Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, July 14, 2024

34111. MENGHIDUPKAN YANG PERNAH ADA LEBIH MUDAH

 


MENGHIDUPKAN YANG PERNAH ADA PASTI LEBIH MUDAH

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Banyak orang tidak sabar.

Tak betah menunggu.

 

Mereka ingin hitungan ganjaran dan balasan.

Langsung dilakukan segera di dunia ini.

 

Tak perlu menunggu di akhirat kelak.

 

Mereka lupa.

Bahwa dunia tempat ujian.

Bagi manusia.

 

Manusia sadar hal di atas.

Al-Quran masih melayani yang ragu.

Dengan dalil membungkam mereka.

 

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 78-83.

 

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ

 

أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

 

 Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya,  dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakan: “Dia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali”. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.

 

Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa untuk menciptakan kembali jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” maka terjadilah dia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.  

 

Al-Quraan jelaskan.

Mengembalikan keberadaan  sesuatu.

Yang pernah ada, lalu mati dan punah.

 

Pasti lebih mudah daripada menciptakan sesuatu pertama kali.

Yang belum pernah ada.  

 

Meskipun demikian.

Bagi Allah tak ada istilah “lebih mudah atau lebih sulit”.

 

Redaksi ayat Al-Quran.

 

“Katakan bahwa dia akan dihidupkan oleh yang menciptakan pertama kali”.

 

Kehadiran dan mewujudkan sesuatu.

Dari sumber “berlawanan”.

Bisa terjadi.

 

Seperti terciptanya api dari daun hijau.

Yang mengandung air).

 

Ayat berbunyi, “Yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau”.

 

Menciptakan manusia dan menghidupkan setelah kematian.

 

Pasti lebih mudah bagi Allah daripada menciptakan alam semesta.

 

Yang sebelumnya tidak ada.

 

Ayat Al-Quran,

 “Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu?”

 

 Untuk menciptakan dan melakukan sesuatu.

Betapa pun besar dan agungnya ciptaan.

 

Bagi Allah tak perlu waktu atau materi.

Berbeda dengan makhluk.

Selalu butuh sarana dan prasarana.

 

Firman Allah,”Jadilah!, maka terjadilah dia”.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.                Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online.

34110. BANYAK ORANG TAK SABAR INGIN DIBALAS LANGSUNG

 


BANYAK ORANG TAK SABAR INGIN DIBALAS LANGSUNG  

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

    Apakah perlu bukti adanya hari akhir?

 

Logika yang baik menjawab.

Bahwa hidup sesudah mati di dunia.

Pasti adanya.

 

Bukankah makhluk paling mulia.

Yaitu makhluk berjiwa?

 

Bukankah paling mulia di antara makhuk  berjiwa.

Yaitu yang punya kemauan dan kebebasan memilih?

 

Yang paling mulia dari kelompok ini.

Yaitu yang mampu:

 

1)        Melihat jauh ke depan.

 

2)        Mampu menimbang dampak dan risiko.

Dari semua kegiatan dan pilihannya.

 

Demikian kata logika kita yang baik.

Muncul pertanyaan baru.

 

Apakah selama hidup di dunia.

Semua orang sudah melihat.

 

Dan merasakan akibat perbuatannya.

Berdasar kegiatan dan pilihannya?

 

Sudahkah semua yang berbuat baik.

Memetik buah perbuatannya?

 

Sudahkah semua orang yang berbuat jahat.

Menerima nista kejahatannya?

 

 Jawabnya.

Ternyata semua orang.

 

Tidak atau masih belum.

Terima balasan dan risiko.

 

Dari semua perbuatan dan pilihannya.

Selama hidup di dunia.

 

Bahkan sering  terjadi di dunia.

Terjadi kondisi sangat tidak adil.

 

Yaitu orang jahat.

Tak menerima risiko.

Dari segala perbuatannya.

 

Bahkan berhasil menikmati hasil kejahatannya.

 

Dan orang baik.

Dalam kondisi memprihatinkan.

 

Demi tegaknya keadilan.

Semua orang harus menerima balasan dan risiko.

 

Dari segala perbuatannya.

Secara adil.

Selama hidup di dunia.

 

Agar semua semua pihak.

Memperoleh secara adil dan sempurna.

 

Hasil perbuatan.

Berdasar pilihannya.

 

 Al-Quran sebut hidup di akhirat.

Yaitu “al-hayawan”.

Artinya  “hidup sempurna”.

 

Kematian disebut  “wafat”.

Arti harfiahnya.

Yaitu “kesempurnaan”.

 

Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

 

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

 

   Sesungguhnya hari kiamat akan datang, Aku sengaja merahasiakan (waktunya), agar tiap jiwa diberi balasan dan ganjaran sesuai hasil usahanya.

 

Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

 

 

 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ

 

 Dan orang-orang kafir berkata, “Hari berbangkit tidak akan datang pada kami”. Katakan: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”.

 

 Agar Allah memberi balasan pada orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka orang-orang baginya ampunan dan rezeki mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka  memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang sangat pedih”.

 

Memang ada orang tak sabar.

Dan tak betah menunggu.

Mereka ingin agar hitungan ganjaran.

Dan balasan langsung dilakukan.

Dengan segera di dunia.

 

Tapi mereka lupa.

Bahwa hidup  dan mati.

Yaitu ujian dari Allah.

 

  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

 

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

 

 Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.                Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online.

34109. BUKTI LOGIS ADANYA HARI KIAMAT (2)

 


BUKTI LOGIS ADANYA HARI KIAMAT (2)

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Banyak orang tidak sabar.

Tak betah menunggu.

 

Mereka ingin hitungan ganjaran dan balasan.

Langsung dilakukan segera di dunia ini.

 

Tak perlu menunggu di akhirat kelak.

 

Mereka lupa.

Bahwa dunia tempat ujian.

Bagi manusia.

 

Manusia sadar hal di atas.

Al-Quran masih melayani yang ragu.

Dengan dalil membungkam mereka.

 

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 78-83.

 

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ

 

أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

 

 Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya,  dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakan: “Dia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali”. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.

 

Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa untuk menciptakan kembali jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” maka terjadilah dia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.  

 

Al-Quraan jelaskan.

Mengembalikan keberadaan  sesuatu.

Yang pernah ada, lalu mati dan punah.

 

Pasti lebih mudah daripada menciptakan sesuatu pertama kali.

Yang belum pernah ada.  

 

Meskipun demikian.

Bagi Allah tak ada istilah “lebih mudah atau lebih sulit”.

 

Redaksi ayat Al-Quran.

 

“Katakan bahwa dia akan dihidupkan oleh yang menciptakan pertama kali”.

 

Kehadiran dan mewujudkan sesuatu.

Dari sumber “berlawanan”.

Bisa terjadi.

 

Seperti terciptanya api dari daun hijau.

Yang mengandung air).

 

Ayat berbunyi, “Yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau”.

 

Menciptakan manusia dan menghidupkan setelah kematian.

 

Pasti lebih mudah bagi Allah daripada menciptakan alam semesta.

 

Yang sebelumnya tidak ada.

 

Ayat Al-Quran,

 “Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu?”

 

 Untuk menciptakan dan melakukan sesuatu.

Betapa pun besar dan agungnya ciptaan.

 

Bagi Allah tak perlu waktu atau materi.

Berbeda dengan makhluk.

Selalu butuh sarana dan prasarana.

 

Firman Allah,”Jadilah!, maka terjadilah dia”.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.                Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online.

34106. AGUS MUSTOFA JUDI ONLINNE

Saturday, July 13, 2024

34104. HARI KIAMAT DIRAHASIAKAN AGAR ADIL SESUAI AMAL

 


HARI KIAMAT DIRAHASIAKAN AGAR ADIL SESUAI AMAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

    Apakah perlu bukti adanya hari akhir?

 

Logika yang baik menjawab.

Bahwa hidup sesudah mati di dunia.

Pasti adanya.

 

Bukankah makhluk paling mulia.

Yaitu makhluk berjiwa?

 

Bukankah paling mulia di antara makhuk  berjiwa.

Yaitu yang punya kemauan dan kebebasan memilih?

 

Yang paling mulia dari kelompok ini.

Yaitu yang mampu:

 

1)        Melihat jauh ke depan.

 

2)        Mampu menimbang dampak dan risiko.

Dari semua kegiatan dan pilihannya.

 

Demikian kata logika kita yang baik.

Muncul pertanyaan baru.

 

Apakah selama hidup di dunia.

Semua orang sudah melihat.

 

Dan merasakan akibat perbuatannya.

Berdasar kegiatan dan pilihannya?

 

Sudahkah semua yang berbuat baik.

Memetik buah perbuatannya?

 

Sudahkah semua orang yang berbuat jahat.

Menerima nista kejahatannya?

 

 Jawabnya.

Ternyata semua orang.

 

Tidak atau masih belum.

Terima balasan dan risiko.

 

Dari semua perbuatan dan pilihannya.

Selama hidup di dunia.

 

Bahkan sering  terjadi di dunia.

Terjadi kondisi sangat tidak adil.

 

Yaitu orang jahat.

Tak menerima risiko.

Dari segala perbuatannya.

 

Bahkan berhasil menikmati hasil kejahatannya.

 

Dan orang baik.

Dalam kondisi memprihatinkan.

 

Demi tegaknya keadilan.

Semua orang harus menerima balasan dan risiko.

 

Dari segala perbuatannya.

Secara adil.

Selama hidup di dunia.

 

Agar semua semua pihak.

Memperoleh secara adil dan sempurna.

 

Hasil perbuatan.

Berdasar pilihannya.

 

 Al-Quran sebut hidup di akhirat.

Yaitu “al-hayawan”.

Artinya  “hidup sempurna”.

 

Kematian disebut  “wafat”.

Arti harfiahnya.

Yaitu “kesempurnaan”.

 

Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

 

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

 

   Sesungguhnya hari kiamat akan datang, Aku sengaja merahasiakan (waktunya), agar tiap jiwa diberi balasan dan ganjaran sesuai hasil usahanya.

 

Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

 

 

 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ

 

 Dan orang-orang kafir berkata, “Hari berbangkit tidak akan datang pada kami”. Katakan: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”.

 

 Agar Allah memberi balasan pada orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka orang-orang baginya ampunan dan rezeki mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka  memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang sangat pedih”.

 

Memang ada orang tak sabar.

Dan tak betah menunggu.

Mereka ingin agar hitungan ganjaran.

Dan balasan langsung dilakukan.

Dengan segera di dunia.

 

Tapi mereka lupa.

Bahwa hidup  dan mati.

Yaitu ujian dari Allah.

 

  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

 

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

 

 Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.                Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online.