MENCEGAH
VIRUS CORONA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1. TIMESINDONESIA,
BANDUNG – Beredar viral video yang diunggah virolog drh Moh Indro Cahyono, yang
menjelaskan virus Corona dan cara mengantisipasi serta mengobatinya.
2. Tidak
ada yang perlu dikhawatirkan dengan virus Corona, karena mayoritas yang terpapar
97% bisa sembuh.
3. Drh
Moh Indro Cahyono memaparkan dalam videonya yang tersebar di medsos baru-baru
ini.
4. "Virus
corona adalah virus yang beramplop, yaitu virus yang memiliki selubung
glikoprotein yang jika dibayangkan seperti lapisan luar balon yang
berduri," kata Moh Indro Cahyono dalam video tersebut, dilihat pada Rabu
(4/3/2020).
5. Duri
(spike) di bagian luar terdiri dari protein dan memiliki ujung bulat seperti
mahkota raja (corona), sehingga disebut corona virus.
6. Lapisan
selubung dan duri protein luar ini akan sangat mudah hancur oleh pelarut lemak,
detergen ataupun desinfektan.
7. Sehingga
meski virus corona mempunyai kemampuan menyebar dengan cepat.
8. Virus
corona mempunyai kelemahan yaitu mudah hancur oleh pelarut lemak seperti sabun,
dan deterjen.
9. Jika kita
sering mencuci tangan, mengepel lantai dengan desinfektan (cairan pembersih
lantai), maka virusnya akan hancur dan tidak akan menyebar lagi.
10. Corona
virus menular pada manusia lewat sentuhan dengan material yang sudah terjangkit
virus dan di keramaian.
11. Saat
ada manusia yang terjangkit kemudian bersin, maka virus ini akan menular ke
manusia lain lewat driplet bersin.
12. Tetapi
jangan terlalu panik, karena virus corona ini tidak seganas seperti dibayangkan.
13. Di
seluruh dunia korban yang terkena virus corona saat ini (4 Maret 2020),
sebanyak 9.4170 orang.
14. Kematian
akibat virus corona 3.219 orang.
15. Hampir
selalu berada 3.4 %.
16. Artinya
96.6% manusia tidak meninggal, bahkan 54 % saat ini sudah dinyatakan sembuh.
17. Kenapa
bisa sembuh?
18. Ketika
virus corona masuk ke dalam tubuh manusia, maka virus akan menginfeksi sel
saluran pernapasan.
19. Ciri-ciri
gejala awal:
1) Hari ke-1:
Bersin-bersin, wajar karena sistem imun non-spesifik yang bekerja.
2) Hari
ke-2: Pilek.
3) Hari
ke-3 dan ke-4: Merasakan demam.
4) Hari
ke-5 : Demam akan berlanjut.
5) Jika tubuh
kita fit, maka pada hari ke-7 antibody akan mulai dikeluarkan.
20. Pertama
terkena dampak virus corona ini, tubuh memerlukan waktu 7 hari untuk memasukkan
data terkait virus yang masuk ke sel memori.
21. Pada hari
ke-7, anti bodi ini akan meningkat keluar.
22. Hari ke-14:
Anti bodi ini akan naik dengan maksimal, untuk melawan virus corona.
23. Virus
akan ditangani oleh anti bodi.
24. Berbeda
dengan bakteri yang bisa menggunakan dengan antibiotik, setelah itu anti body
akan berlanjut turun sampai di minggu ke-3.
25. Apa
yang terjadi di minggu ke-3?
26. Infeksi
yang terjadi dalam tubuh sudah ditangani oleh antibodi yang tumbuh dalam
kondisi maksimal di umur 14 hari.
27. Jadi,
setelah 21 hari otomatis virus yang ada dalam tubuh akan tertangani.
28. Bagaimana
jika terkena virus corona lagi?
29. Jika
terkena dampak virus corona lagi data yang ada di sel memori akan di keluarkan,
sehingga respon imun ke-2 akan berlangsung selama 24 jam sesudah paparan.
30. Jika orang
pernah terkena virus corona dan bertahan selama 14 hari, maka seterisnya akan
kebal dengan virus corona ini.
31. Jika
terkena lagi virus corona, antibodi tidak perlu waktu 7 hari untuk keluar.
32. Jika hari
ini terkena virus corona, maka besoknya antibodi langsung keluar.
33. Sehingga
44% orang yang terkena virus corona
dapat sembuh tanpa rehabilitasi.
34. Masih
ada 53% yang sakit, masih banyak peluang untuk sehat seperti biasanya.
35. Pola
kematian tidak pernah bergerak dari 2-3%.
36. Tidak
perlu khawatir akan adanya virus corona ini.
37. Lakukan
dengan 3 prinsip yaitu:
1) Gaya hidup
sehat.
2) Sering
mencuci tangan dengan sabun atau handsanytizer.
3) Sering
mengkonsumsi vitamin C dan E.
4) Minum
madu (madu bisa meningkatkan antibodi).
38. Jika badan
tidak fit atau sakit, jangan keluar rumah dulu.
39. Istirahat
sampai kondisi badan sehat sepenuhnya.
(Sumber
: internet)
0 comments:
Post a Comment