Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, May 7, 2021

9499. KHILAFIAH MALAM LAILATUL QADAR

 


KHILAFIAH MALAM LAILATUL QADAR

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 ARTI LAILATUL QADAR

 

Kata “Qadar” dipakai untuk 3 arti.

 

1.              Penetepan dan pengaturan.

2.              Kemuliaan.

3.              Sempit.

 

 

QADAR ARTINYA PENETAPAN DAN PENGATURAN

 

Sehingga Lailatul Qadar adalah malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

 Sebagian ulama memahami penetapan perjalanan hidup manusia  dalam 1 tahun.

  

Dikuatkan firman Allah surah Ad-Dukhan (surah ke-44) ayat 3.

  

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

  

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami yang memberi peringatan.

  

Al-Quran turun pada malam Lailatul Qadar.

 

 Diartikan pada malam itu Allah menetapkan strategi Nabi Muhammad.

  

Dalam mengajak manusia kepada agama yang benar.

 

 Pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia.

  

Secara individu dan kelompok.

 

 

QADAR ARTINYA KEMULIAAN

 Malam itu adalah malam mulia yang tidak ada bandingnya.

  

Terpilih sebagai malam awalnya turunnya Al-Quran.

 

 Titik awal segala kemuliaan yang dapat diraih.

 

 QADAR ARTINYA SEMPIT

 

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sempit.

 

Karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi.

  

Ditegaskan dalam surah Al-Qadar (surah ke-97) ayat 1-5.

  

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ

لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ

    

  Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1.000 bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

 

 KETIGA ARTI SEMUANYA BISA BENAR

 

Malam itu adalah malam mulia.

 

Jika dapat diraih akan menentukan masa depan manusia.

 

Para malaikat turun ke bumi membawa kedamaian dan ketenangan.

  

BERAPA KALI LAILATUL QADAR TURUN

 

 Apakah Lailatul Qadar datangnya hanya sekali saja.

 

 Yaitu ketika turunnya Al-Quran 15 abad lalu?

 

 Sebagian ulama berpendapat malam Lailatul Qadar hanya datang 1 kali saja.

 

 

Yaitu hanya pada zaman Nabi.

  

Al-Quran menjelaskan wahyu Allah diturunkan pada Lailatul Qadar.

 

 Umat Islam yakin Al-Quran telah sempurna dan tidak ada lagi wahyu setelah Nabi wafat.

 

 

Maka malam mulia itu tidak akan hadir lagi.

  

Pendapat malam Lailatul Qadar hanya terjadi 1 kali saja, ditolak mayoritas ulama.

 

 Dengan berpegang pada teks ayat Al-Quran dan teks hadis.

 

 Yang menunjukkan bahwa Lailatul Qadr terjadi tiap bulan Ramadan.

 

 Apalagi Nabi menganjurkan umat Islam untuk menyiapkan jiwa menyambut malam mulia itu.

 

 Secara khusus pada 10 malam ganjil bulan Ramadan.

 

 Memang awal turunnya Al-Quran 15 abad  lalu pada malam Lailatul Qadr.

  

Tetapi malam mulia itu hadir setiap tahun pada bulan Ramadan.

 

 Hal ini berarti kemuliaannya bukan hanya karena Al-Quran  turun.

 

 Tetapi adanya faktor intern pada malam itu sendiri.

  

Pendapat ini dikuatkan penggunaan bentuk kata kerja “mudharik” (present tense).

 

 Pada ayat “Tanazzalalul malaikatu war ruh”.

 

 

Kata “Tanazzal” mengandung arti “kesinambungan”.

 

 Artinya terjadinya sesuatu pada masa sekarang dan akan datang.

 

 

APAKAH LAILATUL QADAR MENEMUI SEMUA ORANG

 Apakah kehadiran malam Lailatul Qadar akan menjumpai setiap orang.

  

Yang tidak tidur pada malam kehadirannya?”

 

 Sebagian umat Islam menganggapnya demikian.

  

Para ulama berpendapat orang yang bisa menjumpai malam Lailatul Qadar adalah orang suci jiwanya.

 

 Dan bersiap menyambut kedatangannya.

 

 Kebaikan dan keistimewaan malam Lailatul Qadar hanya menemui orang baik saja.

 

 Seperti tamu agung hanya menumpai orang tertentu saja.

  

Ramadan adalah bulan penyucian jiwa.

 

 Malam Lailatul Qadar hadir di bulan Ramadan.

  

Rasulullah memerintahkan menyambutnya pada 10 malam ganjil terakhir.

 

Orang puasa selama 20 hari dalam bulan Ramadan telah meningkat  kesadaran dan kesucian jiwanya.

  

Yang memungkinkan malam mulia berkenan mampir menemuinya.

 

 Rasulullah menganjurkan dan mempraktikkan iktikaf.

 

 Yaitu berdiam diri dan merenung di masjid pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.

  

Jika jiwa telah siap, kesadaran mulai bersemi, maka Lailatul Qadar datang menemui seseorang.

 

  

Malam kehadirannya menjadi malam “qadar” (penentuan).

 

 Perjalanan sejarah hidupnya pada masa mendatang.

  

Saat itu, titik awal meraih kemuliaan dan kejayaan hidup dunia dan akhirat kelak.

 

 

Sejak saat itu, malaikat turun membimbingnya menuju kebaikan.

 

 Para ulama memberi ilustrasi kehadiran malaikat,

 

 ”Setiap orang dapat merasakan dalam jiwanya 2 macam bisikan, yaitu baik dan buruk”. 

 

 

Yang membisikkan kebaikan adalah malaikat.

 

 Yang membisikkan keburukan adalah setan.

  

Para malaikat turun pada malam Lailatul Qadar menemui orang yang sudah menyiapkan diri menyambutnya.

  

Jiwa orang itu selalu terdorong berbuat kebaikan.

  

Serta merasakan aman dan damai dalam berbuat kebaikan.

  

DOA MENYAMBUT LAILATUL QADAR

 

Doa paling dianjurkan dalam menyambut malam Lailatul Qadar.

 


رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

  

 

 Wahai Tuhan kami, anugerahkan kepada kami kebajikan di dunia dan akhirat dan jauhkan kami dari siksa neraka.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994. 

2.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

 

3.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. D

 

9498. KUBURAN JANGAN DIJADIKAN MASJID

 


KUBURAN JANGAN DIJADIKAN  MASJID

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Perlu dibedakan.

 

1.       Menjadikan kuburan sebagai masjid.

 

2.       Salat menghadap ke arah kuburan.

 

3.       Salat di masjid yang ada kuburan di sekitarnya.

 

 

Awas 3 hal di atas berbeda dan hukumnya berlainan.

 

Rasulullah melarang menjadikan kuburan sebagai masjid.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Allah melaknat orang Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah.”

 

(HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Nabi Muhammad memperingatkan ummat Islam agar tidak memperlakukan kuburan.

 

 

Seperti yang dilakukan orang Yahudi dan Nasrani terhadap kuburan para nabi mereka.

 

 

Orang Yahudi dan Nasrani  menjadikan kuburan para nabi sebagai tempat sujud.

 

 

Umat Islam dilarang bersujud menghadap ke kuburan.

 

Umat Islam dilarang mengagungkan kuburan.

 

 

Atau menjadikan kuburan sebagai arah dalam beribadah.

 

 

Tetapi, sebagian ulama berpendapat tidak dilarang membangun masjid di sebelah kuburan orang-orang salih.

 

 

Untuk mengambil berkahnya.

 

 

Imam Baidhawi berkata,

 

“Ketika orang Yahudi dan Nasrani sujud ke arah kuburan para nabi mereka.

 

 

Karena mengagungkan mereka.

 

 

Menjadikan kuburan  sebagai arah kiblat.

 

Dan menjadikan kuburan itu sebagai berhala.

 

 

Maka Rasulullah melaknatnya.

 

 

Dan melarang umat Islam agar tidak melakukan seperti itu.”

 

 

TIDAK DILARANG MEMBANGUN MASJID

 

 

Masjid dibangun di dekat makam orang salih untuk berkah dan kedekatan.

 

 

1)      Bukan menyembah makam.

 

2)      Bukan untuk pengagungan.

 

3)      Bukan sebagai arah ibadah.




Imam Turbasyti berkata,

 

“Orang Yahudi dan Nasrani sujud ke arah kuburan para nabi mereka karena mengagungkan dan berniat ibadah.

 

 

Cara seperti ini adalah syirik yang jelas kepada Allah.

 

 

Sedangkan sikap yang berlebihan terhadap kuburan para nabi dan orang saleh lainnya.

 

 

Mengandung sikap menyekutukan Allah secara tersembunyi.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

”Janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai berhala.

 

 

Karena Allah amat murka terhadap orang yang menjadikan kuburan para nabi sebagai tempat ibadah.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

”Janganlah kamu salat ke arah kuburan.

 

 

Dan janganlah kamu duduk di atas kuburan.”

(HR. Muslim).

 

 

Imam Syafii berpendapat bahwa salat menghadap ke arah kuburan orang  saleh.

 

 

Maupun kuburan orang  tidak saleh, hukumnya makruh.

 

 

Kesimpulannya.

 

Mengerjakan salat di masjid yang ada kuburan di sekitarnya tidak dilarang.

 

 

Apalagi ada dinding dan jarak antara kuburan dengan masjid.

 

 

Yang dilarang adalah menjadikan kuburan sebagai masjid.

 

Dilarang salat menyembah kuburan.

 

 

Karena mengandung unsur syirik menyekutukan Allah.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.       Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-JawabSeputarSalat, 2017.

2.       Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-JawabSeputarSalat, 2017.

3.       Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-JawabMasalahPopuler, 2017.

4.       Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.       Tafsirq.com online