Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, December 11, 2020

8018. KISAH MOTIVASI PEMBUAT JAM


 

KISAH MOTIVASI PEMBUAT JAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

Kisah Pembuat Jam dan Jam yg dibuatnya

 

Alkisah, seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

 

 

“Hai jam, apakah kamu sanggup berdetak 31.104.000 kali selama 1 tahun?”

(60 x 60 x 24 x 360 = 31.104.000)

 

 

“Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

 

 

 “Bagaimana kalau 86.400 kali dalam 1 hari?”

(60 x 60 x 24 = 86.400)

 

 

“Apa 86.400 kali dalam 1 hari, dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

 

 

“Bagaimana kalau 3.600 kali dalam 1 jam?”

 

 

“Dalam 1 jam harus berdetak 3.600 kali

 

 

Banyak sekali itu,” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

(60 x 60=3.600)

 

 

 

Tukang jam dengan penuh kesabaran bicara kepada si jam.

 

 

“Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak 1 kali tiap 1 detik?”

 

 

“Nah, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

 

 

 

 

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak 1 kali tiap 1 detik.

 

 

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu.

 

 

Dan jam itu sungguh luar biasa.

 

 

Ternyata selama 1 tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti.

 

 

Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

 

 

 

Renungan :

 

Terkadang kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat.

 

 

Tapi kalau sudah menjalankannya, kita ternyata mampu.

 

 

Bahkan yang semula kita anggap impossible (tak mungkin)  untuk dilakukan sekali pun.

 

 

Itu tergantung bagaimana kita menyiasati pekerjaan dan tugas kita.

 

 

Kita bisa membaginya menjadi fragmen yang kecil.

 

Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya.

 

 

Orang yang beralasan TIDAK punya Waktu adalah yang membiarkan Waktu mengatur hidupnya, bukan malah sebaliknya.

 

 

 

Ambil Peluang dan raih impian Anda sekarang Juga.

 

 

(Sumber internet)

8017 KHAWARIJ ANGGAP KAFIR ORANG YANG BERBUAT DOSA BESAR

 


KHAWARIJ ANGGAP KAFIR ORANG YANG BERBUAT DOSA BESAR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Perbedaan ulama tentang status  orang yang telah melakukan dosa besar.

 

1.      Pendapat ke-1.

Orang yang berbuat dosa besar sudah menjadi kafir.

 

 

2.      Pendapat ke-2.

Orang berbuat dosa besar tak mempengaruhi imannya.

 

 

3.      Pendapat ke-3.

Orang yang berbuat dosa besar tak menjadi kafir.

 

 

Pendapat ke-1.

 

Orang yang berbuat dosa besar sudah menjadi kafir.

 

 

Pendapat ini diikuti kelompok Muktazilah dan Khawarij.

 

Pendapat ke-2.

 

Orang berbuat dosa besar tak mempengaruhi imannya.

 

 

Karena Allah akan mengampuni semua dosa.

 

 

Pendapat ke-3.

Orang yang berbuat dosa besar tak menjadi kafir.

 

 

Karena Allah Maha Pengasih lagi Penyayang dan ampunan Allah tak terbatas.

 

 

Allah membalas kebaikan dengan 10 kali lipat dan membalas dosa dengan hukuman setimpal.

 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.     

 

 

8016. STATUSNYA ORANG BERBUAT DOSA BESAR

 


STATUSNYA ORANG BERBUAT DOSA BESAR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Perbedaan ulama tentang status  orang yang telah melakukan dosa besar.

 

1.      Pendapat ke-1.

Orang yang berbuat dosa besar sudah menjadi kafir.

 

 

2.      Pendapat ke-2.

Orang berbuat dosa besar tak mempengaruhi imannya.

 

 

3.      Pendapat ke-3.

Orang yang berbuat dosa besar tak menjadi kafir.

 

 

Pendapat ke-1.

 

Orang yang berbuat dosa besar sudah menjadi kafir.

 

 

Pendapat ini diikuti kelompok Muktazilah dan Khawarij.

 

Pendapat ke-2.

 

Orang berbuat dosa besar tak mempengaruhi imannya.

 

 

Karena Allah akan mengampuni semua dosa.

 

 

Pendapat ke-3.

Orang yang berbuat dosa besar tak menjadi kafir.

 

 

Karena Allah Maha Pengasih lagi Penyayang dan ampunan Allah tak terbatas.

 

 

Allah membalas kebaikan dengan 10 kali lipat dan membalas dosa dengan hukuman setimpal.

 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.     

 

 

8015. BEDANYA KHAWARIJ DAN AHLI HADIS

 


BEDANYA KHAWARIJ DAN AHLI HADIS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Perbedaan Khawarij dan Ahli Hadis

Imam Hanafi membagi keimanan dalam 2 aspek, yaitu:

 

1.              Keyakinan iman di dalam hati.

 

2.              Pernyataan iman dengan lisan.

 

 

Pernyataan keimanan dengan lisan hukumnya wajib, karena memperlihatkan keyakinan dalam hatinya.

 

 

 

Tapi dalam kondisi tertentu, pernyataan keimanan dengan lisan hukumnya tidak wajib.

 

 

ORANG BERIMAN MENURUT ALLAH

 

lmam Hanafi berpendapat bahwa orang yang beriman dalam hatinya adalah orang yang beriman menurut Allah.

 

 

Meskipun orang itu tidak beriman menurut pandangan manusia, karena tidak menyatakan imannya dengan lisan.

 

 

ORANG BERIMAN MENURUT MANUSIA

 

Yaitu orang yang menyatakan beriman dengan lisannya.

 

 

Manusia tidak tahu isi hatinya, maka wajib menghukuminya sebagai orang yang beriman

 

 

 

lmam Hanafi berpendapat bahwa beriman adalah mengetahui, membenarkan, dan mengakui lslam.

 

 

Orang beriman dapat dibagi 3 model, yaitu:

 

1.      Orang yang beriman menurut Allah dan menurut manusia.

 

2.      Orang yang beriman menurut Allah, tapi kafir menurut manusia.

 

3.      Orang yang kafir menurut Allah, tapi beriman menurut manusia.

 

 

1.      Orang yang beriman menurut Allah dan menurut manusia.

 

 

Yaitu orang yang beriman dengan hati dan menyatakan imannya dengan lisan.

 

 

2.      Orang yang beriman menurut Allah, tapi kafir menurut manusia.

 

Yaitu orang yang beriman dengan hatinya, tapi tidak menyatakan imannya dengan lisan.

 

 

3.      Orang yang kafir menurut Allah, tapi beriman menurut manusia.

 

Yaitu orang yang tidak beriman dengan hatinya, tapi menyatakan imannya dengan lisan.

 

ORANG MUKMIN

Orang mukmin adalah orang mengakui beriman dengan hatinya dan mengucapkan dengan lisannya.

 

 

ORANG MUNAFIK

Orang munafik tidak mengakui beriman dengan hatinya, tapi dia  mengaku beriman dengan lisannya.

 

 

Dalam memandang iman dan amal dapat dibagi 2 kelompok, yaitu:

 

 

1.      Muktazilah dan Khawarij.

2.      Fuqaha dan Ahli Hadis.

 

 

Kelompok Muktazilah dan Khawarij.

 

Kelompok ini menganggap amal adalah bagian dari iman, sehingga orang yang tidak beramal tidak bisa disebut beriman.

 

 

Kelompok Fuqaha Ahli Hadis.

 

Kelompok ini menganggap orang yang beriman kepada Allah tetap diakui sebagai mukmin meskipun tidak melaksanakan syariat lslam, tapi imannya tidak sempurna.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.     

 

 

Thursday, December 10, 2020

8014. TINGKATAN MANUSIA MENURUT IMAM HANAFI

 


TINGKATAN MANUSIA MENURUT IMAM HANAFI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Imam Hanafi membagi manusia dalam 3 tingkat, yaitu:

 

1.      Para nabi dan rasul yang akan dimasukkan surga.

 

2.      Orang musyrik yang akan dimasukkan neraka.

 

3.      Orang beriman yang tidak jelas nasibnya.

 

 

 

Semoga orang-orang yang beriman diampuni dosanya oleh Allah dan tidak disiksa dalam neraka.

 

 

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 116.

 

 

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا


 

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Al-Quran surah ATaubah (surah ke-9) ayat 102.

 

 

 

وَءَاخَرُونَ ٱعْتَرَفُوا۟ بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا۟ عَمَلًا صَٰلِحًا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ


 

 

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.




 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.