Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, January 7, 2023

16140. PEMIMPIN NEGARA BELA BANGSA TANPA PENCITRAAN

 

PEMIMPIN NEGARA HARUS BELA BANGSA TANPA PENCITRAAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Pemimpin berjiwa negarawan.

Tiru para negarawan sesungguhnya.

 

Membela kepentingan bangsa dan negara.

Di atas segalanya.

 

Secara murni.

Tanpa pencitraan.

 

Pemimpin.

Yaitu “khadim al-ummat”.

Atau pelayan rakyat.

 

Pemimpin berfungsi:

1)                Pengatur.

2)                Penentu arah.

 

3)                Mempengaruhi.

4)                Jadi penunjuk.

 

5)                Pengayom.

6)                Pemberi contoh yang baik.

 Pemimpin sebenarnya.

1)        Bukan penguasa.

2)        Meski punya kekuasaan.

 

Kekuasaan.

Hanya bagian fungsi kepemimpinan.

 

Ibarat tubuh manusia.

Pemimpin adalah kepala.

 

Pemimpin sangat penting perannya.

Sebagai penentu wajah rakyat.

Atau model bangsa.

Jika pemimpin tak berfungsi.

Maka seperti ayam kehilangan induk.

 

Kata pepatah.

Ikan busuk dimulai dari kepala.

 

Maju atau runtuhnya.

Suatu bangsa.

Mulai dari pemimpinnya.

 

 

Kader Persyarikatan Perlu Membaca Buku “Muhammadiyah: Wawasan dan Komitmen”

Para pemimpin Indonesia.

Dari pusat sampai daerah.

 

Punya posisi penting.

Dalam hidup berbangsa.

Dan bernegara.

 

Juga pemimpin informal.

Dan pemimpin agama.

 

Dalam sidang BPUPKI.

Bung Karno berkata,

 

“Kita akan mendirikan suatu Negara.

Buat kita semua.

Bukan buat 1 orang.

Bukan buat 1 golongan.

Tapi buat semua”.

 

Bung Hatta mengritik keras.

Kepentinga hajat hidup.

 

Banyak orang.

Dikuasai sedikit orang.

 

 Dia minta agar negara.

Tegakkan keadilan dan kemakmuran.

Untuk semua orang.

 

Pahlawan sejati.

Yaitu para negarawan.

 

Pemimpin sejati.

Punya visi luas dan mendalam.

 

Mereka gemar membaca.

Dan berilmu  luas.

 

Bukan  pemimpin instan.

 

Pemimpin bangsa.

Harus utamakan kepentingan bangsa dan negara.

Hindari segala bentuk penyimpangan  jabatan.

 

Jika ditemukan.

Kelompok kuasai Indonesia.

 

Maka tugas petinggi negara.

Harus luruskan dengan kekuasaan.

 

 

Jika benar cinta rakyat dan negara.

Maka utamakan hajat hidup rakyat.

 

Sebagai agenda utama.

 

Jangan kalah kepentingan asing.

Atau pihak lainnya.

Yang merugikan rakyat dan negara.

 

Martabat pemimpin.

Bukan soal digdaya kekuasaan.

Tapi kekuatan rohani dan moral .

 

Dalam ambil keputusan politik.

Jadi patokan kepentingan rakyat.

 

Bukan pihak lain.

 

Hal itu.

Legacy (warisan) terbaik.

 

 

 

(Sumber Suara Muhammadiyah)

 

 

16139. CARA MANDI JUNUB

 



CARA MANDI JUNUB USAI HUBUNGAN SUAMI ISTRI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Junub.

Yaitu keadaan kotor .

 

Karena keluar mani atau bersetubuh.

Yang mewajibkan orang mandi.

 

Membasahi (membersihkan) seluruh tubuh.

Dari ujung rambut hingga ujung kaki.

 

Junub atau janabah.

Yaitu keadaan berhadas.

Harus mandi wajib.

 

 Ada 2 cara Rasulullah mandi junub.

Yaitu:

 

1)    Riwayat Aisyah (istri Rasulullah).

2)    Riwayat Maimunah (istri Rasulullah).

 

 Riwayat Aisyah (istri Rasulullah).

 

عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا اغتسل من الجنابة غسل يديه ، ثم توضأ وضوءه للصلاة ، ثم اغتسل ، ثم يخلل بيده شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات ، ثم غسل سائر جسده

 

     Aisyah berkata,

 

“Jika Nabi mandi janabah.

Beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya.

 

Kemudian berwudu seperti wudunya untuk salat.

 

Kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air.

Kemudian menyela dasar-dasar rambutnya.

 

Sampai beliau menyangka air sampai ke dasar rambutnya.

 

Kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya 3 kali.

 

Kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Riwayat Aisyah (istri Rasulullah), yaitu:

 

1.    Mencuci kedua telapak tangan.

2.    Berwudu.

 

3.    Menyele-nyela akar rambut di kulit kepala dengan kedua tangan yang dicelup dalam air.

 

4.    Menyiram seluruh rambut kepala 3 kali.

 

5.    Menyiram seluruh tubuh.

 

 

Riwayat Maimunah (istri Rasulullah):

 

عن ميمونة بنت الحارث رضي الله عنها زوجة النبي صلى الله عليه وسلم أنها قالت : وضعتُ لرسول الله صلى الله عليه وسلم وَضوء الجنابة ، فأكفا بيمينه على يساره مرتين أو ثلاثا ، ثم غسل فرجه ، ثم ضرب يده بالأرض أو الحائط – مرتين أو ثلاثا – ثم تمضمض واستنشق ، ثم غسل وجهه وذراعيه ، ثم أفاض على رأسه الماء ، ثم غسل سائر جسده ، ثم تنحّى فغسل رجليه ، قالت : فأتيته بخرقة فلم يُردها ، وجعل ينفض الماء بيده

 

Maimunah berkata,

 

“Saya menyiapkan air untuk Rasulullah mandi junub.

 

Beliau menuangkan (air itu) dengan tangan kanannya di atas tangan kirinya  2 atau 3 kali.

 

Kemudian beliau cuci kemaluannya.

 

Lalu menggosokkan tangannya di tanah atau di tembok 2 atau 3 kali.

 

Selanjutnya, beliau berkumur-kumur dan menghirup air.

 

Kemudian beliau cuci mukanya dan dua tangannya sampai siku.

 

 Kemudian beliau siram kepalanya lalu seluruh tubuhnya.

 

Kemudian beliau bergeser, lalu mencuci kedua kakinya.

 

Kemudian saya memberikan kepadanya kain handuk.

 

Tapi beliau tidak ingin.

 

Lalu beliau menyeka air (di tubuhnya) dengan memakai kedua tangannya.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Riwayat Maimunah (istri Rasulullah), yaitu:

 

1.              Mencuci kedua telapak tangan.

 

2.              Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri yang disiram air memakai  tangan kanan.

3.              Menggosok tangan ke tanah atau ke tembok (boleh diganti dengan sabun).

 

4.              Berkumur, mencuci wajah dan dua tangan sampai siku.

 

5.              Menyiram kepala.

6.              Menyiram seluruh tubuh.

 

7.               Bergeser tempat untuk menyiram dua kaki.

 

 

Ustad Sulaiman Rasjid.

 

Fardu (rukun) mandi wajib:

 

1)              Berniat.

 

a.    Yaitu berniat menghilangkan hadas junubnya.

b.    Untuk wanita yang selesai haid/nifas, berniat menghilangkan hadas kotorannya. 

 

2)    Mengalirkan air ke seluruh tubuh.

 

 

Hal yang disunahkan saat  mandi wajib.

 

1)    Membaca basmalah pada awal mandi.

2)    Berwudu sebelum mandi wajib.

 

2)              Menggosok-gosok seluruh tubuh dengan tangan.

 

3)              Mendahulukan anggota tubuh yang kanan daripada yang kiri.

 

4)              Berturutan.

 

Artinya semua dikerjakan langsung tanpa jeda.

 

 

Daftar Pustaka.

1.    Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung, 2017.

2.    Video youtube Ustad Adi Hidayat, Lc MA.

3.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

4.    Tafsirq.com online