CARA ISLAM EFEKTIF LAWAN CORONA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

1. Ngelmu.co –
Kampanye cuci tangan menggunakan sabun, terus digaungkan, di tengah pandemi
COVID-19, yang sampai hari ini masih menjangkiti puluhan negara di dunia.
2. Cuci tangan, jadi langkah utama yang
direkomendasikan oleh para ahli kesehatan dan dokter, hingga Badan Kesehatan
Dunia (WHO).
3. Namun, kita juga perlu mengetahui,
jika sabun yang disebut efektif menghancurkan virus Corona adalah warisan
peradaban Islam.
4. Ahmad Y al-Hassan menulis dalam
bukunya, ‘Technology Transfer in the Chemical Industries’.
5. “Sabun yang kita kenal hari ini adalah warisan dari peradaban Islam,” jelas Ahmad Y al-Hassan.
6. Perkembangan ilmu kimia serta gaya
hidup bersih umat Muslim, pada abad ke-7, menghasilkan salah satu penemuan
penting, bagi kehidupan manusia modern.
7. Apa itu?
8. Racikan sarjana kimia Muslim asal
Persia, al-Razi, yang sukses menciptakan formula sabun.
9. Setelah formula dasar didapatkan,
munculnya pengusaha-pengusaha di beberapa kota Islam, seperti Nablus
(Palestina), Kufah (Irak), dan Basrah (Irak), tak terelakkan.
10. Saat itu sabun berbahan dasar nabati,
seperti minyak zaitun dan minyak aroma.
11. Bahan itu, pertama kali diproduksi
oleh para kimiawan Muslim, di era kekhalifahan.
12. Formula utama pembuatan sabun, tak
pernah berubah, hanya bahan kimia sintetis yang menggantikan beberapa komponen
dasar.
13. Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman
keemasannya itu, sudah menggunakan pewarna dan pewangi.
14. Dikenal pula jenis sabun cair dan
sabun batangan pada saat itu.
15. Bahkan, sudah tercipta sabun khusus
untuk mencukur kumis dan janggut.
16. Harganya?
17. Pada 981 M, harga sabun berkisar 3
dirham (koin perak) atau setara 0,3 dinar (koin emas).
18. Resep pembuatan sabun di dunia Islam,
juga telah ditulis seorang dokter terkemuka dari Andalusia, Spanyol Islam,
yakni Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcassis), pada 936-1013 M.
19. Ahli kosmetik itu memaparkan tata cara
membuat sabun, dalam ‘al-Tasreef’, ensiklopedia kedokteran yang terdiri atas 30
volume.
20. Tulisan itu telah diterjemahkan ke dalam
bahasa Latin, dan sebagai buku referensi utama sejumlah universitas terkemuka,
di Eropa.
21. Sang dokter, memaparkan resep
pembuatan beragam alat kosmetik pada volume ke-19 ‘al-Tasreef’.
22. Resep pembuatan sabun lengkap, juga
tercatat dalam sebuah risalah bertarikh abad ke-13 M.
23. Manuskrip itu menjelaskan secara
detail, tata cara pembuatan sabun.
24. Fakta ini, membuktikan betapa dunia
Islam, telah jauh lebih maju dibandingkan peradaban Barat.
25. Masyarakat Barat, khususnya Eropa,
diperkirakan baru mengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M.
26. Bahkan, sebuah sangkalan ilmiah datang
dari Sherwood Taylor (1957).
27. Lewat bukunya yang berjudul ‘A History
of Industrial Chemistry’, ia menyatakan, peradaban Barat baru menguasai
pembuatan sabun di abad ke-18 M.
28. RJ Forbes (1965), dalam bukunya,
‘Studies in Ancient Technology’, menyatakan campuran mengandung sabun, telah digunakan di
pusat peradaban Mesopotamia.
29. Bentuknya belum sempurna, hanya
terdiri atas bahan detergen.
30. Penemuan sabun yang tergolong modern, baru
diciptakan pada masa kejayaan Islam.
31. Kini, di tengah wabah COVID-19 melanda
dunia, sabun menjadi salah satu yang dipercaya efektif menghancurkan virus
tersebut.
32. Hal itu disampaikan ahli virus
sekaligus kepala divisi penyakit menular anak-anak di Rumah Sakit Anak di UPMC
Pittsburgh, Dr John Williams.
33. Dalam mikroskop, virus Corona tampak
tertutupi seperti menara runcing, memiliki mahkota (Corona).
34. Di bawah mahkota terdapat lapisan luar
virus, yang terdiri atas lipid atau lemak.
35. Williams mengibaratkan, virus Corona seperti
hidangan mentega berlemak.
36.
“Coba Anda mencuci piring yang
terdapat mentega dengan air saja.
37. Mentega itu tidak hilang atau keluar dari piring, ‘kan?” tuturnya, seperti dilansir CNN, Selasa (24/3).
38.
“Anda perlu sabun untuk
melarutkan minyak.
39. Jadi, sabun sangat efektif melawan, melarutkan lapisan cairan berminyak
dari virus,” sambung
Williams.
40. Secara fisik dapat menonaktifkan
virus, sehingga tidak dapat mengikat dan memasuki sel manusia lagi.
41. Semua ini, tentang cara molekul sabun
terbentuk.
42. Masing-masing terlihat seperti sperma
kecil, dengan kepala dan ekor.
43. Mencuci tangan dengan air dan sabun
menjadi sangat penting.
44. Campuran bahan menciptakan lebih
banyak gelembung sabun, hingga mengganggu ikatan kimia yang memungkinkan
bakteri, virus, dan kuman lainnya menempel di permukaan.
45. Setelah membilas tangan, semua kuman
yang telah terluka, terbunuh oleh molekul sabun, dan hanyut.
46. “Semua gelembung dan busa itu benar-benar mengambil kuman dan
membasuhnya,” pungkas
Williams.
(sumber: intenet)
0 comments:
Post a Comment