Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, January 13, 2021

8362. PERINTAH BERDOA DENGAN SUARA LEMBUT

 


PERINTAH BERDOA DENGAN SUARA LEMBUT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 55.

 

 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

 

 

 

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

 

 

 

Umat Islam diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah.

 

 

 

Salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.

 

 

 

Umar bin Khaththab berkata,

 

 

“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang.

 

 

Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya:

 

 

 

Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku.

 

 

 

Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku.

 

 

Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”

 

 

 

Rasulullah terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan beliau menghadap kiblat.

 

 

Hingga selendang Rasulullah terjatuh dari bahu beliau.

 

 

 

Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.

 

 

 

Abu Bakar berkata,

 

 

 

“Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.”

 

 

Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 9.

 

 

 

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

 

 

 

 

(Ingatlah), ketika kamu mohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut. (HR. Imam Muslim).

 

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu.

 

 

 

Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa:

 

 

 

Ya Rabb, Ya Rabb’.

 

 

 

Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?”

(HR. Muslim).

 

 

 

Salman Al-Farisi berkata bahwa Rasulullah bersabda,

 

 

 

“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi.

 

 

Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8361. KHILAFIAH HUKUMNYA ZIKIR PAKAI TASBIH

 


KHILAFIAH HUKUMNYA ZIKIR PAKAI TASBIH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

Tasbih (menurut KBBI V) dapat diartikan “untaian manik-manik yang dipakai untuk ucapan tahlil dan sebagainya”, atau” pembacaan puji-pujian kepada Allah”.

 

 

Bertasbih adalah memanjatkan puji-pujian kepada Allah.

 

 

 

Zikir adalah puji-pujian kepada Allah yang diucapkan berulang-ulang.

 

 

Berzikir adalah mengingat dan menyebut berulang-ulang nama dan keagungan Allah.

 

 

 

Aisyah binti Saad berkisah bahwa bapaknya bersama Rasulullah bertemu seorang wanita yang bertasbih memakai biji-bijian dan bebatuan.

Rasulullah bersabda,

 

 

”Aku beritahukan kepadamu dengan yang lebih mudah bagimu daripada ini atau lebih utama.”

 

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

“Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan di langit. Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan di bumi. Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan diantaranya. Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, tidak adadaya dan upaya kecuali dengan Allah, seperti itu.”

(HR. Abu Daud).

 

 

 

Rasulullah tidak melarang berzikir memakai biji-bijian dan bebatuan sebagai alat hitung.

 

 

 

Tetapi beliau menunjukkan cara yang lebih mudah.

 

 

 

Sehingga para sahabat tetap memakai alat untuk menghitung zikirnya.

 

 

 

Qasim bin Abdurrahman berkata,

 

 

 

“Abu Darda’ punya biji-bijian dari biji-biji kurma ‘Ajwah, sekitar 10 biji yang diletakkan dalam 1 kantong.

 

 

 

Apabila telah  melakukan  salat  Subuh,  beliau  mendekat  ke  kasurnya  lalu  mengambil  kantong itu dan mengeluarkan biji-biji itu satu per-satu.

 

 

 

Dia bertasbih menggunakannya.

 

 

Apabila telah habis, ia ulangi lagi satu per-satu.”

 

 

 

Qasim berkata,

 

“Saya bersama Abu Hurairah yang berada di atas kasur dengan sebuah kantung berisi batu kerikil dan biji-bijian.

 

 

 

Di bawahnya ada budak berkulit hitam.

 

 

 

Abu Hurairah bertasbih memakai batu dan biji-bijian itu.

 

 

Ketika batu-batu yang ada di dalam kantong itu habis, Abu Hurairah melemparkan kantong itu kepada hamba sahaya itu.

 

 

 

Lalu ia mengumpulkannya dan mengembalikannya ke dalam kantong dan menyerahkannya kepadaAbu Hurairah.”

(HR. Abu Daud).

 

 

 

Nu’aim bin Muharrar bin Abi Hurairah berkata,

 

 

 

 

”Abu Hurairah punya benang yang diberi 1.000 simpul.

 

 

 

Abu Hurairah sebelum tidur selalu bertasbih memakai 1.000 simpul itu.”

 

 

 

 

Imam Syaukani berkata,

 

 

 

”Tidak ada riwayat dari kalangan salaf (generasi 3 abad pertama Hijiah) maupun khalaf (generasi setelah salaf) yang melarang berzikir memakai tasbih.

 

 

 

Dan sebagian besar mereka memakai tasbih saat berzikir.

 

 

Mereka tidak memakruhkannya.”

 

 

 

 

Imam Ibnu Taimiah berpendapat bahwa menghitung tasbih dengan jari jemari adalah sunah.

 

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

“Bertasbihlah, hitunglah dengan jari jemarimu, sesungguhnya jari jemarimu akan ditanya dan akan dibuat berbicara”.

 

 

 

Syekh Ibn ‘Utsaimin berpendapat bahwa bertasbih memakai alat hitung tidak dianggap berbuat bid’ah dalam agama, karena maksud bid’ah yang dilarang adalah bid’ah dalam agama.

 

 

 

 

Bertasbih memakai alat hitung adalah cara untuk menghitung banyaknya bilangan (zikir).

 

 

 

Tasbih dan alat hitung lainnya adalah sarana yang “marjuhah” (lemah) lawan dari “rajah” (kuat) dan “mafdhulah” (lawan afdal).

 

 

 

Yang afdal (lebih baik) menghitung jumlah zikir dengan jari jemari tangan.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8360. BEDANYA ORANG PINTAR DAN ORANG SOK TAHU

 


 

BEDANYA ORANG PINTAR DAN SOK TAHU

Oleh:Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

Perbedaan orang pintar dengan orang tidak pintar, tetapi merasa sok tahu.

1.      Orang pintar cenderung diam.

 

Orang sok tahu selalu ingin pamer keunggulannya agar mendapat pengakuan sebagai orang pintar.

 

 

 

2.      Orang pintar tidak merasa dirinya pintar dan tidak suka menggurui orang lain.

Orang sok pintar selalu ingin menggurui orang lain tanpa diminta.

 

 

 

3.      Orang pintar baru akan menjawab dan menerangkan masalahnya kalau ditanya orang.

 

Orang sok pintar selalu ingin memberi tahu orang lain tanpa ditanya.

 

 

 

4.      Orang pintar tidak pernah ngotot dan ngeyel untuk membuktikan kecerdasannya.

 

 

Orang sok pintar sering ngotot dan ngeyel untuk membuktikan kecerdasannya.

 

 

 

5.      Orang pintar selalu merasa ilmunya kurang sehingga selalu ingin terus belajar di mana pun, dari siapa pun, dan dari mana pun.

 

 

 

Orang sok pintar sudah merasa dirinya orang pintar.

 

 

 

6.      Orang pintar selalu introspeksi, merasa dirinya kurang, dan ingin menerima ilmu baru.

 

 

Orang yang sok pintar cenderung ngeyel dan merasa dirinya selalu benar.

 

 

 

7.      Orang pintar tidak ingin menunjukkan hasil yang telah dicapainya selama ini.

 

 

Orang sok pintar selalu memamerkan hasil yang telah dicapainya selama ini agar mendapat pengakuan.

 

 

 

 

Daftar Pustaka.

1.              Internet.