Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, December 9, 2020

7985. DEBAT ATEIS DAN IMAM HANAFI

 


DEBAT IMAM HANAFI DAN ATEIS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

 

Dalam kisah warna warni kehidupan dijelaskan orang ateis bertanya kepada Imam Hanafi tentang keberadaan Tuhan.

 

 

Ateis adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan.

 

 

Ateis meyakini alam semesta ini tercipta oleh alam, bukan diciptakan oleh Tuhan.

 

 

1.      Orang ateis bertanya kepada Imam Hanafi, “Tahun berapa Tuhanmu dilahirkan?”

 

 

 

Imam Hanafi menjawab dengan membacakan Al-Quran surah Al-lkhlas (surah ke-112) ayat 3.

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ


 

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

 

Tuhan tidak punya anak dan tidak punya orang tua.

 




2.      Orang ateis bertanya,”Apakah kamu dapat memberi bukti nyata tentang masalah ini?”

 

Imam Hanafi balik bertanya,

 

“Angka berapa sebelum 3?”

“2,” jawab mereka.

 

 

“Sebelum 2 angka berapa?”

“1,” jawab mereka.

 

 

“Sebelum 1 angka berapa?”.

“Tida ada,” jawab mereka.

Imam Hanafi menjelaskan,”Jika angka 1 saja tidak diawali dengan  apa pun, maka Tuhan Yang Kuasa adalah Maha Terdahulu dan tidak ada yang mendahului keberadaan-Nya.”

 

 

3.      Orang ateis bertanya,”Kemana wajah Tuhanmu menghadap?

 

 

lmam Hanafi balik bertanya,”Jika kamu menyalakan lampu di tempat gelap, ke mana sinarnya berpendar?”

 

 

“Ke semua arah,” jawab ateis.

 

 

“Jika cahaya buatan saja berpendar ke semua arah, bagaimana cahaya langit dan bumi.”

 

 

4.      Ateis bertanya,”Jelaskan hakikat Tuhanmu, apakah keras seperti besi, cair seperti air, atau berupa gas seperti asap?”

 

 

 

Imam Hanafi balik bertanya, “Apakah kamu pernah melihat orang meninggal dunia?”

 

“Pernah,”

 

 

“Sebelumnya dia bisa bergerak-gerak, tapi kemudian diam membisu, apakah sebabnya?”

 

 

“Rohnya,“jawab ateis.

 

 

“Jelaskan hakikat roh kepadaku, apakah keras, cair, atau berupa gas?”

 

 

“Kami tidak tahu,”

 

Imam Hanafi bertanya lagi,” Apakah kamu dapat melihat rohnya keluar?”

 

 

“Tidak,” jawab ateis.

 

 

“Roh itu makhluk, tapi kamu tak tahu hakikatnya. Terus kamu minta menjelaskan hakikat Tuhan, sungguh aneh.”

 

 

 

 

5.      Ateis bertanya,”Di mana letak Tuhanmu?”

 

 

Imam Hanafi menjawab,“Jika kamu mengisi gelas dengan susu, apakah ia mengandung lemak?”

 

 

 

“Ya,”

 

“Di mana letak lemaknya.”

 

 

“Dia tak punya letak tertentu, tapi tersebar di seluruh bagiannya.”

 

 

“Lemak yang makhluk saja, tidak punya tempat tertentu dalam susu, dan kamu menyuruh menunjukkan tempatnya Tuhan, ini sungguh aneh.”

 

 

 

6.      Ateis bertanya,”Jika semuanya telah ditentukan sebelum diciptakan, lalu apakah pekerjaan Tuhanmu sekarang?”

 

 

lmam Hanafi menjawab dengan membacakan surah Ar-Rahman (surah ke-55) ayat 29.

 

 

 

يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ


 

 

 

 

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

7.      Ateis bertanya,”Jika masuk surga ada awalnya, mengapa tak ada akhirnya?”

 

 

 

lmam Hanafi menjawab,”Penghuni surga kekal di dalamnya, bukankah angka itu punya awal, tapi tak punya akhir?”

 

 

 

8.      Ateis bertanya,”Di surga manusia makan dan minum, mengapa tidak buang air kecil dan besar?”

 

 

lmam Hanafi menjawab,”Bayi selama dalam kandungan ibu  makan dari darahnya, tapi tidak buang air kecil dan  besar.”

 

 

 

9.      Ateis bertanya,”Setan diciptakan dari api, mengapa disiksa dengan api neraka?”

 

 

lmam Hanafi memukul orang itu dengan batu bata sehingga kesakitan.

 

 

“Manusia diciptakan dari tanah, batu bata juga dari tanah, semoga ini bisa menjelaskan.”

 

 

 

Gembong ateis itu masuk lslam, tapi anak buahnya tidak mau.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.     

 

 

7984. ATEIS MENDEBAT IMAM HANAFI

 


ATEIS MENDEBAT IMAM HANAFI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

 

Dalam kisah warna warni kehidupan dijelaskan orang ateis bertanya kepada Imam Hanafi tentang keberadaan Tuhan.

 

 

Ateis adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan.

 

 

Ateis meyakini alam semesta ini tercipta oleh alam, bukan diciptakan oleh Tuhan.

 

 

1.      Orang ateis bertanya kepada Imam Hanafi, “Apakah kamu melihat Tuhanmu?”

 

 

 

2.      Imam Hanafi menjawab dengan membacakan Al-Quran surah Al-Anam (surah ke-6) ayat 103.

 

 

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

 

 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. Dia dapat melihat segala penglihatan.  DiaMaha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

 

3.      Orang ateis bertanya,”Apakah kamu dapat menyentuh Tuhanmu, mencium Tuhanmu, atau merasakan Tuhanmu?”

4.      Imam Hanafi menjawab dengan membacakan Al-Quran surah Asy-Syura (ke-42) ayat 11.

 

 

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

 

 

Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikanmu dari jenismu sendiri. Pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula. Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 

 

5.      Orang ateis bertanya,”Jika kamu tidak dapat melihat Tuhanmu, tidak dapat menyentuh Tuhanmu, tidak dapat mencium Tuhanmu, dan tidak dapat merasakan Tuhanmu?

 

Bagaimana kamu mampu membuktikan keberadaan Tuhanmu?”

 

 

 

6.      Imam Hanafi balik bertanya, “Apakah kamu ini memang benar-benar tidak mampu berpikir?”

 

 

7.      Imam Hanafi bertanya,“Apakah kamu bisa melihat akalmu?”

 

 

8.      “Tidak bisa,“jawab orang ateis.

 

 

9.      Imam Hanafi bertanya lagi,” Apakah kamu dapat menyentuh akalmu?”

 

 

10.               “Tidak,” jawab orang ateis.

 

 

11.               Imam Hanafi melanjutkan,”Apakah kamu bisa mencium akalmu?”

 

 

 

12.               “Tidak bisa,” jawab orang ateis sambil menggelengkan kepala.

 

 

13.               Imam Hanafi bertanya,”Apakah kamu dapat merasakan akalmu?

 

 

14.               “Tidak,” jawab orang ateis.

 

 

15.               Imam Hanafi bertanya,”Kamu itu orang yang berakal atau orang gila?

 

 

 

16.               “Saya orang yang berakal,”sahut orang ateis.

 

 

17.               Imam Hanafi melanjutkan,”Jika kamu memang orang yang berakal, lalu di manakah akalmu?

 

 

 

18.               “Saya tidak tahu, tetapi dia ada, ”jawab orang ateis.

 

 

19.               Imam Hanafi menjelaskan, “Demikian pula Allah Subhanahu Wataala, Allah memang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tetapi semua alam semesta yang serba teratur ini pasti ada yang mengaturnya yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa, keberadaan alam semesta dengan segala isinya yang serba teratur dan terukur dengan presisi adalah salah satu bukti bahwa Allah ada.”

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.     

 

 

7983. IMAM HANAFI DAN ATEIS

 


IMAM HANAFI DAN ATEIS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

 

Dalam kisah warna warni kehidupan dijelaskan orang ateis bertanya kepada Imam Hanafi tentang keberadaan Tuhan.

 

 

Ateis adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan.

 

 

Ateis meyakini alam semesta ini tercipta oleh alam, bukan diciptakan oleh Tuhan.

 

 

1.      Orang ateis bertanya kepada Imam Hanafi, “Apakah kamu melihat Tuhanmu?”

 

 

 

2.      Imam Hanafi menjawab dengan membacakan Al-Quran surah Al-Anam (surah ke-6) ayat 103.

 

 

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

 

 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. Dia dapat melihat segala penglihatan.  DiaMaha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

 

3.      Orang ateis bertanya,”Apakah kamu dapat menyentuh Tuhanmu, mencium Tuhanmu, atau merasakan Tuhanmu?”

4.      Imam Hanafi menjawab dengan membacakan Al-Quran surah Asy-Syura (ke-42) ayat 11.

 

 

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

 

 

Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikanmu dari jenismu sendiri. Pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula. Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 

 

5.      Orang ateis bertanya,”Jika kamu tidak dapat melihat Tuhanmu, tidak dapat menyentuh Tuhanmu, tidak dapat mencium Tuhanmu, dan tidak dapat merasakan Tuhanmu?

 

Bagaimana kamu mampu membuktikan keberadaan Tuhanmu?”

 

 

 

6.      Imam Hanafi balik bertanya, “Apakah kamu ini memang benar-benar tidak mampu berpikir?”

 

 

7.      Imam Hanafi bertanya,“Apakah kamu bisa melihat akalmu?”

 

 

8.      “Tidak bisa,“jawab orang ateis.

 

 

9.      Imam Hanafi bertanya lagi,” Apakah kamu dapat menyentuh akalmu?”

 

 

10.               “Tidak,” jawab orang ateis.

 

 

11.               Imam Hanafi melanjutkan,”Apakah kamu bisa mencium akalmu?”

 

 

 

12.               “Tidak bisa,” jawab orang ateis sambil menggelengkan kepala.

 

 

13.               Imam Hanafi bertanya,”Apakah kamu dapat merasakan akalmu?

 

 

14.               “Tidak,” jawab orang ateis.

 

 

15.               Imam Hanafi bertanya,”Kamu itu orang yang berakal atau orang gila?

 

 

 

16.               “Saya orang yang berakal,”sahut orang ateis.

 

 

17.               Imam Hanafi melanjutkan,”Jika kamu memang orang yang berakal, lalu di manakah akalmu?

 

 

 

18.               “Saya tidak tahu, tetapi dia ada, ”jawab orang ateis.

 

 

19.               Imam Hanafi menjelaskan, “Demikian pula Allah Subhanahu Wataala, Allah memang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tetapi semua alam semesta yang serba teratur ini pasti ada yang mengaturnya yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa, keberadaan alam semesta dengan segala isinya yang serba teratur dan terukur dengan presisi adalah salah satu bukti bahwa Allah ada.”

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.