Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, May 3, 2020

4321. KOPSIS SMPN 1 BALONGBENDO TERBAKAR





KOPSIS SMPN 1 BALONG BENDO TERBAKAR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
1.    SIDOARJO, Xtimenews.com – Musibah kebakaran gedung sekolah terjadi di peringatan Hari Pendidikan Nasional.
2.    Pasalnya, gedung Kopsis SMPN 1 Balong Bendo terbakar siang ini Sabtu (2/5/2020).
3.    Berdasarkan cerita Farid selaku Waka Kesiswaan di SMPN 1 Balong Bendo, sekitar pukul 13.00 ia mendapat kabar gedung kopsis dan tempat parkir terbakar.
4.    Belum diketahui apa penyebab terjadinya api namun ia menduga ada konsleting listrik.
5.    “Saya dapat kabar sekitar jam 13.00 ruang Kopsis dan tempat parkir terbakar,” kata Farid.
6.    Menurut pantauan Xtimenews.com di lapangan api berhasil dipadamkan 2 jam setelah 3 unit PMK tiba di lokasi.
7.    Lokasi yang terbakar adalah ruang Kopsis yang kini masih beroperasi, tempat parkir dan gudang tempat penyimpanan alat olahraga.
8.    “Ruang Kopsis tersebut masih beroperasi,” lanjut Farid.

9.    Kerugian masih dihitung, dan penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian.
10. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
11. Suep satpam di SMPN 1 Balong Bendo menceritakan sekitar 10 tahun lalu juga pernah terjadi kebakaran di waktu dan tempat sama.
12. “Dulu juga pernah ada kebakaran di situ, sama kejadiannya jam 1 siang, sekitar 10 tahun lalu,” ujar warga Desa Wonokupang yang sudah 20 tahun menjadi Satpam di sekolah tersebut.(vin/den/gan)
(Sumber: internet)


Saturday, May 2, 2020

4320. KEMUNGKINAN VIRUS CORONA


KEMUNGKINAN VIRUS CORONA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

1.    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona COVID-19 diperkirakan masih akan terus menyebar setidaknya 1,5 sampai 2 tahun ke depan.
2.    Wabah penyakitnya belum akan terhenti sebelum 60 hingga 70 persen populasi penduduk bumi terjangkit virus itu.
3.    Prediksi terbaru dikeluarkan tim di Pusat Riset dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota, Amerika Serikat, Kamis 30 April 2020.
4.    Mereka merekomendasikan Amerika Serikat dan negara lain di dunia bersiap skenario terburuk gelombang kedua pandemi akan terjadi di akhir tahun nanti, musim gugur dan dingin.
5.    Di skenario terbaik wabah virus sporadis saja selepas musim panas tahun ini dan terus berkurang mulai tahun depan.
6.    Tim memperingatkan angka kematian masih akan terjadi.
7.     “Masalah ini tidak akan berhenti sampai mereka menginfeksi 60-70 persen manusia,” kata Mike Osterholm, direktur pusat riset itu.
8.    Prediksi dibuat berdasar model dan mengikuti pola yang terjadi dengan pandemi Fu Spanyol pada 1918.
9.    “Mereka yang mengatakan wabah sekarang ini akan cepat berlalu telah mengabaikan ilmu mikrobiologi,” kata Osterholm yang telah menulis tentang risiko pandemi selama 20 tahun terakhir dan menjadi penasihat sejumlah Presiden Amerika Serikat.
10. Untuk laporan tebarunya tentang pandemi COVID-19, Osterholm menulisnya bersama ahli epidemiologi dari Harvard School of Public Health, Marc Lipsitch, yang juga terkenal kepakarannya soal pandemi; eks epidemiolog di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) yang kini bergabung dengan Osterholm di University of Minnesota, Kristine Moore; dan sejarawan penulis buku “The Great Influenza" tentang pademi flu 1918, John Barry.
11. Mereka menulis kalau virus corona COVID-19 adalah virus baru di mana manusia belum memiliki sistem kekebalan tubuh untuk menghadapinya.
12. “Panjangnya masa pandemi sepertinya 18-24 bulan seiring dengan herd immunity (tingkat kekebalan tubuh minimal yang harus dimiliki untuk sebuah populasi akhirnya kebal infeksi virus) berkembang di tengah populasi manusia.”
13. Lipsitch menambahkan, pemodelan saja tidak cukup memahami cara penyakit menular bisa dipatahkan.
14. Tapi perlu juga mempelajari sejarah.
15. Dia mencontohkan pemahaman sebagian kalangan pandemi akan terhenti karena datangnya musim panas.
16. Menurutnya, virus corona penyebab COVID-19 berbeda dengan virus flu musiman.
17. "Masa inkubasinya lebih panjang, kasus penyebaran tanpa gejala lebih tinggi, dan angka reproduksi virus R0 yang juga lebih besar, virus ini sepertinya menyebar lebih mudah dibanding flu,” kata Lipsitch.
18. Dalam laporannya, tim minta pemerintah berhenti mengatakan kepada masyarakat kalau pandemik segera berakhir.
19. Sebaliknya, diminta mempersiapkan masyarakatnya untuk wabah yang bertahan lebih lama.

A.   Kemungkinan skenario corona versi studi yang dilakukan,
1.    Ke-1: Wabah hanya akan diikuti gelombang lebih kecil secara konsisten.
1)    Wabah bergerak turun mulai 2021.
2.    Ke-2: Pandemi gelombang kedua terjadi pada akhir tahun ini.
1)    Diikuti gelombang lebih lemah pada 2021.
2)    Pola mirip pandemi 1918-1919 lalu.
3.    Ke-3: Yang disebut 'slow burn', yaitu penularan terus terjadi tanpa pola jelas.
1)    Model ke-3 belum pernah terjadi di pandemi sebelumnya.
2)    Virus terus menjangkiti penduduk dunia tanpa perlawanan.
3)    Belum bisa diprediksi seperti apa yang akan terjadi.

20. Osterholm minta negara membuat rencana berdasar model terburuk.
1)    Tidak cepat mengendurkan pembatasan aktivitas sosial yang sudah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus.
2)    “Saya kira ini sebuah eksperimen yang akan mengorbankan banyak nyawa terutama di wilayah yang melakukan pelonggaran tanpa hati-hati dan sembrono,” kata Lipsitch.
3)    Sebuah vaksin yang sudah teruji bisa membantu penanganan pandemi, tetapi  tidak bisa cepat.
4)    “Dan kita tidak tahu tantangan apa lagi yang mungkin muncul selama pengembangan vaksin itu yang bisa menambah molor akhir pandemi.”

(Sumber: internet)

4320. KEMUNGKINAN VIRUS CORONA


KEMUNGKINAN VIRUS CORONA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

1.    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona COVID-19 diperkirakan masih akan terus menyebar setidaknya 1,5 sampai 2 tahun ke depan.
2.    Wabah penyakitnya belum akan terhenti sebelum 60 hingga 70 persen populasi penduduk bumi terjangkit virus itu.
3.    Prediksi terbaru dikeluarkan tim di Pusat Riset dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota, Amerika Serikat, Kamis 30 April 2020.
4.    Mereka merekomendasikan Amerika Serikat dan negara lain di dunia bersiap skenario terburuk gelombang kedua pandemi akan terjadi di akhir tahun nanti, musim gugur dan dingin.
5.    Di skenario terbaik wabah virus sporadis saja selepas musim panas tahun ini dan terus berkurang mulai tahun depan.
6.    Tim memperingatkan angka kematian masih akan terjadi.
7.     “Masalah ini tidak akan berhenti sampai mereka menginfeksi 60-70 persen manusia,” kata Mike Osterholm, direktur pusat riset itu.
8.    Prediksi dibuat berdasar model dan mengikuti pola yang terjadi dengan pandemi Fu Spanyol pada 1918.
9.    “Mereka yang mengatakan wabah sekarang ini akan cepat berlalu telah mengabaikan ilmu mikrobiologi,” kata Osterholm yang telah menulis tentang risiko pandemi selama 20 tahun terakhir dan menjadi penasihat sejumlah Presiden Amerika Serikat.
10. Untuk laporan tebarunya tentang pandemi COVID-19, Osterholm menulisnya bersama ahli epidemiologi dari Harvard School of Public Health, Marc Lipsitch, yang juga terkenal kepakarannya soal pandemi; eks epidemiolog di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) yang kini bergabung dengan Osterholm di University of Minnesota, Kristine Moore; dan sejarawan penulis buku “The Great Influenza" tentang pademi flu 1918, John Barry.
11. Mereka menulis kalau virus corona COVID-19 adalah virus baru di mana manusia belum memiliki sistem kekebalan tubuh untuk menghadapinya.
12. “Panjangnya masa pandemi sepertinya 18-24 bulan seiring dengan herd immunity (tingkat kekebalan tubuh minimal yang harus dimiliki untuk sebuah populasi akhirnya kebal infeksi virus) berkembang di tengah populasi manusia.”
13. Lipsitch menambahkan, pemodelan saja tidak cukup memahami cara penyakit menular bisa dipatahkan.
14. Tapi perlu juga mempelajari sejarah.
15. Dia mencontohkan pemahaman sebagian kalangan pandemi akan terhenti karena datangnya musim panas.
16. Menurutnya, virus corona penyebab COVID-19 berbeda dengan virus flu musiman.
17. "Masa inkubasinya lebih panjang, kasus penyebaran tanpa gejala lebih tinggi, dan angka reproduksi virus R0 yang juga lebih besar, virus ini sepertinya menyebar lebih mudah dibanding flu,” kata Lipsitch.
18. Dalam laporannya, tim minta pemerintah berhenti mengatakan kepada masyarakat kalau pandemik segera berakhir.
19. Sebaliknya, diminta mempersiapkan masyarakatnya untuk wabah yang bertahan lebih lama.

A.   Kemungkinan skenario corona versi studi yang dilakukan,
1.    Ke-1: Wabah hanya akan diikuti gelombang lebih kecil secara konsisten.
1)    Wabah bergerak turun mulai 2021.
2.    Ke-2: Pandemi gelombang kedua terjadi pada akhir tahun ini.
1)    Diikuti gelombang lebih lemah pada 2021.
2)    Pola mirip pandemi 1918-1919 lalu.
3.    Ke-3: Yang disebut 'slow burn', yaitu penularan terus terjadi tanpa pola jelas.
1)    Model ke-3 belum pernah terjadi di pandemi sebelumnya.
2)    Virus terus menjangkiti penduduk dunia tanpa perlawanan.
3)    Belum bisa diprediksi seperti apa yang akan terjadi.

20. Osterholm minta negara membuat rencana berdasar model terburuk.
1)    Tidak cepat mengendurkan pembatasan aktivitas sosial yang sudah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus.
2)    “Saya kira ini sebuah eksperimen yang akan mengorbankan banyak nyawa terutama di wilayah yang melakukan pelonggaran tanpa hati-hati dan sembrono,” kata Lipsitch.
3)    Sebuah vaksin yang sudah teruji bisa membantu penanganan pandemi, tetapi  tidak bisa cepat.
4)    “Dan kita tidak tahu tantangan apa lagi yang mungkin muncul selama pengembangan vaksin itu yang bisa menambah molor akhir pandemi.”

(Sumber: internet)

4316. Lagu Gitar Nonton bioskop,yusronhd@gmail.com

4316. Lagu Gitar Nonton bioskop,yusronhd@gmail.com

4314. DOA NABI YUNUS UNTUK CORONA


DOA NABI YUNUS UNTUK CORONA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.   Doa Nabi Yunus.
1.    Nabi Yunus adalah nabi terkenal, hamba Allah saleh dan taat, gigih dan penuh komitmen menjalankan dakwahnya.
2.    Nabi Yunus merasa orang kampungnya menolak dakwahnya dengan  resistensi tinggi.
3.    Beliau berencana meninggalkan kampung itu.
4.    Bukan  takut dan melarikan diri dari kewajiban dakwah.
5.    Tapi beliau terpikir orang seberang lautan, akan lebih menerima dakwahnya.
6.    Nabi Yunus naik kapal menyeberangi samudra.
7.    Ternyata perahu begitu penuh dan terasa di tengah lautan luas.
8.    Harus ada orang yang dikorbankan demi keselamatan semuanya.
9.    Undian dilakukan beberapa kali selalu muncul nama "Yunus" untuk dikorbankan.
10. Nabi Yunus terjun ke dalam lautan.
11. Tiba-tiba Nabi Yunus ditelan seekor ikan paus raksasa.
12. Ikan paus itu tidak menggigitnya, tapi ditelan dengan aman, seolah mendapat perintah gaib untuk menyelamatkannya.
13. Nabi Yunus dalam situasi mencekam, berada dalam kegelapan berlapis.
14. Gelapnya malam, samudra luas, dan perut ikan paus.
15. Nabi Yunus sadar keselamatan hanya milik Allah.
16. Beliau berserah diri, merendahkan diri kepada Allah SWT, seraya berkata:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
     Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.

17. Ucapan Nabi Yunus dikenal dengan doa Nabi Yunus.
18. Rasulullah bersabda,”Barang siapa membacakan doa Nabi Yunus,  maka Allah tidak akan menolaknya".

A.   Doa Nabi Yunus memiliki 3 komponen utama, yaitu:
1.    Laa ilaaha illa Anta.
1)    Ungkapan kemahatunggalan Allah.
2)    Bahwa tiada "ilaah" yang berhak disembah kecuali Allah.
3)    Doa harus dilandasi kemurnian tauhid.
2.    Subhanaka.
1)    Ungkapan Maha Suci hanya bagi Allah.
2)    Semua "Subhana" dalam Al-Quran berkaitan dengan Allah.
3)    Ungkapan pengakuan kesempurnaan Allah.
3.    "inni kuntu minaz dzolimin".
1)    Pengakuan selain Allah pasti ada kesalahan dan keterbatasan.
2)    Nabi Yunus merendah dan mengakui kekurangan diri di hadapan Allah.

19. Allah segera merespon: "fastajabnaa lahu".  (Dengan segera, tidak melambatkan pengabulannya).
20. Huruf "faa" (fa-istajabna) dikenal dalam kaidah bahasa Arab dengan "faa al-fauriah" (menandakan segera atau instant).

B.   Terdapat 3 alasan utama, doa Nabi Yunus dan orang beriman segera  dikabulkan Allah.
1.    "kaanuu yusaari'uuna fil khaeraat".
1)    Artinya bersegera dalam berbuat kebaikan.
2)     Agar doa segera dikabulkan harus selalu diikuti berbuat kebaikan.
2.    "wa yad'uunana raghaban wa rahaban". 
1)    Artinya dalam berdoa berada dalam keinginan yang sangat (arraghbu).
2)    Sekaligus rasa waswas untuk tertolak, tanda tawadu kepada Allah.
3.    "wa kaanuu lanaa khasyi'iin".
1)    Artinya kondisi merasa sangat dekat, ingin dikabulkan sekaligus was-was ditolak, membuat tumbuh rasa subur dan rasa takut kepada Allah.

C.   Doa Nabi Yunus untuk corona.
1.    Dalam menghadapi wabah Covid-19, terasa manusia berada dalam kegelapan di atas kegelapan.
2.    Betapa cepatnya penularan ini.
3.    Betapa banyaknya yang meninggal dunia.
4.    Ekonomi dunia ambruk.
5.    Betapa banyak saudara kita kehilangan sumber kehidupan.
6.    Di saat seperti ini rasanya doa Nabi Yunus sangat relevan kita baca berulang-ulang.
7.    Semoga dengan doa yang dijamin pengabulannya oleh Rasulullah ini menjadi penyebab Allah menyelamatkan kita dari musibah wabah ini.
8.    Seperti Allah menyelamatkan Nabi Yunus dari dahsyatnya samudra luas dan gelapnya perut ikan paus.
9.    Allah Maha Kuasa atas segalanya. Amin!

(Sumber: internet Imam Shamsi Ali)