Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, April 21, 2018

787. KAKBAH

NAMA KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bahwa nama-nama Kakbah yang terdapat dalam Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.

Nama Kakbah yang disebutkan dalam Al-Quran adalah berikut ini.
      Pertama, Kakbah. Seperti disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 97.

۞ جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

      “Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
      Kedua, Rumah. Seperti disebutkan dalam Al-Quran surah Ali Imran surah ke-3 ayat 96.

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
    
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
      Al-Quran surah Ali Imran surah ke-3 ayat 97.

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

      “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) makam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
      Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 35.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
   
  “Salat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.”
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”
   
  Al-Quran surah Quraisy, surah ke-106 ayat 3.
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
  
   “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah).”
      Ketiga, Rumah Allah. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud.”
      Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
   
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”
      Keempat, Rumah Suci. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 97.
۞ جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
    
  “Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
      Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 2.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
           Kelima, Rumah Pusaka. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 29.

ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
  
   “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling Rumah Pusaka itu (Baitullah).”
           Keenam, Kiblat. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
  
   “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

787. KAKBAH

NAMA KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bahwa nama-nama Kakbah yang terdapat dalam Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.

Nama Kakbah yang disebutkan dalam Al-Quran adalah berikut ini.
      Pertama, Kakbah. Seperti disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 97.

۞ جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

      “Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
      Kedua, Rumah. Seperti disebutkan dalam Al-Quran surah Ali Imran surah ke-3 ayat 96.

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
    
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
      Al-Quran surah Ali Imran surah ke-3 ayat 97.

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

      “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) makam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
      Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 35.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
   
  “Salat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.”
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”
   
  Al-Quran surah Quraisy, surah ke-106 ayat 3.
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
  
   “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah).”
      Ketiga, Rumah Allah. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud.”
      Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
   
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”
      Keempat, Rumah Suci. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 97.
۞ جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
    
  “Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
      Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 2.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
           Kelima, Rumah Pusaka. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 29.

ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
  
   “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling Rumah Pusaka itu (Baitullah).”
           Keenam, Kiblat. Seperti  dalam Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
  
   “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

786. MIKAT

MASJID MIKAT IHRAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan masjid tempat mikat ihram haji dan umrah menurut agama Islam?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan beberapa batas tempat mikat makani untuk mengawali berihram haji dan umrah adalah berikut ini.
      Ke-1, Kota Mekah.  Untuk penduduk yang tinggal di Mekah, maka para jamaah berihram haji dan umrah sejak dari rumah tempat tinggalnya.
      Ke-2, Masjid Bir Ali (Masjid Zul Hulaifah). Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Madinah dan sekitarnya, berihram dari Masjid Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Syajarah (Masjid Pohon) atau Masjid Mikat yang berjarak 10 m dari Masjid Nabawi Madinah dan berjarak 410 km dari kota Mekah.
       Ke-3, Masjid Juhfah. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, dan sekitarnya berihram dari Masjid Juhfah yang berjarak 187 km dari kota Mekah.
      Ke-4, Masjid Qarnul Manazil. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Najad, Yaman, dan sekitarnya berihram dari Masjid Saili Kabir yang berjarak 80 km dan terletak di timur laut Mekah dan 40 km di sebelah utara kota Thaif atau Masjid Mikat Wadi Mahram (Masjid Qarnul Manazil) yang berjarak 76 km dari kota Mekah dan 33 km di selatan Masjid Saili Kabir.
     Ke-5, Masjid Yalamlam. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Yaman, India, Indonesia, dan sekitarnya yang melewati laut berihram dari Masjid Yalamlam atau Masjid Sakdiyah yang berjarak 130 km di selatan kota Mekah.
      Ke-6, Masjid Zatu Irqin. Untuk para jamaah haji dan umrah dari arah Irak, Iran, dan sekitarnya berihram dari masjid Zatu Irqin atau Masjid Dloribah yang berjarak 90 km dan di sebelah selatan Masjid Qarnul Manazil (Masjid Saili Kabir).
      Ke-7, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Syayidah Aisyah, istri Nabi, adalah masjid mikat yang paling dekat, dahulu tempat berihramnya Aisyah, istri Nabi, yang berjarak 7,5 km di utara Masjidil Haram.
      Ke-8, Masjid Ji’ranah. Masjid Ji’ranah yang diambil dari nama seorang wanita dungu atau Masjid Wadi Saraf terkenal dengan keistimewaan rasa airnya, terletak 24 km di timur laut Masjidil Haram.
      Ke-9, Masjid Hudaibiyah. Masjid Hudaibiyah atau Masjid Syumaisi terletak 24 km di barat Masjidi Haram, dahulu tempat para sahabat berikrar untuk setia kepada Nabi dan terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.
      Ke-10, Masjid Nakhlah. Masjid Nakhlah terletak 13 km di utara Mekah. Ke-11, Masjid Adlat laban. Masjid Adlaat Laban atau Masjid Aqisyiyah terletak 16 km di selatan Masjidil Haram.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online