Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, October 5, 2020

5698. SENI DALAM ISLAM


 

SENI DALAM ISLAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

1.   “Budaya” secara sempit dapat dipahami sebagai "seni", dan dapat pula dipahami secara luas sehingga mencakup segala aktivitas dan budi daya manusia serta seluruh pengetahuan dan pengalamannya yang menjadi pedoman tingkah laku manusia.

 

2.  Adapun “seni budaya Islam” tidak mudah untuk merumuskannya, meskipun demikian, isyarat maknanya dapat ditemukan dalam satu surah Al-Quran, yaitu surah yang berbicara dalam konteks seni.

 

 

3.  Al-Quran surah Asy-Syam (surah ke-91) ayat 1-6.

 

      وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا

    

      Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya.

 

 

4.  Al-Quran surah Asy-Syam (surah ke-91) ayat 7-10.

 

      وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

   

     Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

 

 

5.  Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 74.

 

   وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

 

     Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikanmu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

 

 

6.  Al-Quran surah Hud (surah ke-11) ayat 64.

 

      وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

  

 

 Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkan dia makan di bumi Allah, dan kamu jangan mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.

 

 

7.  Nabi Saleh diutus oleh Allah kepada kaum Tsamud dengan diberikan sebuah mukjizat, yaitu seekor unta betina yang hidup dan muncul keluar dari celah batu gunung yang gersang.

 

8.  Kemudian kaum Tsamud diperintahkan memberi makan dan minum serta merawat “karya seni ciptaan Allah”, tetapi mereka membunuh unta betina itu sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka.

 

 

9.  Karena kaum Tsamud dikalahkan oleh karya seni “unta hidup yang muncul dari bebatuan” ciptaan Allah, maka timbul keangkuhan kaum Tsamud, sehingga mereka membunuh unta itu, maka mereka dihukum oleh Allah.

 

10.      Demikian ayat Al-Quran ini menguraikan dengan penuh keserasian dan keindahan  secara runtut pemandangan alam, manusia, dan ilham yang menghasilkan budaya atau seni, baik yang terpuji maupun tercela, serta contoh karya seni yang sempurna, yakni yang hidup dan memberi kehidupan serta kewajiban untuk menjaganya.

 

 

11.      Itu sebagian ciri seni budaya bernafaskan Islam yang diisyaratkan dalam A-Quran surah Asy-Syam (Matahari), dan memberian nama ini seakan sebagai isyarat karya seni dan budaya harus selalu bagaikan matahari dengan aneka sifat dan fungsinya.

 

12.      Para seniman dan budayawan bebas melukiskan apa pun, asalkan ciri di atas terpenuhi, maka karyanya dapat dinilai sebagai seni budaya bernafaskan Islam, serta tidak terlarang melukiskan atau menggambarkan kelemahan manusia.

 

 

13.      Al-Quran juga melukiskan kelemahan manusia, bahkan cumbu-rayu dan hubungan seksual dijelaskan dengan bahasa yang halus, terselubung, tidak menimbulkan rangsangan atau mengundang tepuk tangan bagi orang yang berselera rendah.

 

14.      Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 23.

 

 

   وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

 

     Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata,”Marilah ke sini” Yusuf berkata,”Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak  akan beruntung.

 

 

15.      Sekarang ini, banyak karya seni budaya yang hidup dan gambar pun bisa dihidupkan melalui bioskop dan televisi, tetapi sering gambar hidup itu mematikan kesadaran religius penontonnya, dan menuntun penonton ke dalam kebinasaan.

 

16.      Menurut Al-Quran di atas, karya seni budaya yang diilhami kedurhakaan sungguh sangat merugi dan wajar jika mendapat azab dari Allah.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

 

 

5697. DAMPAKNYA SUATU BACAAN


 

DAMPAKNYA SUATU BACAAN

Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M

 

 

 

1.  Semua penduduk Indonesia ingin berkembang maju, ingin duduk sama rendah, dan berdiri sama tinggi dengan Negara maju lainnya.

 

2.  Bangsa Indonesia ingin membangun peradaban baru yang lebih baik bersama bangsa lainnya.

 

 

3.  Faktor utama yang harus disiapkan oleh bangsa Indonesia apabila ingin maju bersama bangsa lainnya, bukanlah factor suku bangsa, ras, dan lingkungan geografisnya, serta bukan factor persenjataan militernya.

 

4.  Terdapat bangsa yang pernah berhasil menaklukkan bangsa lainnya, tetapi ternyata berjalan di tempat dan bangsa jajahannya berhasil lebih maju.

 

 

5.  Faktor kemajuan suatu bangsa juga bukan karena factor peralatan ilmu pengetahuan dan teknologinya.

 

6.  Pernah dilakukan pengamatan terhadap sekelompok nelayan pada suatu masyarakat terbelakang dan ternyata hasilnya mengecewakan.

 

 

7.  Para nelayan diberikan alat-alat yang canggih hasil iptek mutakhir dan diberikan keterampilan teknis penggunaannya dan hasilnya sangat mengagumkan, karena hasil ikan yang mereka peroleh bertambah sangat banyak.

 

8.  Tetapi beberapa lama kemudian, sebagian para nelayan berhenti bekerja dengan alasan perolehan mereka sudah cukup untuk bekal hidup beberapa lama.

 

 

9.  Sebagian sisa hasil kerja mereka habiskan untuk berfoya-foya, sehingga kelompok tersebut tidak mengalami kemajuan apalagi menciptakan peradaban baru yang lebih baik.

 

10.      Muncul keraguan terhadap kebenaran ungkapan,”Berilah mereka kail, dan jangan beri mereka ikan”.

 

 

11.      Ternyata kail yang canggih pun gagal mengantarkan suatu penduduk kepada kemajuan peradaban yang baru.

 

12.      Kalau begitu, dari mana kita memulainya?

 

 

13.      Al-Quran menjelaskan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubahapa yang ada di dalam diri mereka sendiri”.

 

14.      Al-Quran surah Ar-Ra’du (surah ke-13) ayat 11.

 

15.         لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

 

     Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

16.      Al-Quran menjelaskan bahwa factor utama apabila ingin mengubah keadaan suatu kaum adalah dengan cara mengubah “sesuatu” yang terdapat dalam diri manusianya.

 

17.      Sesuatu itu adalah nilai yang menjadi  pandangan hidup, kehendak, dan tekadnya.

 

 

18.      Jika nilaiyang dianut dan pandangan hidupnya hanya terbatas untuk sesuatu yang “di sini dan masa kini saja”, maka terbatas pula kehendak dan usahanya hanya “sampai kini dan di sini saja”.

 

19.      Nilai dan pandangan hidup seorang Muslim harus mengarah kepada satu Wujud Mutlak yang tidak terbatas, yaitu Allah Yang Maha Kuasa dan sampai ke alam akhirat yang melampaui batas waktu hidup di dunia ini.

 

 

20.      Nilai dan pandangan tersebut harus tertancap ke dalam jiwa, antara lain dan terutama, melalui bacaan dan sajian yang diberikan kepada masyarakat.

 

21.      Seorang guru besar di Universitas Harvard Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap 40 negara yang berkaitan dengan periode kemajuan dan kemunduran yang dialami negara-negara tersebut dalam sejarahnya.

 

 

22.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu factor utama yang dapat menentukan kemajuan atau kemunduran suatu Negara adalah bahan dan materi bacaan yang disajikan kepada generasi muda mereka.

 

23.      Hasilnya menujukkan bahwa 20 tahun menjelang kemajuan atau kemunduran suatu negara, para generasi muda dibekali dengan bahan dan materi bacaan yang mengantarkan mereka kepada kemajuan atau kemunduran masyarakatnya.

 

 

24.      Para murid itulah, setelah 20 tahun kemudian yang akan sangat berperan dalam berbagai aktivitas di negaranya, dan peranan mereka ditentukan oleh bacaan dan sajian yang disuguhkan yang kemudian membentuk pandangan hidup dan nilai-nilai yang dianut.

 

25.      Kesimpulannya, apabila kita ingin anak-anak kita berhasil memajukan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang seperti bangsa lainnya.

 

 

26.      Harus disiapkan bahan dan materi bacaan yang baik dan bermutu.

 

27.      Bacaan itu harus bisa dinikmati semua lapisan masyarakat dengan mudah, murah, dan meriah.

 

 

DaftarPustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. PenerbitMizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

 

 

6. 

7.  Hasil gambar untuk buku quraish membumikan

8. 

5696. PENGERTIAN DIAM ITU EMAS


 

PENGERTIAN DIAM ITU EMAS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

1.  Ungkapan “diam adalah emas” tidak hanya di kenal di Indonesia saja, tetapi juga dikenal di negara lain, makna dan arah ungkapan tersebut sejalan dengan tuntunan agama Islam.

 

2.  Banyak petunjuk dalam agama Islam yang mendorong agar seseorang selalu menimbang dan memperhatikan perkataan yang akan diucapkannya.

 

 

3.  Al-Quran menjelaskan bahwa semua perkataan yang diucapkan oleh manusia akan dicatat oleh malaikat.

 

4.  Al-Quran surah Qaf (surah ke-50) ayat 18.

 

      مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tidak ada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

 

 

5.  Suatu “pembicaraan” dalam bahasa Al-Quran dinamakan dengan “kalam”.

 

6.  Dari akar kata “kalam” dapat dibentuk kata yang artinya “luka”.

 

 

7.  Sehingga “kalam” dapat melukai, bahkan luka yang diakibatkan oleh lidah dapat lebih parah daripada luka yang diakibatkan oleh pisau.

 

8.  Semuanya harus mengantarkan seseorang untuk selalu berhati-hati dengan  memikirkan dan merenungkan sesuatu yang akan diucapkannya.

 

 

9.  Terdapat ungkapan, “Saya menawan sesuatu yang akan saya ucapkan, tetapi begitu terucapkan maka saya yang menjadi tawanan ucapan saya sendiri”.

 

10.       Terkadang ada orang yang memiliki nafsu yang tinggi dalam berbicara yang melebihi selera makannya.

 

 

11.      Ada orang yang senang berbicara tentang apa pun, kapan pun, dan di mana pun, seakan-akan dia mengetahui segala sesuatu dan seolah-olah hidupnya hanya untuk berbicara.

 

12.      Ajaran Islam mengajarkan agar umatnya ketika berbicara untuk menguraikan pendapatnya atau mengungkapkan suatu pertanyaan disampaikan dengan cara yang santun dan tidak sembarangan.

 

13.      Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 101.

 

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

    

 

 

     Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkanmu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

 

14.      Para ulama mengingatkan bahwa kadang kala terdapat suatu pembicaraan atau pertanyaan yang sepintas lalu terlihat berkaitan dengan agama, tetapi sebenarnya agama tidak merestuinya.

 

15.      Jika orang bertanya,”Apakah kamu sedang berpuasa?”

 

 

16.      Jika kita menjawab, “Ya, saya berpuasa”.

1)  Jawaban ini dapat menimbulkan sikap pamer, ria, dan pamrih.

 

17.      Jika kita menjawab,”Tidak, saya tidak berpuasa”.

1)  Padahal kita sedang berpuasa, maka kita telah berbohong.

18.      Jika kita diam dan tidak menjawabnya, maka kita dapat dinilai angkuh dan sombong.

 

19.      Jika kita menjawab secara diplomatis, maka terpaksa memeras otak untuk berpikir menyusun redaksi yang tepat.

 

 

20.      Sifat umum redaksi dalam Al-Quran, khotbah Jumat Nabi Muhammad, serta hadis Nabi adalah singkat dan padat isinya.

 

21.      Nabi Muhammad bersabda,”Salah satu tanda kedalaman ilmu seseorang adalah berkhutbah Jumat yang singkat dan padat”.

 

 

22.      Para ulama menjelaskan bahwa banyak materi pembicaraan.

 

23.      Uraian keagamaan yang sewajarnya tidak perlu diucapkan.

 

 

24.      Banyak pembicaraan dan pertanyaan yang tidak atau belum perlu diajukan sekarang.

 

25.      Ketika Neil Amstrong menginjakkan kakinya di bulan, beberapa orang bertanya,”Bagaimana cara seorang Muslim melakukan salat ketika berada di bulan?”.

 

 

26.      Maka jawaban paling tepat adalah,”Cara salat ketika manusia berada di bulan, akan kita bahas apabila telah ada seorang Muslim yang mendarat di bulan”.

 

27.      Sehingga berlaku ungkapan,”Diam adalah emas, sedangkan berbicara adalah perak”.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online