Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, October 10, 2020

5821. LEBAH, SEMUT, LABA-LABA DALAM AL-QURAN

 


LEBAH, SEMUT, LABA-LABA DALAM AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Lebah, semut, laba-laba dalam Al-Quran.

 

1.  Tawon atau lebah adalah serangga penyengat, bersayap 4 dan hidup dari madu kembang (banyak macamnya).

 

2.  Semut adalah serangga kecil yang berjalan merayap, hidup secara bergerombol, banyak jenisnya.

 

 

3.  Laba-laba adalah hewa berkaki 8, berwarna abu-abu kehitam-hitaman, menjalin jaring benang sutra dari perutnya berfungsi sebagai perangkap mangsa.

 

4.  Al-Quran berisi 114 surah.

 

5.  Ada 3 nama hewan kecil dijadikan nama surah dalam Al-Quran, yaitu:

 

1)               Surah An-Nahl (surah ke-16) artinya “lebah” isi 128 ayat.

 

 

 

 

2)               Surah An-Naml (surah ke-27) maknanya “semut” isi 93 ayat.

 

 

3)               Surah Al-Ankabut (surah ke-29) artinya “laba-laba” isi 69 ayat.

 

 

6.  Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 68.

 

     وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

    

      Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”.

 

7.  Nabi Muhammad bersabda, “Manusia paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain.”

 

8.  Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya orang beriman itu bagaikan seekor lebah. Dia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, dan hinggap di tempat yang bersih. Dia tidak merusak atau mematahkan yang dihinggapinya.”

 

 

B. Sifat hewan lebah.

 

1.  Lebah hinggap di tempat bersih, menyerap sesuatu yang bersih dan mengeluarkan sesuatu yang bersih.

 

2.  Lebah hewan pekerja keras dan tidak merusak yang dihinggapinya.

 

 

3.  Lebah) tidak pernah melukai siapa pun, tetapi jika  diganggu, akan melawan yang mengganggunya.

 

4.  Sarang lebah berbentuk segi 6 yang disebut heksagonal.

 

 

5.  Heksagonal perlu bahan baku paling sedikit dengan luas maksimal.

 

6.  Heksagonal simetris menghasilkan kombinasi ruang sempurna dan tidak ada ruang tersisa.

 

7.  Jika sarang lebah berbentuk lingkaran, maka banyak ruang tersisa.

 

8.  Model heksagonal bentuk paling baik dan optimal serta paling efektif dan efisien yang bisa memuat  luas maksimum menampung madu.

 

9.  Manfaat sarang lebah:

 

1) Membunuh jamur dalam tubuh.

2) Sumber anti oksidan.

 

3) Membunuh berbagai penyakit.

4) Menyembuhkan kanker.

 

5) Mengobati tumor.

6) Memperkuat jantung dan daya tahan tubuh.

 

7) Menyehatkan sistem pencernaan.

8) Menyembuhkan peradangan dan luka.

 

9) Mengurangi stress dan memperlambat pengapuran tulang.

10)  Menetralkan racun dan menjaga kesehatan hati.

 

11)  Antibiotik dan mempermudah penyembuhan penyakit.

 

 

C.Sifat hewan semut.

 

1.  Semut mampu mengangkat beban melebihi dirinya.

 

2.  Selalu menghimpun makanan.

 

 

3.  Suka mengumpulkan bekal makanan untuk bertahun-tahun, meskipun umurnya tidak sampai setahun.

 

4.  Punya budaya menumpuk dan tanpa mengolahnya.

 

 

5.  Artinya semut punya budaya “aji mumpung” dan suka memanfaatkan “jabatannya.”.

 

 

D.Sifat laba-laba.

 

1.  Sarang laba-laba adalah tempat paling rapuh dan bukan tempat aman.

 

2.  Siapa pun yang berlindung di rumahnya akan disergapnya.

 

3.  Laba-laba betina makan laba-laba jantan, artinya pasangannya sendiri akan dilahapnya.

 

4.  Telur laba-laba yang menetas saling berdesakan dan bisa saling memusnahkan.

 

5.  Laba-laba punya budaya siap mengincar dan menerkam mangsa siapa pun yang dekat dengannya.

 

 

E. Umat lslam bagaikan lebah.

 

1.  Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29)  ayat 41.

 

     مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

    

     Perumpamaan orang mengambil pelindung selain Allah, seperti laba-laba membuat rumah, sesungguhnya rumah paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui.

 

2.  Rasulullah mengibaratkan umat Islam seperti lebah.

3.  Umat Islam hanya mengonsumsi yang baik, bersih, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

 

4.  Umat lslam tidak suka merusak dan tidak senang menyakiti orang lain.

 

5.  Tetapi jika diganggu umat Islam akan melawan.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

5.  Tafsirq.com online

5820. TAK DIAZAB SEBELUM DIUTUS RASUL

 


TAK DISIKSA SEBELUM DIUTUS RASUL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Manusia bebas memilih jalannya sendiri, tapi harus tanggung jawab.

 

1.  Al-Quran menyatakan manusia bebas memilih dan menentukan jalannya sendiri.

 

2.  Sehingga manusia harus bertanggungjawab atas risiko dan akibat dari pilihannya.

 

3.  Tidak boleh membebankan dosanya kepada orang lain.

 

4.  Dan dosa orang lain tidak bisa dibebankan kepada dirinya.

 

5.  Al-Quran surah Al-An'am (surah ke-6) ayat 164 menyatakan tanggung jawab itu baru  dituntut  jika  memenuhi  syarat tertentu, seperti pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran.  

 

   قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

Katakan: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmu kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

6.  Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 15 menyatakan Allah tidak akan mengazab sebelum mengutus seorang rasul.

 

     مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

    Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

7.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286 menyatakan Allah akan membebani manusia sesuai kemampuannya.

   لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    

 

     Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.   

 

 

8.  Manusia diminta tanggungjawab terhadap sesuatu yang diketahuinya dan dalam  kemampuannya.

 

9.  Manusia tidak dituntut bertanggungjawab  terhadap sesuatu yang tidak diperbuatnya, meskipun hal itu diketahuinya. 

 

10.     Manusia harus tanggungjawab terhadap perbuatan yang dilakukan dengan sadar dan sengaja.

 

11.     Manusia tidak tanggung jawab terhadap perbuatan  tidak sengaja dan di luar kehendaknya. 

 

 

12.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 225. 

 

     لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

     Allah tidak menghukummu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukummu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

 

13.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 173 menyatakan Allah memaafkan perbuatan yang dilakukan karena terpaksa atau tidak diinginkan.

 

     إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

     Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

14.     Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 106.

 

     مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

     Barang siapa kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapatkan kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

 

15.     Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 23-24.

 

     ۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

     وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    

 

     Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia.

     Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkan, “Wahai Tuhanku, kasihi mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil”.

 

16.     Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 25.

 

     رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ ۚ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

    

      Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

17.     Allah akan mengampuni kesalahan sikap dan perilaku orang yang baik yang dilakukan dengan terpaksa, dan tidak sadar, atau yang berada di luar kontrol kemampuannya, karena Allah Maha      Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.

5819. DOSA TAK BISA DIPINDAH

 


DOSA TIDAK BISA DIPINDAHKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Manusia bebas memilih jalannya sendiri, tapi harus tanggung jawab.

 

1.  Al-Quran menyatakan manusia bebas memilih dan menentukan jalannya sendiri.

 

2.  Sehingga manusia harus bertanggungjawab atas risiko dan akibat dari pilihannya.

 

3.  Tidak boleh membebankan dosanya kepada orang lain.

 

4.  Dan dosa orang lain tidak bisa dibebankan kepada dirinya.

 

5.  Al-Quran surah Al-An'am (surah ke-6) ayat 164 menyatakan tanggung jawab itu baru  dituntut  jika  memenuhi  syarat tertentu, seperti pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran.  

 

   قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

Katakan: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmu kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

6.  Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 15 menyatakan Allah tidak akan mengazab sebelum mengutus seorang rasul.

 

     مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

    Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

7.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286 menyatakan Allah akan membebani manusia sesuai kemampuannya.

   لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    

 

     Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.   

 

 

8.  Manusia diminta tanggungjawab terhadap sesuatu yang diketahuinya dan dalam  kemampuannya.

 

9.  Manusia tidak dituntut bertanggungjawab  terhadap sesuatu yang tidak diperbuatnya, meskipun hal itu diketahuinya. 

 

10.     Manusia harus tanggungjawab terhadap perbuatan yang dilakukan dengan sadar dan sengaja.

 

11.     Manusia tidak tanggung jawab terhadap perbuatan  tidak sengaja dan di luar kehendaknya. 

 

 

12.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 225. 

 

     لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

     Allah tidak menghukummu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukummu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

 

13.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 173 menyatakan Allah memaafkan perbuatan yang dilakukan karena terpaksa atau tidak diinginkan.

 

     إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

     Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

14.     Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 106.

 

     مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

     Barang siapa kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapatkan kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

 

15.     Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 23-24.

 

     ۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

     وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    

 

     Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia.

     Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkan, “Wahai Tuhanku, kasihi mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil”.

 

16.     Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 25.

 

     رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ ۚ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

    

      Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

17.     Allah akan mengampuni kesalahan sikap dan perilaku orang yang baik yang dilakukan dengan terpaksa, dan tidak sadar, atau yang berada di luar kontrol kemampuannya, karena Allah Maha      Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.

5818. MANUSIA BEBAS MILIH, TAPI TANGGUNG JAWAB

 


MANUSIA BEBAS MILIH, TAPI TANGGUNG JAWAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Manusia bebas memilih jalannya sendiri, tapi harus tanggung jawab.

 

1.  Al-Quran menyatakan manusia bebas memilih dan menentukan jalannya sendiri.

 

2.  Sehingga manusia harus bertanggungjawab atas risiko dan akibat dari pilihannya.

 

3.  Tidak boleh membebankan dosanya kepada orang lain.

 

4.  Dan dosa orang lain tidak bisa dibebankan kepada dirinya.

 

5.  Al-Quran surah Al-An'am (surah ke-6) ayat 164 menyatakan tanggung jawab itu baru  dituntut  jika  memenuhi  syarat tertentu, seperti pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran.  

 

     قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

   Katakan: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmu kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

 

 

6.  Manusia diminta tanggungjawab terhadap sesuatu yang diketahuinya dan dalam  kemampuannya.

 

7.  Manusia tidak dituntut bertanggungjawab  terhadap sesuatu yang tidak diperbuatnya, meskipun hal itu diketahuinya. 

 

8.  Manusia harus tanggungjawab terhadap perbuatan yang dilakukan dengan sadar dan sengaja.

 

9.  Manusia tidak tanggung jawab terhadap perbuatan  tidak sengaja dan di luar kehendaknya. 

 

 

10.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 225. 

 

   لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

     Allah tidak menghukummu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukummu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

 

11.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 173 menyatakan Allah memaafkan perbuatan yang dilakukan karena terpaksa atau tidak diinginkan.

 

 

     إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

     Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

12.     Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 106.

 

     مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

     Barang siapa kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapatkan kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

 

13.     Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 23-24.

 

     ۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

     وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    

     Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia.

     Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkan, “Wahai Tuhanku, kasihi mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil”.

 

14.     Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 25.

 

     رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ ۚ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

      Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

15.     Allah akan mengampuni kesalahan sikap dan perilaku orang yang baik yang dilakukan dengan terpaksa, dan tidak sadar, atau yang berada di luar kontrol kemampuannya, karena Allah Maha      Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.