Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, October 4, 2021

11383. AL-QURAN MENGAJAR PADUNYA KATA DAN SIKAP

 



AL-QURAN MENGAJAR PADUNYA KATA DAN SIKAP

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam bidang pendidikan.

Al-Quran menuntut bersatunya kata dan sikap.

 

Sehingga perlu teladan yang baik dari para pendidik dan tokoh masyarakat.

 

 

Saat Al-Quran mewajibkan anak menghormati orangtuanya.

 

Dan saat itu pula mewajibkan orang-tua mendidik anaknya.

 

Saat masyarakat wajib patuh kepada Rasul dan pemimpin.

 

Saat yang sama.

Rasul dan para pemimpin wajib tunaikan amanah.

 

Menyayangi yang dipimpin.

Sambil musyawarah dengan mereka.

 

Al-Quran menuntut terpadunya orang-tua, masyarakat, dan pemerintah.

 

Tidak mungkin berhasil baik.

Jika tanpa keterpaduan.

 

Tidak mungkin pendidikan berhasil dengan baik.

Jika beban pendidikan hanya dipikul satu pihak.

 

Atau hanya ditangani guru dan dosen tertentu.

 

Tanpa melibatkan unsur lainnya.

 

Ayat Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.

 

Dan selama itu pula.

Nabi Muhammad dan para sahabat tekun mengajar Al-Quran.

Serta membimbing umatnya.

 

Akhirnya, mereka berhasil membangun masyarakat.

 

Yang di dalamnya terpadu ilmu dan iman, nur, dan hidayah.

 

Juga keadilan dan kemakmuran.

Dengan rida dan ampunan Ilahi.

 

Kenapa perlu waktu 20 tahun lebih?

 

Hasil penelitian guru besar Harvard University.

 

Terhadap 40 negara.

 

Untuk mengetahui faktor kemajuan atau kemunduran suatu negara.

 

Salah satu faktor utamanya.

 

Adalah materi bacaan.

 

Yang disuguhkan kepada generasi muda.

 

Bahwa 20 tahun sebelum maju atau mundurnya suatu negara.

 

Para generasi muda dibekali sajian dan bacaan tertentu.

 

Setelah 20 tahun.

Generasi muda itu berperan dalam berbagai aktivitas.

 

Peranan yang pada hakikatnya.

 

Diarahkan oleh bacaan yang disuguhkan.

 

Demikian dampak bacaan.

 

Terlihat setelah 20 tahun.

 

Sama dengan lama turunnya Al-Quran.

 

Kalau demikian, jangan menunggu dampak bacaan.

Terhadap anak-anak kita  20 tahun kemudian.

 

Al-Quran surah Al-Asri (surah ke-103) ayat 1-3.

 

وَالْعَصْرِ

 

Demi masa.

 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

 

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati agar menaati kebenaran dan saling menasihati agar menetapi kesabaran.

 

 

Ayat "wa tawashauw bil haq".

Bukan saja mencanangkan "wajib belajar".

 

Tapi juga "wajib mengajar."

 

Bukankah “tawashauw”.

Artinya saling berpesan, saling mengajar.

 

Kebenaran adalah hasil pencarian ilmu.

 

Mencari kebaikan menghasilkan akhlak.

Mencari keindahan menghasilkan seni.

Dan mencari kebenaran menghasilkan ilmu.

 

Ketiga unsur itu yang mewarnai suatu peradaban.

 

 

(Sumber Quraish Shihab)

 

11382. MINUM DI SURGA AMBIL DIBERI DAN ALLAH BERI MINUM

 




MINUM DI SURGA AMBIL DIBERI DAN ALLAH BERI MINUM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

Al-Quran menceritakan 3 cara minum penghuni surga.

  

1.      Mengambil minuman sendiri.

 2.      Dilayani dengan diberi minuman.

 

3.      Allah memberi memberi minuman.

  

KELAK DI SURGA DAPAT APA

 Orang non-muslim bertanya,

 “Orang lslam kelak di surga akan mendapat apa?”

 

“Minum-minum,” jawab orang muslim.

  

PESTA MODEL 1.

 

 

PESTANYA ORANG KAYA TAMUNYA AMBIL MINUMAN SENDIRI

  

Misalnya, ada acara istimewa yang dihadiri banyak orang.

  

Tuan rumahnya tak mampu menyiapkan banyak piring, sendok, gelas, dan sejenisnya.

  

Ruang tamu tidak cukup menampung banyak orang.

 

Tempat pertemuan untuk banyak orang dipindah ke ruang belakang yang luas.

  

Tuan rumah menyewa meja, kursi, alat makan, minum,  dan sejenisnya.

  

Disiapkan tempat minuman besar berisi minuman, sehingga para tamu bisa menuangnya sendiri.

 

 

Artinya pesta yang tamunya mengambil keperluan minumannya sendiri.

  

PESTA MODEL 2.

 PESTANYA ORANG SANGAT KAYA ADA PETUGAS BERKELILING  MEMBERI MINUMAN KEPADA PARA TAMU.

  

PESTA MODEL 3.

 PESTANYA ORANG ISTIMEWA TUAN RUMAH LANGSUNG MENUANGKAN MINUMAN KEPADA PARA TAMUNYA.

 

 

Al-Quran surah Al-Insan berkisah cara minum di surga dengan 3 model di atas.

  

MODEL KE-1 AMBIL MINUMAN SENDIRI

  

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 5.

 

 

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

 

 

 

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.

  

Ayat di atas memberi kesan orangnya mengambil minuman sendiri dari tempat yang disiapkan.

 

 MODEL KE-2 MINUMNYA DILAYANI

 

 

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 17.

 

 وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا

 

Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

 

 

Ayat di atas memberi kesan orangnya TIDAK MENGAMBIL MINUMAN, TAPI DILAYANI DENGAN DIBERI MINUMAN.

  

Orientalis berpendapat karena orang Arab hidupnya di padang pasir, maka di surga yang dibicarakan Al-Quran adalah minum-minum.

  

Orientalis berpendapat bahwa Al-Quran adalah primitif.

 

Padahal pada zaman modern ini orang berkumpul pasti ada acara minum-minum.

 

 MODEL KE-3 ALLAH MELAYANI MEMBERI MINUM

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 21.

 

 

 

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

 

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberi mereka minuman yang bersih.

 

 

 

 

 (Sumber Nouman Ali Khan)