Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, April 20, 2023

17578. METODE HISAB 100 TAHUN KE DEPAN RUKYAT H-1 SUSAH

 



METODE HISAB 100 TAHUN KE DEPAN RUKYAT H-1 SUSAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Cara menentukan waktu:

1)                Awal Ramadan.

2)                1 Syawal.

3)                10 Zulhijjah.

 

Pakai metode Hisab Wujudul Hilal.

 

Ketua Umum

Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Haedar Nashir.

 

Ada 3 faktor metode hisab.

Yaitu:

1)        Teologis.

2)        Sains.

3)        Praktis.

Selasa (18/4/2023.

Media Gathering PP Muhammadiyah.

 

Jelang Hari Raya Idulfitri 1444 H.

 Jumat 21 April 2023.

 

Kantor PP Muhammadiyah.

Jl. Cik Ditiro, No. 23.

Kota Yogyakarta.

 

Metode hisab hakiki wujudul hilal.

Menjawab keresahan umat.

 

Soal waktu penting ibadah.

Terkait aktivitas lain.

 

Muhammadiyah.

Dorong realisasi Kalender Islam Global.

Untuk atasi keresahan.

 

Ada 3 hal kokoh.

 

1.        Pilar teologis.

Berasal dari Al-Qur’an dan Hadis.

 

2.        Pilar sains.

Islam agama cinta ilmu.

 

Wujud prinsip keberadaan.

Hilal sebagai benda langit.

Bisa diamati lewat alat sains.

 

“Bagi kami.

Tak bisa melihat.

Belum tentu hilal tidak ada.

 

Konsepnya kami lebih kuat.

Yaitu wujud atau ada,” ungkapnya.

 

3.        Pilar praksis atau mudah.

 

Allah menghendaki kemudahan.

Bukan kesusahan.

 

Metode hisab praktis dan mudah.

 

“Dengan hisab.

Kita bisa hitung 100 tahun ke depan.

 

Jika tunggu H-1.

Hal itu susah.

 

Seperti hidup kita sehari-hari.

Transaksi dengan kalender.

Hal itu.

Jadi pasti,” ungkap Haedar.

 

 

(Sumber muhammadiyah)

17577. ADA 3 FAKTOR HISAB TEOLOGIS SAINS PRAKTIS

 



ADA 3 FAKTOR PAKAI METODE HISAB TEOLOGIS SAINS PRAKTIS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Cara menentukan waktu:

1)                Awal Ramadan.

2)                1 Syawal.

3)                10 Zulhijjah.

 

Pakai metode Hisab Wujudul Hilal.

 

Ketua Umum

Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Haedar Nashir.

 

Ada 3 faktor metode hisab.

Yaitu:

1)        Teologis.

2)        Sains.

3)        Praktis.

Selasa (18/4/2023.

Media Gathering PP Muhammadiyah.

 

Jelang Hari Raya Idulfitri 1444 H.

 Jumat 21 April 2023.

 

Kantor PP Muhammadiyah.

Jl. Cik Ditiro, No. 23.

Kota Yogyakarta.

 

Metode hisab hakiki wujudul hilal.

Menjawab keresahan umat.

 

Soal waktu penting ibadah.

Terkait aktivitas lain.

 

Muhammadiyah.

Dorong realisasi Kalender Islam Global.

Untuk atasi keresahan.

 

Ada 3 hal kokoh.

 

1.        Pilar teologis.

Berasal dari Al-Qur’an dan Hadis.

 

2.        Pilar sains.

Islam agama cinta ilmu.

 

Wujud prinsip keberadaan.

Hilal sebagai benda langit.

Bisa diamati lewat alat sains.

 

“Bagi kami.

Tak bisa melihat.

Belum tentu hilal tidak ada.

 

Konsepnya kami lebih kuat.

Yaitu wujud atau ada,” ungkapnya.

 

3.        Pilar praksis atau mudah.

 

Allah menghendaki kemudahan.

Bukan kesusahan.

 

Metode hisab praktis dan mudah.

 

“Dengan hisab.

Kita bisa hitung 100 tahun ke depan.

 

Jika tunggu H-1.

Hal itu susah.

 

Seperti hidup kita sehari-hari.

Transaksi dengan kalender.

Hal itu.

Jadi pasti,” ungkap Haedar.

 

 

(Sumber muhammadiyah)

17575. ORANG TOLERAN TENANG BEDA IDUL FITRI

 



ORANG TOLERAN TENANG SAAT BEDA IDUL FITRI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Muhammadiyah

Berdiri 8 Zulhijah 1330 Hijriah.

Atau 18 November 1912 Masehi.

 

Oleh KH Ahmad Dahlan.

Atau Muhammad Darwis.

 

Di Kauman Yogyakarta.


”Muhammadiyah”.

Artinya ”pengikut Nabi Muhammad”.

 

Muhammadiyah.

Pelopor salat di tanah lapang.

 

Awalnya.

Ide ini tak lazim.

Dan ditentang.

 

Pada tahun 1926.

Muhammadiyah pertama kali.

 

Salat Id di alun-alun utara.

 Keraton Yogyakarta.

 

Kiai Ahmad Dahlan.

Wafat tahun 1923.

 

Memahamkan umat Islam.

Agar ikut Sunah Nabi.

Salat Id di lapangan terbuka.

 

Umat muslim Indonesia.

Mayoritas mazhab fikih Syafi’i .

Anggap salat di masjid lebih utama.

 

Tamu India protes.

Mengapa Muhammadiyah.

 

Salat Idul Fitri.

Dalam Masjid Keraton Yogyakarta.

 

Menurut tamu itu.

Muhammadiyah gerakan Tajdid (pencerahan).

 

Harus Salat Idul Fitri dan Idul Adha.

Di tanah lapang.

Seperti contoh Rasulullah.

 

Masjid Keraton.

Dipakai Salat Id Muhammadiyah.

Hormat pada Sultan Hamengkubuwono VII.

 

 Membolehkan Kiai Ahmad Dahlan.

 Muhammadiyah beda tanggal.

 

Perayaan hari besar Islam.

Dengan Keraton Yogya.

 

Muhammadiyah.

Pakai hisab dan Kalender Hijriah.

 

Keraton Yogya.

Pakai Kalender Jawa.

Atau Aboge.

 

Sehingga beda tanggal.

Hari besar Islam.

 

(Sumber Muhammadiyah)