Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, April 11, 2021

9235. APAKAH TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK) ITU

 


 

 

APAKAH TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK) ITU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

Januari 1960, Syaikh Mahmud Syaltut menyusun kitab tafsir.

 

 

Berjudul Tafsir Al-Quran Al-Karim dengan metode tafsir maudhui.

 

 

Tafsir maudhui adalah metode tafsir tidak menafsirkan Al-Quran ayat per ayat.

 

 

Tetapi membahas surah per surah atau bagian tertentu dalam satu surah.

 

 

Merangkainya dengan tema sentral.

 

 

Yang ada dalam suatu surah itu.

 

 

Metode tafsir maudhui belum membuat petunjuk dalam Al-Quran dipaparkan  menyeluruh.

 

 

Karena suatu masalah ditemukan dalam berbagai surah.

 

 

 

Muncul ide menghimpun semua ayat yang bicara suatu masalah tertentu.

 

 

Mengaitkan dengan lainnya.

 

 

Serta menafsirkannya utuh dan menyeluruh.

 

 

 

Gagasan ini dikembangkan di Mesir oleh Prof. Dr. Ahmad Sayyid Al-Kumiy pada akhir 60-an.

 

 

 

Pada hakikatnya ide ini kelanjutan metode maudhui model Mahmud Syaltut.

 

 

 

PENGERTIAN TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

Metode tafsir maudhui punya 2 arti.

 

 

Ke-1: Penafsiran suatu surah Al-Quran:

 

 

1)     Menjelaskan tujuannya secara umum sesuai tema sentral.

 

 

2)     Menghubungkan masalah beraneka ragam dalam surah itu.

 

3)     Sehingga suatu surah dengan berbagai problemanya menjadi satu kesatuan.

 

 

Ke-2: Penafsiran dengan menghimpun semua ayat Al-Quran:

 

 

1)     Membahas suatu masalah tertentu.

 

2)     Yang sedapat mungkin diurutkan sesuai kronologis waktu turunnya.

 

 

3)     Menjelaskan pengertiannya secara menyeluruh.

 

 

4)     Untuk menarik pedoman dan petunjuk Al-Quran secara utuh.

 

 

 Tafsir metode maudhui (tematik) adalah suatu metode penafsiran Al-Quran.

 

 

Dengan cara para mufasir berupaya mengumpulkan ayat Al-Quran.

 

 

Dari berbagai surah yang punya  tema sama.

 

 

Sehingga mengarah kepada pengertian dan tujuan sama.

 

 

URUTAN LANGKAH TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

1.      Menetapkan tema yang akan dibahas.

 

2.      Menghimpun ayat Al-Quran yang berkaitan dengan tema yang dibahas.

 

3.      Menyusun runtutan ayat Al-Quran sesuai waktu turunnya dan asbabun nuzul (penyebab turunnya).

 

4.      Memahami korelasi ayat Al-Quran dalam surahnya.

 

5.      Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna (outline).

 

6.      Melengkapi pembahasan dengan hadis yang relevan dengan tema atau pokok bahasan.

 

7.      Mempelajari semua ayat Al-Quran  dengan menghimpun ayat  yang punya pengertian sama.

 

8.      Mengkompromikan ayat Al-Quran yang:

 

1)     “Am” (umum) dan “khash” (khusus).

2)     “Mutlak” dan “muqayyad” (terikat).

 

3)     Ayat yang pada teksnya bertentangan.

 

4)     Sehingga  bertemu dalam satu muara, tanpa perbedaan atau pemaksaan.

 

 

 

KEUNGGULAN TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

1.      Menghindari kelemahan metode lain.

 

2.      Menafsirkan ayat Al-Quran dengan ayat Al-Quran atau dengan hadis Nabi (cara terbaik dalam menafsirkan ayat Al-Quran).

 

3.      Kesimpulan yang dihasilkan gampang dipahami.

 

 

2.      Karena membawa kepada petunjuk Al-Quran, tanpa pembahasan yang bertele-tele.

 

 

3.      Membuktikan bahwa Al-Quran dapat memberikan solusi pedoman dalam mengatasi masalah kehidupan sehari-hari.

 

 

4.      Membuktikan dan menunjukkan keistimewaan Al-Quran.

 

 

5.      Menunjukkan tidak ada ayat Al-Quran yang saling bertentangan.

 

 

6.      Membuktikan bahwa Al-Quran sesuai dengan perkembangan sains dan teknologi.  

 

 

 

 

 Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.      Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.      Tafsirq.com online.

 

9234. CARA MUHAMMADIYAH SALAT IDUL FITRI

 


CARA SALAT IDUL FITRI MUHAMMADIYAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

SALAT IDUL FITRI

 

Waktu pelaksanaan salat ldul Fitri.

 

1)    Pagi hari setelah matahari terbit.

 

2)    Sekitar 30 menit setelah matahari terbit.

 

 

3)    Sama dengan waktu salat Duha.

 

 

 

TEMPAT SALAT IDUL FITRI

 

1)    Di lapangan terbuka, bukan di dalam masjid.

 

 

2)    Jika hujan, maka salat dilakukan di dalam masjid.

 

 

3)    Rasulullah mengerjakan salat Idul Fitri di lapangan terbuka sekitar 200 meter dari masjid beliau.

 

 

4)    Rasulullah salat Idul Fitri 1 kali di dalam masjid, karena hujan.

 

 

 

POSISI IMAM SALAT IDUL FITRI

 

1)    lmam berada di depan para jemaah dengan memasang sutrah (pembatas) di depannya.

 

 

JUMLAH RAKAAT SALAT IDUL FITRI

 

1)    Salat idul Fitri dikerjakan 2 rakaat.

 

 

2)    Tanpa azan dan tanpa ikamah.

 

 

3)    Didahului dengan bacaan “Assalatul jamiah”.

 

 

4)    Tanpa salat sunah sebelum dan setelah salat Idul Fitri.

 

 

JUMLAH TAKBIR SALAT IDUL FITRI

 

1)    Pada rakaat ke-1:

 

Takbir 7 kali setelah takbiratul ihram.

 

 

2)    Pada rakaat ke-2:

 

Takbir 5 kali setelah intiqal (takbiratul qiyam).

 

3)    Dengan mengangkat tangan pada semua takbir.

 

 

4)    Tidak ada bacaan di sela-sela takbir.

 

 

BACAAN IMAM SALAT IDUL FITRI

 

 

1)    Pada rakaat ke-1:

 

Setelah Fatihah, imam membaca surah Al-A’la atau surah Qaf.

 

 

2)    Pada rakaat ke-2:

 

Setelah Fatihah, imam membaca surah Al-Ghasiyah atau surah Al-Qamar.

 

 

KHOTBAH IDUL FITRI

 

1)    Khotbah hanya 1 kali, dilakukan setelah salat Idul Fitri.

 

 

2)    Tidak diselingi duduk di antara khotbah.

 

 

MATERI KHOTBAH IDUL FITRI

 

1)    Khotbah diawali dengan tahmid (mengucap alhamdulillah).

 

 

2)    Tidak diawali dengan takbir (Allahu akbar).

 

 

3)    Dalam khotbah diperbanyak membaca takbir.

 

 

4)    Khotbah diakhiri dengan berdoa.

 

 

5)    Sewaktu berdoa mengangkat jari telunjuk tangan kanan ke atas, seperti khotbah Jumat.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Internet.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.    Tafsirq.com online.