Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, November 11, 2021

11628. BUKTI AL-QURAN BUKAN BUATAN NABI MUHAMMAD

 



BUKTI AL-QURAN BUKAN BUATAN NABI MUHAMMAD

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Bukti Al-Quran bukan dibuat oleh Nabi Muhammad.

 

1.      Nabi Muhammad tak pandai membaca dan menulis.

 

2.      Nabi Muhammad ditegur Al-Quran tentang anak angkat.

 

3.      Nabi Muhammad ditegur Al-Quran tentang sikap menghadapi orang buta.

 

4.      Sekitar 1.000 ayat Al-Quran membahas ilmu sains.

 

 

Dan sekitar 800 ayat terbukti tepat sesuai fakta ilmiah sains modern.

 

Tapi sekitar 200 ayat belum terbukti benarnya.

 

Karena ilmu sains masih terus berkembang.

 

5.      Nabi Muhammad ditegur Al-Quran tentang sikap menghadapi dosa orang kafir.

 

6.      Belum ada yang bisa meniru seperti Al-Quran sampai sekarang.

 

7.      Prediksi Al-Quran tentang masa depan terbukti benar.

 

 

Nabi Muhammad tak pandai membaca dan menulis

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-80) ayat 48.

 

 

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

 

Dan kamu (Muhammad) tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Quran) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragu orang yang mengingkari(mu).

 

 

Nabi Muhammad ditegur Al-Quran tentang anak angkat.

 

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-80) ayat 4-5.

 

مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ ۖ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

 

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataan di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

 

 

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

 

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itu lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggil mereka sebagai) saudaramu seagama dan maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

Nabi Muhammad ditegur Al-Quran tentang sikap menghadapi orang buta.

 

Al-Quran surah Abasa (surah ke-80) ayat 1-10.

 

 عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

 

Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling.

 

أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

 

Karena telah datang seorang buta kepadanya.

 

 

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

 

Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).

 

 

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

 

Atau dia (ingin) mendapat pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?

 

 

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

 

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup.

 

 

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ

 

Maka kamu melayaninya.

 

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

 

Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

 

 

وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ

 

Dan ada pun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapat pengajaran).

 

وَهُوَ يَخْشَىٰ

 

Sedangkan ia takut kepada (Allah).

 

فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ

 

Maka kamu mengabaikannya.

Sekitar 1.000 ayat Al-Quran membahas ilmu sains.

 

Dan sekitar 800 ayat terbukti tepat sesuai fakta ilmiah sains modern.

 

Tapi sekitar 200 ayat belum terbukti benarnya.

 

Karena ilmu sains masih terus berkembang.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.

 

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

 

Dan apakah orang-orang kafir tidak tahu bahwa langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

 

 

Nabi Muhammad ditegur Al-Quran tentang sikap menghadapi dosa orang kafir.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 128-129.

 

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

 

Tak ada sedikit pun campur tanganmu (Muhammad) dalam urusan mereka atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka orang zalim.

 

 

 

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Belum ada yang bisa meniru seperti Al-Quran sampai sekarang.

 

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 88.

 

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا


Katakan: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengan dia, meskipun mereka saling membantu".

 

 

Prediksi Al-Quran tentang masa depan terbukti benar.

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 92.

 

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

 

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Firaun) agar kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda kekuasaan Kami.

Al-Quran surah Ar-Rum (surah ke-30) ayat 34.

 

غُلِبَتِ الرُّومُ

 

Telah dikalahkan bangsa Romawi.

 

فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

 

Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.

 

 

فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ

 

Dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang beriman,

 

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 8.

 

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

 

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu (Muhammad) tidak mengetahuinya.

 

 

Kendaraan zaman Nabi Muhammad.

Yaitu kuda, bagal, dan keledai.

 

Pesawat terbang, helicopter, dan kapal induk.

Termasuk tidak diketahui oleh Nabi Muhammad dan para sahabat.

 

 

(Dari berbagai sumber)

 

 

 

 

11626. PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG BID'AH

 



PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG BID’AH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Jabir bin Abdillah berkata,

“Rasulullah menyampaikan khotbah.

 

Kedua mata beliau memerah.

Suaranya keras.

Marahnya kuat.

Seakan-akan memberi  peringatan kepada pasukan perang.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Dia yang telah menjadikanmu hidup di waktu pagi dan petang.”

 

Rasulullah bersabda lagi,

 

”Aku diutus, pada hari kiamat seperti ini.”

 

Rasulullah mendekatkan 2 jarinya.

Yaitu jari telunjuk dan jari tengah.

 

 

Kemudian Rasulullah bersabda,

 

“Sesungguhnya sebaik-baik cerita  adalah  kitab  Allah  (Al-Quran).

Sebaik-baik  petunjuk  adalah  petunjuk  Muhammad.

 

Seburuk-buruk hal adalah yang dibuat-buat.

 

Dan tiap hal yang dibuat-buat itu dhalalah (sesat ).”

(HR. Muslim).

 

Irbadh bin Sariyah berkata,

 

“Rasulullah memberi nasihat kepada kami setelah salat Subuh.

 

Nasihat sangat menyentuh.

Membuat air mata menetes.

Dan hati bergetar.”

 

 

Seorang pria berkata,

 

“Sesungguhnya ini nasihat orang yang akan pergi jauh.

Apa yang engkau pesankan kepada kami, wahai Rasulullah.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah.

 

 Tetap mendengar dan patuh.

Meskipun kamu dipimpin seorang budak berkulit hitam.

Sesungguhnya orang yang hidup darimu akan melihat banyak pertikaian.

 

Jauhi sesuatu yang dibuat-buat.

 

Sesungguhnya hal yang dibuat-buat adalah dhalalah (sesat).

 

 Siapa yang mendapati itu dari kalian.

Maka hendaklah ia berpegang pada sunahku.

Dan sunah Khulafaur Rasyidin.

Yang mendapat hidayah.

Gigitlah dengan gigi geraham.”

(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

 

PENGERTIAN BID’AH

 

1.      Imam Syathibi berpendapat.

 

Bid’ah adalah suatu cara.

Dan kebiasaan dalam agama  Islam yang dibuat-buat.

Untuk menandingi syariat  Islam.

 

Tujuannya sikap berlebihan dalam ibadah kepada Allah.

 

2.      Imam Izz bin Abdissalam berpendapat.

 

Bid’ah adalah semua hal yang tidak pernah dilakukan pada zaman Rasulullah.

 

 

3.      Imam Nawawi berpendapat.

 

Bid’ah adalah semua  perbuatan yang dilakukan.

Dengan tidak ada contoh sebelumnya.

 

 

4.      Hafizh Ibnu Hajar Asqalani berpendapat.

 

Bid’ah adalah segala sesuatu yang dibuat-buat.

Tanpa ada contoh sebelumnya.

Tanpa melihat sesuatu yang dibuat-buat itu.

Terpuji atau tercela.

 

 

Semua ulama sepakat.

Bahwa pengertian bid’ah adalah:

 

1)     Sesuatu yang dibuat-buat.

 

2)     Tanpa ada contoh dari Rasulullah.

3)     Tidak diucapkan dan tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah.

 

Sehingga sepeda motor, mobil,  dan pesawat terbang.

Termasuk bid’ah.

 

Sekarang ini kita mestinya naik kuda dan onta.

 

Seperti Nabi Muhammad.

Yang tidak setuju berpendapat bahwa:

 

1.      Sepeda motor, mobil, dan pesawat terbang.

Bukan masalah ibadah.

Yang dimaksud bid’ah adalah dalam urusan ibadah.

 

 

Artinya ada bid’ah dalam urusan dunia.

Yang dibolehkan.

 

Dan bid’ah urusan agama.

Yang dilarang.

 

 

Imam Syafi’i (150 – 204 Hijriah) membagi bid’ah 2 bagian.

 

1.      Bid’ah “mahmudah’ (terpuji).

2.      Bid’ah “madzmumah” (tercela).

Bid’ah mahmudah (terpuji).

Yaitu bid’ah yang sesuai dengan sunah Nabi Muhammad.

 

 

Bid’ah “madzmumah” (tercela).

Yaitu bid’ah yang bertentangan dengan sunah Nabi Muhamad.

 

Imam Baihaqi berkata.

Bahwa Imam Syafii membagi bid’ah 2 bagian.

 

1)     Bid’ah “dalalah” (sesat).

Yaitu hal yang dibuat-buat.

Dan bertentangan dengan Al-Quran, sunah, atsar, atau Ijma.

 

 

2)     Bid’ah “ghair madzmudah” (tidak sesat).

 

Yaitu hal yang dibuat-buat dalam kebaikan.

Tidak bertentangan dengan Al-Quran, sunah, atsar, atau ijma’.

Menurut Dr. HM. Ridwan Hasbi, Lc. MA.

 

Dalam bukunya, “Tunjuk Ajar Legalitas Bid’ah (2018).”

 

Ada bid’ah wajib.

 

Misalnya mempelajari tata bahasa Arab (nahwu saraf).

 

Hukumnya fardu kifayah (kewajiban kelompok).

Untuk memahami A-Quran.

Artinya harus ada sebagian umat Islam.

 

Yang mempelajari tata bahasa Arab (nahwu safar).

 

Untuk memahami Al-Quran.

Dan itu termasuk bid’ah wajib.

 

Karena tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah.

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online