Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, March 12, 2024

Monday, March 11, 2024

33057. CARA HADAPI FATWA AGAMA MEDSOS

 


CARA HADAPI COPY PASTE FATWA AGAMA MEDIA SOSIAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Kemajuan teknologi.

Selalu bawa sisi.

 

1)        Baik.

2)        Jelek.

 

Di media sosial.

Tiap orang bebas.

 

1)        Ekspresi.

2)        Beri label orang lain.

 

Ditambah akun misterius.

Tanpa identitas.

 

Perang fatwa.

Bermodal copy paste.

 

Mudah ditemukan.

Di media social.

 

Media social.

Jadi pasar ideologi bebas.

 

Cara hadapi media social.

 

1)        Gunakan secukupnya.

2)        Bagus untuk silaturrahmi.

 

3)        Berbagi wawasan dan info.

4)        Mempererat persaudaraan.

 

5)        Hindari debat.

6)        Jangan buang uang, waktu, dan pikiran.

 

7)        Jangan larut dalam debat.

 

8)        Focus dunia nyata.

Bukan dunia maya.

 

9)        Pasang filter

Semua info disaring dengan bijak.

 

10)  Tanyakan pada ahlinya.

 

 

(Sumber fb)

33056. CARA KERJA MESIN JET

33054. ANIMASI MESIN JET

33053. EKS WAKAPOLRI PERIKSA SIREKAP KPU PEMILU 2024

 


EKS WAKAPOLRI PERIKSA SIREKAP KPU PEMILU 2024

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Mantan Wakapolri

Komjen Pol (Purn) Oegroseno katakan.

 

Polisi bisa periksa.

1)        KPU.

2)        Segel Sirekap.

 

Terkait gaduh.

Aplikasi Pemilu 2024.

 

1)        Data berubah-ubah.

2)        Data melebihi DPT.

 

3)        DPT maksimal 300 orang.

4)        Diduga tak salah.

 

5)        Tapi disengaja.

6)        Salah di banyak tempat.

 

7)        Melebihi batas 300 orang.

8)        Salah massif.

 

Data Sirekap berubah-ubah.

Melebihi jumlah DPT 300 orang.

 

Bukan salah.

Tapi sengaja.

 

“Kalau saya aktif Bareskrim.

Saya periksa KPU.

 

Dicek berdasar laporan

1)                Intel.

2)                Warga.

 

Tidak ada larangan periksa KPU

Polri ada patroli siber.

 

Minggu (10/3/2024).

 

Dikatakan Oegroseno.

Adanya dugaan.

 

1)                Jual beli suara.

2)                Gelembungan suara.

 

3)                Caleg hilang suara.

 

 

4)                Polisi pro-aktif.

Sebagai alat negara.

 

Polisi olah TKP.

Yaitu KPU.

 

Komisioner KPU.

Tak kebal hukum.

 

Jika ada masalah.

Dipasang ‘police line’.

 

Pada server Sirekap.

Jika tidak ada manipulasi .

Perhitungan digital dilanjutkan.

 

“Kalau terbukti Sirekap bermasalah.

Lanjut hitungan manual.

 

Polisi adalah alat negara.

Bisa penyelidikan.

Dugaan manipulasi Sirekap,” tandasnya.

 

Polisi bisa audit forensik.

 

Pemerintah harus  jawab.

Kegaduhan pada pemilu.

 

Presiden  2 periode.

Ya sudah legowo,” katanya.

 

Sistem TI KPU.

Benda mati dikendalikan manusia.

 

Mestinya terbuka.

 

Sekarang tertutup.

Masuk KPU dijaga ketat,” tukasnya.

 

Diduga Sirekap Didesain dan Direncanakan

 

Oegroseno duga.

Hasil Sirekap didesain.

Tak lalai.

 

“Parang jasa Sistem Sirekap.

Bagian KPK berperan.

 

Sudah di depan mata,” tegasnya.

Pidana pemilu.

Terkait

1)        UU korupsi.

2)        UU pidana umum.

 

3)        UU pengadaan barang dan jasa.

4)        UU ITE.

 

Oegroseno tambahkan.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

 

Turun tangan dugaan.

Manipulasi data Sirekap.

 

Sirekap tak rahasia.

KPU tidak kebal hukum.

 

 

(Sumber warta)