Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, February 11, 2022

12439. RUMUS HIDUP SEJAHTERA DI DUNIA DAN AKHIRAT

 

 




 

RUMUS HIDUP SEJAHTERA DI DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

  

 

CARA MENDAPAT HIDUP BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT

  

 1.      Sumber kebahagiaan sejati ada di hati kita sendiri.

  

2.      Tidak perlu mencarinya di hati orang lain.

  

3.      Jangan pusing dengan penilaian orang lain kepada kita.

 

 

4.      Mereka toh tidak menjalani kehidupan kita.

  

5.      Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

 

6.       Karena kita bukan mereka.

  

7.      Dan jelas, kita juga tidak menjalani kehidupan mereka.

  

8.      Jangan terlalu banyak berpikir.

 

9.      Jangan terlalu sering berandai-andai.

  

10.               Jangan habiskan waktu untuk cemas, dan sejenisnya.

 

 

11.               Tidak banyak manfaatnya.

  

12.               Malah membuat rumit diri sendiri.

  

13.               Selalu berdamai dengan masa lalu.

  

14.               Termasuk kesempatan yang telah lewat, kegagalan, dan sejenisnya.

  

15.                Agar kita bisa tenteram menatap masa depan.

  

 

BAHAGIA DI AKHIRAT.

 

 

1.      Semua amal kebaikan diterima oleh Allah.

  

2.      Semua dosa dan kesalahan diampuni oleh Allah.

  

3.      Dimasukkan ke dalam surga.

 

 

4.      Dan dijauhkan dari siksaan neraka.

 

 

 

(Sumber Tere Liye)

 

12438. RISIKO MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH BERUPA PAHALA ATAU SIKSA

 

 





RISIKO MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH BERUPA PAHALA ATAU SIKSA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

HALAL DAN HARAM sudah lama dikenal oleh umat manusia.

Meskipun masing-masing berbeda ukuran, macam, dan sebabnya.

Pada umumnya terkait dengan keyakinan primitif, khurafat, dan dongeng.


Kemudian datanglah agama-agama samawi membawa berbagai peraturan halal dan haram.

Yang mengangkat martabat manusia.

Dari tingkatan khurafat, dongeng, dan hidup primitif.

Menjadi manusia mulia dan terhormat.

Agama samawi adalah agama yag bertalian dengan langit.

Sebagian besar halal dan haram itu disesuaikan dengan kondisi.

Dan berkembang menurut perkembangan manusianya.

Serta mengikuti perkembangan situasi dan kondisi.
Dalam agama Yahudi.
Ada beberapa yang diharamkan bersifat preventif.

Sebagai hukuman Allah terhadap Bani Israel karena mereka zalim.

Hukum ini tidak tak berlaku selamanya.

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 50.

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku

Islam datang, pikiran umat manusia makin dewasa.

Maka tepat waktunya Allah menurunkan agama-Nya yang terakhir.

Hukum yang berlaku untuk semua umat manusia.

Ditutup dengan syariat Islam yang komplit, menyeluruh, dan universal.

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 3.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Cara berpikir Islam dalam halal dan haram sederhana dan jelas.


Amanat manusia sebagai khalifah di bumi membawa konsekwensi hukum.

Yaitu berupa pahala atau disiksa.


Seingga manusia diberi akal dan berkehendak.

Serta diutusnya para Rasul dengan membawa kitab.

Hal itu ujian untuk manusia mukalaf.

Yang berbeda dengan makhluk Allah dominan roh seperti Malaikat.
Dan dominan syahwat seperti binatang.

Manusia bisa meningkat melebih malaikat.

Atau lebih rendah daripada binatang.

Halal dan haram untuk mewujudkan kebaikan umat manusia.

Menghilangkan beban berat dan mempermudah manusia.


Aturan Islam berprinsip menghilangkan mafsadah dan memberi maslahah.

Untuk segenap ummat manusia.

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 107.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.


Rasulullah bersabda,

“Saya diutus Allah sebagai rahmat dan pembimbing untuk manusia.”


(Sumber Yusuf Qardhawi) 

 

12537. MANUSIA DIUJI DENGAN ADANYA HALAL DAN HARAM

 

 





MANUSIA DIUJI DENGAN ADANYA HALAL DAN HARAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

HALAL DAN HARAM sudah lama dikenal oleh umat manusia.

Meskipun masing-masing berbeda ukuran, macam, dan sebabnya.

Pada umumnya terkait dengan keyakinan primitif, khurafat, dan dongeng.


Kemudian datanglah agama-agama samawi membawa berbagai peraturan halal dan haram.

Yang mengangkat martabat manusia.

Dari tingkatan khurafat, dongeng, dan hidup primitif.

Menjadi manusia mulia dan terhormat.

Agama samawi adalah agama yag bertalian dengan langit.

Sebagian besar halal dan haram itu disesuaikan dengan kondisi.

Dan berkembang menurut perkembangan manusianya.

Serta mengikuti perkembangan situasi dan kondisi.
Dalam agama Yahudi.
Ada beberapa yang diharamkan bersifat preventif.

Sebagai hukuman Allah terhadap Bani Israel karena mereka zalim.

Hukum ini tidak tak berlaku selamanya.

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 50.

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku

Islam datang, pikiran umat manusia makin dewasa.

Maka tepat waktunya Allah menurunkan agama-Nya yang terakhir.

Hukum yang berlaku untuk semua umat manusia.

Ditutup dengan syariat Islam yang komplit, menyeluruh, dan universal.

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 3.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Cara berpikir Islam dalam halal dan haram sederhana dan jelas.


Amanat manusia sebagai khalifah di bumi membawa konsekwensi hukum.

Yaitu berupa pahala atau disiksa.


Seingga manusia diberi akal dan berkehendak.

Serta diutusnya para Rasul dengan membawa kitab.

Hal itu ujian untuk manusia mukalaf.

Yang berbeda dengan makhluk Allah dominan roh seperti Malaikat.
Dan dominan syahwat seperti binatang.

Manusia bisa meningkat melebih malaikat.

Atau lebih rendah daripada binatang.

Halal dan haram untuk mewujudkan kebaikan umat manusia.

Menghilangkan beban berat dan mempermudah manusia.


Aturan Islam berprinsip menghilangkan mafsadah dan memberi maslahah.

Untuk segenap ummat manusia.

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 107.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.


Rasulullah bersabda,

“Saya diutus Allah sebagai rahmat dan pembimbing untuk manusia.”


(Sumber Yusuf Qardhawi) 

 

12536. SALAH SENDIRI LEBIH BAIK DARIPADA SALAH KE ORANG LAIN

 




 

SALAH SENDIRI LEBIH BAIK DARIPADA SALAH KE ORANG LAIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

  

 

 

Siapa sih yang tidak pernah bikin kesalahan?

 

Semua orang pernah.

 Tapi pahami jenis-jenis kesalahan.

 Hidup kita itu memang akan selalu dipenuhi kesalahan.

  

Ada yang salah memutuskan memilih pekerjaan, sekolah, atau salah memilih jodoh.

  

Bahkan hal paling simpel, ada yang salah beli buku, sepatu, atau baju.

  

Bahkan ada yang salah masuk toilet, dia kira itu buat cowok, eh dia masuk toilet cewek.

 

Tapi, ada 2 jenis kesalahan ini.

 

 1.              Kesalahan yang hanya merugikan diri sendiri.

 2.              Kesalahan yang merugikan orang lain.

  

Sungguh beruntung, orang yang tidak pernah berbuat kesalahan jenis kedua.

  

Dia mungkin merasa hidupnya gagal total, penuh kesalahan.

  

Sekolah salah, pekerjaan salah, bahkan Emaknya saja lihat dia langsung kesel, marah.

  

Merasa salah dulu melahirkan anaknya seperti ini.

 

 Tapi sepanjang tidak merugikan orang lain, dia telah sukses menjalani hidupnya.

  

Setidaknya dia tidak berbuat salah dan merugikan orang lain.

 Karena, sungguh celaka seseorang yang walaupun dia sukses besar.

  

Hidupnya megah, kaya raya, terkenal.

  

Emaknya bangga minta ampun punya anak kayak dia.

  

Tapi dia sebenarnya diam-diam sedang berbuat kesalahan merugikan orang lain.

 

  

Dia mencuri.

 Korup.

 Menipu.

 Menjual produk2 merugikan orang lain.

 Maling, dsbgnya.

 

 Kulit luarnya memang keren, tapi hidupnya penuh kesalahan.

 

 

Wahai, hidup ini sebenarnya tidak rumit amat.

  

Kalian cemas gagal melakukan sesuatu, kita khawatir tidak berhasil, rugi, bangkrut, tidak masalah.

  

Itu kesalahan jenis pertama.

  

Masuk sekolah tidak top.

 Lulus juga nilai pas2an, pun tidak masalah.

  

Mungkin kita memang segitu saja.

  

Daripada, nilai bagus, tapi hasil nyontek.

  

Bisa masuk sekolah top tapi hasil nipu, nyuap.

  

Itu kesalahan jenis kedua.

  

Merugikan orang lain.

 Jahat.

 Semua orang pernah melakukan kesalahan.

  

Itu manusiawi,

  

TAPI sungguh tidak semua orang melakukan kejahatan (kesalahan jenis kedua).

  

Jangan ditukar, jangan dibalik-balik.

  

Dan jangan dijadikan tameng kalimat bijak tersebut.

 Semoga kita mau berusaha, menjaga diri kita, keluarga kita dari kesalahan jenis kedua.

 

 

Tidak apa hidup kita nampak gagal, terlihat biasa saja, penuh kesalahan jenis pertama, sepanjang kita selalu gigih, berusaha menghindari kesalahan jenis kedua.

 

 

Tidak ada yang lebih hina di dunia ini; saat seseorang bangga dengan hidupnya, tapi itu semua dari hasil mencuri, maling.

 

 Kesalahan2 jenis kedua.

  

Hilang sudah kehormatan hidupnya.

 (Sumber Tere Liye)