Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, October 6, 2020

5733. HUKUMNYA CELANA ISBAL

 


HUKUMNYA CELANA ISBAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A.  Hukumnya celana isbal.

 

1.  Isbal artinya mengulurkan sesuatu (sarung, celana, dll) dari atas sampai ke bawah (permukaan tanah) atau melampaui mata kaki.

 

2.  Celana isbal adalah celana yang kainnya menjulur ke bawah sampai melewati mata kaki.

 

3.  Celana isbal adalah celana yang sampai menutup mata kaki.

 

4.     Celana cingkrang (celana gantung) adalah celana yang tidak sampai menutupi mata kaki.

 

5.  Abu Dzar berkata bahwa Rasulullah  bersabda, “Ada 3 orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, Allah tidak memandang mereka, tidak mensucikan mereka dan bagi mereka azab yang menyakitkan.”

 

6.  Rasulullah mengulanginya 3 kali.

 

7.  Abu Dzar berkata, “Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?”

 

8.  Rasulullah bersabda:

 

1)  ”Al-Musbil (orang yang memanjangkan jubah / kain / kaki celana sampai menutupi mata kaki).

 

2)  Orang yang mengungkit-ungkit pemberian.

 

3)  Orang yang menjual barangnya dengan sumpah yang dusta.”

(HR. Muslim).

 

 

9.  Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda,“Kain yang di bawah dua mata kaki, maka di dalam neraka.”

(HR. Bukhari).

 

B.  Pendapat para ulama tentang Hadis ini.

 

1.  Imam Syafii.

1)  Makna Isbal adalah memanjangkan kain di bawah kedua mata kaki, hanya bagi orang yang angkuh.

 

2)  Tetapi orang yang tidak sombong, maka hukumnya makruh.”

 

2.  Imam Bukhari.

 

1)  Rasulullah bersabda,”Siapa  yang  memanjangkan  pakaiannya  karena  angkuh,  maka  Allah  tidak  akan memandangnya pada hari kiamat.”

3.   Abu  Bakar  berkata, “Wahai  Nabi, sesungguhnya salah satu bagian kainku  terjulur panjang, tetapi aku tidak berniat sombong.”

 

4.  Rasulullah bersabda,”Engkau tidak termasuk orang yang melakukannya karena sifat sombong”.

(HR. Bukhari).

 

5.  Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Allah tidak memandang pada hari kiamat kepada orang yang memanjangkan kainnya karena angkuh dan sombong.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

 

6.  Memanjangkan jubah adalah tradisi kesombongan Raja Romawi dan Raja Persia pada zaman dahulu untuk menunjukkan keangkuhan dan kesombongan mereka.

 

7.  Para penguasa memanjangkan jubah yang ujungnya dibawa oleh para pengawal dan dayang-dayang.

8.  Tradisi itu masuk ke dalam masyarakat Arab Jahiliah.

 

9.  Dalam syair Arab Jahiliah dikatakan, “Janganlah engkau terpukau dengan panjangnya jubah dan sorban yang terurai. Sesungguhnya aku juga orang yang punya pakaian panjang.”

 

 

10.              Tradisi keangkuhan itu yang dihilangkan oleh Nabi Muhammad.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

5732. HUKUMNYA JENGGOT LELAKI

 


HUKUMNYA JENGGOT LELAKI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A.  Hukumnya jenggot lelaki.

 

1.  Jenggot atau janggut adalah bulu yang tumbuh di dagu.

 

2.  Banyak hadis menyebutkan Rasulullah memerintahkan agar membiarkan jenggot memanjang dan tidak mencukur jenggot.

 

 

3.  Rasulullah bersabda,”Bedakan diri kalian dengan orang-orang musyrik, maka biarkan jenggot memanjang dan rapikan kumis kalian.”

 

4.  Ibnu Umar ketika melaksanakan ibadah haji atau ibadah umrah, beliau menggenggam jenggotnya dan jenggot yang melebihi  genggamannya lalu dipotongnya.

 

 

5.  Apakah perintah Rasulullah “Biarkan jenggot memanjang!”.

 

6.  Mengandung makna wajib untuk membiarkan jenggot menjadi panjang?

 

7.  Atau hanya bersifat anjuran untuk memanjangkan jenggot?

 

8.  Ulama Mazhab Syafii berpendapat perintah membiarkan jenggot menjadi panjang hanya bersifat saran dan anjuran.

 

9.  Bukan bersifat wajib, sehingga mencukur jenggot hanya disebut makruh.

 

 

10.              Pendapat mazhab Syafii hukumnya makruh mencabut jenggot pada awal tumbuhnya untuk orang yang baru tumbuh jenggot dan untuk penampilan yang bagus.

 

11.              Sebagian ahli Fiqh memahami hadis Nabi Muhammad sebagai perintah membiarkan jenggot mengandung makna wajib.

 

 

12.              Sebagian besar ahli Fiqh menyebutnya sunah.

 

13.              Artinya orang yang melakukannya mendapat pahala dan orang yang tidak melakukannya tidak bersalah.

 

 

14.              Tidak ada dalil bagi mereka yang mengatakan bahwa mencukur jenggot itu haram.

 

15.              Selain hadis Nabi yang khusus terkait dengan perintah membiarkan jenggot untuk membedakan orang Islam dengan orang Majusi dan musyrik.

 

 

16.              Perintah dalam hadis Nabi tersebut.

 

1)  Dipahami oleh sebagian ulama sebagai perintah wajib.

 

2)  Sebagian ulama lain memahaminya bukan wajib, tetapi sebagai  anjuran yang lebih utama.

 

 

17.              Pada masa salaf (3 abad pertama Hijriah), seluruh penduduk bumi kafir maupun muslim semuanya memanjangkan jenggot.

 

18.              Sehingga tidak ada alasan untuk mencukur jenggot.

 

 

19.              Jumhur ulama mewajibkan memelihara jenggot.

 

20.               Mazhab Syafi’i menyatakan memelihara jenggot itu sunah, tidak berdosa bagi orang yang mencukur jenggotnya.

 

21.              Para ulama berpendapat mencukur jenggot hukumnya makruh.

 

 

22.              Memelihara jenggot hukumnya sunah (mendapat pahala bagi yang menjaga jenggotnya tetap rapi) dan tampilan yang bagus sesuai dengan wajah dan tampilan seorang Muslim.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

5731. TAAT KEPADA ORANG TUA, ASAL BUKAN SYIRIK

 


TAAT KEPADA ORANG TUA, ASAL BUKAN SYIRIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

A.  Manusia wajib patuh kepada orang tuanya.

 

1.  Jika diajak syirik, maka harus ditolak.

 

2.  Syirik adalah menyekutukan Allah dengan yang lain.

 

 

3.  Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 8.

 

     وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

      Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada 2 orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

 

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 8.

 

1.  Saat bin Abi Waqqash menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan dirinya.

 

2.  Ibunya tidak rela ketika mengetahui Saat bin Abi Waqqash masuk Islam.

 

3.  Ibunya berkata kepada Saat bin Abi Waqqash,”Bukankan Allah menyuruhmu untuk berbakti kepada orang tua?”

 

 

4.  lbunya berkata,“Demi Tuhan, aku tidak akan makan dan minum sampai mati atau kamu menjadi kafir lagi.”

 

5.  Kemudian turun ayat 8 ini.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

 

5730. ORANG BERIMAN AKAN DIUJI

 


ORANG BERIMAN PASTI AKAN DIUJI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

A.  Orang-orang beriman pasti akan diuji oleh Allah.

 

1.  Gangguan yang terjadi selama para sahabat hijrah dari Mekah ke Madinah termasuk ujian dari Allah.

 

2.  Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 1.

 

 

الم

      Alif laam miim.

 

2.    Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 2.

 

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

 

      Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan dengan mengatakan, "Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji lagi?

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 1-2.

 

 

1.  Sya’bi menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah.

 

2.   Sebagian penduduk Mekah telah memilih Islam sebagai pedoman hidupnya.

 

 

3.  Para sahabat di Madinah menulis surat kepada sahabat di Mekah.

 

4.  Yang isinya kebajikan sahabat di Mekah tidak akan diterima sebelum mereka hijrah ke Madinah.

 

 

5.  Para sahabat di Mekah ikut hijrah, tetapi mereka disusul kaum musyrik dan dibawa kembali ke Mekah.

 

6.  Kemudian turun ayat 1 dan 2 ini.

 

 

7.  Para sahabat di Madinah menulis surat lagi kepada sahabat di Mekah.

 

8.  Yang isinya hijrah dan segala hambatannya adalah ujian keimanan bagi mereka.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.    Tafsirq.com online.