Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, December 10, 2025

54321. NEGARA ATEIS MAKMUR NEGARA AGAMA SUSAH



NEGARA ATEIS MAKMUR NEGARA AGAMA SUSAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Pertanyaan sering muncul:

 

1)        Mengapa ada negara ateis yang makmur.

2)        Ada negara beragama.

 

3)        Tapi rakyatnya susah?

4)        Bagaimana menurut Al-Qur’an?”


Qur’an beri jawaban.

1)        Lengkap.

2)        Tak hanya soal ateis atau beragama.

 

3)        Tapi tentang hukum sosial, keadilan, dan sunatullah di dunia.

 

Jawaban Qur’an

 

1)        Tak hitam-putih.

2)        Makmur dunia tak otomatis tanda benar-salah dalam Akidah.

 

3)        Kemiskinan tak otomatis bukti salahnya agama.

 

4)        Ada beberapa prinsip penting.

 

Yaitu:

1)        Kemakmuran adalah Sunatullah (Hukum Allah di alam)

 

2)        Orang kafir bisa mendapat kemakmuran dunia

 

3)        Iman bukan tiket otomatis makmur

4)        Keadilan adalah kunci kemakmuran

 

5)        Istidraj (makmur sebagai ujian)

 

6)        Agama + buruknya sistem = sengsara

 

7)        Ukuran Qur’an bukan GDP, tapi akhlak

 

A.       Kemakmuran adalah Sunatullah (Hukum Allah di alam)

 

1)        Allah memberi hasil.

2)        Jika syaratnya dipenuhi.

3)        Siapa pun yang melakukannya.

 

Prinsipnya:

 

1)        Kerja keras → hasil

2)        Ilmu dan teknologi → kemajuan

 

3)        Tata kelola, amanah, jujur → makmur

4)        Korupsi, zalim, malas → hancur

 

5)        Tak bisa hanya label agama.

 

 

QS. Ar-Ra’d (13:11)


لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

 

Catatan.

 

1)        “Allah tak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka.”

 

2)        Kemajuan sosial ikuti ikhtiar.

3)        Tak sekadar identitas.

 

B.       Orang kafir bisa makmur dunia

 

1)        Qur’an jelaskan.

2)        Bahwa orang kejar dunia.

 

3)        Kerja keras, rencana, ilmu, dan sistem yang baik.

 

4)        Bisa sukses di dunia.

5)        Meskipun tidak beriman.

 

QS. Hud (11:15-16)


مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

 

15. Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.

 

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

16. Itu orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyap di akhirat apa yang mereka usahakan di dunia dan sia-sia apa yang mereka kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia, Kami beri kepadanya…”

 

2)        Ini bukan pujian pada ateis.

3)        Tapi penjelasan.

 

4)        Hasil dunia diberi lewat sunatullah.

5)        Bukan hadiah iman.

 

C.       Iman bukan tiket otomatis makmur dunia.

 

 

1)        Qur’an kritik kaum beriman.

2)        Yang malas, korup, tak adil.

 

3)        Meskipun mengaku religius.

4)        Agama tanpa amanah, ilmu, dan keadilan.

 

5)        Menjadi kosong.

 

QS. As-Saff (61:2-3)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

 

2. Wahai orang-orang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

 

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

 

3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        “Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?”

2)        Jika ada negara Muslim miskin.

3)        Maka Qur’an menyalahkan perilaku.

 

4)        Bukan salah Islamnya.

 

D.       Keadilan  kunci kemakmuran

 

1)        Banyak negara maju.

2)        Meskipun sekuler.

 

3)        Tapi terapkan nilai Qur’an.

 

4)        Tanpa sadar:

 

a.        anti korupsi

b.        hak rakyat

 

c.        pendidikan kuat

d.        riset dan inovasi

 

e.        hukum ditegakkan

f.  pemimpin akuntabel

 

g.        pajak tepat guna

h.        disiplin social

 

5)        Hal itu semua.

6)        Nilai Qur’an tentang kemakmuran.

 

QS. Al-A’raf (7:96)


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

 

Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

 

Catatan.

 

1)        “Jika penduduk negeri beriman dan bertakwa, Kami bukakan berkah dari langit dan bumi.”

 

2)        Iman + takwa = sistem adil dan amanah.

 

3)        Tak sekadar simbol agama.

 

E.       Istidraj (makmur sebagai ujian)

 

1)        Qur’an juga ingatkan:

2)        Kemakmuran tak berarti Allah rida.

 

3)        Bisa jadi istidraj:

 

4)        Dibiarkan menikmati dunia.

 

5)        Tapi ujungnya buruk.

 

QS. Al-An’am (6:44)


فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

 

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

Catatan.

 

1)        “Kami biarkan mereka berbangga dengan nikmat, lalu Kami azab mereka.”

 

2)        Jadi makmur belum tentu benar.

 

F.        Agama + buruknya sistem = sengsara

 

1)        Jika negara beragama.

 

2)        Tapi:

a.        pemimpinnya zalim

b.        ekonomi dikuasai oligarki

 

c.        pendidikan lemah

d.        korupsi merajalela

 

e.        agama hanya slogan politik

f.  maka hasilnya sengsara.

 

3)        Bukan Al-Qur’an salah.

4)        Tapi ajaran Qur’an tidak dijalankan.

 

QS. Al-Qasas (28:77)


وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

 

Dan cari pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (bahagia) negeri akhirat, dan jangan kamu melupakan bagianmu dari (nikmat) dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) seperti Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan jangan kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

 

Catatan.

 

1)        “Jangan membuta kerusakan di bumi karena Allah tidak suka orang yang berbuat kerusakan.”



 

G.      Ukuran Qur’an bukan GDP ekonomi, tapi akhlak

 

1)        Qur’an lihat sukses manusia.

2)        Tak hanya ekonomi.

 

3)        Tapi:

 

a.        keadilan

b.        moral

 

c.        kemanusiaan

d.        spiritualitas

 

e.        keselamatan akhirat

 

4)        Negara kaya.

5)        Tapi bisa hancur moral dan jiwa.

 

Kesimpulan

 

1.        Kemakmuran dunia ikut hukum sosial:

 

1)        Ilmu + kerja + disiplin = Makmur

2)        Zalim + korupsi + malas = sengsara
(QS. 13:11)

 

2. Kekayaan bukan bukti kebenaran aqidah:

(QS. 11:15-16)

 

3. Islam perintahkan keadilan dan sistem baik:

(QS. 7:96)

 

4. Agama tanpa sistem adil, tidak memberi hasil:

(QS. 61:2-3)

 

5. Kemakmuran bisa jadi ujian:

(QS. 6:44)

 

Penutup

 

1)        Negara ateis bisa makmur.

 

2)        Sebab menerapkan sunatullah social.

3)         Yaitu ilmu, keadilan, kerja keras.

 

4)        Negara beragama bisa miskin.

 

 

5)        Jika ajaran Qur’an tak diterapkan dalam system.

 

6)        Meskipun mengaku beriman.

 

7)        Islam bukan masalahnya.

8)        Tapi raktiknya yang salah.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

 

 

 

 


54316. JANGAN DIPERSULIT ISLAM ITU MUDAH

 





JANGAN DIPERSULIT ISLAM ITU MUDAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Banyak dalil Islam.

Tegaskan bahwa:

 

1)        Islam itu mudah.

2)        Jangan dipersulit.

 

 

Daftar 10 Ayat Kemudahan lslam

 

1️ Al-Baqarah (2:185)


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

 (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan petunjuk itu dan pembeda (hak dan batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

 

Catatan.

 

1)        يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

 

2)        “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tak menghendaki kesukaran bagimu.”

 

3)        Konteks ayat tentang puasa.

 

4)        Allah memberi rukhsah (keringanan) bagi yang sakit dan musafir.

 

2️ Al-Baqarah (2:286)


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban yang berat seperti Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaf kami; ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Penolong kami, maka tolong kami terhadap kaum yang kafir".

 

Catatan.

 

1)        لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

 

2)        “Allah tak membebani orang melainkan sesuai kesanggupannya.”

 

3)        Prinsip umum seluruh syariat.

 

3️ Al-Haj (22:78)


وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

 

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikuti) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikan salat, tunaikan zakat dan berpegang kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dia sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

 

Catatan.

 

1)        وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

 

2)        “Dan Dia tak menjadikan untukmu dalam agama suatu kesempitan.”

 

3)        Agama tak dirancang untuk menyiksa manusia.

 

4️ An-Nisā’ (4:28)


يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

 

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

 

Catatan

 

1)        يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ

 

2)        “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu.”

 

3)        Ayat ini menjelaskan karakter syariat.

 

4)        Yaitu dipermudah.

5)        Bukan dipersulit.

 

5️ Al-Mā’idah (5:6)

 

“…Allah tak ingin menyulitkan kamu, tapi Dia ingin membersihkan kamu…”

 

1)        Dalam konteks wudu dan tayammum.

2)        Saat sulit, ada keringanan.

 

6️ At-Taghābun 64:16

 

1)                فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

 

2)                “Bertakwalah kepada Allah sesuai  kemampuan kamu.”

 

3)                Tugas agama sesuai kemampuan.

 

7️ Al-Baqarah 2:184

 

1)        “…Dan barangsiapa merasa berat menjalankannya, maka ia wajib membayar fidiah…”

 

2)        Fidiah bentuk kemudahan bagi yang tidak mampu berpuasa.

 

 

8️ Al-Insyirah 94:5–6

 

1)        فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا • إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

 

2)        “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

 

3)        Kemudahan jadi janji Allah dalam kesulitan.

 

9️ Al-Baqarah 2:185 (akhir ayat)

 

1)        “…agar kamu menyempurnakan bilangan puasa, dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”

 

2)        Ayat ini tegaskan.

3)        Tujuan kemudahan.

 

4)        Untuk mensyukuri nikmat.

5)        Bukan terbebani.

 

🔟 Al-Baqarah 2:196

 

1)        “…Jika kamu tidak mampu… maka berpuasalah 3 hari…”

 

2)        Ada pilihan sesuai kemampuan.

3)        Ini prinsip umum syariat.

 

Kesimpulan

 

Dari ayat-ayat di atas.

Para ulama simpulkan prinsip:

 

Kaidah Fiqih

 

1)        المشقة تجلب التيسير
“Kesulitan mendatangkan kemudahan.”

 

2)        Ketika ada kesulitan nyata.

 

3)        Syariat selalu memberi jalan lain:

 

4)        Rukhsah, keringanan, pengganti, penundaan, atau pengurangan.

 

A.       Makna “Islam Itu Mudah”

 

1)        Allah tak ingin manusia hidup dalam kesempitan agama.

 

2)        Syariat ikuti kemampuan manusia.

 

3)        Ketika sulit

4)        Ada rukhsah: tayamum, jamak qasar, fidiah, dll.

 

5)        Dakwah harus memudahkan.

6)        Bukan membuat orang lari dari agama.

 

7)        Rasulullah ﷺ bersabda:

“Mudahkan dan jangan mempersulit.”
(HR. Bukhari & Muslim)

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI