Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 12, 2025

43095. QURAN TAK SEBUT PAULUS TAPI KRITIK AJARAN

 

 


AL-QURAN TAK SEBUT PAULUS TAPI KRITIK AJARANNYA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Kenapa Al-Qur’an.

Tak sebut nama Paulus.

 

Atau Saul dari Tarsus.

Secara langsung

 

Jawaban.

 

1)        Tujuan utama wahyu.

2)        Kerangka sejarah yang dibahas.

 

A.       Fokus Qur’an adalah misi para nabi.

Bukan tokoh sekunder

 

Al-Qur’an terutama cerita.

Para rasul dan nabi.

 

Yang diutus langsung oleh Allah.

Kepada suatu kaum.

 

1)        Dari Nabi Adam.

2)        Hingga Nabi Muhammad.

 

Paulus bukan Nabi.

Bukan Rasul yang diutus Allah.

 

Al-Qur’an tak wajib menyebutnya.

 

Tokoh bukan Nabi.

 Jarang disebut spesifik.

 

Kecuali peran kunci.

Dalam kisah para Nabi.

 

Misalnya:

Raja Fir’aun dalam kisah Nabi Musa.

 

B.       Al-Qur’an sering mengkritik konsep.

Bukan menyebut nama

 

Banyak ayat Al-Quran

Mengkritik ajaran.

Kelak identik Paulus.

 

Seperti:

1)        Nabi lsa dianggap Tuhan.

2)        Doktrin tebusan dosa lewat salib.

3)        Menghapus hukum Taurat secara mutlak.

 

 

A.       Penuhanan Isa.

 

Al-Quran surah An-Nisā’ (surah ke-4) ayat 171.


يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

 

Wahai Ahli Kitab, jangan kamu melampaui batas dalam agamamu, dan jangan kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka beriman kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhenti (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari punya anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukup Allah menjadi Pemelihara.

 

Al-Quran surah Al-Māidah (surah ke-5) ayat 72-73.


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

 

72. Sesungguhnya kafir orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolongpun.

 

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

73. Sesungguhnya kafir orang yang mengatakan: "Bahwa Allah salah 1 dari yang 3", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan pedih.

 

B.       Doktrin tebusan dosa lewat salib.

 

Al-Quran surah An-Nisā’ (surah ke-4) ayat 157-158.

 


وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

 

157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan tentang yang dibunuh. Mereka tidak yakin tentang siapa yang dibunuh, kecuali mengikuti dugaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh adalah Isa.

 

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

C.       Menghapus hukum Taurat secara mutlak.

 

Al-Quran surah Ali ‘Imrān (surah ke-3) ayat 50.

 

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

 

50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Catatan.

 

Al-Qur’an soroti salah ajaran.

Tanpa harus sebut nama pembawanya.

 

1)        Membuat pesan Quran universal.

2)        Tak terbatas orang tertentu.

3)        Tak terbatas zaman tertentu.

 

C.       Paulus muncul setelah Nabi Isa.

Di luar fokus kronologi kisah Qur’an

 

1)        Kisah Nabi Isa dalam Qur’an.

2)        Fokus masa hidup Nabi lsa.

 

3)        Dan murid-muridnya.

4)        Peristiwa usai Nabi Isa diangkat ke langit.

 

5)        Termasuk munculnya Paulus.

6)        Disinggung secara global:

 

Al-Quran surah Al-Hadīd (surah ke-57) ayat 27 .


ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

 

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengadakan rahbaniyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tapi (mereka sendiri mengadakannya) untuk mencari rida Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang fasik.

 

Catatan.

 

1)        Ayat ini sebut kelompok pengikut Isa.

2)        Membuat “inovasi” (rahbaniyyah).

 

3)        Yang tidak diwajibkan Allah.

4)         Pendapat ulama tafsir.

 

5)        Mencakup perkembangan gereja awal.

6)        Yang dipengaruhi Paulus.

 

7)        Al-Qur’an menyentuh efeknya.

8)        Tapi tak sebut namanya.

 

 

D.       Penyebutan nama bisa memecah fokus dakwah Nabi Muhammad.

 

1)        Jika disebut nama Paulus.

2)        Maka konteksnya sangat spesifik.

 

3)        Umat Nasrani abad 1-7 Masehi.

 

4)        Al-Qur’an memilih bahasa abstrak.

5)        Tapi tepat sasaran.

 

6)        Kritiknya berlaku semua penyimpangan agama.

7)        Kapan pun dan di mana pun.

 

E.       Prinsip Qur’an: Menyebut hanya yang bermanfaat langsung untuk hidayah

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 111.

 

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

 

Sesungguhnya pada kisah mereka ada  pengajaran bagi orang yang punya akal. Al Quran bukan cerita dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

 

Catatan.

 

1)        Al-Quran tegaskan: “Dalam kisah-mereka ada pelajaran bagi orang berakal…”.

 

2)        Nama tidak menambah pelajaran.

3)        Malah mengalihkan perhatian.

 

4)        Biasanya dihilangkan.

 

5)        Tujuan Al-Qur’an memberi petunjuk.

6)        Tak buat catatan sejarah terperinci.

 

Kesimpulan.

 

1)        Al-Qur’an tak menyebut Paulus.

2)        Sebab ia bukan Nabi.

3)        Bukan tokoh sentral dalam misi wahyu.

 

4)        Tapi ide asosiasi dengan Paulus.

5)        Seperti: menghapus hukum syariat, penuhanan Yesus, dan doktrin salib.

 

6)        Dikritik tajam oleh Qur’an.

7)        Tak perlu sebut namanya.

 

8)        Pesannya tetap relevan lintas zaman.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

Monday, August 11, 2025

43089. ALHUJURAT 13 BILAL KULIT HITAM SETARA

 


 

ALHUJURAT 13 BILAL KULIT HITAM MANUSIA SETARA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Quran surah Al-Ḥujurāt (surah ke-49) ayat 13.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

A.       Tafsir Klasik

 

1. Tafsir Ṭabarī

 

1)        Ayat ini panggil seluruh manusia.

2)        Tak hanya kaum Muslim.

 

3)        Allah ingatkan semua manusia.

4)        Berasal dari satu asal.

 

5)        Yaitu Adam dan Hawa.

6)        Tak ada alasan merasa lebih tinggi.

 

7)         Sebab keturunan atau asal-usul.

 

8)        "Syū‘ūb"

 

Yaitu bangsa besar.

Seperti Arab, Romawi, Persia.

 

9)        "Qabā’il".

Yaitu suku kecil dalam bangsa.

Seperti Quraisy, Bani Tamim.

 

10)  Tujuan perbedaan ini.

11)  Yaitu "lita‘ārafū".

 

12)  Saling mengenal, bekerja sama, dan menolong.

13)  Tak sombong atau merendahkan.

 

14)  Kemuliaan sejati.

15)  Hanya diukur dengan takwa.

 

16)  Tak ukuran harta, tak warna kulit.

17)  Tak status sosial.

 

2. Tafsir Ibnu Kasir

 

1)        Ayat ini turun.

2)        Respon pada orang bangga nasab atau suku.

 

3)        Asal manusia satu.

4)        Perbedaan bangsa dan suku.

 

5)        Hanya tanda pengenal.

6)        Bukan ukuran mulia.

 

7)        Kemuliaan  hakiki.

8)        Yaitu takwa.

 

9)        Menjalankan perintah Allah.

10)  Menjauhi larangan-Nya.

 

Rasulullah bersabda,

 

"Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian."

(HR. Muslim).

 

3. Tafsir Qurṭubī

 

1)        Derajat manusia setara dalam penciptaan.

 

2)        Perbedaan etnis, warna kulit, bahasa, dan adat istiadat

 

3)        Yaitu sunatullah.

4)        Harus diterima saling menghormati.

 

5)        Menyombongkan keturunan.

6)        Yaitu sisa jahiliah.

7)        Yang dilarang Islam.

 

Tafsir Modern

 

1.        Hamka.

Tafsir Al-Azhar

 

1)        Ayat ini piagam saudara manusia.

2)        Semua manusia satu keluarga besar.

 

3)        Bangsa, suku, dan bahasa adalah kekayaan budaya.

 

4)        Harus jadi jembatan persahabatan.

5)        Takwa sebagai ukuran mulia.

 

6)        Konsep melampaui zaman.

7)        Relevan hapus diskriminasi rasial, kolonialisme, dan fanatisme golongan.

 

8)        Ayat ini prinsip persamaan derajat.

 

9)         Landasan hak asasi manusia dalam Islam.

 

2.        Quraish Shihab

Tafsir Al-Mishbah

 

1)        Kata "lita‘ārafū".

2)        Makna interaksi positif.

3)        Tak sekadar tahu nama atau asal.

 

4)        Takwa diukur dari kualitas moral,  hubungan dengan Allah, dan manusia.

 

5)        Menolak semua bentuk rasis, chauvinis, dan fanatik kelompok.

 

6)        Penekanan kata "inna akramakum".

7)        Sesungguhnya yang paling mulia.

 

8)        Penilaian Allah beda dengan standar manusia.

 

Asbābun Nuzūl (sebab turun)

 

1)        Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas

 

Ayat ini turun.

Terkait sahabat bernama Tsabit bin Qais.

 

Merasa lebih mulia.

Daripada orang lain.

Sebab nasab dan keturunan.

 

Allah menegur lewat ayat ini.

Bahwa mulia bukan sebab garis keturunan atau suku.

Tapi karena takwa.

 

2)        Peristiwa penaklukan Mekah.

 

Qurthubi sebutkan.

Ayat pengingat

Saat Islam menyebar ke berbagai bangsa.

 

Orang Quraisy dulu merasa paling mulia.

Diingatkan standar mulia di sisi Allah.

Bukan nasab, tetapi takwa.

 

3)        Kisah Bilal bin Rabah.

 

Bilal budak berkulit hitam.

Dari Habasyah (Ethiopia).

Masuk Islam pada awal dakwah Nabi.

 

Bilal disiksa berat oleh tuannya.

Sebab pertahankan iman.

 

Bilal dibebaskan oleh Abu Bakar.

 

Dalam warga Arab Quraisy.

Budak dan orang berkulit hitam.

 

Dianggap rendah derajatnya.

Islam menghapus paham ini.

 

Tegaskan semua manusia setara.

Di hadapan Allah.

Hanya dibedakan takwa.

 

4)        Bilal Azan di Atas Kakbah

 

Pada penaklukan Mekah.

Taanpa pertumpahan darah.

 

Rasulullah perintahkan Bilal.

Kumandangkan azan.

 

Bilal azan berdiri di atas Kakbah.

 

Peristiwa ini sangat simbolis.

Seorang mantan budak berkulit hitam.

 

Berdiri di tempat paling mulia di Makkah.

Menyeru manusia kepada ibadah.

 

Sebagian orang Quraisy.

Menyimpan fanatik suku.

 

Merasa terkejut.

Ada yang komentar sinis,

 

“Apakah pantas budak hitam ini.

Yang azan di atas Kakbah?”

Turun QS Al-Ḥujurāt:13.

 

B.       Pelajaran Kisah Bilal

 

1)        Islam menghapus rasis dan diskriminasi.

2)        Takwa lebih tinggi daripada  status sosial.

 

 

3)        Kebangkitan martabat orang tertindas.

 

4)        Islam memuliakan orang yang dulu dipandang hina.

 

5)        Simbol persatuan umat.

6)        Bilal azan di atas Kakbah.

 

7)        Pesan penting.

8)        Rumah Allah terbuka bagi semua hamba-Nya.

 

Kesimpulan

 

1)        Semua manusia setara dalam asal-usul.

2)        Berbeda dalam bangsa dan suku.

 

3)        Hanya untuk saling mengenal.

4)        Mulia sejati hanya pada ketakwaan.

 

Relevansi kini.

 

1)        Ayat ini landasan anti-diskriminasi dalam Islam.

2)        Menolak rasisme.

 

3)        Bahwa nilai manusia di mata Allah.

 

4)        Bukan keturunan atau kekayaan.

5)        Tetapi pada moral dan ibadah.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.