Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, October 5, 2021

11399. KELOMPOK PERAMPOK YANG CERDAS

 






KELOMPOK PERAMPOK YANG CERDAS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

GENG RAMPOK

 Geng adalah gerombolan.

 

 Rampok adalah orang yang mengambil dengan paksa dan kekerasan milik orang lain.

 

 

Perampok adalah orang yang merampok.

 

KISAH GENG RAMPOK YANG CERDAS

  

Mengubah cara berpikir.

  

1.    Perampok berteriak kepada semua orang di bank,

  

”Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara.

 

 

 Hidup Anda adalah milik Anda ..”

 

2.    Semua orang di bank kemudian tiarap.

 

3.    Hal ini disebut “Mind changing concept”.

 

Yaitu mengubah cara berpikir.

 

  

Bertindak profesional.

 1.    Perampok berhasil mengubah cara berpikir dari cara biasa menjadi cara kreatif.

  

2.    Salah satu nasabah sexy mencoba merayu perampok.

  

3.    Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak,

 

”Yang sopan Mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”

 

 

Hal ini disebut ”Being professional”.

  

Yaitu bertindak profesional.

  

 Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

 

 Pengalaman.

 

1.      Setelah selesai merampok bank, para perampok kembali ke rumah.

 

2.      Perampok muda lulusan MBA universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD,

 

 

 

”Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.

  

3.      Perampok tua menjawab,

  

”Dasar bodoh, uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya.

 

Kita tunggu saja berita TV.

 

Pasti ada berita tentang  jumlah uang yang kita rampok.”

 

Hal ini disebut “Experience”.

 Yaitu Pengalaman.

 Pengalaman lebih penting dibanding selembar kertas dari universitas.

 

 

 

Mengikuti arus.

 

1.      Situasi di bank yang dirampok.

  

2.      Manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor polisi.

  

3.      Tapi kepala cabang berkata,

 

”Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi.

 

 

 

Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

  

Hal ini disebut “Swim with the tide”.

 

Yaitu mengikuti arus.

 

Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

 

 

Menghilangkan kebosanan.

 

1.              Kemudian kepala cabangnya berkata,

 

”Alangkah indahnya, jika terjadi perampokan tiap bulan.”

 

Hal ini disebut “Killing boredom”.

  

Yaitu menghilangkan kebosanan

 

 

.

Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dibanding pekerjaan yang dimiliki.

  

Pengetahuan lebih berharga dibanding emas.

 1.              Keesokan harinya muncul berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank.

  

2.              Perampok menghitung uang hasil perampokan.

  

3.              Perampok sangat murka.

  

4.              “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar.

  

Tetapi orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar.

  

Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”

  

Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold”.

 

Yaitu pengetahuan lebih berharga dibanding emas.

 

 

 

 Berani ambil risiko.

 1.              Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia.

  

2.              Mereka mendapat keuntungan 80 milliar dari perampokan yang dilakukan orang lain.

 

Hal ini disebut “seizing opportunity”.

 

 

 

Yaitu berani mengambil risiko.

  

Selamat mencermati kisah di atas.

 

Meskipun  mengandung humor.

 

Tapi ada poin-poin yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas.

 

 

Apakah Anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan?

 

Kisah perampokan di atas, mungkin salah satu representasi segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.

 

Al-Quran surah Zalzalah (surah ke-99) ayat 7-8.

 

 

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
   

 

 

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.  

  

(Sumber: FB)

 

 

11398. SEMUA GAMBARAN WUJUD ALLAH PASTI SALAH

 



SEMUA GAMBARAN WUJUD ALLAH PASTI SALAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Dalam sejarah manusia.

Hampir semua umat manusia percaya adanya Tuhan.

Yang mengatur alam raya ini.

 

Orang Yunani Kuno menganut paham politeisme.

 

Yaitu keyakinan banyak tuhan.

1.      Bintang adalah tuhan (dewa).

2.      Venus adalah (tuhan) Dewa Kecantikan.

 

3.      Mars adalah Dewa Peperangan.

4.      Minerva adalah Dewa Kekayaan.

 

5.      Tuhan tertinggi adalah Apollo atau Dewa Matahari.

 

Orang Hindu zaman lampau punya banyak dewa.

Yang diyakini sebagai tuhan-tuhan.

 

Misalnya tercermin dalam Hikayat Mahabarata.

 

Masyarakat Mesir.

Yakin adanya Dewa Iziz, Dewi Oziris.

Dan yang tertinggi adalah Ra'.

 

Masyarakat Persia.

Yakin ada tuhan Gelap dan tuhan Terang.

 

Begitulah seterusnya.

 

Pengaruh keyakinan itu merambah ke Arab.

 

Jika ditanya tentang Penguasa dan Pencipta langit dan bumi.

 

Mereka menjawab, "Allah."

 

Tetapi pada saat sama.

 

Mereka juga menyembah berhala:

1.      Al-Lata.

2.      Al-Uzza.

3.      Manata.

 

Yaitu 3 berhala terbesar mereka.

 

Di samping ratusan berhala lainnya.

 

Al-Quran datang untuk meluruskan keyakinan itu.

Dengan membawa ajaran tauhid.

 

Kata "Allah" dalam Al-Quran terulang 2.697 kali.

 

Belum lagi kata[1]kata semacam Wahid, Ahad, Ar-Rab, Al-Ilah.

 

Atau kalimat yang menolak adanya sekutu bagi-Nya.

Yang menjelaskan tentang tauhid.

 

Dalam Al-Quran.

Hampir tidak ditemukan ayat yang bicara wujud Tuhan.

 

Sekh Abdul Halim Mahmud dalam bukunya Al-Islam wa Al-'Aql menegaskan.

 

Bahwa, "Dalam Al-Quran, Kitab Taurat, dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun.

 

Yaitu Perjanjian Lama dan Baru.

Tidak menguraikan tentang wujud Tuhan."

 

Karena wujud Tuhan sangat jelas dan terasa.

Sehingga tidak perlu dijelaskan.

 

 

Al-Quran mengisyaratkan bahwa hadirnya Allah ada dalam diri setiap insan.

 

Dan itu fitrah bawaan manusia sejak asal kejadiannya.

 

 

Al-Quran surah Ar-Rum (surah ke-30) ayat 30.

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

 

Maka hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itu) agama yang lurus; tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

 

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 172.

 

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

 

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".

 

Semua agama tak membahas wujud Tuhan Allah.

 

 

Karena kata “wujud” akan membawa manusia membayangkan Tuhan Allah berupa materi fisik.

 

 

Padahal Allah tak serupa dengan apa apun.

 

Semua yang dibayangkan manusia pasti salah.

 

 

Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 11.

 

 

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

 

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu  pun yang serupa dengan Dia, dan Dia yang Maha Mendengar dan Melihat.

 

 

(Sumber Quraish Shihab)