Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, July 6, 2021

10294. NGAJI FILSAFAT DR FAHRUDIN FAIZ MOJOKERTO JAWA TIMUR

 






NGAJI FILSAFAT DR H FAHRUDIN FAIZ NGRAME PUNGGING MOJOKERTO JAWA TIMUR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag.

Lahir di MojokertoJawa Timur, 16 Agustus 1975.

 

Seorang filsuf, akademisi, dan pakar dalam Filsafat Islam.

 

Ia mengajar di UIN Sunan Kalijaga jurusan Aqidah Filsafat Islam.

 

Dan menjadi dosen tamu di Universitas Sahid Jakarta.

 

Ia mulai dikenal sebagai filsuf.

 

 

Ketika mengampu Ngaji Filsafat di Masjid Jendral Soedirman Yogyajakarta.

 

Fahruddin Faiz lahir 16 Agustus 1975 di desa Ngrame kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

 

Dia sekolah di tempat kelahirannya.

 

Ia alumni MAPK Jember.

 

Yaitu Madrasah Aliyah Program Khusus.

Yang  dirancang Menteri Agama Munawwir Sadzali.

 

Fahruddin Faiz kuliah di IAIN Sunan Kalijaga tahun 1994.

 

Jurusan Aqidah Filsafat dan lulus tahun 1998.

 

Dia melanjutkan S2 dan lulus tahun 2001.

 

Kuliah S3 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

 

 

Jurusan Studi Islam lulus tahun 2015.

 

Saat kuliah S1, tahun 1993-1998.

 

 Fahrudin Faiz "nyantri" di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.

 

Dia menjadi dosen.

 

Dan pernah menjadi wakil dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Dia penulis cukup aktif dan  menyampaikan kajian.

 

Khususnya yang bertema filsafat ke seluruh penjuru Nusantara.

 

 Salah satu kajiannya yang terkenal Ngaji Filsafat .

 

Di Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta.

 

 

Sejak tahun 2013  tiap Rabu malam.

 

Kajian ini tergolong unik.

 

Karena mengangkat tema filsafat  Barat, Timur, Islam, lokal (Jawa) dan nasional.

 

Dalam bentuk kajian di masjid.

 

Fahruddin Faiz piawai membawa tema filsafat secara ringan dan mudah dipahami.

 

Sehingga menarik minat anak muda khususnya mahasiswa.

 

Fahruddin Faiz dikenal tidak meledak-ledak.

 

Bahkan cenderung santai dan datar.

 

Tapi pilihan kata, ungkapan, dan  ilustrasinya yang sesuai.

 

Membuat gagasan filsafat yang rumit menjadi mudah dipahami.

 

 

Masjid Jendral Sudirman  dekat dengan kampus besar di Yogyakarta.

 

Seperti UGM, UNY, dan UIN.

 

 

Dengan mengemban visi masjid sebagai pusat ilmu dan intelektual umat.

 

 

Masjid Jendral Sudirman  secara rutin menggelar Ngaji Filsafat.

 

Juga berbagai kajian rutin lainnya.

 

Seperti Kajian tasawuf diasuh Kiai Kuswaidi Syafi'ie.

 

Ngaji Hikam yang diasuh K.H. Imron Jamil.

 

Pengajian serat Jawa diasuh budayawan Herman Sinung Janutama.

 

Ngaji Paskakolonial  nara sumbernya Dr. Katrin Bendel.

 

Ngaji Al-Quran dalam kacamata sosial diasuh Muhammad Al-Fayyadl.

 

 

Ngaji Filsafat digelar pertama  21 Maret 2013.

 

Awalnya, ngaji hanya diikuti 10-20-an orang.

 

Tetapi lambat laun peminatnya makin meningkat.

 

Pada saat ini peserta ngaji tiap malam Rabu dihadiri ratusan orang.

 

 

Para peserta ngaji tidak hanya datang dari Yogyakarta.

 

Tapi banyak pula yang hadir dari luar Yogyakarta. 

 

Selain kajian rutin tiap Rabu malam di Masjid Jenderal Sudirman.

 

Materi Ngaji Filsafat dapat diikuti secara online.

 

Dalam bentuk audio visual dan chanel youtube, instagram atau spotify.

 

Isi ngaji filsafat dibagikan oleh pengurus Masjid Jenderal Sudirman.

 

Juga tersebar melalui berbagai channel media social.

 

 

Seperti youtube, instagram, dan  spotify oleh berbagai pihak.

 

Melalui jejaring media sosial inilah Ngaji Filsafat makin banyak dikenal oleh berbagai kalangan.

 

 

Beberapa buku ditulis dan diterbitkan dengan materi bersumber Ngaji Filsafat ini.

 

(Sumber Wikipedia)

10293. TANDA-TANDA SISTEM NEGARA DEMOKRASI

 





TANDA-TANDA SISTEM NEGARA DEMOKRASI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Pengertian negara demokrasi.

 

Indonesia menganut sistem negara demokrasi.

 

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan.

 

 

Yang semua warga negaranya punya hak setara.

 

Dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi hidup mereka.

 

 

Demokrasi mengizinkan semua warga negara berpartisipasi secara langsung.

 

Atau lewat perwakilan.

 

 

Dalam perumusan dan pembuatan hukum.

 

 

Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya.

 

 

Yang memungkinkan adanya praktik berpolitik secara bebas dan setara.

 

 

Demokrasi adalah seperangkat gagasan.

 

 

Dan prinsip tentang kebebasan.

 

 

Beserta praktik dan prosedurnya.

 

 

Demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

 

 

Kata “demokrasi” berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία (dēmokratía).

 

 

Artinya kekuasaan rakyat.

 

 

Sistem pemerintahan demokratis berbeda dengan pemerintahan monarki.

 

 

Atau oligarki.

 

 

Monarki adalah kekuasaan hanya dipegang 1 orang.

 

 

Oligarki adalah kekuasaan dipegang sekelompok kecil orang.

 

 

Macam-macam demokrasi

 

1)    Demokrasi langsung.

2)    Demokrasi perwakilan.

 

 

Demokrasi langsung.

 

 

Yaitu semua warga negara berpartisipasi langsung dan aktif.

 

 

Dalam pengambilan keputusan pemerintahan.

 

 

Demokrasi perwakilan.

 

 

Yaitu seluruh rakyat berdaulat.

 

Tapi kekuasaan politiknya dijalankan tidak langsung.

 

 

Melalui perwakilan.

 

Ciri-ciri negara demokrasi

 

1.             Kebebasan individu.

 

2.             Jaminan terhadap HAM (hak asasi manusia), yaitu:

 

 

1)     Hak hidup.

2)     Hak mengembangkan diri.

 

3)     Hak mendapat pekerjaan.

4)     Hak atas pemerintahan.

 

5)     Hak kesejahteraan lahir dan batin

 

 

6)     Hak mendapat status hukum kewarganegaraan.

 

7)     Hak beragama.

 

 

8)     Hak berkomunikasi dan mendapat informasi.

 

9)     Hak perlindungan pribadi dan keluarga.

 

 

10)              Hak kesejahteraan lahir batin.

 

11)              Hak bebas dari perlakuan diskriminatif.

 

 

12)              Hak identitas budaya.

 

13)              Hak masyarakat tradisional

 

 

3.             Kebebasan pers.

 

4.    Kebebasan mengenyam pendidikan.

5.    Berkonsep hukum tegas dan nyata.

 

6.    Pemerintahan secara nyata berada di tangan rakyat.

 

7.    Adanya pemilu.

 

8.    Mayoritas suara terbanyak menjadi kepurutusan.

 

9.    Kebebasan berpendapat dan berorganisasi.

 

10. Hak atas perlindungan pribadi dan keluarga.

 

(Sumber detiknews)