Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, March 8, 2022

12749. INDONESIA STABIL KARENA UMAT ISLAM TOLERAN

 

 




 

INDONESIA STABIL KARENA UMAT ISLAM TOLERAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI).

 Prof Din Syamsuddin menyampaikan.

 

 Bahwa sebagian umat Islam.

Merasa terkena tuduhan radikalisme dan intoleransi.

 

Tuduhan itu menyakitkan bagi umat Islam.

 

 Jika umat Islam tidak toleransi.

Maka tidak ada stabilitas.

Dan kerukunan di Indonesia.

 

Umat Islam adalah kelompok paling toleransi.

 

 

Buktinya kesultanan.

Yang jumlahnya sekitar 70-an.

 

 Rela bergabung untuk mendukung.

Dan berintegrasi dengan negara baru.

 

Bernama Republik Indonesia.

Yang berdasar Pancasila.

 

 

 Hal itu adalah sikap toleransi  sangat besar.

 

 

"Tidak mungkin ada tingkat kerukunan nasional seperti ini.

 

Jika umat Islam.

Yang jumlahnya banyak.

Tapi tidak toleran," kata Din kepada Republika.

 

 Usai Rapat Pleno Wantim MUI ke-44.

Di Gedung MUI Pusat, Rabu (23/10).

 

 

Dia mengingatkan.

Bahwa fungsi Kementerian Agama untuk membangun moralitas bangsa.

 

 Dan mengembangkan keberagamaan.

 

 Ke arah positif serta konstruktif bagi bangsa.

 

 

Kemenag berfungsi untuk menjaga, meningkatkan kerukunan.

Dan kualitas keagamaan.

 

 

Kemenag jangan belok menjadi anti radikalisme.

 

Jika Kemenag mendapat tugas menjadi anti radikalisme.

 

Maka seolah-olah umat beragama yang radikal.

 

Boleh saja anti radikalisme.

 

Tapi jangan hanya anti radikalisme keagamaan.

 

Tapi tidak peduli radikalisme ekonomi dan radikal politik.

 

 

"Mengapa tidak mempersoalkan radikal ekonomi?

 

Yang melakukan kekerasan pemodal.

Yang menimbulkan kesenjangan.

 

Hal itu namanya radikal ekonomi.

 

 

Radikal ekonomi.

Yaitu kegiatan ekonomi.

Yang menimbulkan kesenjangan.

 

 

Mengapa tidak peduli radikal politik?

 

Radikal politik.

Yaitu pihak yang merasa menang.

Kemudian merasa berkuasa.

Seolah-olah bisa berbuat apa saja.

 

Dalam bentuk otoritarianisme," ujarnya.

 

 

Memang kelompok dan paham yang anti Pancasila.

Harus ditolak.

 

Tapi  tidak hanya paham.

Yang bersifat keagamaan.

 

 

Sebab banyak juga kelompok.

Yang ingin mengembangkan.

Paham lain yang anti Pancasila.

 

 

Bahwa paham kapital dan liberal.

Juga anti Pancasila.

 

Bahkan sistem politik di Indonesia.

Bertentangan dengan sila ke-4 Pancasila.

 

 

Yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

 

 

Sila ke-4 Pancasila dilambangkan.

Dengan kepala banteng.

Di bagian kanan atas perisai.

Berlatar merah.

 

 

Banteng adalah hewan sosial yang kuat.

 

Dan sering berkelompok.

Atau berkumpul.

 

 

Sila ke-4 Pancasila.

Menggambarkan masyarakat harus bermusyawarah.

Berkumpul dan  mendiskusikan sesuatu.

 

Dalam mengambil keputusan.

 

 

Radikal ekonomi di Indonesia.

Juga bertentangan dengan sila ke-5 Pancasila.

 

 

Yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

 

Sila ke-5 Pancasila dilambangkan.

Dengan kapas dan padi.

Di bagian kanan bawah.

Perisai berlatar putih.

 

Padi dan kapas adalah kebutuhan utama.

 

Semua masyarakat Indonesia.

 

Tanpa melihat status dan kedudukannya.

 

Padi melambangkan makanan pokok.

 

Kapas melambangkan sandang dan pakaian. 

 

Sila ke-5 Pancasila.

Mencerminkan persamaan social.

 

Yaitu tidak adanya perbedaan.

Dan kesenjangan sosial ekonomi.

 

Dalam masyarakat Indonesia.

 

 

"Tapi kenapa.

Hal itu tidak dituduh musuh nyata Pancasila.

 

Apalagi ada separatisme," ujarnya.

 

 

(Sumber Republika.co.id)

 

12748. KAMI SEDIH UMAT ISLAM DITUDUH RADIKAL

 

 




 

KAMI SEDIH UMAT ISLAM DITUDUH RADIKAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Pengasuh Pondok Pesantren Da’arut Tauhid.

 KH Abdullah Gymnastiar.

 

Menyebut dirinya sedih.

 

Saat umat Islam dipojokkan.

Dan dituduh:

1.      Radikal.

2.      Intoleran.

 

3.      Mau memisahkan diri.

4.      Anti Pancasila.

5.      Teroris.

 

Hal itu disampaikan Aa Gym.

 

 Saat bicarakan reuni aksi 212.

 

YAng berlangsung.

Ahad (2/12/2018).

 

 

“Yang menyebabkan orang berbondong-bondong.

Datang ke 212.

 

Karena ada sesuatu dalam dada.

Dirasakan tidak adil.

Yang sulit dicarikan saluran.

 

 

 Saya sebagai anak bangsa.

Juga Islam.

Ada satu kepedihan.

 

 Jika mendengar kata:

1.      Radikal.

2.      Intoleran.

3.      Mau memsiahkan.

4.      Anti Pancasila.

5.      Teroris.

 

 Pedih umat Islam dikaitkan.

 

Dengan radikal, intoleran, mau memisahkan, anti pancasila, teroris,”kata Aa Gym.

 

 Saat bicara dalam acara Indonesia Lawyers Club (LC).

 

Di TV One.

Selasa (4/12/2018) malam.

 

 

Aa Gym mengatakan.

Bahwa umat Islam adalah salah satu elemen.

 

 Yang sangat mencintai Indonesia.

 

Sehingga sakit.

 

Jika umat Islam dituduh radikal.

 

 

Kami mencintai negeri ini.

Demi Allah.

Saya tidak rela bangsa ini hancur.

 

 

Tapi kemana mau bicara.

 

Ketika ada peluang muncul.

 

Maka berbondong-bondong.

Ikut aksi 212.

 

 

Kami buktikan bukan perusak.

 

Makanya rumput pun enggan kami injak.

 

Kami bukan yang merusak.

 

Berkumpul perasaan ini.

Dan saya tidak menduga.

 

Akan sebanyak ini yang hadir,”jelasnya.

 

 

Aa Gym menyebut.

Bahwa siapa pun.

 

Yang datang dalam momen 212.

Akan mudah tersentuh.

 

 Aa Gym mengatakan.

Bahwa reuni aksi 212.

 

Adalah aksi terbesar.

Yang akan menjadi sejarah di Indonesia.

 

 

“Kalau kita pakai hati akan banyak manfaatnya.

 

Saya kira tentara dan polisi yang jaga pun.

 

Ini bukan musuh saya.

 

Bagaimana kakek dan nenek-nenek yang sudah sepuh.

 

Tuna netra itu bukan musuh.

 

Pasti hati nurani yang datang akan tersentuh,”tandasnya.

 

 

Atas dasar itu, Aa Gym mengusulkan.

 

Agar  reuni 212 tetap dilangsungkan.

 

Meskipun tidak ada momen Pilpres.

 

 

Siapa pun yang nanti jadi presiden.

 

Jadi momentum kebersamaan kita.

 

Pak Ahok kita undang.

Ada episode baru.

Yaitu pakai hati.

 

Semangat besaudara.

 

Jika ada ketidakadilan.

 

Tinggal diperbaiki saja,”ungkapnya.

 

 

Aa Gym juga mengajak masyarakat untuk mengenang.

Bahwa aksi terbesar yang dilakukan secara damai.

 

Bisa terjadi pada era Presiden Joko Widodo.

 

 

Acara 212 terjadi di era Presiden Jokowi.

 

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

 

 

Kekurangannya juga menjadi jalan terjadinya 212.

 

Kita harus terima kasih juga.

 

Jangan ngilang-ngilangin,” kata Aa Gym.

 

 Aa Gym juga mengapresiasi segenap panitia.

 

Yang sukses menggelar acara dengan lancar.

 

Sebab untuk mengumpulkan orang dengan jumlah yang banyak.

 

Dan berjalan tertib.

 

Bukan hal mudah.

 

 

Terima kasih juga kepada yang hadir.

 

Karena bisa jadi pencerahan bagi yang mau tercerahkan.

 

Bahan evaluasi bagi yang mau evaluasi,” ujarnya.

 

 

Menurut Aa Gym.

Acara 212 adalah aset yang dimiliki oleh Indonesia.

 

 

Dari peristiwa ini manusia mampu menunjukkan kasih saying.

 

Rasa persatuan.

Dan rasa persaudaraannya.

 

 

Acara 212 adalah aset bangsa.

 

Hal ini adalah karunia Allah.

 

Bagi siapa pun yang ingin mendapat.

Hikmah dari kejadian ini.

 

 

Memang sudut pandang bisa berbeda.

 

Tapi kalau pakai hati jernih.

 

 Dengan rasa kekeluargaan persaudaraan.

Kita bisa dapatkan banyak hal,”pungkas dia.

 

 

(Sumber : fb)