Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, November 15, 2021

11685. GUS BAHA UMAT ISLAM HARUS HIDUP SEIMBANG

 

 



GUS BAHA UMAT ISLAM HARUS HIDUP SEIMBANG

Oleh Drs. HM. Yusron Hadi, MM

 

 

Gus Baha.

Atau K. H. Ahmad Bahauddin Nursalim.

 

Gus Baha berkata,

"Jangan membesarkan hal Yang berpotensi membuat orang biasa susah menjalankan syariat Islam".

 

 

Hindari omongan.

 

Misalnya saat bulan Ramadan.

 

"Rugi, Ramadan hanya 1 tahun sekali kok tidak solat Tarawih Di masjid berjamaah."

 

 

Itu tak menghargai perasaan orang.

 

Padahal, di luar sana.

Ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parker.

Dan banyak pekerja malam hari.

 

Yang mungkin menangis dalam hati.

 

Mereka juga ingin salat tarawih.

 

Tapi mereka sedang bekerja.

 

 

Tarawih itu sunah.

 

Dan mencari nafkah itu wajib.

 

Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi.

 

Agar tidak menjadi beban orang lain.

 

Hal yang paling utama.

 

 

Dalam riwayat jelas sekali.

 

Kanjeng Nabi sangat mencintai salat tarawih.

 

Tapi beliau sengaja meninggalkannya.

 

Setelah beberapa hari salat.

 

Agar tarawih tidak dianggap ibadah wajib.

 

 

Bahkan dalam hal salat wajib.

 

Agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan salat.

 

 

"Kanjeng Nabi sangat suka sholat.

 

Suatu saat Kanjeng Nabi mengimami sholat.

 

Beliau mendengar suara bayi menangis.

 

 

Lalu Kanjeng Nabi mempercepat salatnya.

 

Khawatir ibu dari bayi yang jadi makmumnya.”

 

 

Gus Baha pernah disowani oleh kiai.

 

Yang mengeluh.

 

Karena jamaahnya tak bertambah.

 

 

Sambil tertawa Gus Baha menjawab,

 

“Jangan-jangan orang yang tidak datang sudah  hebat.”

 

“Loh ko bisa, Gus.....?”

 

“Kamu mengajarkan agar orang berbuat baik kepada keluarganya.

 

Mungkin orang tidak mengaji.

 

Karena mempraktekkan ajaran itu.

 

Dia mungkin sedang makan nasi berkat dengan keluarganya.

 

 

Kamu mengajarkan agar orang mencari nafkah halal.

 

Orang tidak dating.

 

Mungkin bekerja mencari nafkah halal.

 

Untuk keluarganya.”

 

 

Kiai itu terdiam. “Masak sih, Gus..?”

 

 

"Loh kamu itu dikasih tahu kok gak percaya.

 

Makanya, jadi kiai itu yang bijak".

 

 

"Kiai itu penyangga umat banyak.

 

Kalau mau bikin kajian.

 

Ya jangan saat orang bekerja.

 

Jangan sampai orang-orang berpikir.

 

Bahwa Islam itu hadir sebagai masalah."

 

(Sumber Gus Baha)

 

11680. BEDA PENDAPAT NABI ISA DIANGKAT KE LANGIT








BEDA PENDAPAT NABI ISA DIANGKAT KE LANGIT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 158.

 

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

Tapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 55.

 

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang  kafir, dan menjadikan orang yang mengikuti kamu di atas orang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal yang selalu kamu berselisih padanya".

 

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 117.

 

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

 

Aku (lsa) tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku (lsa), Engkau yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

 

 

Ada 3 pendapat tentang Nabi lsa diangkat ke langit”.

 

1.      Nabi lsa wafat.

Kemudian diangkat ke langit.

 

2.      Nabi lsa diangkat ke langit.

Kemudian wafat.

 

3.      Nabi lsa diangkat.

Artinya dinaikkan derajatnya.

Bukan diangkat secara fisik ke langit.

 

 

Sebagian para ahli tafsir berpendapat.

 

Antara wafat dan diangkat ke langit.

 

Dihubungkan dengan “harfu-'athf.”

Yaitu “al-waw”.

 

Huruf ini tidak eksplisit bermakna urutan kejadian.

 

Tapi bisa saja keduanya dalam satu kesatuan.

 

Sehingga Nabi Isa diangkat ke langit lebih dulu.

Kemudian diwafatkan.

 

Sebagian ulama berpendapat.

 

Bahwa Nabi lsa diwafatkan lebih dulu.

Baru diangkat ke langit.

 

Bukan wafat sebenarnya.

Tapi hanya tertidur.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 42.

 

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

 

Allah memegang jiwa (orang) ketika mati dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa lain sampai waktu  ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian ada tanda kekuasaan Allah bagi kaum berpikir.

 

 

Perbedaan pendapat makna “Pengangkatan”

 

1.      Benar diangkat ke langit.

 

2.      Ditinggikan derajatnya.

Bukan naik ke langit secara fisik.

 

 

BUKAN TERMASUK AKIDAH

 

Pendapat yang berbeda itu bukan  termasuk akidah.

 

(Dari berbagai sumber)