Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, December 8, 2021

11969. HILANGKAN ARAB FOBIA DI INDONESIA

 



HILANGKAN ARAB FOBIA DI INDONESIA

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

   

Arabphobia.

Artinya semua yang berbau Arab.

Dianggap teroris.

 

Tidak cinta NKRI.

Dan anti Pancasila.

  

Dengan kata lebih gampang.

Disebut istilah 'Kadrun'.

  

Tapi banyak kosakata bahasa Arab.

Menjadi bahasa Indonesia.

  

Hasil penelitian lebih dari 30 persen bahasa Arab.

Menjadi serapan bahasa Indonesia.

Termasuk bahasa Jawa.

  

Kata kunci dalam Pancasila.

Memakai bahasa Arab, misalnya:

 

1.          Adil.

2.          Adab.

 

3.          Rakyat.

4.          Hikmah.

 

5.          Musyawarah.

6.          Wakil.

  

Kata serapan dari Arab “ADIL”.

Tidak dapat diganti bahasa lokal.

  

Munculnya  Arabphobia.

Karena  Islamphobia.

  

Pada zaman kolonial Belanda.

Umat Islam tak mau menerima pendidikan Barat.

 

Dan memilih mandiri mendidik generasinya di pesantren.

  

Umat lslam  tak mau menjadi pejabat.

Dan pegawai negeri Belanda.

  

Bahkan tak mau memakai busana Barat.

Model  'Tuan Kolonial' . 

  

Umat Islam memilih bergaya pakaian model lain.

 

Misalnya mengimpor model pakaian Cina.

Berupa baju koko.

 

 

Dan memakai sarung.

Seperti pakaian khas orang Mynmar (long Yi).

  

Para ulama dan santri memilih pakaian ala Arab.

 

Yakni serban dan jubah.

  

Raja Mataram yang santri disebut Sultan Wali.

 

Yakni Pakubuwono IV.

Memilih berpakaian serban dan jubbah.

 

Dalam keseharian.

  

Sultan lain menamakan kuliner local.

Dengan makanan khas Arab.

 

Seperti nasi uduk.

Yaitu nasi dimasak dengan santan.

 

Dipakai sebagai pengganti nasi khas Arab.

 

Phobia Arab dan Islam.

Terlihat jelas dalam sejarah Indonesia dekade 1960-an.

 

Yang disebut Orde Lama.

  

Pada zaman itu.

Semua berbau Islam diolok-olok dengan telanjang.

  

Sebutan dalam kitab Gatoloco.

Kini nyata muncul ke permukaan.

 

 

Indikasi terkuat pengobar sikap itu.

 

Telunjuknya diarahkan kepada kekuatan kiri.

Atau komunis.

  

Dalam kajian sejarah.

 

Serat Darmagandul adalah kitab kontroversial.

 

Yang mengambil ide cerita Serat Babad Kadhiri.

  

Meskipun hasil plagiasi dari Babad Kadhiri.

  

Tapi Serat Darmagandul.

Ditulis dengan  motif tertentu.

  

Yaitu keberpihakan pengarangnya.

 

Terhadap pemerintah kolonial Belanda.

 

Dan misi Kristen di tanah Jawa.

  

Unsur Kristen dalam Serat dominan.

 

Dengan simbolisasi wit katvruh.

Dan berbagai cerita dari Bibel.

 

 Serat Babad Kadhiri ditulis atas  perintah Belanda.

  

Serat Darmagandul menunjukkan wujud apresiasi terhadap Belanda.

 

Bukan sebagai musuh atau penjajah.

 

Tapi justru sebagai kawan.

 

 Pengarang Darmagandul tidak jelas identitasnya.

 

Mirip dengan Babad Kadhiri.

Jelas timbul pertanyaan besar.

 

 

Diduga Babad Kadhiri.

Ditulis atas perintah dari Belanda.

  

Kemudian dimanfaatkan  membuat Serat Darmagandul.

 

Dengan tujuan.

Memarginalkan ajaran Islam.

Dan manipulasi sejarah Islam. 

  

 

Siapa yang pertama memberitakan kemerdekaan Indonesia?

Jawabnya,

Koran-koran ARAB.

  

Siapa yang pertama mengakui kedaulatan Republik Indonesia?

Jawabnya,

ARAB, MESIR dan PALESTINA.

  

  Siapa yang pertama mengirim bantuan Senjata dari luar Indonesia pasca Proklamasi?

Jawabnya,

ARAB, senjata dari MESIR diangkut atas biaya ARAB SAUDI.

  

Siapa tokoh pertama mengucapkan Selamat atas Kemerdekaan Indonesia.?

 

Jawabnya,

 

ARAB, Syaikh Ismail Husein Mufti Palestina.

  

Proklamasi 1945 dibacakan di Rumah Orang ARAB, Faraj Martak. Jalan Proklamasi 56..

  

Bung Karno sakit beri-beri sebelum proklamasi, sembuh diberi MADU ARAB oleh Faraj Martak.

  

Kakeknya Bung Hatta belajar di ARAB..

  

 KYAI AHMAD DAHLAN dan KYAI HASYIM menimba ILMU di NEGERI ARAB.

  

 

  Orang yang dianggap berbahaya oleh Snouck Hurgronje adalah Orang yang pulang dari ARAB.

 

Karena Orang yang ISLAM yang pernah Berguru di NEGERI ARAB.

 

BERANI Melawan kompeni.

Dan ditandai dengan gelar HAJI.

 

Hanya HAJI yang boleh mengenakan kopiah putih.

Agar mudah dikenali..

  

  Yang Menyelamatkan Bendera Pusaka saat agresi militer Belanda II 1948 adalah Orang ARAB, Mayor Husein Muthahhar.

 

Beliau juga penyusun lagu:

1. Dirgahayu Indonesiaku.

2.Hymne Syukur.

3.Mars Pramuka.

 

 

Salah satu Bapak Pendiri Bangsa Kita adalah Orang ARAB.

Yaitu AR. Baswedan.

Anggota BPUPKI dan Wakil Menteri Penerangan 1946.

 

Kakek Anies Baswedan Gubernur Jakarta.

 

   Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila, dibuat oleh keturunan ARAB.

Yaitu  Syarif Abdul Hamid al-Kadrie.

Sultan Pontianak.

  

Sultan Syarif Kasim II keturunan ARAB.

Menyerahkan MAHKOTA, ISTANA.

Dan hampir seluruh Kekayaan Kesultanan Siak Sri Inderapura.

Kepada Pemerintah RI.

 

Termasuk Uang sebesar 13 juta gulden.

 

Setara lebih dari 1.000 triliun Rupiah.

 

Segebok uang itu diberikan secara cuma-Cuma.

 

Oleh Sultan Syarif Kasim II.

Kepada Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Sukarno.

 

Juga Lapangan minyak Stanvac.

 

Yang menjadi pemasukan utama NKRI selama 76 tahun ini

 

 INDONESIA MEMANG BUKAN ARAB..

 

 

TAPI ORANG-ORANG ARAB  BANYAK BERJASA DEMI INDONESIA MERDEKA..

 

(dari berbagai sumber) 

 

 

11968. MAKHLUK PUNYA ANAK TUHAN ALLAH TIDAK






MAKHLUK PUNYA ANAK TUHAN ALLAH TIDAK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Al-Quran surah Al-lkhlas (surah ke-112) ayat 1-4.

 

 

Surat Al-Ikhlas Ayat 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

 

Katakan: "Dia Allah, Yang Maha Esa.

 

اللَّهُ الصَّمَدُ

 

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

 

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

 

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

 

Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".

 

 

Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 11.

 

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

 

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia yang Maha Mendengar dan Melihat.

 

 

Ayat di atas bisa dipahami.

 

1.      Allah Maha Esa.

2.      Allah tempat bergantung segala sesuatu.

 

3.      Allah tak beranak dan tak diperanakkan.

 

4.      Tak ada yang serupa dengan Allah.

 

5.      Tak ada yang setara dengan Allah.

 

 

Tuhan Allah pasti berbeda dengan makhluk.

 

Makhluk berpasangan.

Maka Tuhan Allah tidak.

 

Makhluk punya anak keturunan.

Maka Tuhan Allah tidak.

 

 

Fir’aun bukan orang Arab.

Fir’aun mengaku sebagai tuhan.

 

Akhirnya Fir’aun matinya tragis.

Yaitu mati terkena air.

 

 

 

Al-Quran surah An-Naziyat (surah ke-79) ayat 24.

 

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

 

(Seraya) berkata: "Aku tuhanmu yang paling tinggi".

 

Namrud juga mengaku sebagai Tuhan.

Akhirnya Namrud mati terkena nyamuk.

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 258.

 

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

 

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkan dia dari barat," lalu terdiam orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim.

 

 

Manusia atau orang adalah makhluk.

Bukan Tuhan.

 

Jika ada pernyataan,

 

“Tuhan bukan orang Arab.”

 

Maka timbul pertanyaan,

 

“Jika Tuhan bukan Arab.

Maka Tuhan orang mana?”

 

Kesimpulannya.

 

Pernyataan:

“Tuhan bukan orang Arab”.

 

Itu salah.

Karena Tuhan bukan orang.

 

(Sumber Ustaz Adi Hidayat)