Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, January 13, 2021

8364. PENGERTIAN VAKSIN COVID -19

 


PENGERTIAN VAKSIN COVID-19

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

VAKSINASI

 

Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh manusia  untuk memberi kekebalan tertentu.

 

 

 

Vaksinasi juga disebut imunisasi.

 

 

Kata vaksinasi berasal dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi.

 

 

Karena vaksin pertama berasal dari virus yang menginfeksi sapi (cacar sapi).

 

 

 

 


BPOM mengumumkan efikasi vaksin Sinovac 
sebesar 65,3 persen. 

 

 

 

Efikasi berarti estimasi dari efektivitas vaksin.

 

 

 

Artinya, ada penurunan 65,3 persen kasus penyakit pada kelompok yang divaksinasi.

 

 

 

Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia berbeda dengan Brasil dan Turki yang juga menjalani uji klinis fase 3.

 

 

Turki mengumumkan efikasi vaksin Sinovac sebesar 91,25 persen dan  Brasil 78 persen.

 

 

 

WHO menetapkan efikasi terendah untuk vaksin Covid-19 adalah 50 persen.

 

 

 

Vaksin diprioritaskan pengembangannya saat terjadi wabah terutama virus baru seperti corona. 

 

 

 

Vaksin adalah zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu.

 

 

Sehingga bisa mencegah terjangkit dari penyakit itu.

 

 

Saat ini ada 30 jenis vaksin diciptakan sejak konsep vaksinasi dilakukan Edward Jenner tahun 1796.

 

 

 

 

Bukti keberhasilan vaksin adalah musnahnya penyakit Variola (small pox) pada 1979.

 

 

Indonesia bebas polio karena program imunisasi.

 

 

 

Vaksin mengandung antigen sama dengan antigen yang menyebabkan penyakit. 

 

 

 

Tapi antigen dalam vaksin sudah dikendalikan (dilemahkan).

 

 

Vaksinasi adalah pemberian vaksin berisi 1 atau lebih antigen kepada seseorang.

 

 

 

Saat vaksin dimasukkan dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh melihatnya sebagai antigen (musuh). 

 

 

 

Sebagai respon adanya ancaman dari musuh, maka tubuh  memproduksi antibodi untuk melawan antigen itu.

 

 

(Sumber internet)

8364. DOA RASULULLAH PADA PERANG BADAR

 


DOA RASULULLAH PADA PERANG BADAR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 55.

 

 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

 

 

 

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

 

 

 

Umat Islam diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah.

 

 

 

Salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.

 

 

 

Umar bin Khaththab berkata,

 

 

“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang.

 

 

Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya:

 

 

 

Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku.

 

 

 

Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku.

 

 

Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”

 

 

 

Rasulullah terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan beliau menghadap kiblat.

 

 

Hingga selendang Rasulullah terjatuh dari bahu beliau.

 

 

 

Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.

 

 

 

Abu Bakar berkata,

 

 

 

“Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.”

 

 

Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 9.

 

 

 

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

 

 

 

 

(Ingatlah), ketika kamu mohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut. (HR. Imam Muslim).

 

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu.

 

 

 

Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa:

 

 

 

Ya Rabb, Ya Rabb’.

 

 

 

Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?”

(HR. Muslim).

 

 

 

Salman Al-Farisi berkata bahwa Rasulullah bersabda,

 

 

 

“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi.

 

 

Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8363. RASULULLAH BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN

 


RASULULLAH BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 55.

 

 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

 

 

 

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

 

 

 

Umat Islam diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah.

 

 

 

Salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.

 

 

 

Umar bin Khaththab berkata,

 

 

“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang.

 

 

Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya:

 

 

 

Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku.

 

 

 

Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku.

 

 

Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”

 

 

 

Rasulullah terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan beliau menghadap kiblat.

 

 

Hingga selendang Rasulullah terjatuh dari bahu beliau.

 

 

 

Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.

 

 

 

Abu Bakar berkata,

 

 

 

“Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.”

 

 

Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 9.

 

 

 

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

 

 

 

 

(Ingatlah), ketika kamu mohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut. (HR. Imam Muslim).

 

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu.

 

 

 

Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa:

 

 

 

Ya Rabb, Ya Rabb’.

 

 

 

Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?”

(HR. Muslim).

 

 

 

Salman Al-Farisi berkata bahwa Rasulullah bersabda,

 

 

 

“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi.

 

 

Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online