Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, March 10, 2022

12774. ATURAN MENAG PENGERAS SUARA MASJID

 

 




 

ATURAN MENAG TENTANG PENGERAS SUARA MASJID

Oleh: Drs. HM Yusron Hadi, MM

 

 

Menag Terbitkan.

Pedoman Penggunaan Pengeras Suara.

Di Masjid dan Musala.

 

 

Menteri Agama.

 Yaqut Cholil Qoumas.

Menerbitkan edaran.

 

Yang mengatur penggunaan pengeras suara.

Di masjid dan musala.

 

Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 tahun 2022.

 

Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

 

Penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

Kebutuhan umat Islam.

 

Sebagai salah satu media syiar Islam.

Dalam masyarakat.

 

Pada saat bersamaan.

 

Masyarakat Indonesia beragam.

Dalam agama, keyakinan, latar belakang, dan lainnya.

 

 Sehingga perlu merawat persaudaraan.

Dan harmoni sosial.

 

“Pedoman diterbitkan sebagai upaya.

Meningkatkan ketenteraman, ketertiban.

 

Dan keharmonisan antarwarga masyarakat,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Senin (21/2/2022).

 

Ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Agama.

Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala:

 

1.      Umum

 

Pengeras suara terdiri atas:

 

1)     pengeras suara dalam.

2)     Pengeras suara luar.

 

Tujuan penggunaan pengeras suara pada masjid dan musala:

 

1.      Mengingatkan masyarakat melalui pengajian Al-Quran.

 

Selawat Nabi.

Dan suara azan.

 

Tanda masuk waktu salat fardu.

 

2.      Menyampaikan suara muazin kepada jemaah ketika azan.

 

Suara imam kepada makmum ketika salat berjemaah.

 

Suara khatib dan penceramah kepada      jemaah.

 

3.      Menyampaikan dakwah kepada masyarakat luas.

 

Dalam dan luar masjid/musala.

 

Pemasangan dan Penggunaan Pengeras Suara.

 

1.      Pemasangan pengeras suara dalam dan luar  dipisahkan.

 

2.      Hendaknya diatur akustik yang baik.

 

3.      Volume pengeras suara diatur sesuai kebutuhan.

 

Paling besar 100 dB (seratus desibel).

 

4.      Dalam pemutaran rekaman.

Hendaknya memperhatikan kualitas rekaman.

 

Waktu, dan bacaan akhir ayat, selawat/tarhim.

 

 

Tata Cara Penggunaan Pengeras Suara.

 

1.      Waktu Salat Subuh.

 

Paling lama 10 menit sebelum azan.

Boleh memakai pengeras suara luar.

 

Untuk pembacaan Al-Quran.

Atau selawat/tarhim.

 

Salat Subuh, zikir, doa, dan kuliah Subuh.

Memakai pengeras suara dalam.

 

 

2.      Waktu Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.

 

Paling lama 5 menit sebelum azan.

Boleh memakai pengeras suara luar.

 

Untuk pembacaan Al-Quran.

Atau selawat/tarhim.

 

 

Sesudah azan dikumandangkan.

Memakai pengeras suara dalam.

 

3.      Waktu salat Jumat.

 

Paling lama 10 menit sebelum azan.

Boleh memakai pengeras suara luar.

 

Untuk pembacaan Al-Quran.

Atau selawat/tarhim.

Azan memakai pengeras suara luar.

 

Pengumuman, khotbah, salat Jumat, zikir, dan doa.

Memakai pengeras suara dalam.

 

 

4.      Kegiatan Syiar Ramadan, gema takbir Idul Fitri, Idul Adha, dan Upacara Hari Besar Islam.

 

Bulan Ramadan

Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarus Al-Quran.

Memakai pengeras suara dalam.

 

Takbiran 1 Syawal / 10 Zulhijah.

1.      Memakai pengeras suara luar.

Sampai pukul 22.00 WIB.

 

2.      Bisa dilanjutkan dengan pengeras suara dalam.

 

Salat ldul Fitri dan ldul Adha.


1. Boleh memakai pengeras suara luar.

 

Takbiran Hari Tasyrik

1.      Memakai pengeras suara dalam.

 

Peringatan Hari Besar Islam atau pengajian.

1.      Memakai pengeras suara dalam.

2.      Jika pengunjung melimpah

Memakai pengeras suara luar.

 

Suara yang dipancarkan melalui Pengeras Suara.

 

1.               Bagus atau tidak sumbang.

2.              Pelafazan baik dan benar.

 

 

(Dari berbagai sumber)

12773. USTAZ FELIX SIAUW TAK KEBERATAN DISEBUT RADIKAL

 

 



 

USTAZ FELIX SIAUW TAK KEBERATAN DISEBUT RADIKAL

 

 

Aku Nggak Papa

(Dikatakan RADIKAL)

 

 

Aku tak marah dibilang radikal.

Aku hanya kasihan.

 

Tiap hari.

Mereka itu harus memelihara kebencian.

 

Tanpa alasan.

Dalam hati mereka.

 

Agar tuduhan itu.

Tetap hidup.

 

Aku tak dendam.

Dibilang intoleran.

 

Aku hanya kasihan.

Anak cucu mereka harus tahu.

 

Bahwa mereka itu.

Tak bisa menerima perbedaan pandangan.

 

Aku tak apa apa dituduh:

 

1.      Anti-Pancasila.

2.      Anti-NKRI.

 

3.      Mengkafirkan orang.

4.      Mentaghutkan pemerintah.

 

 

Aku hanya kasihan.

 

Bagaimana kelak.

Mereka itu.

Di hari perhitungan.

 

Oke, aku sedih.

Aku terluka.

Aku manusia biasa.

 

Sering aku ingin berhenti saja.

Biar mereka itu senang.

 

Biar mereka ambil.

Semua ladang dakwah.

Kalau mereka mau.

 

Tapi aku.

Juga tak bisa mencintai.

Dalam diam.

 

Aku cinta agama ini.

Dan aku tak bisa berhenti.

 

Menyampaikan keindahan tentangnya.

 

Bagaimana agama ini mengubahku.

 

Karenanya.

Saat mereka menghujat.

Aku lebih memilih diam.

 

Sebab aku khawatir.

Kata-kata yang keluar dari lisanku.

 

Jadi doa buruk buat mereka.

 

Aku tak ingin keburukan.

Pada siapa pun.

 

Aku lebih memilih.

Mengadu kepada Allah.

 

Dan kadang-kadang kepadamu.

 

Mereka yang tersembunyi.

Dari manusia.

 

Sebab doa-doa mereka.

Yang membuatku tetap kuat.

 

Itulah keluarga.

 

Seberapa pun jahatnya.

Mereka itu tetap kakak-kakak kita.

 

Seperti kisah Nabi Yusuf.

Yang difitnah.

Dituduh.

 

Sebab iri hati.

Oleh saudaranya yang lain.

 

Itulah keluarga.

 

Dan satu saat.

Ketika Allah kembalikan mereka pada kita.

 

Seperti saudara Nabi Yusuf padanya.

 

Begitu pun kita.

 

Kita harus siap.

Dengan senyum dan ampunan

 

Oleh: Ustaz Felix Siauw