Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, April 22, 2025

40396. KATA GANTI AKU KAMI DIA BAGI ALLAH DI QURAN

 




KATA GANTI AKU KAMI DIA BAGI ALLAH DI ALQURAN

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Al-Quran sumber utama dan pertama dalam lslam.

Tanpa Al-Quran, tak ada agama lslam.

 

Al-Quran adalah wahyu dari Allah.

1)        Diturunlan lewat malaikat Jibril.

2)        Kepada Nabi Muhammad.

 

3)        Selama 23 tahun.

4)         Di Mekah, Madinah dan sekitarnya.

 

Dalam Al-Quran

Ada 3 kata ganti bagi Allah.

 

Yaitu:

 

1)                AKU.

2)                KAMI

3)                DIA.

 

1.        Kata ganti AKU.

 

Aku (أنا - Ana)

Yaitu kata ganti orang pertama tunggal.

 

Dipakai ketika Allah:

 

1)        Berbicara langsung.

2)        Menunjukkan keesaan dan pribadi Allah personal.

 

Al-Quran surah Taha (surah ke-20) ayat 14.

 

نِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

 

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikan salat untuk mengingat Aku.

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 156.

 


۞ وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

 

Dan tetapkan untuk kami kebajikan di dunia ini dan akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".

 

Keterangan.

 

Allah berfirman,

“Dan rahmat-KU meliputi segala sesuatu”.

 

Artinya:

Allah berbicara langsung.

 

Dan menegaskan kasih sayang-Nya.

Secara pribadi.

 

2.        Kata ganti KAMI.

 

Kami (نحن - Nahnu)

Yaitu kata ganti orang pertama jamak.

 

Tak berarti Allah jumlahnya banyak.

Tetapi bentuk jamak kehormatan.

 

Menunjukkan keagungan, kekuasaan, dan otoritas Allah.

 

Terkadang Allah melibatkan pihak lain.

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 9.


إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 

Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

 

Keterangan.

Kami menurunkan Al-Quran .

 

Artinya:

Wahyu Allah lewat malaikat Jibril.

 

Kami menjaga Al-Quran.

Artinya:

 

Allah menjaga Al-Quran.

Termasuk melibatkan orang hafal Quran.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 107.


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

 

Dan Kami tak mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Keterangan.

Kata ganti  "Kami".

 

Menunjukkan keagungan misi kenabian.

Sebagai rahmat dari Allah.

 

3.        Kata ganti DIA.

 

Dia (هو - Huwa)

Yaitu kata ganti orang ketiga tunggal.

 

Dipakai dalam narasi ayat.

Untuk menceritakan tentang Allah.

 

Menunjukkan jarak naratif.

Bukan dari sudut pandang langsung Allah.

 

Tetapi dari sudut pandang pihak lain.

Seperti Nabi atau manusia.

 

Al-Quran surah Al-Hasyr (surah ke-59) ayat 22.


هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

 

Dia Allah Yang tidak ada  Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah lke-18) ayat 58.

 

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ ۖ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ۚ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلًا

 

Dan Tuhanmu yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.

 

Keterangan.

 

Kata Ganti DIA.

Dipakai alam narasi tentang sifat Allah.

 

Penjelasan.

1)        Al-Quran dijamin murni AUTENTIK oleh Allah.

 

2)        Sunah adalah ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad.

 

3)        Hadis adalah cerita para sahabat tentang sunah Nabi.

 

4)        Hadis tak dijamin oleh Allah.

 

5)        Hadis tak dijamin oleh Nabi Muhammad.

 

6)        Hadis dijamin oleh orang yang  meriwayatkan.

 

7)        Jika ada hadis MELAWAN Al-Quran.

Maka diabaikan.

 

8)        Jika ada hadis BERTENTANGAN dengan Al-Quran.

Maka dianggap TAK ADA.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        Agus Mustofa.

3)        ChatGPT.

 

 

 

 

40395. ALLAH MENGUTUS NABI AGAR MANUSIA TAK ADA ALASAN

 


ALLAH MENGUTUS NABI AGAR  MANUSIA TAK PUNYA ALASAN

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Menurut Al-Quran.

Tujuan Allah mengutus para Nabi.

 

Yaitu:

 

1)        Memberi petunjuk pada manusia.

2)        Menyampaikan wahyu dari Allah.

 

3)        Membawa kabar gembira dan memberi peringatan.

 

4)        Menegakkan keadilan dan memperbaiki umat manusia.

 

5)        Agar manusia tak punya alasan di hadapan Allah.

 

1.        Memberikan petunjuk kepada manusia.

 

Para Nabi diutus oleh Allah.

Untuk menyampaikan wahyu.

 

Dan memberi petunjuk jalan yang benar.

Bagi umat manusia.

 

Al-Quran surah lbrahim (surah ke-14) ayat 4.

 


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

 

Kami tak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

 

2.        Menyampaikan wahyu dari Allah.

 

Tugas utama para nabi.

Yaitu menyampaikan risalah dari Allah.

Kepada umat manusia.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 71.

 

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ

 

Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkata kepada mereka penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

 

3.        Nabi membawa kabar gembira dan memberi peringatan.

 

Para Nabi memberi kabar gembira kepada orang beriman.

Dan peringatan kepada yang ingkar.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 165.

 

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

4.        Menegakkan keadilan dan memperbaiki umat manusia.

 

Nabi diutus untuk memperbaiki akhlak manusia.

Dan menegakkan nilai keadilan.

 

Al-Quran surah Al-Hadid (surah ke-57) ayat 25.


ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

 

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengadakan rahbaniyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka, tetapi (mereka sendiri yang mengadakannya) untuk mencari rida Allah, lalu mereka tidak menjganya dengan penjagaan semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

 

Keterangan.

 

Rahbaniyah yaitu meninggalkan hidup normal.

 

Fokus ibadah berlebihan.

Tanpa ada perintah dari Allah.

 

5.        Agar manusia tak punya alasan di hadapan Allah.

 

Setelah kedatangan Nabi.

Manusia tak bisa lagi beralasan.

Bahwa mereka tak tahu kebenaran.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 165.

 

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT

 

 

 

 

 

49394. AGUS MUSTOFA AYAT GUNUNG

40393. GIRONA VS BETIS (1-3)

Monday, April 21, 2025

40390. KENAPA ALLAH MENGUTUS NABI VERSI ALQURAN

 


KENAPA ALLAH MENGUTUS PARA NABI VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Menurut Al-Quran.

Tujuan Allah mengutus para Nabi.

 

Yaitu:

 

1)        Memberi peunjuk pada manusia.

2)        Menyampaikan wahyu dari Allah.

 

3)        Membawa kabar gembira dan memberi peringatan.

 

4)        Menegakkan keadilan dan memperbaiki umat manusia.

 

1.        Memberikan petunjuk kepada manusia.

 

Para Nabi diutus oleh Allah.

Untuk menyampaikan wahyu.

 

Dan memberi petunjuk jalan yang benar.

Bagi umat manusia.

 

Al-Quran surah lbrahim (surah ke-14) ayat 4.

 


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

 

Kami tak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

 

2.        Menyampaikan wahyu dari Allah.

 

Tugas utama para nabi.

Yaitu menyampaikan risalah dari Allah.

Kepada umat manusia.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 71.

 

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ

 

Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkata kepada mereka penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

 

3.        Nabi membawa kabar gembira dan memberi peringatan.

 

Para Nabi memberi kabar gembira kepada orang beriman.

Dan peringatan kepada yang ingkar.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 165.

 

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

4.        Menegakkan keadilan dan memperbaiki umat manusia.

 

Nabi diutus untuk memperbaiki akhlak manusia.

Dan menegakkan nilai keadilan.

 

Al-Quran surah Al-Hadid (surah ke-57) ayat 25.


ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

 

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengadakan rahbaniyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka, tetapi (mereka sendiri yang mengadakannya) untuk mencari rida Allah, lalu mereka tidak menjganya dengan penjagaan semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

 

Keterangan.

 

Rahbaniyah yaitu meninggalkan hidup normal.

 

Fokus ibadah berlebihan.

Tanpa ada perintah dari Allah.

 

5.        Agar manusia tak punya alasan di hadapan Allah.

 

Setelah kedatangan Nabi.

Manusia tak bisa lagi beralasan.

Bahwa mereka tak tahu kebenaran.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 165.

 

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT