Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, January 11, 2021

8325. BUDAK LEBIH TENANG DENGAN 1 JURAGAN

 


BUDAK LEBIH TENANG DENGAN 1 JURAGAN

Oleh:Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Ayat Al-Quran menggambarkan dampak kehadiran Allah dalam jiwa manusia.

 

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 29.

 

 

 

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

 

 

 

 

 

Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang budak pria yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam persengketaan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang pria (saja), Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Ayat Al-Quran ini menggambarkan keadaan budak yang harus patuh kepada banyak orang.

 

 

Tetapi para pemiliknya saling bermusuhan.

 

 

 

Si budak pasti bingung menghadapi banyak juragan.

Apalagi perintah dan larangan para juragan bisa saling berlawanan.

 

 

Dan harus dikerjakan bersamaan.

 

 

 

Akhirnya budak hidup dalam kondisi bingung dan tertekan.

 

 

Sehingga bisa menderita penyakit mental kejiwaan  kompleks.

 

 

 

Bandingkan hal itu dengan budak lain yang hanya menjadi milik penuh 1 orang saja.

 

 

 

 

Pasti si budak tidak mengalami kebingungan dalam kesehariannya.

 

 

 

Setiap manusia pasti mengakui adanya keyakinan tertentu.

 

 

 

Dan berusaha mencari keyakinan tertentu.

 

 

Hal ini menunjukkan manusia menerima wewenang pengaturan dari keyakinan yang ada dalam pikirannya.

 

 

 

Al-Quran memakai istilah yang mengandung arti “budak”.

 

 

Yaitu orang yang dimiliki dan dipengaruhi pikiran pihak lain.

 

 

 

Hal ini terbukti dalam kenyataan hidup orang yang lemah imannya.

 

 

Atau punya  banyak ide dan keyakinan saling bertentangan.

 

 

 

Misalnya, pada waktu tertentu, dia patuh kepada Tuhan.

 

 

Tetapi pada saat lain, dia taat kepada setan.

 

 

 

Artinya sekali waktu, dia datang ke masjid.

 

 

Tetapi pada waktu lain, dia mencari hiburan malam.

 

 

 

Orang semacam ini dikuasai dan menjadi budak dari pebisnis yang buruk perangainya.

 

 

 

Sehingga dia mengidap penyakit kepribadian ganda.

 

 

Yang merupakan salah satu bentuk penyakit kejiwaan.

 

 

 

Al-Quran menegaskan bahwa, ”Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

 

Al-Quran surah Ar-Ra’du (surah ke-13) ayat 28.

 

 

 

 

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

 

 

 

 

Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

 

 

 

 

Al-Quran menjelaskan jika dalam jiwa manusia mengakui banyak tuhan atau banyak penguasa yang mengatur alam semesta, maka semuanya akan hancur binasa.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 22.

 

 

 

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

 

 

 

Sekiranya ada di langit dan bumi tuhan selain Allah, tentu keduanya telah rusak binasa, maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.

 

 

 

Apabila timbul pertanyaan,

 

 

”Siapa yang menjamin jika Anda melontarkan benda ke arah depan, maka batu itu tidak mengarah ke belakang?”

 

 

 

Apakah yang menjamin bahwa air selalu menuju tempat yang lebih rendah?

 

 

 

Apakah yang mengantarkan ilmuwan untuk memperoleh kesimpulan dan kepastian dalam langkah-langkahnya?

 

 

 

Jawabnya adalah,

 

 

 “Semua kesimpulan dan kepastian pasti diperoleh  melaluikeyakinan tentang wujud Tuhan Yang Maha Esa”.

 

 

 

Jika Tuhan tidak tunggal atau Tuhan lebih dari satu, maka semuanya hancur berantakan.

 

 

Seandainya Tuhan Yang Mengatur hukum di alam semesta ini butuh sesuatu.

 

 

Maka  tidak ada yang menjamin kepastian hukum akan berlaku.

 

 

 

Jadi, tauhid atau keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa adalah hakikat kebenaran yang harus diakui dan diperlukan oleh jiwa manusia.

 

 

 

Dan kebutuhan akalnya demi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia.

 

 

 

 Sangat wajar perkembangan pemikiran manusia tentang Tuhan, berakhir pada monoteisme murni.

 

 

 

Yaitu yakin hanya ada satu Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

 

 

Pada awalnya manusia meyakini “politeisme” (banyak tuhan).

 

 

Kemudian 2 tuhan.

 

 

Dan disusul dengan kepercayaan tentang adanya 1 Tuhan.

 

 

Berakhir dengan tauhid murni.

 

 

Yaitu keesaan mutlak yang dianut oleh umat Islam.

 

 

 

Apabila orang telah menganut akidah tauhid murni.

 

 

Maka akan muncul  dari dalam dirinya berbagai aktivitas.

 

 

 

Yang semuanya diniatkan untuk beribadah kepada Allah saja.

 

 

 

Dan tidak untuk yang lain.

 

 

 

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 48.

 

 

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

 

 

 

 

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.

 

 

 

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 8.

 

 

 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

 

 

 

 

Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk, dan karuniakan kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)”.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.      Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Misan, 2009.

3.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

5.      Tafsirq.com online.

 

 

 

 

8324. MANUSIA MUDAH MARAH TAPI SULIT BERSYUKUR

  


MANUSIA MUDAH MARAH TAPI SULIT BERSYUKUR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

PERSAAN SYUKUR SUMBER BAHAGIA

 

 

Ada dermawan gedung menebar banyak uang lembaran dari puncuk gedung bertingkat:

 

Rp. 5.000,-

Rp. 10.000,-

 

Rp. 20.000,-

Rp. 50.000,-

 

Rp. 100.000,-

 

 

Di bawah gedung berkerumun banyak orang saling berebut memunguti uang yang berserakan.

 

 

 TANPA ADA YANG PEDULI sumber uang itu berasal dari SIAPA.

 

 

 

Pada hari lain.

 

 

Sang dermawan naik lagi keatas gedung itu.

 

 

Dan kali ini dia menebar banyak kerikil kecil mengenai orang yang berkerumun di bawah.

 

 

Ada yang terkena di kepala, bahu, tangan, punggung dan anggota tubuh lainnya.

 

 

Orang yang berkerumun di bawah gedung yang kejatuhan kerikil langsung panik dan marah.

 

 

mereka langsung menengadah ke atas.

 

 

Berusaha MENCARI TAHU dari mana sumber dari kerikil dijatuhkan.

 

 

Pada umumnya itu sikap dari manusia.

 

 

Saat menerima NIKMAT, BERKAH, dan hal yang menguntungkan, semuanya serba sibuk tanpa peduli siapa yang memberi.

 

 

Dan sedikit sekali yang mampu berterima kasih dan mau mengucap syukur.

 

 

 

Tapi saat masalah datang, hampir semuanya spontan mencari sumber masalahnya.

 

 

Dan marah menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi.

 

 

.Apakah kita hanya mau menerima yang baik saja, tetapi tidak mau menerima yang buruk ?

 

 

 

Tanpa mau tahu bahwa dalam hidup ini sudah satu paket.

 

 

 

Baik dan buruk, senang dan susah, semuanya satu kesatuan yang tak terpisahkan.

 

 

Jika menjalani hal-hal buruk, maka jalani dengan sabar dan berdoa segere berakhir.

 

 

Jika menerima hal yang baik, maka banyak bersyukur kepada Allah agar nikmatnya selalu ditambah.

 

 

 

Al-Quran surah Ibrahim (surah ke-14) ayat 7

 

 

 

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.




 

(Sumber internet)

8323. ALLAH MENGOREKSI SIKAP RASULULLAH TERHADAP ISTRINYA

 


ALLAH MENGOREKSI SIKAP RASULULLAH TERHADAP ISTRINYA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

ALLAH MENGOREKSI SIKAP RASULULLAH TERHADAP ISTRI BELIAU

 

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 1.

 

 

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

 

 

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu; kamu ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 2.

 

 

 

قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ۚ وَاللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

 

 

 

 

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

 

 

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 3.

 

 

 

 

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ

 

 

 

 

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya, "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab, "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

 

 

 

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 4.

 

 

 

إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ

 

 

 

Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hatimu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua saling membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu para malaikat adalah penolongnya pula.

 

 

 

Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 1-4.

 

 

 

1.      Aisyah (istri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan Rasulullah yang telah minum madu.

 

 

2.      Rasulullah tinggal dan minum madu di rumah istri beliau (Zainab binti Jahsy).

 

 

3.      Aisyah dan Hafshah (istri-istri Rasulullah yang lain) berunding.

 

 

4.      Jika Rasulullah masuk ke rumah Aisyah atau Hafshah, maka sepakat untuk  dikatakan Rasulullah berbau aroma maghafir.

 

 

5.      Rasulullah masuk ke salah satu rumah istri beliau.

 

 

6.      Aisyah dan Hafshah benar-benar berkata kepada Rasulullah sesuai  kesepakatan.

 

 

7.      Rasulullah bersabda,”Aku hanya minum madu di tempat Zainab binti Jahsy dan aku tidak akan mengulanginya lagi.”

 

 

8.      Kemudian turun ayat 1-4 ini.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.      Tafsirq.com online.