Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, September 11, 2022

14860. SALAH ASUH CARI GELAR INSTAN TANPA ADA ILMU

 

 

 

SALAH ASUH CARI GELAR INSTAN TANPA ADA ILMUNYA

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

Ada 5 penyebab  Indonesia.

Tertinggal dari  negara lain.

 

Yang disebut:

 PANCASALAH.

 

Atau 5 SALAH.

Yaitu:

1)        Salah Kaprah.

2)        Salah Lihat.

3)        Salat Asuh.

 

4)        Salah Tafsir.

5)        Salah Tata Kelola.

 

 

1.        SALAH KAPRAH.

 

Yaitu ada kelompok yang ingin mengubah Pancasila.

Hal itu bisa menyebabkan perang saudara.

 

Jangan sampai kita diadu domba oleh negara adidaya.

 

2.        SALAH LIHAT.

 

Salah lihat bisa terjadi.

Karena sensor dan rekayasa.

Sehingga menghasilkan stabilitas semu.

 

Padan zaman kini.

Orang bisa salah lihat.

 

Dan salah persepsi.

Karena buzzer dan hoaks.

 

Sehingga:

Yang salah dianggap benar.

Dan yang benar dianggap salah.

 

Akibatnya salah pilih pemimpin.

 

3.        SALAH ASUH.

 

Rakyat lndonesia salah asuh.

Karena warga Indonesia.

 

Lewat organisasi pemerintah dan politik.

Sejak awal diasuh untuk cari uang.

 

Misalnya.

1)        Jika ingin jadi pejabat.

Maka harus bayar.

 

2)        Rakyat diasuh jadi feodal

Yaitu harus patuh.

Pada semua kata pemimpin.

 

3)        Rakyat diasuh jadi egois.

Yaitu lawan politik.

Harus dizalimi dan dihukum.

 

Diasuh agar menganggap.

Kelompok kami lebih baik daripada kelompok lain.

 

4)        Diasuh jalan pintas.

Dengan cara menjilat, menendang, dan menyikut.

 

Dan boleh lakukan segala cara.

Untuk capai tujuannya.

 

5)        Diasuh cari gelar instan dan cepat.

Tapi tak ada ilmunya.

 

6)        Diasuh cari uang cepat.

Dengan menghalalkan segala cara.

 

Jika ada orang tak cari uang.

Dengan segala cara.

Maka dianggap dungu.

 

4.        SALAH TAFSIR

 

Yang orang mengangggap.

Karena tujuannya tercapai.

Dengan segala cara.

 

Meskipun tak lihat halal dan haram.

Dia merasa diridai Tuhan.

 

5.        SALAH TATA KELOLA

 

Tata kelola yang baik.

Hanya dikenal di negara maju.

Yaitu good government.

 

Di negara modern.

Kekuasaan dilarang berpusat.

 

Dilarang kekuasaan di satu tangan.

Dilarang kekuasaan pada kelompok orang.

 

Tapi bangsa barbar dan jahiliah.

Tak kenal good goverment.

 


Dulu.

Indonesia lebih maju dibanding Cina.

 

Kini.

Cina di langit.

Indonesia tetap di bumi.

 

Kemudian.

Indonesia setara dengan:

1)        Korea Selatan.

2)        Taiwan.

 

Kini.

Korea Selatan dan Taiwan di depan.

Indonesia tetap di tempat.

 

Sekarang.

Indonesia sejajar dengan:

1)        Vietnam.

2)        Kamboja.

3)        Bangladesh.

 

Mungkin.

Mereka akan meninggalkan lndonesia.

 

Apakah sebabnya?.

 

Salah satu jawabnya,

 

Yaitu adanya PANCASALAH.

Atau 5 SALAH.

 

Yaitu:

1)                Salah Kaprah.

2)                Salah Lihat.

 

3)                Salah Asuh.

4)                Salah Tafsir.

5)                Salah Tata Kelola.

 

 

Salah Tata Kelola.

Berbeda dengan: Salah Kelola.

 

Salah Tata Kelola.

Lebih merusak daripada Salah Kelola.

 

Padahal.

Yang terjadi dalam berbagai bidang.

Di lndonesia.

 

Yaitu :

Salah Tata Kelola.

 

Salah tata kelola.

Yang dikelola dengan baik.

Hasilnya justru lebih bahaya.

 

Contoh.

 SALAH TATA KELOLA

Yang sederhana.

 

Seorang ibu punya:

1)                1 anak kandung.

2)                1 anak tiri.

 

Si ibu sulit berbuat adil.

Jika membagi 1 pisang.

Untuk 2 anak itu.

 

Sebaiknya si ibu.

Jangan diberi tugas membagi pisang.

 

Hal itu disebut:

 TATA KELOLA YANG BAIK.

 

Harus ada orang lain.

Yang memotong pisang itu.

 

Yang tidak ada kepentingan apa pun.

 

Dengan  2 anak itu.

 

Atau cara lain.

 

Jika salah 1 anak.

 Boleh memotong pisang itu.

 

Maka anak yang lain.

Harus diberi hak memilih lebih dulu.

 

Maka yang memotong pisang.

Akan lebih hati-hati.

 

Jika memotongnya besar sebelah.

Maka potongan lebih besar.

Akan dipilih lebih dulu.

 

Maka yang memotong rugi sendiri.

 

Hal itu disebut:

TATA KELOLA YANG BAIK

 

 

Tata kelola sebuah negara harus baik.

 

Jika ada penyelewengan.

Dalam pengelolaan.

Bisa dikembalikan ke tata kelola yang baik.

 

Jika lndonesia belum maju.

Maka  harus dilihat tata kelolanya.

 

 Misalnya.

SOAL DEMOKRASI

 

Bagaimana bisa.

Aturan soal partai.

 

Dibuat sendiri oleh DPR.

Yang dikendalikan partai.

 

Hal itu.

Sama saja dengan ibu tiri.

Membagi pisang:

 

Si ibu yang memotong pisangnya.

Tapi si ibu juga :

 

1)                Yang memilihkan.

2)                Yang membagikan.

  

Tata kelola seperti itu.

Sekarang dilakukan.

Dengan sungguh-sungguh.

 

Justru karena mengelolanya sungguh-sungguh.

 

Maka tata kelola yang salah.

Maka salahnya jadi tambah parah.

 

Contoh lainnya.

Salah tata kelola.

 

Ada kasus:

 

1)             Polisi membunuh polisi.

2)             Di rumah polisi.

3)             Diperiksa oleh polisi.

 

Hal itu disebut:

Salah tata kelola.

 

 Jika salah tata kelola.

Dikelola dengan baik.

 

Maka tambah parah salahnya.

 

 

Contoh salah tata kelola.

 

Jika DPR mengatur besar gajinya sendiri.

Dan besarnya uang pensiunnya sendiri.

 

Hal itu salah tata kelola.

 

 

(Sumber FB)

 

 

 

 

 

 

14859. BODOH TERTUTUP TAK MAU BELAJAR MERASA PINTAR

 

 



 

BODOH TERTUTUP TAK MAU BELAJAR MERASA SUDAH TAHU

Oleh Drs. HM Yusron Hadi, MM

 

 

Nasihat lmam Syafii menghadapi orang bodoh.

 

1.      Jangan memberi nasihat kepada orang yang tak mau dinasihati.

 

2.      Silakan hina diriku sepuasmu.

Aku akan diam saja.

Bukan karena aku tak punya jawaban.

Tapi singa tak pernah membalas gonggongan anjing.

 

3.      Biarkan mereka bersikap bodoh dan menghina.

Kita tetap bersikap santun.

Karena kayu gaharu akan makin wangi saat disulut api.

 

4.      Menjaga mata dan telinga agar terhindar dari hal jelek, sama seperti sucinya menjaga mulut dari ucapan jelek.

 

Orang bodoh itu bukan orang yang IQ nya rendah.

 

Orang bodoh adalah orang yang:

 

1)     Tak mau belajar.

2)     Tak mau diberi tahu.

 

3)     Bersifat tertutup.

4)     Merasa sudah tahu.

 

5)     Merasa sudah benar.

6)     Merasa sudah pinter.

 

 

1.   Jangan memberi nasihat kepada orang yang tak mau dinasihati.

 

Kamu tak mendapat pujian.

Nasihatmu tak berguna.

 

Mungkin kamu akan sakit hati.

 

Dia bisa menganggapmu rendah dan lemah.

 

Ada saatnya kita berpikir taktis dan strategis dalam kebaikan.

Jangan menasihati orang yang tak mau dan menutup diri.

 

Sebaiknya mencari strategi lain yang lebih efektif.

 

 

2.   Silakan hina diriku sepuasmu.

Aku akan diam saja.

Bukan karena aku tak punya jawaban.

Tapi singa tak pernah membalas gonggongan anjing.

 

Terkadang ada orang yang tak paham masalahnya.

 

Tapi tiap hari selalu menghina, mengkritik,  menjatuhkan, dan menunjukkan kesalahan kita.

 

Padahal dia tak paham masalahnya.

 

Cara ini dipakai menghadapi orang tertutup dan tak mau diberi tahu.

 

Tapi tiap hari selalu menyakiti dan menyakitkan.

 

Silakan menghina sepuasmu.

Aku akan diam saja.

 

Bukan karena aku tak punya jawaban.

 

Tapi, jika aku menjawab dan membalas malah kontra produktif.

Kamu makin panjang omongan  dan makin ngawur tak karu-karuan.

 

Tunggu sampai gonggongan anjing  berhenti.

Baru singa akan menyalak.

 

Nasihat ini dipakai pada  kondisi yang tepat dengan dosis yang pas.

 

 

3.   Biarkan mereka bersikap bodoh dan menghina.

Kita tetap bersikap santun.

Karena aroma kayu gaharu akan makin wangi saat disulut api.

 

Saat menghadapi orang bodoh yang menutup diri dan merasa sudah pinter.

 

Jika kita terpaksa meresponnya

Maka kita meresponnya dengan santun, sopan, baik, dan berakhlak baik.

 

Jika kita dalam kebaikan dan kebenaran.

 

Maka aroma kayu garahu makin wangi saat disulut api.

 

Orang menghina itu seperti melemparkan api.

 

Jika kita jenisnya kayu gaharu yang wangi.

 

Maka kita makin wangi saat disulut api.

 

Mengapa harus diam.

 

Karena lebih mudah menjelaskan kepada 10 orang berilmu.

 

Daripada menjelaskan kepada 1 orang bodoh.

 

Karena orang bodoh tak punya landasan ilmu.

 

Orang bodoh hanya ngeyel dan berprinsip pokoknya.

 

Orang bodoh menganggap versinya paling benar.

 

Dia tak mau mendengar argumen lain.

 

Tak mau menerima dalil  yang berbeda.

 

Dan tak mau melihat dengan  sudut pandang perspektif yang berbeda.

 

Diskusi dengan orang bodoh tak akan menang.

 

Maka cara terbaik adalah diam dan tetap santun.

Orang pinter dengan orang pinter diskusinya lebih mudah.

 

Karena orang berilmu itu dengan isyarat saja sudah cukup.

 

 

4. Menjaga mata dan telinga agar terhindar dari hal jelek, sama seperti sucinya menjaga mulut dari ucapan jelek.

 

Membaca dan mendengar itu memasukkan sesuatu ke dalam tubuh kita.

 

Maka pilih yang baik saja.

 

Misalnya, lebih baik menghindar dari dari grup WA atau SMS HP yang isinya jelek.

 

Maksiatnya mata itu melihat yang tak baik.

 

Maksiatnya telinga itu mendengar yang tak baik.

 

Padahal maksiat itu salah satu penghalang cahaya petunjuk ilmu dari Allah.

 

Biasanya hal tak baik itu muncul dari orang bodoh, tertutup, dan merasa dirinya pinter.

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)