Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 5, 2020

4193. SURAH AL-MUJADILAH 10


SURAH AL-MUJADILAH 10
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 10.

إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk perbuatan setan, agar orang-orang beriman bersedih hati, sedangkan pembicaraan itu tidak memberi mudarat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 10.
1)    Qatadah menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap kaum munafik.
2)    Kaum munafik terbiasa saling berbisik di antara sesama mereka.
3)    Kaum munafik senang menyombongkan diri di depan umat lslam.
4)    Kaum munafik senang memancing kemarahan umat Islam.
5)    Kemudian turun ayat 10 ini.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4192. SURAH AL-MUJADILAH 8


SURAH AL-MUJADILAH 8
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Tidakkakh kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.
1)    Abdullah bin Amr menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap beberapa orang Yahudi.
2)    Beberapa orang Yahudi menyambut Rasulullah dengan ucapan,”As-Samu Alaik” (Semoga kebinasaan menimpamu).
3)    Mereka berkata dalam lingkungan sendiri,”Mengapa Allah tidak menghukum kami, atas apa yang kami katakan tadi?”
4)    Kemudian turun ayat 8 ini.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4192. SURAH AL-MUJADILAH 8


SURAH AL-MUJADILAH 8
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Tidakkakh kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.
1)    Abdullah bin Amr menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap beberapa orang Yahudi.
2)    Beberapa orang Yahudi menyambut Rasulullah dengan ucapan,”As-Samu Alaik” (Semoga kebinasaan menimpamu).
3)    Mereka berkata dalam lingkungan sendiri,”Mengapa Allah tidak menghukum kami, atas apa yang kami katakan tadi?”
4)    Kemudian turun ayat 8 ini.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4192. SURAH AL-MUJADILAH 8


SURAH AL-MUJADILAH 8
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Tidakkakh kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.
1)    Abdullah bin Amr menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap beberapa orang Yahudi.
2)    Beberapa orang Yahudi menyambut Rasulullah dengan ucapan,”As-Samu Alaik” (Semoga kebinasaan menimpamu).
3)    Mereka berkata dalam lingkungan sendiri,”Mengapa Allah tidak menghukum kami, atas apa yang kami katakan tadi?”
4)    Kemudian turun ayat 8 ini.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4192. SURAH AL-MUJADILAH 8


SURAH AL-MUJADILAH 8
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Tidakkakh kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.
1)    Abdullah bin Amr menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap beberapa orang Yahudi.
2)    Beberapa orang Yahudi menyambut Rasulullah dengan ucapan,”As-Samu Alaik” (Semoga kebinasaan menimpamu).
3)    Mereka berkata dalam lingkungan sendiri,”Mengapa Allah tidak menghukum kami, atas apa yang kami katakan tadi?”
4)    Kemudian turun ayat 8 ini.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4192. SURAH AL-MUJADILAH 8


SURAH AL-MUJADILAH 8
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Tidakkakh kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 8.
1)    Abdullah bin Amr menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap beberapa orang Yahudi.
2)    Beberapa orang Yahudi menyambut Rasulullah dengan ucapan,”As-Samu Alaik” (Semoga kebinasaan menimpamu).
3)    Mereka berkata dalam lingkungan sendiri,”Mengapa Allah tidak menghukum kami, atas apa yang kami katakan tadi?”
4)    Kemudian turun ayat 8 ini.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4191. WANITA MENGGUGAT


WANITA MENGGUGAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.
1)    Aisyah (istri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan seorang wanita yang mengadukan suaminya kepada Rasulullah.
2)    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya kepada Rasulullah.
3)    Kemudian turun ayat 1 ini.

3.    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya (Aus bin Tsamit) kepada Rasulullah.
4.    Aus bin Tsamit telah menzihar istrinya (Khaulah binti Tsa’labah).
5.    Aus bin Tsamit berkata kepada istrinya,”Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku.”
6.    Dengan maksud dia tak boleh lagi menggauli istrinya, seperti anak yang tidak boleh menggauli ibunya.
7.    Menurut adat jahiliah, kalimat zihar seperti itu sama dengan menceraikan istrinya.
8.    Khaulah mengadu kepada Rasulullah.
9.    Rasulullah bersabda,”Tunggu dahulu, belum ada keputusan dari Allah.”
10. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,”Kamu telah diiharamkan bergaul dengan suamimu.”
11. Khaulah binti Tsa’labah berkata,”Suamiku belum mengucapkan kata talak.”
12. Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah untuk memutuskan kasusnya.”
13. Kemudian turun ayat 1 ini.
14. Akhirnya, hukum adat zihar jahiliah dibatalkan.
15. Aus bin Tsamit dan Khaulah binti Tsa’labah menjadi suami istri lagi.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4191. WANITA MENGGUGAT


WANITA MENGGUGAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.
1)    Aisyah (istri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan seorang wanita yang mengadukan suaminya kepada Rasulullah.
2)    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya kepada Rasulullah.
3)    Kemudian turun ayat 1 ini.

3.    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya (Aus bin Tsamit) kepada Rasulullah.
4.    Aus bin Tsamit telah menzihar istrinya (Khaulah binti Tsa’labah).
5.    Aus bin Tsamit berkata kepada istrinya,”Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku.”
6.    Dengan maksud dia tak boleh lagi menggauli istrinya, seperti anak yang tidak boleh menggauli ibunya.
7.    Menurut adat jahiliah, kalimat zihar seperti itu sama dengan menceraikan istrinya.
8.    Khaulah mengadu kepada Rasulullah.
9.    Rasulullah bersabda,”Tunggu dahulu, belum ada keputusan dari Allah.”
10. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,”Kamu telah diiharamkan bergaul dengan suamimu.”
11. Khaulah binti Tsa’labah berkata,”Suamiku belum mengucapkan kata talak.”
12. Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah untuk memutuskan kasusnya.”
13. Kemudian turun ayat 1 ini.
14. Akhirnya, hukum adat zihar jahiliah dibatalkan.
15. Aus bin Tsamit dan Khaulah binti Tsa’labah menjadi suami istri lagi.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.