Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, October 9, 2020

5806. TERTAWA ATAU MENANGIS HIDUP JALAN TERUS

 


TERTAWA ATAU MENANGIS HIDUP JALAN TERUS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Manusia boleh tertawa atau menangis, tapi kehidupan terus berjalan sampai ke anak cucu.

 

1.  Dalam hidup ini biasakan selalu berpikir positif.

 

2.  Keberuntungan terkadang memainkan perannya dalam hidup manusia, dan kerap tidak masuk akal.

 

3.  Karena itulah takdir mereka.

 

4.  Boleh jadi keterlambatanmu dalam perjalanan adalah keselamatanmu.

 

5.  Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan.

 

 

6.  Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat (kebaikan).

 

7.  Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak, itu kebaikan dalam hidupmu.

 

 

8.  Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu.

 

9.  Allah Maha Mengetahui, manusia tidak mengetahui.

 

 

10.     Sebab itu, jangan merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, semuanya sudah atas izin Allah.

 

11.     Jangan banyak mengeluh, karena hanya menambah kegelisahan.

 

 

12.     Perbanyaklah bersyukur.

 

13.     Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan.

 

 

14.     Terus ucap Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

 

15.     Selama masih bisa tidur tanpa obat tidur.

 

 

16.     Kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara.

 

17.     Kita terbangun tanpa melihat alat medis yang menempel di tubuh kita, itu tanda hidup sejahtera.

 

 

18.     Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai tak mampu lagi mengucapkannya.

 

19.     Jangan selalu melihat ke belakang, di sana ada masa lalu yang menghantuimu.

 

 

20.     Jangan selalu melihat ke depan, terkadang ada masa depan yang membuat gelisah.

 

21.     Tetapi lihatlah ke atas, karena di sana ada Allah yang membuat bahagia.

 

 

22.     Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi popular.

 

23.     Singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian.

 

 

24.     Tetapi kawanan domba selalu bergerombol.

 

25.     Jari tangan juga demikian: kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan, kecuali jari jempol yang paling jauh di antara ke-4 itu.

 

 

26.     Tetapi perhatikan: Engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak bisa berfungsi dengan baik, tanpa adanya jempol sendirian yang jauh dari mereka.

 

27.     Sebenarnya yang diperhitungkan bukan jumlah teman di sekelilingmu.

 

 

28.     Tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, meskipun jauh dari mereka.

 

29.     Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari 3 masalah; yaitu:

 

1) Kebosanan.

2) Kehinaan.

3) Kemiskinan.

 

30.     Aku tidak pernah tahu adanya rumus sukses.

 

31.     Aku menyadari rumus gagal adalah sikap asal semua orang.

 

 

32.     Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawa ke atas atau ternyata sebaliknya membawa ke bawah.

 

33.     Hati-hatilah anak tangga mana yang engkau lalui.

 

 

34.     Hidup ini terus berlanjut baik engkau tertawa atau menangis.

 

35.     Jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat.

 

 

36.     Berlapang dadalah, maafkan, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan.

 

37.     Kita semua akan berpulang kepada-Nya.

 

 

38.     Jangan penah meninggalkan salat.

 

39.     Jutaan manusia berada di bawah tanah, sedang berharap diperbolehkan kembali hidup.

 

 

40.     Mereka ingin bersujud kepada Allah, meskipun hanya sekali sujud.

 

41.     Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.

 

 

42.     Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi.

 

43.     Tetapi bersandar kepada Allah.

 

 

44.     Dia, Allah yang menentukan segalanya.

45.     Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 99-100.

 

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ


     (Demikian keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikan aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.

 

Sumber: Mata Najwa)

5805. HIDAYAH MUTLAK MILIK ALLAH


 


HIDAYAH MUTLAK MILIK ALAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

A. Hidayah (petunjuk) hanya mutlak milik Allah saja.

 

1.  Manusia tidak bisa memberi hidayah.

 

2.  Tugasnya manusia hanya menyampaikan kebenaran.

 

3.  Yang bisa memberi hidayah cuma Allah saja.

 

 

4.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 272.

 

     ۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

    

 

     Bukan kewajibanmu (Muhammad) membuat mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka pahalanya untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak kecuali untuk mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi pahala secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).

 

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat 272.

1.  Ibnu Abbas berkata,”Pada suatu hari, ada sekelompok orang yang tidak rela hartanya diberikan kepada keluarga mereka yang musyrik.”

 

2.  Sahabat bertanya kepada Rasulullah, ternyata  beliau membenarkan.

 

 

3.  Kemudian Allah menurunkan ayat ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5804. MANUSIA TAK BISA BERI HIDAYAH

 


MANUSIA TAK BISA BERI HIDAYAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

A. Hidayah (petunjuk) hanya mutlak milik Allah saja.

 

1.  Manusia tidak bisa memberi hidayah.

 

2.  Tugasnya manusia hanya menyampaikan kebenaran.

 

3.  Yang bisa memberi hidayah cuma Allah saja.

 

 

4.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 272.

 

     ۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

    

 

     Bukan kewajibanmu (Muhammad) membuat mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka pahalanya untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak kecuali untuk mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi pahala secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).

 

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat 272.

1.  Ibnu Abbas berkata,”Pada suatu hari, ada sekelompok orang yang tidak rela hartanya diberikan kepada keluarga mereka yang musyrik.”

 

2.  Sahabat bertanya kepada Rasulullah, ternyata  beliau membenarkan.

 

 

3.  Kemudian Allah menurunkan ayat ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5803. SATU AYAT TERPANJANG DALAM AL-QURAN

 


SATU AYAT TERPANJANG DALAM AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Satu ayat paling panjang dalam Al-Quran.

 

1.  Yaitu tentang muamalah utang piutang dalam perdagangan.

 

2.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 282.

 

 

     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ ۚ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ ۖ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا ۚ وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰ أَجَلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَىٰ أَلَّا تَرْتَابُوا ۖ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    

 

 

     Hai orang-orang beriman, jika melakukan utang piutang untuk jangka waktu tertentu, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antaramu menuliskannya dengan benar.

     Janganlan penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya kepadanya, maka hendaklah dia menuliskannya.

     Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekannya, dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun.

     Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya), maka hendaklah walinya mendiktekan dengan benar.

    Dan persaksikan dengan 2 orang saksi pria di antaramu. Jika tak ada 2 orang pria, maka (boleh) 1 orang pria dan 2 orang wanita dari saksi yang kamu senangi, agar  jika 1 orang lupa maka 1 orang lagi mengingatkannya.

     Janganlah saksi-saksi itu menolak (memberi keterangan) jika dipanggil dan jangan kamu bosan menuliskan batas waktunya untuk utang kecil maupun besar.

     Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih menguatkan persaksian, dan lebih  tidak menimbulkan keraguanmu, kecuali dalam perdagangan tunai yang kamu jalankan di antaramu, maka tak ada dosa bagimu, jika kamu tidak menulisnya.

     Dan ambil saksi jika kamu berjual beli; dan jangan saling mempersulit antara penulis dan saksi. Jika kamu lakukan demikian, maka hal itu adalah kefasikan padamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah mengajarimu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat 282.

 

1.  Ibnu Abbas berkata,”Ayat ini turun berkenaan khusus masalah salaf (pinjaman tanpa bunga) penduduk Madinah, yang berlaku sampai waktu tertentu yang disepakati 2 pihak.”

 

2.  Tetapi hukum ayat ini berlaku umum pada semua praktik utang piutang.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5802. SAMI'NA WA ATHO'NA


SAMI’NA WA ATHO’NA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Mereka berkata,”Kami dengar dan kami patuh.”

 

1.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 284.

 

  لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    

     Milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan memperhitungkan perbuatanmu itu. Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

2.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 285.

 

     آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

    

Rasul (Muhammad) beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya dan rasul-Nya. (Mereka berkata): "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul rasul-Nya". Dan mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampuni kami, ya Tuhan kami dan kepada-Mu tempat kembali".

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat 285.

 

1.  Abu Hurairah berkata,”Ketika turun surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 284, para sahabat merasa sedih.”

 

2.  Mereka berlutut di depan Rasulullah, sambil berkata,”Wahai Rasulullah, kami tidak sanggup melaksanakan ayat ini.”

 

 

3.  Rasulullah bersabda,”Apakah kalian ingin meniru seperti yang dikatakan Ahli Kitab sebelum kalian: Kami mendengar dan kami mengingkari ?”

 

4.  Tetapi katakan:”Kami mendengar dan kami taati. Ampuni kami, Ya Tuhan kami, dam kepada-Mu tempat kami kembali.”

 

 

5.  Setelah para sahabat terbiasa dengan bacaan tadi, kemudian turun ayat ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.