Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, May 11, 2021

9542. ASBABUN NUZUL SURAH AL-KAFIRUN

 


ASBABUN NUZUL SURAH AL –KAFIRUN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

 

 

 

CARA KAUM QURAISY MENYETOP DAKWAH RASULULLAH

 

1.      Mengejek, mengolok-olok, menghina, dan menertawakan Rasulullah.

 

 

2.      Menjelek-jelekkan ajaran lslam.

 

 

3.      Melawan Al-Quran dengan dongeng dan cerita.

 

4.      Mengusulkan berbagai bentuk penawaran dan kompromi.

 

 

 

Mengejek dan menertawakan Rasulullah.

 

Pemimpin Quraisy menggembosi mental umat lslam.

 

Dengan cara melecehkan dan menghina Rasulullah.

 

Pamimpin Quraisy menyebut Rasulullah sinting, gila, dan tukang sihir.

 

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 6.

 

 

وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

 

Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al-Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang gila.

 

 

Al-Quran surah Shad (surah ke-38) ayat 4.

 

 

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

 

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".

 

 

 

Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 51.

 

 

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

 

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang gila".

 

 

Pemimpin Quraisy menghina, melecehkan, dan mengolok-olok para sahabat yang ikut Rasulullah.

 

 

 

Pemimpin Quraisy mencemooh  pengikut Rasulullah,

"Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?"

 

 

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 53.

 

 

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

 

Dan demikian telah Kami uji sebagian mereka (orang kaya) dengan sebagian mereka (orang-miskin), supaya (orang kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam ini di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?"

 

 

 

 

Menjelek-jelekkan ajaran lslam.

 

 

Pemimpin Quraisy menjelekkan ajaran Rasulullah.

 

 

Dan membangkitkan keraguan terhadap ajaran lslam.

 

 

Pemimpin Quraisy  mengatakan bahwa Al-Quran adalah bohong dan dongeng.

 

Al-Quran surah Al-Furqan (surah ke-25) ayat 4.

 

 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا

 

Dan orang kafir berkata: "Al-Quran ini tidak lain hanya kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta besar.

 

 

Pemimpin Quraisy menghina Rasulullah yang berjalan-jalan di pasar.

 

Al-Quran surah Al-Furqan (surah ke-25) ayat 7.

 

 

وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا

 

Dan mereka berkata: "Mengapa rasul memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberi peringatan bersama dengan dia?,

 

 

 

Melawan Al-Quran dengan dongeng dan cerita.

Pemimpin Quraisy mengirim Nadhir bin Haris (ahli dongeng).

 

Ke berbagai tempat untuk mencari bahan dongeng dan cerita.

 

Hasilnya dipakai untuk melawan Al-Quran.

 

Tetapi mereka tak berhasil mengalahkan Al-Quran.

 

 

 

Mengusulkan berbagai bentuk penawaran dan kompromi.

 

Pemimpin Quraisy usul agar Rasulullah bersikap lunak dalam ajaran tauhid.

 

 Pemimpin Quraisy usul agar Rasulullah bersikap lunak dalam ajaran tauhid.

 

 

Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 9.

 

 

وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

 

Maka mereka ingin agar kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).

 

Dengan cara bergantian sesembahan untuk saling menghormati dan toleransi.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Kafirun (surah ke-109) ayat 1-6.

 

 

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

 

Katakan: "Hai orang-orang kafir.

 

 

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

 

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

 

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

 

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

 

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

 

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

 

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

 

Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

 

 

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

 

Untukmu agamamu, dan untukku, agamaku".

 

 

ASBUBUN NUZUL (PENYEBAB TURUNNYA) SURAH AL-KAFIRUN (SURAH KE-109).

 

 

 

Surah Al-Kafirun diturunkan di Kota Mekah.

 

 

Sehinngga termasuk kelompok surah Makkiyah.

 

 

Surah Al-Kafirun urutan surah ke-109 dalam kitab mushaf Al-Quran.

 

 

Surah ini termasuk kelompok Surah Makkiyah.

 

 

Allah menurunkan surah Al-Kafirun  dengan sebab tersendiri. 

 

 

Surah Al-Kafirun punya kisah  asbabun nuzul sangat luar biasa.

 

 

Pemimpin Quraisy menemui Rasulullah.

 

“Hai Muhammad, kami ingin negosiasi.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Seperti apa?”

 

 

“Mekah kita bagi 2 saja.

 

 

Yang 1 hari untukmu dan 1 hari untuk kami.

Rasulullah bersabda,

 

“Apa maksudmu?”

 

Yaitu 1 hari kami ikut agamamu.

 

Kami mengucapkan selamat untukmu.

 

Dan semua yang kamu ajarkan kami akan ikuti.

 

 

Tapi syaratnya, hari esoknya kamu mengikuti ajaran kami.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Tidak bisa.”

 

 

“Baiklah kalau begitu, 1 hari saja untuk kami, dan 1 minggu untukmu.”

 

Rasulullah bersabda,

 

“Tidak bisa.”

 

 

“Muhammad, 1 hari untuk kami dan 1 bulan untukmu.”

 

Rasulullah bersabda,

 

“Tidak bisa.”

 

 

 

“Baik, Muhammad, 1 hari untuk kami dan 1 tahun untukmu.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Tidak bisa.”

 

“Terakhir Muhammad, 1 hari untuk kami dan seumur hidup untukmu.”

 

Rasulullah kembali bersabda,

 

“Tidak bisa.”

 

 

Kemudian, Malaikat Jibril turun membawa Surah Al-Kafirun (surah ke-109).

 

Itulah sebab turunnya.

 

 

Semua ajaran orang kafir, tidak boleh diikuti oleh umat lslam.

 

 

 

Allah menegaskan kepada orang-orang kafir.

 

Tidak bisa tukar-menukar masalah ibadah dalam Islam.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.

3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.    Tafsirq.com online.

 

Monday, May 10, 2021

9541. TENTUKAN BABI HARAM HAK MUTLAK ALLAH

 


TENTUKAN BABI HARAM HAK MUTLAK ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Halal adalah sesuatu yang baik dan haram adalah sesuatu yang jelek.

 

 

Allah yang menciptakan manusia, alam semesta, dan pemberi nikmat yang terbatas punya hak mutlak menentukan halal dan haram.

 

 

Manusia tidak punya hak untuk melanggar aturan Allah.

 

Allah menentukan halal dan haram dengan alasan rasional untuk kepentingan manusia sendiri.

 

 

Allah menghalalkan hal yang baik dan mengharamkan hal yang jelek untuk kemaslahatan manusia.

 

 

Allah pernah mengharamkan hal yang baik kepada kaum Yahudi sebagai hukum atas kedurhakaan mereka.

 

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 146.

وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا كُلَّ ذِى ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ وَٱلْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَآ إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَآ أَوِ ٱلْحَوَايَآ أَوْ مَا ٱخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَٰهُم بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ


Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami mengharamkan atas mereka lemak  kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikian Kami hukum mereka karena kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.

 

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 160-161.

 

فَبِظُلْمٍ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرًا
وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا


Maka karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka (makan makanan) yang baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan karena mereka makan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang, dan karena mereka makan harta orang dengan jalan batil. Kami telah menyediakan untuk orang kafir di antara mereka siksa yang pedih.

 

 

Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan pembawa agama universal.

Allah memberi rahmat berupa dihapusnya beban haram yang pernah diberikan kepada manusia sebagai hukuman sementara.

 

 

Kerasulan Nabi muhammad telah disebutkan dalam kitab Taurat dan dikenal oleh para ahli kitab.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 157.

 

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ


(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka temukan tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan makruf dan melarang mereka dari mengerjakan mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban dan belenggu yang ada pada mereka. Maka orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itu orang beruntung.

 

 

Dalam agama lslam, cara menutupi kesalahan manusia bukan dengan cara mengharamkan yang halal, tapi yang lain.

 

Cara  menghapus dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan:

 

1)              Tobat dengan ikhlas.

 

a.      Tobat yang ikhlas dapat membersihkan kesalahan seperti air jernih membersihkan kotoran.

 

2)              Melakukan amal baik.

 

a.      Amal perbuatan yang baik dapat menghapus dosa dan kejelekan yang pernah dilakukan.

 

3)    Sedekah.

a.    Dengan bersedekah dengan ikhlas dapat menghilangkan dosa dan kesalahan yang pernah dikerjakan.

 

3)              Ujian dan cobaan.

 

a.      Dengan ikhlas menerima ujian dan cobaan dapat menghapus dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.

 

 Islam mengajarkan, bahwa mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram akan menimbulkan keburukan dan bahaya bagi manusia.

 

 

Segala yang bermanfaat hukumnya halal.

 

 

Semua yang berbahaya hukumnya haram.

 

Jika manfaatnya lebih besar, maka hukumnya halal.

 

 

Jika bahayanya lebih besar, maka hukumnya haram.

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 219.

 

۞ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ


Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakan: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakan: "Yang lebih dari keperluan." Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir.

 

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 4.

 

 

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَآ أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ ٱلطَّيِّبَٰتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ ٱلْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَكُلُوا۟ مِمَّآ أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ



Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakan: "Dihalalkan bagimu yang baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya".

 

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 5.

 

ٱلْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ ٱلطَّيِّبَٰتُ ۖ وَطَعَامُ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖ وَٱلْمُحْصَنَٰتُ مِنَ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْمُحْصَنَٰتُ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَٰفِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِىٓ أَخْدَانٍ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِٱلْإِيمَٰنِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُۥ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ



Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang yang diberi Kitab halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita beriman dan wanita yang menjaga kehormatan di antara orang diberi Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik. Barang siapa kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum Islam) maka hapus amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang merugi.

 

 

Rasulullah bersabda,”Yang halal adalah yang thoyyibat (baik)”.

 

 

Allah berfirman,”Semua yang baik dihalalkan buat kamu."

 

 

Allah berfirman,”Pada hari ini telah dihalalkan untukmu semua yang baik."

 

 

Allah mengharamkan daging babi karena kotor dan membawa bibit penyakit.

 

 

Rasulullah bersabda,”Takutlah kamu kepada 3 hal menyebabkan dilaknat Allah, yaitu: buang air besar di tempat sumber mata air, di jalan besar dan di bawah pohon tempat berteduh."

 

 

 

 

Daftar Pustaka.

1.    Qardhawi, Yusuf. Halal dan haram dalam lslam. Penerbit Bina Ilmu, 1993.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.    Tafsirq.com online.