ADA 2
MODEL PIKIRAN ULAMA IKUT BARAT ATAU APATIS
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Menurut Yusuf Qardhawi, cara berpikir ulama
lslam dapat dibagi 2 kelompok, yaitu:
1) Mengikuti cara
berpikir ahli Barat.
2) Mengikuti kitab lama
dengan kaku dan apatis.
Kelompok ke-1:
Ulama ikut cara berpikir ahli Barat.
Ulama terpesona dengan kilauan kebudayaan
Barat.
Mereka menyembah kebudayaan Barat.
Tunduk terhadap tradisi Barat dengan
penuh kerendahan.
Menganggap tradisi Barat harus diterima, tidak
perlu ditentang, dan diperdebatkan.
Jika Islam sesuai dengan pikiran dan tradisi
Barat, maka mereka menyambutnya.
Jika lslam bertentangan dengan tradisi Barat,
maka mereka berusaha mencari jalan mendekatkan, menjelaskan, menakwil, atau
mengubahnya.
Seolah-olah Islam harus tunduk kepada
kebudayaan, filsafat, dan tradisi Barat.
Misalnya halal dan haramnya: patung, lotre,
rente (riba), free love, penonjolan aurat wanita, pria memakai emas dan sutera,
serta lainnya.
Juga masalah yang dibolehkan oleh lslam
seperti: talak dan poligami.
Seolah-olah mereka menganggap semua yang halal
di Barat ikut menjadi halal dan yang haram ikut menjadi haram.
Mereka lupa bahwa Islam adalah Kalamullah
(firman Allah).
Firman Allah selamanya tinggi dan harus
diikuti, bukan mengikuti.
Firman Allah itu tinggi dan tidak dapat
diatasi.
Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat
71.
وَلَوِ
ٱتَّبَعَ ٱلْحَقُّ أَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن
فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَٰهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ
Andaikan
kebenaran menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasa langit dan bumi ini, dan
semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka
kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 35.
قُلْ
هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ ۚ قُلِ ٱللَّهُ يَهْدِى
لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَن يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ أَمَّن لَّا
يَهِدِّىٓ إِلَّآ أَن يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Katakan:
"Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada
kebenaran?" Katakan: "Allah yang menunjuki kepada kebenaran".
Maka apakah orang-orang yang menunjukkan kepada kebenaran lebih berhak diikuti
atau orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk?
Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?
Kelompok ke-2:
Ulama terlalu apatis, pikirannya beku dalam
menilai halal dan haram.
Mereka mengikuti yang sudah ditulis dalam
kitab-kitab dan menganggapnya itu adalah Islam.
Pendapatnya tidak mau bergeser sedikit pun.
Mereka tidak mau menguji kekuatan dalil yang
dipakai oleh mazhabnya.
Dengan dalil lain untuk ditimbang dan diteliti
dalam mengambil kesimpulan.
Jika ditanya tentang hukumnya musik, nyanyian,
catur, mengajar wanita, wanita membuka wajah dan tangannya, serta lainnya.
Maka dengan cepat menjawab dengan kata haram.
Mereka lupa etika yang dipakai oleh
salafus-salih (orang-orang dulu yang saleh).
Para salafus-salih tidak pernah mengatakan
haram.
Sebelum diketahuinya dalil mengharamkannya
dengan jelas dan tegas.
Tentang halal yang belum jelas, mereka
mengatakan:
"Kami membenci", "Kami tidak
suka", dan sejenisnya.
Yusuf Qardhawi berusaha tidak termasuk kelompok
ke-1 dan ke-2 di atas.
Yusuf Qardhawi tidak rela menjadikan Barat
sebagai suatu persembahan.
Setelah menerima Allah sebagai Tuhan.
Islam sebagai agama.
Dan Muhammad sebagai Rasul.
Rasio Yusuf Qardhawi berpendapat tidak mau
terikat suatu mazhab.
Tidak mau dalam seluruh masalah.
Salah atau benar hanya ikut satu mazhab
tertentu.
Ibnul Jauzie berpendapat taqlid menghilangkan
arti rasio.
Karena rasio diciptakan oleh Allah untuk
berpikir dan menganalisa.
Sangat buruk orang yang diberi lilin.
Tetapi dia berjalan dalam kegelapan.
Yusuf Qardhawi tidak mau mengikat diri pada
salah satu mazhab fiqih yang ada di dunia ini.
Kebenaran bukan dimiliki oleh satu mazhab saja.
Para imam mazhab tidak pernah
menganjurkan demikian.
Para imam mazhab berijtihad untuk mengetahui
yang benar.
Jika
ternyata ijtihadnya salah, maka akan mendapat 1 pahala.
Jika ijtihadnya benar, maka akan mendapat 2
pahala.
Imam Malik berkata,
"Setiap orang, pendapatnya boleh diambil
dan boleh ditolak.
Kecuali Nabi Muhammad."
Imam Syafii berkata,
"Apa yang saya anggap benar mungkin juga
salah.
Dan yang saya anggap salah mungkin juga
benar."
Tidak pantas muslim alim, berpengetahuan, dan
memiliki alat menguji, dia menjadi tahanan suatu mazhab.
Atau tunduk kepada pendapat seorang ahli fiqih.
Seharusnya dia mau menjadi tawanan hujjah dan
dalil.
Selama dalil sah dan hujjahnya kuat, maka lebih
patut diikuti.
Jika sanadnya lemah dan hujjahnya tidak kuat,
maka harus ditolak.
Ali bin Abi Thalib berkata,
”Jangan kamu kenali kebenaran karena manusianya.
Tetapi kenali kebenaran, maka kamu akan kenal
orangnya."
Islam memancar dengan membawa sejumlah dalil.
Islam adalah agama universal dan abadi.
Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat
138.
صِبْغَةَ
ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبْغَةً ۖ وَنَحْنُ لَهُۥ عَٰبِدُونَ
(lslam)
adalah ciptaan Allah. Dan siapakah yang lebih baik ciptaannya selain Allah? Dan
hanya kepada-Nya kami menyembah.
Daftar Pustaka.
1. Qardhawi, Yusuf. Halal dan halam dalam
lslam. Penerbit Bina Ilmu, 1993.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2.
3. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment