.

   

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 55.

 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

   

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

  

 Pada acara agama.

Cenderungn menghimpun semua doa.

 

Yang diketahui dan yang pernah dipanjatkan oleh makhluk Allah dalam berbagai situasi dan kondisi.

  

Sehingga doa terasa membosankan.

 

Dan kata “amin” diucapkan sebagai isyarat kepada si pendoa agar menyudahi doanya.

 

Dalam khotbah Jumat.

Masih terdengar doa yang pernah dipanjatkan pada masa silam.

Saat umat Islam sedang berperang.

  

”Ya Allah binasakan orang-orang kafir dan musyrik”.

 

  Nabi berdoa,

 

”Ya Allah, berikan petunjuk kepada kaumku karena mereka tidak mengetahui”.

 

Ketika Nabi ditolak oleh kaumnya.

  

 Nabi pernah melakukan “qunut nazilah”.

 

Yaitu doa qunut mendoakan kejelekan selama 1 bulan penuh.

  

Saat 70 sahabat pilihan yang “ahli qurra” (ahli Al-Quran) dikhianati dan dibunuh pemberontak.

  

Para ulama berpendapat umat Islam masih perlu belajar berdoa.

 

  

Dimulai dari keharusan berdoa disertai dengan ketabahan berusaha.

  

Sampai pada etika berdoa dan materi harapan yang dipanjatkan.

  

Umat Islam perlu mawas diri dan mengoreksi dirinya sendiri.

 

 “Mengapa doa kita agar Allah memuliakan Islam dan umat Islam.

Serta memenangkan di seluruh penjuru dunia.

 

Belum juga terkabulkan oleh Allah sampai sekarang?”

 

Daftar Pustaka

1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.    

2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5. Tafsirq.com online