Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, October 11, 2020

5748. PERINTAH SALAT BERJAMAAH DALAM PERANG

 


PERINTAH SALAT BERJAMAAH DALAM PERANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A. Dalam kondisi perang, tetap ddiperintah mengerjakan salat berjamaah.

 

1.  Salat berjamaah adalah salat yang dilakukan bersama-sama dengan mengikuti imam.

 

2.  Jika 2 orang atau lebih salat bersama dengan salah seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang lain menjadi makmum (pengikut), maka mereka disebut salat berjamaah.

 

 

3.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 102.

     وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

 

     Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersalat, lalu bersalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

 

 

4.  Dalam kondisi perang tetap diperintahkan salat berjamaah, apalagi tidak dalam kodisi perang.

 

5.  Rasulullah bersabda,”Kebaikan salat berjamaah melebihi salat sendirian sebanyak 27 tingkatan derajat.”

 

 

6.  Abu Hurairah berkisah bahwa seorang tuna netra yang tidak bisa melihat  bertanya kepada Nabi Muhammad.

7.  ”Wahai Rasulullah, saya orang yang buta dan tidak ada orang yang menuntun saya ke masjid, mohon saya diberikan izin tidak ikut salat berjamaah di masjid.”

 

8.  Rasulullah bersabda,”Apakah kamu mendengar suara azan panggilan untuk salat?”

 

 

9.  Dia menjawab,”Ya, saya bisa mendengarnya.”

 

10.             Rasulullah bersabda,”Penuhi seruannya, datanglah ke masjid untuk salat  berjamaah.”

 

 

11.             Nabi Muhammad bersabda,”Seandainya tidak ada wanita dan anak-anak yang salat berjamaah di rumahnya, maka aku perintahkan untuk membakar rumah orang-orang  yang tidak salat berjamaah di masjid.”

 

 

Daftar Pustaka.

1.  Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.  Tafsirq.com online

5747. QUNUT MUSIBAH DALAM 4 MAZHAB

 


QUNUT MUSIBAH DALAM 4 MAZHAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

A.       Fikih 4 mazhab.

 

1.  Para ulama menjelaskan di antara bidang kajian Islam, bidang fikih adalah bagian yang paling banyak menimbulkan perbedaan pendapat.

 

2.  Masing-masing mazhab punya dalil dan argumentasinya sendiri.

 

 

3.  Sikap yang paling baik adalah memberikan toleransi kepada semua pendapat yang berbeda-beda, setelah terlebih dahulu mempelajari semua pendapat tersebut dari sumber aslinya.

 

 

B.       Mazhab terbesar.

 

1)         Mazhab Hanafi.

2)         Mazhab Maliki.

 

3)         Mazhab Syafii.

4)         Mazahab Hambali.

 

 

C.       Pengertian mazhab.

 

1.  Mazhab adalah haluan atau aliran mengenai hukum fikih yang menjadi ikutan umat Islam.

2.  Mazhab Hanafi didirikan oleh Nukman bin Tsabit (lahir tahun 89 Hijriah dan wafat tahun 150 Hijirah).  Nukman bin Tsabit seorang guru besar ilmu fikih di Irak.

 

3.  Mazhab Maliki didirikan oleh Imam Malik bin Anas (lahir tahun 93 Hijriah dan wafat tahun 179 Hijriah). Imam Malik bin Anas berasal dari Madinah.

 

4.  Mazhab Syafii didirikan oleh Muhammad bin Idris (lahir tahun 150 Hijriah dan wafat tahun 200 Hijirah). Muhammad bin Idris berasal dari Gaza, Palestina.

 

5.  Mazhab Hambali didirikan oleh Ahmad bin Hambal (lahir tahun 164 Hijriah dan wafat tahun 241 Hijriah). Ahmad bin Hambal berasal dari Baghdad, Irak.

 

 

D.       Qunut Subuh menurut 4 mazhab:

1.  Mazhab Hanafi:

 

1) Tidak ada qunut pada salat Subuh.

2) Qunut salat Subuh dikerjakan hanya ketika terjadi musibah.

 

3) Ada qunut pada salat witir.

4) Qunut dikerjakan sebelum rukuk.

 

5) Tidak ada qunut pada orang yang salat sendirian.

 

 

6) Jika imam membaca qunut pada salat subuh, maka makmum dibolehkan untuk:

 

a.         Makmum diam saja.

b.         Makmum ikut mengamini imam.

 

2.  Mazhab Maliki:

 

5)         Qunut hanya ada pada salat Subuh .

6)         Tidak ada qunut pada salat witir dan salat lainnya.

 

7)         Qunut salat subuh dikerjakan sebelum rukuk.

8)         Qunut salat subuh boleh dikerjakan setelah rukuk.

 

9)         Ketika qunut boleh mengangkat kedua tangan dan juga boleh tidak mengangkat kedua tangan.

 

3.  Mazhab Syafii:

 

1) Qunut hanya ada pada salat Subuh.

2) Tidak ada qunut pada salat lain, kecuali terjadi bencana.

 

3) Qunut Subuh dikerjakan setelah rukuk pada rakaat kedua.

4) Rasulullah tidak pernah meninggalkan qunut Subuh.

 

5) Qunut salat Subuh boleh dikerjakan berjamaah atau sendirian.

6) Qunut juga dikerjakan pada salat witir pada separuh akhir bulan Ramadan.

 

7) Qunut Subuh adalah bagian dari salat Subuh, jika terlupa maka diganti dengan sujud sahwi.

 

 

8) Mengangkat kedua tangan dan mengusap wajah dalam qunut salat Subuh terbagi 3 kelompok.

 

a.         Mengangkat kedua tangan, tanpa mengusapkannya ke wajah.

 

b.         Mengangkat kedua tangan dan mengusapkannya ke wajah.

 

 

c.          Tidak mengangkat kedua tangan dan tidak mengusapkannya ke wajah.

 

10)     Setelah membaca doa qunut pada salat Subuh tidak perlu mengusapkan kedua tangan ke bagian tubuh selain wajah.

 

11)     Hukumnya makruh, apabila setelah membaca qunut Subuh mengusapkan kedua tangan ke bagian tubuh lainnya.

 

 

4.  Mazhab Hambali:

 

1) Tidak ada qunut pada salat Subuh.

 

2) Tidak ada qunut pada salat lainnya.

 

 

3) Ada qunut pada salat witir.

 

4) Qunut dikerjakan setelah rukuk.

 

 

5) Qunut dikerjakan hanya jika terjadi musibah.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

5746. SYAIR ABU NAWAS TAK PANTAS MASUK SURGA

 


SYAIR ABU NAWAS TAK PANTAS MASUK SURGA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

A.        Syair Abu nawas yang populer.

 

1.   Hamba tak pantas masuk surga, tapi tak kuat di dalam neraka.

 

2.   Syair Abu Nawas

 

إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ

فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ # فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ

 

ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ

وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ

فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ # فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

 

 

v     إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً  

                وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ

v     فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ   

               فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ

v     ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ  

                فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ

v     وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ

                   وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

v     إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ       

           مُقِرًّا  بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ

v     وَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ            

                 فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

 

1.                      Ya Tuhanku, hamba tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi hamba tidak kuat jika dimasukkan ke dalam neraka.

 

2.    Semoga Tuhan menerima tobat hamba, karena Engkau Tuhan Maha Pengampun dosa-dosa yang besar.

3.    Dosa hamba bagaikan pasir di lautan, maka terimalah tobat hamba, wahai Tuhan Yang Maha Agung.

 

3.   Setiap hari umur hamba berkurang, sedangkan dosa-dosa hamba selalu bertambah, bagaimana hamba akan kuat menanggungnya?

 

4.   Ya Tuhanku, hamba yang penuh dengan kemaksiatan datang kepada-Mu, dengan mengakui segala dosa hamba, melalui doa kepada-Mu.

 

 

6.    Hanya Engkau Tuhan yang mampu memberikan pengampunan, Engkau pemilik ampunan. Jika bukan kepada Engkau, kepada siapa lagi hamba mengharap selain kepada Engkau?

 

      (Sumber: internet)

5745. KAUM MUNAFIK PADA PERANG UHUD

 


KAUM MUNAFIK DALAM PERANG UHUD

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

A. Kaum munafik balik pulang ketika dalam perjalanan Perang Uhud.

 

1.  Sebagian umat lslam ingin kaum munafik dibunuh.

 

2.  Tapi sebagian lain berpendapat jangan dibunuh.

 

3.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 88.

 

     ۞ فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

    

 

      Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi 2 golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka kepada kekafiran, karena  usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah,  kamu tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 88.

 

1.  Zaid bin Tsabit menjelaskan ayat ini turun berkaitan dengan pasukan Islam yang mengikuti Rasulullah dalam Perang Uhud.

 

2.  Dalam perjalanan menuju Uhud, sebagian pasukan Islam berbalik pulang dan tidak ikut berperang bersama Rasulullah.

 

 

3.  Sikap para sahabat terbagi 2 kelompok dalam menyikapi pasukan yang balik pulang.

 

4.  Sebagian berpendapat wajib dibunuh, tetapi sebagian berpendapat jangan dibunuh.

 

 

5.  Kemudian turun ayat 88 ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5744. MEMERIKSA KEBENARAN SUATU BERITA

 


MEMERIKSA KEBENARAN SUATU BERITA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

A. Jangan langsung menyiarkan suatu berita yang belum jelas sumbernya.

 

1.  Suatu berita perlu dicek kebenarannya.

 

2.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 83.

 

     وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

     

      Dan jika datang suatu berita kepada mereka, tentang keamanan atau ketakutan, mereka langsung menyiarkannya. Padahal jika mereka menyerahkan kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentu orang-orang yang ingin tahu kebenarannya (akan bisa) mengetahui dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentu kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil di antaramu.

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 83.

 

1.  Umar bin Khattab berkata,”Pada suatu hari, Rasulullah uzlah (pisah ranjang) dengan istri beliau.”

 

2.  Umar bin Khattab masuk ke dalam masjid, ketika para sahabat sedang bingung memikirkan istri Rasulullah.

 

 

3.  Sahabat bercerita bahwa Rasulullah telah menceraikan istri beliau.

 

4.  Umar bin Khattab berdiri di depan pintu masjid dan berkata,”Rasulullah tidak menceraikan istri beliau.”

 

 

5.  Kemudian turun ayat 83 ini.

 

6.  Yang dimaksud ulil amri adalah para tokoh sahabat Rasulullah

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.