Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, September 8, 2021

10873. UMAT ISLAM HARUS KUAT POLITIK EKONOMI DAN ILMU

 



UMAT ISLAM HARUS KUAT POLITIK EKONOMI DAN ILMU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Pangkat dan jabatan sebagai alat untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar

 

Allah menyukai orang mukmin dalam barisan yang kokoh.

 

Agar umat Islam menyiapkan diri secara matang.

 

Agar tidak lengah.

Ketika ada kelompok.

 

Atau apa pun yang ingin menyerang dan menghancurkan umat Islam.

 

Maka umat Islam sudah siap tempur.

 

Kapan pun dan di mana pun berada.

 

 

Al-Quran surah As-Saf (surah ke-61) ayat 4.

 


اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

 

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

 

 

Al-Quran menegaskan.

 

Pentingnya umat lslam punya kekuasaan politik.

 

Untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar.

 

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 110.

 


كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

 

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, tapi kebanyakan mereka orang fasik.

 

 

 

Ayat di atas memberi pelajaran bahwa umat Islam adalah umat terbaik di dunia.

 

Jika menjalankan amar makruf dan  nahi mungkar.

Karena beriman kepada Allah.

 

Menjalankan amar makruf.

 

Atau menyuruh umat berbuat  baik relatif lebih mudah.

 

Tapi menegakkan nahi mungkar.

 

Atau mencegah kemungkaran lebih sulit.

 

Karena nahi mungkar harus didukung kekuasaan politik.

 

 

Dengan kekuasaan politik.

 

Maka menegakkan nahi munkar.

 

Atau mencegah kemungkaran lebih mudah.

 

Misalnya.

Jika Presiden adalah orang yang bertakwa.

Maka mencegah kemungkaran sangat mudah.

 

Contohnya, Presiden membuat surat keputusan.

 

Misalnya, dalam 1 bulan, tidak boleh ada pabrik minuman keras di Indonesia.

 

Tidak ada yang berani menghalanginya.

 

Termasuk semua jenis kemungkaran yang meresahkan masyarakat.

 

Dengan kekuasaan politik.

 

Semuanya mudah.

 

Rasulullah bersabda bahwa orang  yang menumpas kemungkaran.

 

Dengan kekuasaan politik yang ada padanya.

 

Maka imannya berada paling atas.

 

Rasulullah bersabda,

“Barang siapa melihat kemungkaran.

 

Hendaklah ia mencegah dengan tangannya.

 

Jika tak mampu.

Hendaklah mencegah dengan lisan.

 

Jika tidak mampu juga.

Hendaklah ia mencegah dengan hatinya.

Hal itu selemah-lemahnya iman.”

 

Mencegah dengan  tangan.

 

Artinya dengan  kekuasaan politik.

 

Bangsa Indonesia, menganut Trias Politika.

 

Yaitu Eksekutif, Legislagis dan Yudikatif.

 

Eksekutif adalah jabatan mulai Presiden sampai Kepala Dusun di desa.

 

Eksekutif adalah tempat iman paling atas.

 

Pertengahannya adalah dengan lisan.

 

Yaitu kelompok ulama, dosen, guru, dan ustaz.

 

Yang hanya bisa mengatakan.

 

Tetapi tidak punya kekuasaan.

 

Tapi tempat iman yang paling bawah.

 

Yaitu mereka yang mencegah kemungkaran dalam hatinya.

 

Artinya jika ada kemungkaran.

 

Dia tidak suka dan benci dalam hatinya.

 

Tanpa bisa berbuat apa-apa.

Rasulullah bersabda bahwa orang mukmin kuat itu lebih baik.

 

Dan lebih dicintai Allah daripada mukmin lemah.

 

 

Hadis di atas menegaskan agar orang mukmin punya kekuatan dalam kehidupannya.

 

Yaitu semua hal terkait kehidupan.

 

Karena orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah.

 

Jika, dalam politik mukmin lemah, maka akan dikuasai orang kafir.

 

 

Kuat secara politik.

Artinya berkuasa atau menjabat dalam pemerintahan.

 

Kuat secara ekonomi.

Artinya tidak miskin, bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Sehingga tidak minta-minta kepada orang lain.

 

Kuat dalam ilmu.

Artinya pintar dan cerdas.

Menguasai sain dan teknologi.

 

Tidak bodoh yang mudah ditipu dan dirayu oleh orang kafir.

 

Kuat secara kesehatan.

Artinya tidak sakit-sakitan.

 

Karena makan yang halal dan bergizi.

 

Kuat secara sosial budaya.

Artinya tidak “kuper” kurang pergaulan.

 

Umat Islam harus silaturrahim kepada siapa pun agar punya koneksi.

 

Sehingga memperkuat status sosialnya.

 

Demikian pentingnya mukmin yang kuat.

 

Mari kita berdoa dan ikhtiar.

Agar umat Islam punya kekuatan dalam segala bidang.

 

Agar Umat Islam tampil sebagai Imam.

Bukan sebagai makmum.

 

Amar makruf nahi mungkar tidak berjalan maksimal.

 

Jika tidak didukung kekuasaan politik.

 

Jika umat Islam lemah dalam kekuasaan politik.

 

Maka umat Islam tidak bisa maksimal menegakkan Al-Quran dan sunah.

 

Termasuk dalam membuat Undang-Undang di DPR.

 

Mestinya wakil rakyat diisi oleh mayoritas umat Islam.

 

Yang punya komitmen terhadap nilai Islam.

 

Umat Islam wajib memilih pemimpin politik yang beragama Islam yang bertakwa.

 

Kekuasaan politik itu mulai Presiden, Menteri, Gubenur, Walikota/Bupati.

 

 

Termasuk Legislatif, Eksekutif dan Judikatif.

 

Rebutlah kekuatan politik.

Dengan strategi sesuai Al-Quran dan sunah.

 

Dengan kekuasaan politik.

 

Umat Islam bisa meningkatkan kualitas semua bidang kehidupannya.

 

Yaitu hubungan kepada Allah.

Dan hubungan kepada sesama manusia.

 

 

Nabi Muhammad adalah Rasulullah.

Juga sebagai kepala Negara.

 

Rasulullah memimpin 3 komunitas besar.

 

Yaitu Muslimin, Yahudi dan Nasrani di Madinah.

 

Rasulullah sebagai kepala negara berhasil memimpin semua golongan yang berbeda.

 

Sehingga dakwah Islam berkembang ke seluruh dunia.

 

Semoga kita peduli dengan politik.

Dengan aktif saat Pilkada dan Pilpres.

 

Jangan sampai umat Islam acuh tak acuh dan tak peduli.

 

Yang akhirnya.

Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif dikuasai orang kafir dan munafik.

 

 

Jika orang kafir dan munfik berkuasa.

Maka kepentingan umat Islam tidak diperhatikan.

 

(Sumber Dr. Sulidar MA)

 

 

10870. AL-QURAN MENJELASKAN KISAH ORANG DEWASA DENGAN SANTUN

 



AL-QURAN MENJELASKAN KISAH ORANG DEWASA DENGAN SANTUN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 Orang membeli setumpuk kertas masih kosong mengeluh tentang mahalnya harga kertas.

  

Pembeli bertanya,

 

 

“Mengapa harga kertas masih kosong ini lebih mahal daripada harga kertas yang telah berisi tulisan.

 

Bukankah tulisan punya nilai tambah, semestinya harganya lebih mahal?”

  

Penjual menjawab,

 

 “Kertas putih yang masih kosong artinya kertas itu belum dicemari oleh tulisan.

  

Harganya lebih mahal daripada karena kertas yang telah berisi tulisan.

  

Karena kertas yang berisi tulisan berarti sudah tercemar, sehingga harganya murah.”

 

 Pembeli bertanya,

 “Mengapa kamu tidak mengibaratkan kertas yang masih kosong seperti gelas yang masih kosong.

  

Sedangkan kertas yang telah berisi tulisan tidak diibaratkan gelas yang berisi minuman segar?”

 

  

Penjual menjawab,

 

“Seandainya diibaratkan gelas berisi minuman, dan gelas itu bukan berisi minuman yang menyegarkan.

  

Tetapi gelas berisi air laut yang mengandung racun yang mematikan.”

 

 

 

Kertas berisi tulisan punya nilai tambah.

 

Tetapi nilai tambah dalam kertas itu bisa positif atau negatif.

 

Jika kertas berisi tulisan  menyenangkan dan bermanfaat untuk masyarakat, maka nilainya positif.

 

 

 Tulisan dalam media massa dan lainnya juga demikian.

  

Jika pertimbangannya  kesenangan masyarakat saja.

 

Apalagi yang berselera rendah dengan tujuan keuntungan materi saja.

 

 

Dan tidak mempertimbangkan manfaatnya.

 

Maka tulisan itu dapat membawa malapetaka.

  

Agama Islam bukan tidak setuju dengan bacaan ringan.

 

 

 

Seperti humor yang mengundang tawa.

  

Dan tidak melarang orang-orang bergurau.

 

Nabi Muhammad pernah bergurau yang diabadikan dalam sejarah.

 

 

Tetapi Nabi Muhammad berkata benar dan tidak berbohong.

 

Agama Islam tidak melarang pendidikan seks.

 

Asalkan tidak mengumbar nafsu dan membangkitkan selera rendah.

  

Al-Quran juga berkisah tentang rayuan dan kehangatan dalam bercinta.

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 23.

  

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

 

 

     

 Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

 

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 24.

 

 وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

  

 

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikian, agar Kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

 

 

Al-Quran juga bicara puncak hubungan badan suami dan istri.

 

 Tetapi dimunculkannya dengan bahasa yang sopan dan santun.

  

Sehingga dapat disampaikan dengan cara terhormat kepada anak-anak.

 

Nabi Muhammad bersabda,

 ”Masuknya pedang ke dalam sarungnya”.

 Nabi Muhammad bersabda,

 

“Ketika suaminya menutupinya, maka istrinya mengandung dengan kandungan yang ringan”.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 189 menjelaskan secara kiasan tentang pertemuan sperma suami dengan ovum istri.

 

 

 

۞ هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

 

 

Dia Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan darinya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".

 

 

 

Al-Quran ketika menjelaskan sesuatu yang tabu dan khusus untuk orang dewasa.

  

Memakai redaksi yang berselera  tinggi, santun, dan indah.

 

 Bukan dengan kalimat yang berselera rendah.

  

Al-Quran tidak memakai kalimat jorok.

 

 

Daftar Pustaka

 

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.      Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.      Tafsirq.com online