Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, October 8, 2020

5763. FITRAH MANUSIA BERBUAT BAIK

 


FITRAH MANUSIA BERBUAT BAIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Fitrah manusia selalu ingin berbuat baik.

 

1.  Fitrah adalah sifat asal, kesucian, dan bakat.

 

2.  Fitrah manusia adalah sifat asal dan bakat manusia.

 

 

3.  Fitrah manusia berbuat baik artinya sifat asal dan bakat setiap manusia secara alami adalah ingin berbuat baik.

 

4.  Sekarang ini, manusia yang hidup di planet bumi sekitar 7 milyar jumlahnya.

5.  Manusia yang tinggal di Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika, sampai di kutub bumi pun, mereka punya kecenderungan berbuat baik.

 

6.  Manusia secara fitrah ingin menolong, berbagi, berlaku sopan, jujur, dan perbuatan baik lainnya.

 

 

7.  Mereka menyukai kebaikan, kejujuran dan kebenaran.

 

8.  Hal ini dapat dirunut kembali sejak penciptaan manusia.

 

 

9.  Allah sudah memberi bekal kepada manusia “software” (perangkat lunak) cenderung kepada kebaikan dan kebenaran.

 

10.     Agama lslam adalah agama fitrah.

 

 

11.     Artinya agama Islam sesuai dengan fitrah sifat asal dan bakat manusia.

 

12.     Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, bersih, dan suci.

 

 

13.     Setelah lahir, bayi manusia mulai terkontaminasi oleh keburukan.

 

14.     Tetapi fitrah akan selalu melekat pada setiap manusia, meskipun diabaikan, tidak diakui, dan tidak disadari.

 

 

15.     Islam membawa manusia kembali pada fitrahnya.

 

16.     Kemudian menguatkan dan menyempurnakan kecenderungan bawaan pada kebaikan dan kebenaran.

 

 

17.     Islam mengembalikan dan menyempurnakan nilai kemanusiaan yang sudah ada secara alami.

 

18.     Bersama hidayah Islam, kebaikan dan kebenaran tadi akan tampak semakin jelas.

 

 

19.     Al-Quran surah Ar-Rum (surah ke-30) ayat 30.

 

     فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

      

     Maka hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

 

 

20.     Rasulullah diutus oleh Allah membawa dan mencontohkan akhlak yang baik, seperti para nabi sebelumnya.

 

21.     Nabi Muhammad hadir sebagai penutup para nabi bertugas menyampaikan risalah Islam untuk menyempurnakan akhlak.

 

 

22.     Rasulullah bersabda,”Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

 

23.     Kehadiran Islam mengantarkan kecenderungan kepada kebaikan dan kebenaran menuju puncak kemuliaan.

 

 

24.     Ibarat senyum, ada senyum ingin dianggap manis karena sedang difoto, dan karena pekerjaan, atau takut kepada atasan.

 

25.     Tetapi ada juga senyum ikhlas.

 

 

26.     Hal yang sama berlaku pula pada sedekah.

 

27.     Motif orang bersedekah bermacam-macam.

 

 

28.     Tetapi yang paling bagus adalah bersedekah dengan ikhlas.

 

29.     Puncak kebaikan adalah ketika hanya ingin keridaan Allah dalam melakukannya.

 

 

30.     Selain sebagai penguat fitrah, Islam juga menjadi pengingat atau penawar bagi kelalaian manusia.

 

31.     Manusia punya kekurangan, yaitu menyukai aneka kesenangan bersifat sementara dan berpikiran sempit.

 

 

32.     Manusia sangat mudah berkeluh-kesah ketika dalam kesempitan  dan menjadi kikir ketika dalam kelapangan.

 

33.     Manusia juga gampang melupakan hari kemudian.

 

 

34.     Kecenderungan bawaan untuk mencari kebaikan dan kebenaran selayaknya dimaksimalkan dengan Islam.

 

35.     Dalam Islam, seluruh pikiran dan amal perbuatan, seluruhnya hanya tertuju kepada Allah.

 

 

36.     Islam bukan penghalang, tetapi penguat dan penyempurna fitrah.

 

37.     Manusia membutuhkan Allah, bukan Allah yang butuh manusia.

 

 

38.     Al-Quran surah Al-Fathir (surah ke-35) ayat 15.

 

   ۞ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

 

    Hai manusia, kamu yang membutuhkan Allah, dan Dia Allah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

 

 

39.     Jika setiap perbuatan yang baik, sudah kita kerjakan dengan ikhlas hanya karena Allah dan hati kita sudah bulat hanya kepada Allah, maka itu akhlak kemuliaan terbaik.

 

Daftar Pustaka

1.  KH Abdullah Gymnastiar.

2.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

3.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

4.  Tafsirq.com online.

Wednesday, October 7, 2020

5762. AYAT SAJDAH DIBERI TANDA TUGU

 


AYAT SAJDAH DIBERI TANDA TUGU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Ayat sajdah diberi tanda semacam tugu.

 

1.  Berdoa mohon kepada Allah dengan rendah hati, rasa takut, dan tidk mengeraskan suara.

 

2.  Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 205.

 

      وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

     

      Dan ingat Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

 

 

3.  Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 206.

 

. إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩

     

      Sesungguhnya para malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.  

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 205 dan 206.

 

1.  Abu Musa Asy’ari menjelaskan bahwa pada suatu saat, para sahabat berdoa dengan suara yang keras.

 

2.  Rasululah bersabda,”Wahai umat manusia, pelankan suaramu. Sesungguhnya, kamu berdoa bukan kepada Zat yang tuli dan bukan yang gaib.

 

 

3.  “Sesunguhnya, Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat.”

 

4.  Kemudian turun ayat 105 dan 206 ini untuk menjelaskan.

 

5.  Ayat 206 ini adalah salah satu ayat sajdah.

 

6.  Yang disunahkan untuk bersujud setelah membacanya atau mendengarnya, sewaktu salat maupun di luar salat.

 

7.  Sujud itu disebut sujud tilawah.

 

8.  Di akhir ayat 206 diberi tanda semacam tugu, sebagai tanda ayat sajdah.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5761. BERDOA DENGAN RENDAH HATI DAN RASA TAKUT

 


BERDOA DENGAN RENDAH HATI DAN RASA TAKUT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Berdoa mohon kepada Allah dengan rendah hati, rasa takut, dan tidk mengeraskan suara.

 

1.  Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 205.

 

      وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

     

      Dan ingat Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

 

 

2.  Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 206.

 

. إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩

     

      Sesungguhnya para malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.  

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 205 dan 206.

 

1.  Abu Musa Asy’ari menjelaskan bahwa pada suatu saat, para sahabat berdoa dengan suara yang keras.

 

2.  Rasululah bersabda,”Wahai umat manusia, pelankan suaramu. Sesungguhnya, kamu berdoa bukan kepada Zat yang tuli dan bukan yang gaib.

 

 

3.  “Sesunguhnya, Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat.”

 

4.  Kemudian turun ayat 105 dan 206 ini untuk menjelaskan.

 

5.  Ayat 206 ini adalah salah satu ayat sajdah.

 

6.  Yang disunahkan untuk bersujud setelah membacanya atau mendengarnya, sewaktu salat maupun di luar salat.

 

7.  Sujud itu disebut sujud tilawah.

 

8.  Di akhir ayat 206 diberi tanda semacam tugu, sebagai tanda ayat sajdah.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5760. AL-QURAN MELARANG GAYA HIDUP BOROS

 


AL-QURAN MELARANG GAYA HIDUP BOROS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Hemat makanan di Jerman.

 

1.  Hemat adalah cermat, tidak boros, dan berhati-hatai dalam membelanjakan uang dan sebagainya. 

 

2.  Menghemat adalah menggunakan (sesuatu) dengan cermat dan hati-hati (agar tidak lekas habis, rusak, dan sebagainya).

 

 

3.  Mubazir adalah berlebihan, royal, bersifat memboroskan, orang yang berlaku boros, menjadi sia-sia atau tidak berguna, dan terbuang-buang (karena berlebihan).

 

4.  Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka.

 

 

5.  Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup berfoya-foya.

 

6.  Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran.

 

 

7.  Kami lihat banyak meja kosong.

 

8.  Ada satu meja di mana sepasang anak muda sedang makan.

 

 

9.  Hanya ada 2 piring makanan dan 2 kaleng minuman di meja mereka.

 

10.      Saya bertanya dalam hati apa hidangan yang begitu simple dapat disebut romantis dan apa si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut?

 

 

11.      Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya.

 

12.      Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan tersebut dan mereka menghabiskan tiap butir makanan yang ada di piring mereka.

 

 

13.      Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan.

 

14.      Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yang tidak dapat kami habiskan di meja.

 

 

15.      Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris.

 

16.      Kami dan teman-teman paham, bahwa mereka tidak senang kami memubazirkan makanan.

 

 

17.      Lalu temanku berkata kepada wanita tua itu, "Kami yang bayar kok, bukan urusan kalian berapa banyak makanan yang tersisa."

 

18.      Wanita-wanita itu meradang.

 

 

19.      Salah satunya segera mengeluarkan HP dan menelpon seseorang.

 

20.      Sebentar kemudian seorang lelaki berseragam Sekuritas Sosial pun tiba.

 

 

21.      Setelah mendengar tentang sumber masalah pertengkaran.

 

22.      Petugas menerbitkan surat denda Euro 50 (kira2 denda Rp. 750.000) pada kami.

 

 

23.      Kami semua terdiam.

 

24.      Petugas berseragam tersebut berkata dengan suara yang galak, ”Pesan hanya yang sanggup Anda makan, uang itu milikmu, tetapi sumber daya alam ini milik bersama.”

 

 

25.      “Ada banyak orang di dunia ini yang kekurangan, kalian tidak punya alasan untuk menyia-nyiakan sumber daya alam tersebut."

 

26.      Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tersebut, membuat kami semua malu benar.

 

27.      Kami sungguh harus merenungkan hal ini.

 

 

28.      Kita ini dari negara yang tidak makmur-makmur amat.

 

29.      Untuk gengsi, kita sering pesan banyak dan sering berlebihan saat menjamu orang.

 

 

30.      Peristiwa ini mengajarkan untuk serius mengubah kebiasaan buruk.

 

31.      "Money is yours but resources belong to the society".

 

 

32.      Uang adalah milikmu, tetapi sumber daya alam milik semua orang.

 

33.      Jadi kawan-kawan, mari mulai mengurangi pemubaziran.

 

 

34.      Karena "uang memang milikmu," tetapi "sumber daya alam itu milik bersama."

 

B.  Al-Quran melarang gaya hidup boros.

 

1.  Al-Quran surah Al-Ana’am (surah ke-6) ayat 141.

 

   ۞ وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

 

      Dan Dia yang menjadikan tanaman merambat dan tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang bermacam-macam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makan buahnya jika dia berbuah, dan berikan  haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan kamu jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

 

 

C. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 141.

 

1.  Ibnu Juraij menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan Tsabit bin Qais bin Syammas yang memanen kebun kurmanya.

 

2.  Setelah panen, dia mengadakan pesta.

 

 

3.  Pada sore harinya, semua hasil panennya habis semua.

 

4.  Kemudian turun ayat 141 ini yang melarang berbuat berlebihan.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Internet.

2.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

3.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

4.  Tafsirq.com online.