Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, August 6, 2022

14314. NABI KUNUT NAZILAH BERDOA JELEK DITEGUR OLEH ALLAH

 

 



 

NABI KUNUT NAZILAH BERDOA JELEK DITEGUR OLEH ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

ARTI KUNUT NAZILAH

Kata “kunut”

 

Artinya:

1.        Taat.

2.        Merendahkan diri kepada Allah.

3.        Tidak bicara.

 

4.        Doa dalam salat.

5.        Berdiri taat tidak ada maksiat.

 

Kunut.

Yaitu konsisten taat kepada Allah.

 

Kunut secara istilah.

Yaitu berdiri agak lama.

 

Pada rakaat terakhir.

Setelah bangkit dari rukuk.

 

Atau iktidal

Dengan membaca doa tertentu.

 

 

Muhammadiyah memahami.

 

Kunut

Yaitu tunduk kepada Allah.

 

Berdiri lama dalam salat.

Dengan membaca ayat Al-Qur’an dan berdoa.

 

Kata “nazīlah”.

Berasal dari kata:

nazala- yanzilu:.

 

Artinya “menimpa”.

 

Nazilah.

Artinya musibah.

Atau peristiwa dahsyat.

 

Seperti perang.

Dan lainnya.

 

Kunut nazilah.

Yaitu berdiri agak lama pada rakaat terakhir.

 

Setelah rukuk.

Atau saat iktidal.

 

Pada semua salat fardu.

Dengan membaca doa khusus.

 

Karena musibah besar.

Yang menimpa umat lslam.

 

Para ulama berbeda pendapat.

 

Bahwa kunut dilakukan.

1.        Tiap salat Subuh saja.

2.        Pada semua salat fardu.

 

Hadis riwayat Ahmad.

 

Anas berkata bahwa Rasulullah.

Selalu kunut pada salat Subuh.

Hingga beliau wafat.

 

Hadis riwayat Tirmizi.

 

Ahmad dan Ishak berkata.

Bahwa Rasulullah tidak kunut pada salat Subuh.

 

Tapi melakukan kunut nazilah.

Karena umat lslam  tertimpa musibah.

 

 

Muhammadiyah berpendapat.

Bahwa kunut itu kunut nazilah.

 

Cara kunut nazilah, yaitu:

1.        Pada semua salat fardu.

Termasuk salat Jumat.

 

2.        Pada rakaat terakhir.

Setelah bangkit dari rukuk.

Kemudian iktidal.

 

3.        Angkat tangan saat berdoa.

4.        Membaca doa iktidal.

 

5.        Membaca doa kunut nazilah.

Berisi permohonan kebaikan.

Atau berlindung dari keburukan.

 

6.        Tidak membaca doa.

Berisi kutukan atau celaan.

 

7.        Baca amin, setelah doa.

 

 

Pada awal kunut nazilah.

Nabi berdoa bernada kutukan.

 

Atau marah.

Terhadap sekelompok orang kafir.

 

Bahkan Nabi.

Terkadang menyebut nama  langsung.

 

Kemudian Allah menurunkan ayat.

Bahwa bukan urusanmu (Muhammad).

 

Apakah Allah menerima tobat mereka.

Atau mengazabnya.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 128.

 

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

 

Tak ada sedikit pun campur tanganmu (Muhammad)  dalam urusan mereka  atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka orang zalim.

 

 

Menurut Bukhari.

Penyebab  turunnya ayat ini.

 

Karena Nabi Muhammad.

Berdoa mohon kepada Allah.

 

Agar menyelamatkan sebagian pemuka musyrik.

Dan membinasakan lainnya.

 

Merujuk ayat itu.

Maka dilarang membaca doa kunut.

Berisi kutukan atau celaan.

 

Karena bukan hak Nabi Muhammad.

Untuk mendoakan celaka.

Bagi umat manusia.

 

Hadis riwayat Baihaki.

 

Rasulullah mendoakan agar Mudhar celaka.

 

Tiba-tiba malaikat Jibril datang.

Memberi isyarat.

 

Agar Nabi diam.

Lalu Nabi terdiam.

 

Jibril berkata: 

Ya Muhammad.

 

Sungguh Allah mengutusmu.

Tidak untuk mencela dan melaknat.

 

Sungguh Allah mengutusmu.

Sebagai penebar kasih sayang.

 

Bukan untuk memberikan azab.

Karena itu bukan urusanmu.

 

Kemudian Nabi diajarkan doa kunut.

 

Sejarah kunut nazilah.

 

Riwayat Ibnu Abbas.

 

 Rasûlullâh kunut selama sebulan.

 Dilakukan berturut-turut.

 

Pada salat Zuhur, Asar, Magrib, Isyak, dan Subuh.

 

Nabi mendoakan keburukan.

Bagi suku dari Bani Sulaim, Ri’il, Dzakwan dan Usayyah.

 

Kemudian makmum mengamini.

 

Nabi mengirim para sahabat.

Untuk mengajak Islam.

 

Tapi para sahabat dibunuh.

 

 

(Sumber suara.muhammadiyah)

 

14313. ISLAM LENGKAP JIKA SUDAH BELAJAR SIRAH NABAWI

 

 



 

 

ISLAM LENGKAP JIKA SUDAH BELAJAR SIRAH NABAWI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Sejarah

Yaitu kejadian dan peristiwa.

Yang benar terjadi pada masa lalu.

 

 

Mengapa sejarah sangat penting?

 

Zaman dulu.

Negara membayar mahal:

 

1.        Kisah.

2.        Narasi,

3.        Sejarah.

 

Untuk menjadi akar.

Bagi generasi muda selanjutnya.

 

Kisah.

Yaitu cerita tentang kejadian, riwayat, dan lainnya.

 

Dalam hidup seseorang.

Dan lainnya.

 

Narasi.

Yaitu cerita atau deskripsi.

 

Tentang suatu kejadian.

Atau peristiwa.

 

 

Pemerintah zaman itu.

Memberi subsidi untuk museum.

 

Untuk apa?

Agar orang-orang tahu sejarah.

 

Kenapa sejarah begitu penting?

Agar orang-orang tahu.

Tujuan mereka itu untuk apa?

 

Agar orang-orang punya banyak ilmu.

 

Sejarah dipelajari.

Untuk mengenal jati diri kita.

Jati diri bangsa.

 

Kita belajar Sirah Nabawi.

Yaitu sejarah perjuangan Nabi.

 

Dan para sahabat.

Zaman dulu.

 

Kita harus belajar sejarah.

 

Orang-orang hebat.

Terlahir dari sejarah.

 

Mereka belajar sejarah.

Dengan baik.

 

Tak mungkin para pahlawan.

Terlahir begitu saja.

 

Sejarah itu ibadah.

Sejarah itu gagasan.

 

Sejarah itu ilmu.

Sejarah itu dakwah.

 

Al-Quran banyak berisi sejarah.

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 111.

 

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

 

Sesungguhnya pada kisah mereka ada pengajaran bagi orang yang punya akal. Al-Quran bukan cerita yang dibuat-buat, tapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

 

 

(Sumber Felix Siauw)

 

 

 

 

14312. MEMBERI INGIN BALASAN LEBIH BANYAK ITU BISNIS

 


MEMBERI INGIN BALASAN LEBIH BANYAK  ITU BISNIS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

PERINTAH DAKWAH DAN MATERI DAKWAH

 

 Al-Quran surah Al-Mudassir (surah ke-74) ayat 1-7.

  

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ
قُمْ فَأَنذِرْ
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ
وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ

وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ


  Hai orang berselimut,
bangunlah, lalu berilah peringatan!
dan Tuhanmu agungkan!
dan pakaianmu bersihkan,
dan perbuatan dosa tinggalkan.

Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

 

 

 MATERI DAKWAH RASULULLAH

 

1.Memberi peringatan.

2.Mengagungkan Rabb ( Allah).

 

3.Membersihkan pakaian.

4.Meninggalkan perbuatan dosa.

 

5.Jangan memberi karena ingin mendapat balasan lebih banyak.

 

6. Dalam menjalankan perintah Allah harus bersabar.

 

 

Tugas Rasulullah.

 

1.        Memberi kabar gembira.

Kepada orang beriman.

 

2.        Mengingatkan  ancaman.

Kepada orang durhaka.

 

Tak ada kebesaran selain Allah.

 

Sehingga makhluk seperti manusia.

Tak boleh bersikap sombong.

 

Perintah membersihkan pakaian.

Dan meninggalkan dosa.

Agar manusia bersih lahir dan batin.

 

 Dilarang mengharapkan balasan lebih besar.

Agar lebih ikhlas dalam berbuat baik.

 

Dan selalu ingin berbuat baik.

Tanpa berhenti.

 

 Selama berdakwah.

Ada isyarat akan mendapat:

1.        Gangguan.

2.        Ejekan.

 

3.        Olok-olok.

4.        Siksaan.

 

Maka harus tetap sabar.

Untuk mencapai rida Allah.

 

 Daftar Pustaka

1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.

3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

5.    Tafsirq.com online