AL-QURAN MENGAJAR PADUNYA
KATA DAN SIKAP
Oleh: Drs HM Yusron Hadi,
MM
Dalam bidang pendidikan.
Al-Quran menuntut bersatunya
kata dan sikap.
Sehingga perlu teladan yang
baik dari para pendidik dan tokoh masyarakat.
Saat Al-Quran mewajibkan
anak menghormati orangtuanya.
Dan saat itu pula mewajibkan
orang-tua mendidik anaknya.
Saat masyarakat wajib patuh
kepada Rasul dan pemimpin.
Saat yang sama.
Rasul dan para pemimpin wajib
tunaikan amanah.
Menyayangi yang dipimpin.
Sambil musyawarah dengan
mereka.
Al-Quran menuntut terpadunya
orang-tua, masyarakat, dan pemerintah.
Tidak mungkin berhasil baik.
Jika tanpa keterpaduan.
Tidak mungkin pendidikan
berhasil dengan baik.
Jika beban pendidikan hanya
dipikul satu pihak.
Atau hanya ditangani guru
dan dosen tertentu.
Tanpa melibatkan unsur lainnya.
Ayat Al-Quran turun selama
22 tahun 2 bulan 22 hari.
Dan selama itu pula.
Nabi Muhammad dan para
sahabat tekun mengajar Al-Quran.
Serta membimbing umatnya.
Akhirnya, mereka berhasil
membangun masyarakat.
Yang di dalamnya terpadu
ilmu dan iman, nur, dan hidayah.
Juga keadilan dan
kemakmuran.
Dengan rida dan ampunan
Ilahi.
Kenapa perlu waktu 20 tahun
lebih?
Hasil penelitian guru besar
Harvard University.
Terhadap 40 negara.
Untuk mengetahui faktor
kemajuan atau kemunduran suatu negara.
Salah satu faktor utamanya.
Adalah materi bacaan.
Yang disuguhkan kepada generasi
muda.
Bahwa 20 tahun sebelum maju
atau mundurnya suatu negara.
Para generasi muda dibekali
sajian dan bacaan tertentu.
Setelah 20 tahun.
Generasi muda itu berperan
dalam berbagai aktivitas.
Peranan yang pada
hakikatnya.
Diarahkan oleh bacaan yang
disuguhkan.
Demikian dampak bacaan.
Terlihat setelah 20 tahun.
Sama dengan lama turunnya
Al-Quran.
Kalau demikian, jangan
menunggu dampak bacaan.
Terhadap anak-anak kita 20 tahun kemudian.
Al-Quran surah Al-Asri
(surah ke-103) ayat 1-3.
وَالْعَصْرِ
Demi masa.
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh dan saling menasihati agar menaati kebenaran dan saling menasihati agar
menetapi kesabaran.
Ayat "wa tawashauw bil
haq".
Bukan saja mencanangkan
"wajib belajar".
Tapi juga "wajib
mengajar."
Bukankah “tawashauw”.
Artinya saling berpesan,
saling mengajar.
Kebenaran adalah hasil
pencarian ilmu.
Mencari kebaikan
menghasilkan akhlak.
Mencari keindahan
menghasilkan seni.
Dan mencari kebenaran
menghasilkan ilmu.
Ketiga unsur itu yang mewarnai
suatu peradaban.
(Sumber Quraish Shihab)
0 comments:
Post a Comment