Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, August 9, 2021

10809. HIKMAH PERGANTIAN TAHUN BARU






HIKMAH PERGANTIAN TAHUN BARU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

  

HIKMAH TAHUN BARU

 Menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti tahun, tahun berganti tahun.

 

Waktu terus berlalu sampai ke anak cucu.

  

Demikian seterusnya.

  

Manusia sebagai individu dananggota masyarakat.

 

Dalam hari-hari yang berlalu itu, senantiasa mengisi lembaran yang setiap tahun kita tutup.

 

Kemudian membuka  lembaran baru pada tahun berikutnya.

  

Lembaran itu adalah daftar laporan (rapor) sejarah hidup kita yang isinya sangat terperinci.

  

Dan itulah kelak yang akan disodorkan kepada kita.

  

Sebagai individu dan anggota masyarakat untuk dibaca dan tanggung jawab pada hari kiamat.

  

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 14.

 

Menjelaskan manusia cukup  menghitung terhadap dirinya sendiri.

 

 

 اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

 

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.

  

Al-Quran surah Al-Jatsiyah (surah ke-45) ayat 28.

 

Menjelaskan setiap umat akan melihat buku catatan amalnya sambil berlutut.

 

وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰ إِلَىٰ كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

 Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

  

Al-Quran adalah buku pertama yang menegaskan bahwa bukan hanya untuk individu.

  

Tetapi bangsa dan masyarakat juga punya hukum dan prinsip.

 

Yang  menentukan keruntuhan dan kebangkitannya.

 

Masyarakat terdiri atas individu-individu.

  

Manusia sebagai individu punyai potens mengarahkan dan diarahkan masyarakat.

  

Manusia sebagai individu dan anggota kelompok masyarakat tanggung jawab atas dirinya dan masyarakatnya.

 

 Kemudian muncul dalam hukum Islam istilah “fardhu ain” (kewajiban individu) dan “fardhu kifayah” (kewajiban kelompok).

 

Allah tidak mengubah keadaan suatu masyarakat.

 

Sebelum mereka mengubah (terlebih dahulu) sikap mental mereka sendiri.

 

 

 

Al-Quran surah Ar-Ra’du (surah ke-13) ayat 11.

 

 

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

   

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

  

Semua Nabi dan Rasul mulai langkah mereka.

 

Dengan menanamkan kesadaran ke dalam jiwa masyarakat.

 

Untuk memahami bahwa semuanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

  

Hikmah pergantian tahun atau menghadapi tahun baru.

 

Yaitu tiap manusia dan kelompok masyarakat dapat menyiapkan diri.

 

Agar kelak mamapu menerima rapor dengan hasil nilai  memuaskan. 

 

  

Langkah ke-1:

 Menyadarkan diri sendiri dan masyarakat.

 

Bahwa semua manusia beserta alam semesta berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

 

Langkah ke-2:

 

Menyadarkan tentang sifat kemanusiaan dan kehormatan sebagai manusia.

  

Yaitu agar memanusiakan dirinya sendiri.

 

Dan berusaha meniru sifat-sifat mulia dari Allah.

 

Untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk.

 

Langkah ke-3:

  

Menyadarkan diri sendiri dan semua manusia.

 

Akan tanggung jawab sosialnya terhadap lingkungannya.

  

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 75.

 

Memerintahkan untuk membela orang lemah dan tertindas.

  

 

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

  

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa,”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau”.

 

Jika manusia dan masyarakat mampu berjuang karena Allah dan digerakkan oleh niat suci.

 

Maka kelak akan memperoleh kebahagiaan abadi.

 

  

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 71.

  

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

 

 

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka  akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.

 

  

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.      Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.      Tafsirq.com online


10808. MANFAAT HIJRAH DARI MARBOT MASJID MENJADI PROFESOR UDIN

 



MANFAAT HIJRAH DARI MARBOT MASJID MENJADI PROFESOR UDIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Hijrahnya Profesor Udin dari marbot masjid

 

Ini contoh betapa dahsyatnya hijrah.

Dari seorang marbot masjid menjadi guru besar.

 

Profesor Udin resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

 

Pada 8 Agustus 2020 pada umur 41 tahun.

 

Pada tahun 1998, Mohamad Khoirudin melakukan hijrah.

 

Pak Udin hijrah dari Tegal ke Yogya melanjutkan studi Jurusan Elektro UNY.

 

Ekonomi kurang mendukung tidak menyurutkan semangat belajarnya.

 

Ia bertekad bisa kuliah mandiri.

 

 Langkah cerdas yang dipilihnya menjadi marbot Masjid Al Amin Condongcatur, 5 km dari kampusnya.

 

Mengapa cerdas?

 

Sudah dapat kos-kosan gratis mengandung pahala.

 

Sejak itu, kegiatan sehari-hari.

 

Udin bangun sebelum Subuh.

 

Mengepel masjid, azan.

 

Bahkan kalau imam berhalangan, dia menjadi imam.

 

 

Dasar anak nekat.

 

Usai Subuh dia masih sempat mengambil tempe.

 

Yang diantarkan ke pelanggannya.

 

Yang sebagian jamaah Masjid Al Amin.

 

 Setelah di masjid selesai, urusan tempe selesai.

 

Dia genjot sepedanya menuju kampus.

 

Pukul 11, dia pancal lagi kembali ke masjid menyiapkan salat Zuhur.

             

Habis itu, balik lagi ke kampus.

 

Menjelang Asyar balik lagi ke masjid.

 

Sore harinya, dia mengajar anak-anak mengaji.

 

Usai Isya, dia mengambil tempe lagi untuk diantarkan ke pelanggan lain.

 

Hijrah yang luar biasa dari Udin.

 

Seorang marbot kini menyandang guru besar pada usia relatif muda: 41 tahun.

 

Udin kelahiran Tegal 1979.

 

 Apa kuncinya?

 

Hijrah. Move.

 

Pindah menuju kebaikan, menuju kemajuan, menuju kesuksesan.

 

Hijrah Loncatan Sukses

 

Kesuksesan besar banyak disebabkan hijrah.

 

Hoakiao, Tionghoa perantauan, sukses di mana-mana termasuk di Indonesia karena hijrah.

 

Manfaat hijrah.

 

1)    Mengubah nasib.

Karena mereka miskin di tanah kelahirannya.

 

2)    Motivasi berprestasinya lebih tinggi dibanding penduduk asli.

 

Karena pendatang harus kerja keras agar bisa hidup.

Akhirnya, hampir di mana pun mereka menguasai ekonomi.

 

Bahkan, bukan Hoakiaonya saja yang sukses.

 

Kini, tanah leluhurnya, Tiongkok, menjadi negara yang ekonomi sangat kuat.

 

Satu-satunya negara yang berani melakukan tit for tat policy terhadap apa pun yang dilakukan Amerika Serikat.

 

Sementara negara lainnya, termasuk sebagian negara di  Timur Tengah, menjadi sekutu terpatuhnya (untuk tidak mengatakan lebih buruk dari itu).

 

Tahun baru 1 Muharam 1443 H kita peringati.

 

Jangan hanya membuat senang karena libur.

 

Harus kita kenang sebagai milestone sukses Rasulullah saw  menjalankan risalah agamanya.

 

Shingga kita bisa menjadi umat Rasulullah, meskipun jauh dari tempat asalnya.

 

Sama: kuncinya adalah hijrah.

 

Nabi dan kaum Muhajirin bergerak dari Mekah ke Madinah.

 

Setelah perjuangan di tanah kelahirannya mendapat pertentangan luar biasa.

 

Kehadiran Nabi disambut luar biasa oleh tuan rumah (Kaum Anshar) di Madinah.

 

Keharmonisan mempercepat terbentuknya  ekonomi, persatuan, dan pasukan yang kuat.

Melihat begitu dahsyatnya rombongan Nabi yang kembali ke Makkah.

 

Kaum yang dahulu memusuhi Rasulullah langsung menyerah.

 

Itu dahsyatnya hijrah. 

 

Kini umat Islam punya PR besar mengejar ketertinggalan ekonominya.

 

Tak usah menunggu dipimpin.

 

Masing-masing diri melakukannya.

Seperti hijrah Profesor Udin, Dahlan Iskan, dan Nurhayati Subakat Wardah.

 

 Hijrah.

Gerak.

 Lakukan.

Singkirkan tantangan.

 

Jika ada puluhan, ratusan, ribuan seperti itu, maka betapa dahsyatnya kita.

 

Selamat berhijrah Tahun Baru 1443 Hijriah.

 

 

 (Sumber suaramuhammadiyah)