Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, December 14, 2020

8069. BEDANYA MANHAJ DAN MAZHAB

 


 

BEDANYA MANHAJ DAN MAZHAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Perbedaan antara Manhaj dan Mazhab.

 

 

MANHAJ

 

Manhaj adalah jalan untuk menelusuri Al-Quran dan hadis Nabi yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya.

 

 

SANAD

 

Sanad adalah proses penelusuran menuju Manhaj.

 

 

Manhaj sangat penting dalam kajian lslam karena umat lslam zaman sekarang tak berjumpa langsung dengan Rasulullah.

 

 

Manhaj berfungsi sebagai metodologi dalam memahami ajaran yang ditinggalkan Rasulullah kepada umatnya.

 

 

Agar seorang Muslim memperoleh Manhaj yang tepat dalam beragama, perlu proses penelusuran (sanad) ilmu Islam dengan alur riwayat yang benar.

 

 

Mulai ulama sekarang, ulama terdahulu, tabiut tabiin, tabiin, sahabat, hingga akhirnya tersambung kepada Rasulullah.

 

 

Manhaj yang tepat akan mengantarkan seorang Muslim kepada tuntunan yang benar tentang ibadah, muamalah, dan akhlak.

 

 

Jika orang belajar agama tidak didasari dengan Manhaj tepat, maka praktik beragamanya akan keliru.

 

 

Manhaj dibagi 2 macam, yaitu:

 

1.      Terdiri atas 1 dalil dan 1 cara amalan.

 

 

2.      Terdiri beberapa dalil dan beragam cara amalan.

 

 

Contoh Manhaj terdiri atas 1 dalil dan 1 cara amalan.

 

1.      Cara sedekap dalam salat.

 

 

 

 

Wail bin Hujr berkata, "Aku melihat Rasulullah berdiri dalam salat, beliau melingkari tangan kirinya dengan tangan kanannya."

(HR Nasai Nomor 886).

 

 

Contoh Manhaj dengan beberapa  dalil dan beragam cara amalan.

 

 

1.      Mengucap basmalah pada Fatihah ketika salat

 

 

Ada 70 hadis yang membahasnya dan ada 4 modelnya, yaitu:

 

1.      Basmalah diucapkan  dengan jahar (keras).

 

 

2.      Basmalah diucapkan dengan sir (pelan).

 

 

3.      Basmalah diucapkan  pada rakaat ke-1 saja.

 

 

4.      Tidak mengucapkan basmalah sama sekali.

 

 

 

 

MAZHAB

 

Adanya keragaman dalil dan cara  dalam Manhaj melahirkan Mazhab dalam Islam.

 

 

Mazhab adalah kecenderungan seseorang memilih salah satu dari beragam tata cara pada suatu praktik ibadah.

 

 

 

Contohnya Penerapan Mazhab

 

1.      Imam Syafi'i memilih  mengeraskan bacaan basmalah dalam salat.

 

 

2.      Imam Hanbali memilih  melunakkan bacaan basmalah ketika salat.

 

 

 

Pilihan berbeda itu bukan pendapat pribadi masing-masing, tapi berdasar pada dalil syar'i yang mereka pahami.

 

 

Mazhab bukan karya pemikiran seseorang.

 

 

Mazhab bukan semacam aliran atau golongan.

 

 

Tetapi pilihan seorang ulama dalam menyikapi suatu masalah berdasar dalil yang dipahaminya.

 

 

 

Selama Mazhabnya masih sesuai dengan Manhaj, maka harus diikuti oleh umat lslam.

 

 

Dan tetap harus saling menghormati pilihan masing-masing yang mungkin berbeda.

 

(Sumber Ustad Adi Hidayat)

 

8068. ORANG MUKMIN BERJUANG BERBEDA DENGAN YANG DUDUK

 


 

 

ORANG MUKMIN BERJUANG  BERBEDA DENGAN YANG DUDUK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

Kekejaman komunis dalam peristiwa G-30-S PKI selalu terbayang dalam ingatan kita.

 

 

Kita semakin yakin atas besarnya rahmat Allah yang dicurahkan kepada bangsa Indonesia.

 

 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama.

 

 

Agama dengan paham komunisme adalah dua paham yang saling bertolak belakang.

 

 

Agama berlandaskan kepercayaan terhadap “kekuatan” yang berada di luar alam nyata.

 

 

Komunisme berdasar falsafah materialisme.

 

 

Paham materialisme menilai segala sesuatu yang tidak dapat dibuktikan dengan dunia empiris adalah nihil, omong kosong, dan bohong.

 

 

Termasuk di dalamnya keyakinan tentang Tuhan, surga, neraka, dan sebagainya.

 

 

Paham komunisme berusaha mengatur kehidupan masyarakat secara menyeluruh atas wawasan yang tidak rasional.

 

 

Mereka bermimpi mewujudkan suatu masyarakat tanpa kelas dan tanpa perbedaan dengan cara menggilas suatu kelas dalam masyarakatnya.

 

 

 

Agama Islam mendasarkan ajaran kemasyarakatannya kepada persamaan nilai kemanusiaan tanpa membedakan jenis, warna kulit, dan keturunan seseorang.

 

 

Tetapi Islam juga mengakui adanya perbedaan karenakan kemampuan ilmiah dan kesungguhan seseorang dalam bekerja.

 

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 9 menyatakan orang berilmu tak sama dengan orang tidak berilmu.

 

 

 

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

   

 

 

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan dia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah,”Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

 

 

 

Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 95 menyatakan tidak sama antara orang mukmin yang duduk dengan orang mukmin berjuang di jalan Allah.

 

 

 

لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

    

 

 

 

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

 

 

 

Islam tidak mengutuk dan meruntuhkan hasil yang telah dicapai oleh masyarakat sebelumnya.

 

 

Dalam pandangan Al-Quran masyarakat ideal adalah masyarakat tumbuh berkembang bagaikan tanaman mengeluarkan tunasnya.

 

 

Tunas itu membuat tanaman kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas pokoknya.

 

 

 Al-Quran surah Al-Fath (surah ke-48) ayat 29.

 

 

 

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

 

 

 

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.  

 

 

 

Menurut Islam, sejarah masyarakat manusia adalah mata rantai yang bersinambung.

 

 

Sehingga eksistensi perorangan, keluarga, masyarakat, dan umat manusia adalah suatu kesatuan yang harus dijaga.

 

 

Tanpa mengorbankan satu di antaranya untuk kepentingan yang lain.

 

 

 

Hal ini berbeda dengan paham dan praktik komunisme yang hanya berusaha memenangkan satu kelompok kelas serta mengutuk dan mengorbankan kelas yang lain, bahkan mengutuk generasi terdahulu mereka.

 

 

 

Al-Quran melukiskan masyarakat seperti itu adalah “masyarakat neraka”.

 

 

Karena setiap suatu kelompok masuk ke dalam neraka, mereka mengutuk kawannya yang terdahulu.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 38.

 

 

 

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ

 

 

 

Allah berfirman,”Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelummu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu,”Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman,”Masing-masing mendapatkan (siksaan), yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”.

 

 

 

Seperti itulah sebagian paham dan kenyataan dalam masyarakat komunis.

 

 

Bagaikan dunia neraka yang penuh dengan kutukan, dan tidak hanya sekali bangsa Indonesia nyaris dikuasai oleh kaum komunis.

 

 

Alhamdulillah bangsa Indonesia selamat atas  berkat rahmat dari Allah.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-5) ayat 11.

 

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

 

 

 

Hai orang-orang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah saja orang-orang mukmin harus bertawakal.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5. Tafsirq.com online

8067. ORANG BERILMU BERBEDA DENGAN TAK BERILMU

 


 

 

ORANG BERILMU BERBEDA SAMA DENGAN TAK BERILMU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

Kekejaman komunis dalam peristiwa G-30-S PKI selalu terbayang dalam ingatan kita.

 

 

Kita semakin yakin atas besarnya rahmat Allah yang dicurahkan kepada bangsa Indonesia.

 

 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama.

 

 

Agama dengan paham komunisme adalah dua paham yang saling bertolak belakang.

 

 

Agama berlandaskan kepercayaan terhadap “kekuatan” yang berada di luar alam nyata.

 

 

Komunisme berdasar falsafah materialisme.

 

 

Paham materialisme menilai segala sesuatu yang tidak dapat dibuktikan dengan dunia empiris adalah nihil, omong kosong, dan bohong.

 

 

Termasuk di dalamnya keyakinan tentang Tuhan, surga, neraka, dan sebagainya.

 

 

Paham komunisme berusaha mengatur kehidupan masyarakat secara menyeluruh atas wawasan yang tidak rasional.

 

 

Mereka bermimpi mewujudkan suatu masyarakat tanpa kelas dan tanpa perbedaan dengan cara menggilas suatu kelas dalam masyarakatnya.

 

 

 

Agama Islam mendasarkan ajaran kemasyarakatannya kepada persamaan nilai kemanusiaan tanpa membedakan jenis, warna kulit, dan keturunan seseorang.

 

 

Tetapi Islam juga mengakui adanya perbedaan karenakan kemampuan ilmiah dan kesungguhan seseorang dalam bekerja.

 

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 9 menyatakan orang berilmu tak sama dengan orang tidak berilmu.

 

 

 

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

   

 

 

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan dia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah,”Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

 

 

 

Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 95 menyatakan tidak sama antara orang mukmin yang duduk dengan orang mukmin berjuang di jalan Allah.

 

 

 

لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

    

 

 

 

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

 

 

 

Islam tidak mengutuk dan meruntuhkan hasil yang telah dicapai oleh masyarakat sebelumnya.

 

 

Dalam pandangan Al-Quran masyarakat ideal adalah masyarakat tumbuh berkembang bagaikan tanaman mengeluarkan tunasnya.

 

 

Tunas itu membuat tanaman kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas pokoknya.

 

 

 Al-Quran surah Al-Fath (surah ke-48) ayat 29.

 

 

 

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

 

 

 

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.  

 

 

 

Menurut Islam, sejarah masyarakat manusia adalah mata rantai yang bersinambung.

 

 

Sehingga eksistensi perorangan, keluarga, masyarakat, dan umat manusia adalah suatu kesatuan yang harus dijaga.

 

 

Tanpa mengorbankan satu di antaranya untuk kepentingan yang lain.

 

 

 

Hal ini berbeda dengan paham dan praktik komunisme yang hanya berusaha memenangkan satu kelompok kelas serta mengutuk dan mengorbankan kelas yang lain, bahkan mengutuk generasi terdahulu mereka.

 

 

 

Al-Quran melukiskan masyarakat seperti itu adalah “masyarakat neraka”.

 

 

Karena setiap suatu kelompok masuk ke dalam neraka, mereka mengutuk kawannya yang terdahulu.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 38.

 

 

 

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ

 

 

 

Allah berfirman,”Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelummu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu,”Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman,”Masing-masing mendapatkan (siksaan), yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”.

 

 

 

Seperti itulah sebagian paham dan kenyataan dalam masyarakat komunis.

 

 

Bagaikan dunia neraka yang penuh dengan kutukan, dan tidak hanya sekali bangsa Indonesia nyaris dikuasai oleh kaum komunis.

 

 

Alhamdulillah bangsa Indonesia selamat atas  berkat rahmat dari Allah.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-5) ayat 11.

 

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

 

 

 

Hai orang-orang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah saja orang-orang mukmin harus bertawakal.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5. Tafsirq.com online