Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, April 22, 2023

17603. MUHAMMADIYAH USUL EVALUASI SIDANG ITSBAT KEMENAG

 



MUHAMMADIYAH USUL EVALUASI SIDANG ITSBAT KEMENAG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

Sekretaris Umum

Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Abdul Mu'ti.

 

Usul agar sidang isbat dievaluasi.

Karena:

1)                Tak penting.

2)                Tak ada gunanya.

 

 

Ada 3 alasan.

Sidang isbat perlu dievaluasi.

 

Yaitu:

1)        Umat lslam mampu pakai hisab.

2)        Tak berguna.

3)        Sumber gaduh.

 

"Sejak awal kami usul.

Agar sidang isbat dievaluasi.

Ada 3 alasan," kata Mu'ti.

 

Jumat (21/4/2023).

 

1.        Umat lslam mampu pakai hisab.


Saat ini.


Umat Islam mampu tetapkan:



1)        Awal dan akhir Ramadan.

2)        1 Syawal.

 

Pakai hisab.

 

"Semua umat Islam.

Muhammadiyah, NU, dan lainnya.

Pakai hisab tentukan waktu," lanjut dia.

 

2.        Tak berguna.

 

Sidang isbat kandung istilah trivialitas.

Dan redundancy.

 

Yaitu kegiatan tak berguna.

Sebab mengulang.

Tak penting.



Contohnya.

Pemerintah punya kriteria hilal.

1)                Posisi bulan 3 derajat.

2)                Elongasi 6,4.

 

Jika hasil hisab.

Tak penuhi ketentuan.

 

Maka ditolak.

Padahal sudah tahu hasilnya.


missal hasil hisab:

1)        Di bawah 3 derajat.

2)        Elongasi kurang 6,4.

 

Dalam sidang isbat ditolak.

Kenapa sidang isbat.

Jika ditolak juga," jelasnya.


3. Sumber gaduh.

Sidang itsbat sumber:

1)                Gaduh.

2)                Perpecahan.

 

Sebab ada pihak merasa:

1)                Sesuai pemerintah.

2)                Berbeda.


Muncul rasa:

1)        Menang atau kalah.

2)        Sesuai pemerintah atau tidak.

 

"Penolakan salat Idul Fitri.

Di beberapa tempat.

 

Karena dianggap:

1)        Lebih dulu.

2)        Beda dengan Pemerintah.


Dalam Negara Pancasila.

Dan UUD 45.

Mengatur kemerdekaan warganya.

Menjalankan ibadah sesuai agama.

Dan kepercayaannya.



Dia minta pemerintah membuka diri.

Agar penentuan:

 

1)                Awal Ramadan.

2)                Akhir Ramadan.

 

Dikembalikan kepada umat masing-masing.

 

Sehingga tak ada kesan.

Berbeda dan melawan pemerintah.

 


"Harusnya negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk.

Untuk memeluk suatu agama.

Dan ibadah sesuai agama.

Dan kepercayaannya," kata Mu'ti.

 

"Coba pemerintah buka diri.

  Sidang isbat dievaluasi.

 Dikembalikan masing-masing.

 

Agar tidak ada kesan:

1)                Berbeda.

2)                Melawan pemerintah.

 

Tak dibenturkan kepentingan tertentu," pungkas Mu'ti.



(sumber detik)





Friday, April 21, 2023

17599. GUS BAHA DEBAT 1 SYAWAL BODOH SOMBONG KURANG KERJA

 



GUS BAHA DEBAT 1 SYAWAL BODOH SOMBONG KURANG KERJA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Rais Syuriyah PBNU.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim.

Atau Gus Baha.

 

Dorong debat terkait awal Syawal.

Berdasar ilmu falak.

Tak diseret ke politik.

 

Hampir tiap tahun.

Saat penentuan:

 

1)             Awal Ramadan.

2)             1 Syawal.

 

Terjadi debat di Indonesia.

 

Umumnya debat .

Seret 2 organisasi.

 

1)        Nahdlatul Ulama (NU).

2)        Muhammadiyah.

 

Saat menjelaskan tafsir.

Surah Yasin ayat 37-38.

 

Youtube Santri Gayeng.

Kamis (20/4/2023).

 

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 37-38.

وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ

 

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

 

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

 

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikian ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

“Kita sering debat.

Tapi tak mau tekuni ilmu.

 

Misalnya.

Debat NU dan Muhammadiyah.

 

Soal awal bulan Syawal.

Lalu muncul anggapan.

 

Negara:

1)        Bela NU.

2)        Ikut Muhammadiyah.

 

Ilmunya tak mau.

Tapi saling lempar tuduhan,” jelas Gus Baha.

 

Menurut Gus Baha.

Debat terjadi.

 

Karena orang debat.

Tak paham ilmu astronomi.

Atau ilmu falak.

 

Yaitu belajar ilmu benda langit .

Dan fenomena alam.

Yang terjadi di luar bumi.

 

Dengan ilmu ini.

Bisa dihitung dan tahu awal bulan.

 

Gus Baha melanjutkan.

Debat makin tak terarah dan liar.

 

Disertai muatan politik.

Dan publikasi media sosial.

 

Debat tanpa ilmu.

 Dibumbui ego kelompok.

Dan politik.

 

Membuat kacau.

Akhirnya saling ejek.

Dan merendahkan.

 

“Sebetulnya.

Penentuan awal Syawal.

Sangat mudah.

 

Jika kamu ingin tahu jawabnya.

Maka belajar ilmu falak.

Selesai.

 

Kalau otaknya cukup.

Maka belajar falak.

 

Tak usah nimbrung bicara.

Karena itu ilmu objektif.

 

Ilmu astronomi itu objektif.

Tapi dianalisis secara politik,” tegas Gus Baha.

 

Ada 3 alasan.

Orang suka debat.

 

 Awal Ramadan dan Syawal .

Dibanding belajar ilmu falak.

Agar debat objektif.

 

Yaitu:

1)        Bodoh.

2)        Sombong.

3)        Kurang pekerjaan.

 

Bukan bidangnya.

Tapi banyak bicara.

 

Nomor 3 sering terjadi.

Dalam masyarakat.

Yaitu kurang kerjaan.

 

 

Karena debat tanpa ilmu.

Muncul istilah:

 

1)        Rukyat itu NU.

2)        Hisab itu Muhammadiyah.

 

Padahal tokoh NU.

Banyak juga pakai hisab,” katanya.

 

Secara ilmu.

Ketika Allah buat hukum.

 

Maka detailnya diketahui.

Oleh orang khusus.

 

Tapi ada ilmu.

Yang orang awam pasti tahu.

 

 Yaitu awam bidang tertentu.

Seperti:

1)        Ahli tarekat, tapi tak tahu falak.

2)        Ahli falak, tapi tak tahu tarekat.

 

Karena manusia tak sempurna. 

 

Allah suka tebak-tebakan.

Jadi tiap bulan.

Tersembunyi 2 hari.

 

Tempat singgah bulan.

Hanya 28 hari.

 

Jika ijtima’ terjadi usai 28 hari.

Maka 1 bulan.

Hanya 29 hari.

 

Besok masuk tanggal 1.

Bulan berikutnya.

 

 Jika menunggu 29 hari.

Maka istikmal 30 hari.

Lalu habis dan ganti bulan. 

 

 Berarti tiap bulan.

Ada misteri 2 hari.

 

Bisa saja tanggal 29.

Terakhir ijtima’

 Lalu nanti selesai.

 

 Atau ijtima’ sampai 30 hari.

Hal itu.

Menurut ahli ilmu.

 

 “Tidak benar anggapan.

NU pakai rukyat.

Muhammadiyah pakai hisab.

 

Karena ini adalah ilmu.

Siapa pun bisa mengkaji.

 

 Saya punya banyak buku falak.

Sebagian dikarang orang Muhammadiyah.

 

 Yang buat kalender itu siapa?

Sebagian besar oleh orang NU.

Seperti Mbah Turaichan.

 

Beliau orang NU.

Pakar hisab Muhammadiyah.

Juga banyak,” terang Gus Baha.

 

(Sumber NU online)