Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, May 10, 2025

40608. PERBEDAAN SYUKUR DAN RIA PAMER DI QURAN

 







PERBEDAAN SYUKUR DAN RIA PAMER VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam Al-Quran.

Perbedaan:

 

1)        Syukur.

2)        Ria atau pamer.

 

A.       SYUKUR.

 

Syukur secara bahasa.

Berasal dari kata Arab شَكَرَ (syakara).

 

Artinya:

 

1)        Mengakui.

2)        Memuji.

3)        Membalas kebaikan.

 

Dalam Islam.

Kata “Syukur”.

 

Artinya:

 

1)        Mengakui nikmat yang diberikan Allah.

2)        Merasakannya dalam hati.

 

3)        Mengucapkan dengan lisan.

4)        Mengamalkan dengan perbuatan yang diridai Allah.

 

 

Unsur Syukur dalam 3 hal.

Yaitu:

 

1)        Hati.

Mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah.

 

2)        Lisan.

Memuji Allah.

Seperti ucapan "Alhamdulillah."

 

3)        Perbuatan.

 Memakai nikmat dalam kebaikan.

 

Contoh bersyukur:

 

1)        Diberi rezeki.

Berbagi kepada yang membutuhkan.

 

2)        Diberi ilmu.

Mengajarkan dan mengamalkannya.

 

 

B.       RIA ATAU PAMER

 

Ria atau pamer.

Dalam konteks Islam.

 

Yaitu:

 

1)        Berbuat baik, bukan karena Allah.

2)        Melakukan ibadah, bukan karena Allah.

 

3)        Tapi agar dilihat dan dipuji.

4)        Ingin dikagumi orang lain.

 

Contoh:

 

1)        Bersedekah.

Agar dianggap dermawan.

 

2)        Salat dengan khusyuk.

Hanya saat dilihat orang lain.

 

3)        Membagikan amal di media social.

Dengan niat ingin dipuji.

 

 

Dalam Islam:

 

1)        Ria termasuk syirik kecil.

 

2)        Mencampur niat ibadah pada Allah dan ingin dipuji manusia.

 

Rasulullah SAW bersabda:

 

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”

 

Para sahabat bertanya:

“Apa syirik kecil itu, ya Rasulullah?”

 

Nabi menjawab: “Ria.”

 

Cara menghindari ria.

Yaitu:

1)                Perbaiki Niat.

2)                Sembunyikan amal baik.

 

3)                Banyak istigfar.

 

 

4)                Sadar bahwa pujian manusia, tak berarti bagi Allah.

 

5)                Perbanyak amal rahasia.

 

1.        Perbaiki niat.

 

Selalu luruskan niat.

Bahwa ibadah dan amal.

 

Hanya karena Allah.

Bukan untuk manusia.

 

Ucapkan dalam hati:

 

“Ya Allah, aku melakukan ini.

Hanya untuk-Mu.”

 

2.        Sembunyikan amal baik.

 

 

Jika mungkin, lakukan amal diam-diam.

 

Contoh:

 

1)        Sedekah tanpa memberi tahu orang lain.

2)        Salam malam tak  cerita ke siapa pun.

 

3)        Banyak Istigfar mohon ampun.

Jika merasa tergoda untuk pamer.

 

Segera istigfar mohon ampun.

Dan berlindung pada Allah dari syirik kecil.

 

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu.

Dari mempersekutukan-Mu.

Padahal aku mengetahuinya.

 

Dan aku mohon ampunan-Mu.

Atas apa yang tak aku ketahui.”

 

4)        Pujian Manusia Tidak Bernilai di Sisi Allah.

 

Pujian orang tak menambah pahala.

Dan celaan tak mengurangi amal.

 

Jika niat kita benar.

Allah melihat hati, bukan penampilan.

 

5)        Perbanyak Amal Rahasia.

 

Ciptakan "amalan tersembunyi".

Hanya dirinya dan Allah yang tahu.

Harta rahasia sangat berharga di akhirat.

 

Keterangan.

 

1.        Syukur

 

Bersyukur berarti mengakui nikmat Allah.

Dan memakai di jalan yang diridai-Nya.

 

Ciri-ciri:

1)        Ikhlas karena Allah.

2)        Sadar semua nikmat dari Allah.

3)        Tak harapkan pujian manusia.

 

Al-Quran surah lbrahim (surah ke-12) ayat 7.


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

 

2.        Ria (Pamer)

 

Ria atau pamer.

Yaitu beramal bukan untuk Allah.

Tapi ingin dilihat atau dipuji orang.

 

Ciri-ciri:

1)        Niat tak ikhlas untuk Allah.

2)        Tapi untuk manusia.

 

3)        Mencari pengakuan atau pujian.

4)        Bisa menyebabkan amal tak diterima.

 

Al-Quran surah Al-Maun (surah ke-107) ayat 4-6.


فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

 

4. Maka kecelakaan bagi orang-orang yang salat,

 

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

 

5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,

 

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

 

6. orang-orang yang berbuat riya.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 38.

 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

 

Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa mengambil setan menjadi temannya, maka setan adalah teman seburuk-buruknya.

 

Kesimpulan:

 

1.        Syukur.

 

1)        Niat tulus kepada Allah.

2)        Mendapat tambahan nikmat dan pahala.

 

2.        Riya (pamer).

 

1)        Niat untuk manusia.

2)        Amal bisa ditolak dan berdosa.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

 

40605. BERHALA PATUNG ORANG SALIH DISEMBAH ANAK CUCU

 







BERHALA PATUNG ORANG SALIH DISEMBAH ANAK CUCU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam sejarah.

Patung berhala yang disembah.

 

Asalnya orang salih dan baik.

Yang dihormati dan dicintai warga.

 

Lalu dibuatkan patung

Untuk mengenang dan menghormati.

 

Tapi waktu terus berlalu.

Sampai ke anak cucu dan cicit.

 

Akhirnya, patung-patung itu.

 

Sangat dihormati dan disembah.

Oleh generasi berikutnya.

 

Al-Quran surah Nuh (surah ke-71) ayat 23.

 

> وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًۭا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًۭا

 

 

Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhan kamu dan jangan pula kamu meninggalkan Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr'."

 

Penjelasan.

 

Ayat ini menjelaskan.

Kaum Nabi Nuh melawan seruan untuk bertauhid.

 

 Mereka menyeru satu sama lain.

Agar tetap menyembah berhala mereka.

 

Yaitu:

 

1)        Wadd.

2)        Suwa.

 

3)        Yaghuts.

4)        Ya'uq.

5)        Nasr.

 

Patung itu dulunya orang saleh.

Dari generasi sebelumnya.

 

Setelah mereka wafat.

Patung mereka dibuat.

 

Untuk penghormatan.

Tapi akhirnya disembah.

 

Atau dijadikan berhala.

Oleh generasi berikutnya.

 

Asbabun  nuzul (sebab turun),

 

Menurut Ibnu Abbas.

Dalam riwayat Bukhari.

 

1)        Bahwa berhala-berhala itu.

Nama-nama orang saleh.

Dari kaum Nabi Nuh.

 

2)        Setelah mereka wafat.

 

3)        Setan membisikkan pada mereka.

Untuk membuat patung sebagai pengingat.

 

4)        Tapi generasi berikutnya.

Mulai menyembah patung itu.

 

Kesimpulan:

 

Meskipun ayat ini.

Tak punya sebab turunnya (asbabun nuzul) spesifik.

 

Dari sisi konteks waktu turunnya.

Pada  zaman Nabi Muhammad SAW.

 

Ayat ini bagian kisah dakwah Nabi Nuh.

Sebagai pelajaran bagi umat Nabi Muhammad SAW.

 

Agar tak mengulangi kesalahan umat terdahulu.

 

Agar tidak menyekutukan Allah.

Agar tak mengulangi berbuat syirik.

 

Dengan alasan menghormati orang yang salih dan baik.

Tapi melewati batas.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

40604. BERHALA ASALNYA PATUNG ORANG SALIH DIHORMATI

 







BERHALA ASALNYA PATUNG ORANG SALIH DIHORMATI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam sejarah.

Patung berhala yang disembah.

 

Asalnya orang salih dan baik.

Yang dihormati dan dicintai warga.

 

Lalu dibuatkan patung

Untuk mengenang dan menghormati.

 

Tapi waktu terus berlalu.

Sampai ke anak cucu dan cicit.

 

Akhirnya, patung-patung itu.

 

Sangat dihormati dan disembah.

Oleh generasi berikutnya.

 

Al-Quran surah Nuh (surah ke-71) ayat 23.

 

> وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًۭا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًۭا

 

 

Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhan kamu dan jangan pula kamu meninggalkan Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr'."

 

Penjelasan.

 

Ayat ini menjelaskan.

Kaum Nabi Nuh melawan seruan untuk bertauhid.

 

 Mereka menyeru satu sama lain.

Agar tetap menyembah berhala mereka.

 

Yaitu:

 

1)        Wadd.

2)        Suwa.

 

3)        Yaghuts.

4)        Ya'uq.

5)        Nasr.

 

Patung itu dulunya orang saleh.

Dari generasi sebelumnya.

 

Setelah mereka wafat.

Patung mereka dibuat.

 

Untuk penghormatan.

Tapi akhirnya disembah.

 

Atau dijadikan berhala.

Oleh generasi berikutnya.

 

Asbabun  nuzul (sebab turun),

 

Menurut Ibnu Abbas.

Dalam riwayat Bukhari.

 

1)        Bahwa berhala-berhala itu.

Nama-nama orang saleh.

Dari kaum Nabi Nuh.

 

2)        Setelah mereka wafat.

 

3)        Setan membisikkan pada mereka.

Untuk membuat patung sebagai pengingat.

 

4)        Tapi generasi berikutnya.

Mulai menyembah patung itu.

 

Kesimpulan:

 

Meskipun ayat ini.

Tak punya sebab turunnya (asbabun nuzul) spesifik.

 

Dari sisi konteks waktu turunnya.

Pada  zaman Nabi Muhammad SAW.

 

Ayat ini bagian kisah dakwah Nabi Nuh.

Sebagai pelajaran bagi umat Nabi Muhammad SAW.

 

Agar tak mengulangi kesalahan umat terdahulu.

 

Agar tidak menyekutukan Allah.

Agar tak mengulangi berbuat syirik.

 

Dengan alasan menghormati orang yang salih dan baik.

Tapi melewati batas.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

40603. AGUS MUSTOFA NAMA TUHAN