Friday, March 13, 2020

3838. ALLAH DALAM JIWA MANUSIA


ALLAH DALAM JIWA MANUSIA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Salah satu ayat Al-Quran menggambarkan dampak kehadiran Allah dalam jiwa manusia.
2.    Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 29.

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا رَّجُلًا فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَٰكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

      Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang budak pria yang dimiliki oleh gabungan beberapa orang yang dalam persengketaan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang pria (saja), Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

3.    Ayat Al-Quran ini menggambarkan keadaan seorang budak yang harus patuh kepada sejumlah orang yang memilikinya, tetapi para pemiliknya saling bermusuhan.
4.    Si budak pasti bingung menghadapi banyak juragan.
5.    Apalagi jika perintah dan larangan para juragan saling berlawanan dalam waktu bersamaan harus dijalankan.
6.    Budak hidup dalam kondisi bingung dan tertekan, sehingga bisa menderita penyakit mental kejiwaan kompleks.
7.    Jika dibandingkan dengan seorang budak lain yang hanya menjadi milik penuh 1 orang saja, maka budak tidak mengalami kebingungan.
8.    Setiap manusia pasti mengakui adanya keyakinan tertentu dan berusaha mencari keyakinan tertentu.
9.    Manusia  menerima wewenang pengaturan dari keyakinan yang berada dalam pikirannya.
10. Al-Quran menggunakan istilah mengandung arti “budak.
11. Budak adalah orang yang dimiliki dan dipengaruhi oleh pikiran pihak lain.
12. Dalam kenyataan hidup orang yang lemah imannya  memiliki  banyak keyakinan saling bertentangan.
13. Misalnya, pada waktu tertentu dia patuh kepada Tuhan, tetapi pada saat lain dia taat kepada setan.
14. Sekali waktu dia datang ke masjid, tetapi pada waktu lain dia mencari hiburan malam.
15. Orang semacam ini menjadi budak dari pebisnis yang buruk perangainya.
16. Dia mengidap penyakit jiwa berupa kepribadian ganda.
17. Al-Quran menegaskan, ”Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.
18. Al-Quran surah Ar-Ra’du (surah ke-13) ayat 28.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
      Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
19. Jika dalam jiwa manusia terdapat banyak tuhan yang mengatur alam semesta, maka semuanya akan hancur binasa.
20. Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 22.
لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

      Sekiranya ada di langit dan bumi tuhan selain Allah, tentu keduanya telah rusak binasa, maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy dari apa yang mereka sifatkan.
21. Muncul pertanyaan,”Siapa yang menjamin ketika Anda melontarkan benda ke arah depan, maka batu itu tidak mengarah ke belakang?”
22. Apa yang menjamin air selalu menuju tempat yang lebih rendah?
23. Apa yang mengantarkan ilmuwan untuk memperoleh kesimpulan dan kepastian dalam langkah-langkahnya?”
24. Jawabnya adalah “Semua kesimpulan dan kepastian tersebut pasti diperoleh  melalui keyakinan tentang wujud Tuhan Yang Maha Esa”.
25. Jika tuhan lebih dari satu, maka semuanya akan hancur berantakan.
26. Jika beberapa tuhan saling bekerja sama, maka mereka semuanya bukan tuhan.
27. Tuhan yang benar pasti tidak memerlukan apa pun, tidak butuh apa pun, dari siapa pun.
28. Jika Tuhan Yang Mengatur hukum di alam semesta membutuhkan sesuatu, maka  tidak ada yang dapat menjamin kepastian hukum akan berlaku.
29. Tauhid adanya keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa adalah hakikat kebenaran yang harus diakui.
30. Manusia memerlukan adanya Tuhan Yang Maha Esa yang sesuai dengan jiwa manusia.
31. Adanya Tuhan Yang Maha Esa adalah kebutuhan akal demi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia.
32. Sangat wajar perkembangan pemikiran manusia tentang Tuhan, berakhir pada monoteisme murni.
33. Monoteisme adalah keyakinan hanya ada satu Tuhan Yang Maha Kuasa.
34. Manusia pada awalnya menganut keyakinan politeisme (banyak tuhan), kemudian 2 tuhan, kepercayaan adanya 1 Tuhan.
35. Keyakinan manusia berakhir dengan tauhid murni yaitu keesaan mutlak yang dianut oleh umat Islam.
36. Jika orang telah menganut akidah tauhid murni, maka akan muncul dalam dirinya berbagai aktivitas semuanya diniatkan untuk beribadah kepada Allah saja.
37. Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 48.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
      Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.
38. Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 8.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

      Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk, dan karuniakan kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)”.


Daftar Pustaka
1.         Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.         Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Misan, 2009.
3.         Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.         Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2




Related Posts:

0 comments:

Post a Comment