TAK ADA AYAT 73 GOLONGAN DI ALQURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi,
MM
Al-Qur’an tak sebut langsung.
“Umat Islam akan terpecah menjadi 73
golongan”.
Ungkapan itu berasal dari hadis Nabi
Muhammad.
Diriwayatkan Abu Dawud, Tirmizi, dan
Ibnu Majah.
Bukan dari ayat Al-Qur’an.
Tapi Al-Qur’an sangat tegas.
Menyeru umat Islam:
1)
Untuk bersatu.
2)
Melarang perpecahan.
A.
Seruan untuk Bersatu
QS. Ali ‘Imran [3]: 103.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا
نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا
حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ
لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan jangan kamu bercerai berai, dan
ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan,
maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadi kamu karena nikmat Allah,
orang-orang yang bersaudara; dan kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu darinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.
Catatan.
1)
"Dan berpeganglah kamu semuanya
kepada tali (agama) Allah, dan jangan kamu bercerai-berai..."
2)
Tali Allah adalah Al-Qur’an dan agama
Islam.
3)
Perintah menjadikan wahyu jadi pedoman
bersama.
4)
Agar tidak terpecah.
5)
Sebab fanatic kelompok, suku, atau
mazhab.
B.
Larangan Berpecah Setelah Datang
Kebenaran
QS. Ar-Rum [30]: 31-32.
۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ
الْمُشْرِكِينَ
31. Dengan kembali bertobat
kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya serta dirikan salat dan jangan kamu termasuk
orang yang mempersekutukan Allah,
مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ
وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
32. Yaitu orang yang
memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap
golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
Catatan.
1) Umat yang memecah agama.
2) Dianggap menyimpang.
3) Seperti kaum terdahulu.
4) Allah ingatkan agar umat Islam tak mengulang kesalahan.
C.
Islam Menginginkan Umat yang Satu
QS. Al-Anbiya [21]: 92
إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ
Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua;
agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
Catatan.
1)
Islam tegaskan bahwa semua nabi
membawa ajaran tauhid yang sama.
2)
Yaitu 1 Tuhan, 1 tujuan, dan 1 umat.
D.
Tidak Bertikai Karena Merugikan Umat
QS. Al-Anfal [8]: 46
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا
تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ
مَعَ الصَّابِرِينَ
Dan taatlah kepada Allah
dan Rasul-Nya dan jangan kamu berbantahhan, yang menyebabkan kamu menjadi
gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang
yang sabar.
Catatan.
1)
Pertengkaran antar-kelompok.
2)
Hanya melemahkan kekuatan umat Islam.
3)
Lemah moral, sosial, dan politik.
Kesimpulan
1)
“Al-Qur’an tak tekankan jumlah
golongan.
2)
Tapi tekankan persatuan di atas
kebenaran.
3)
Umat Islam boleh beda pendapat dalam
hal cabang (furu‘).
4)
Tapi harus bersatu dalam tauhid dan
akhlak.
5)
Allah tak bertanya dari golongan mana.
6)
Tapi apakah ikhlas dan taat pada-Nya.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.





